VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Satu-satunya Chapter 20

2017-01-13 - Jack El Jacqueline > Satu-satunya
45 views | 7 komentar | nilai: 10 (1 user)

*

Baru saja pemuda manis ini ingin memejamkan mata saat suster yang memeriksanya sudah pergi namun kini matanya kembali terbuka saat mendengar pintu ada yang membuka.

"Intan". Pekiknya saat melihat perempuan berdiri bersandar di pintu.

"Dicky..". Balas Intan langsung menoleh kearah pemuda itu yang kini terbaring di ranjang.

Intan mendekati Dicky yang wajahnya tak kalah pucat denganya.

"Jadi selama ini kamu dirawat di rumah sakit"? Tanya Intan dengan lirih. Pemuda yang ternyata Dicky hanya tersenyum.

"Kamu sendiri ngapain disini, memake baju pasien kamu juga sakit"? Kini Dicky malah berbalik tanya.

"Aku..". Belum selesai bicara kini Intan memegangi kepalanya yang terasa pusing dan pandanganya pun berkunang-kunang dan..

Brukk... Intan pingsan di lantai.

"Intan..". Teriak Dicky ingin menggapai namun entah kenapa badanya sedikit kaku untuk di gerakan karna mungkin akibat dari koma beberapa minggu ini.

Dicky tetap mencoba memaksa menggerakan badanya untuk menjuntaikan kakinya kelantai walau sedikit susah dan sedikit demi sedikit Dicky pun ikut terjatuh disamping Intan.

"Intan..". Dicky menyingkirkan rambut Intan yang terurai diwajahnya.

"Ya tuhan, Tolong.. Tolong". Teriak Dicky yang sama-sama tidak mampu untuk berdiri berharap ada yang masuk keruangan dan menolongnya.

"Astagfirullah al-adzim Dicky..". Teriak Tante Tifa yang melihat putranya tergeletak di lantai.

"Mama, Tolongin Ma". Pinta Dicky. Tante Tifa pun segera mendekati putranya.

"Sayang kamu ngapain dibawah, ini gadis siapa"? Tanya Tante Tifa yang menolong Dicky terlebih dahulu.

"Udah Mama engga usah fikirin aku, lebih baik Mama minta bantuan orang lain untuk bantuin ngangkat Intan". Dicky sedikit menolak tangan Mamanya yang ingin membantunya berdiri.

"Tapi Ky..

"Mah..

"Baiklah, kamu tunggu disini jangan mencoba bangun sendiri". Perintah Tante Tifa dan kepala Dicky mengaguk. Saat Tante Tifa keluar Dicky membelai lagi wajah Intan dan tersenyum kecil.

"Sabar ya". Lirih Dicky mengusapnya lembut.

Satu-satunya Chapter 20 - Dicky Yang Masih Mencintai Intan
Penulis : Jack El Jacqueline

*

"104 berarti ini kamarnya". Gumam Bisma yang dari tadi mencari kamar rawat Intan.

"Loe berdua tunggu disini, biar gue yang masuk". Kata Bisma.

"Baik Bos..

Bisma mulai membuka pintu namun terlihat sepi bahkan ada barang yang jatuh sedikit berantakan mungkin karna tadi Intan kabur dengan jalan merambat hingga membuat barang-barang dan vas bunga jatuh di lantai.

"Dia kabur lagi". Lirih Bisma yang memang benar-benar kesal karna lagi-lagi dipermainkan Intan.

"Intan kabur lagi, kalian cepat cari dia disini. Gue yakin dia belum jauh". Suruh Bisma dan kedua Anak buah Bisma pun mengaguk menurutinya.

"Loe engga bisa lari dari gue bahkan sampai ke ujung dunia mana pun". Kata Bisma dengan sinis.

Saat Bisma berlalu kini Jack yang dari ruangan dokter kembali ke kamar Intan karna berbeda jalan dan membuat Kaka adik ini tidak bertemu.

"Ko pintunya kebuka". pikir Jack dan langsung masuk kamar Rawat. Seperti yang tadi dilihat Bisma kamarnya sedikit berantakan.

"Intan..". Panggil Jack mengecek setiap ruangan dan kamar Mandi namun tidak ada, semuanya kosong tidak mendapati dimana Intan.

*

"Dia siapa?? Tanya Tante Tifa pada Dicky yang sudah duduk di kursi roda namun tak lepas dari Infus.

"Ini Intan Mah". Jawab Dicky yang tidak menghentikan pandangan dari Intan yang kini terbaring di ranjang.

"Intan? Intan siapa"?

"Dia ini gadis yang pernah aku sakiti namun setiap hari selalu menghantui hatiku". Balas Dicky.

"Kamu menyukainya"? Bidik Tante Tifa.

"Mungkin lebih dari menyukainya".

"Kalo begitu mumpung dia disini, segera miliki dia". Kata Tante Tifa.

"Engga segampang itu Mah, aku takut hatinya sudah tertutup untuku lagi, karna masa yang membuatnya aku telah melukai hatinya dulu". Ujar Dicky.

"Kalo kamu menyesal, jangan menyerah karna ketulusan akan membawa kamu dalam hasil kebahagian". Saran Tante Tifa. Dicky menoleh Mamanya dan tersenyum.

"Makasih ya Ma, Mama benar-benar Mama yang hebat".

"Kamu juga putra Mama yang paling hebat selain Kaka kamu". Kata Tante Tifa.

"Ya iyalah anak Mama kan cuma aku sama Kaka". Protes Dicky dan Tante Tifa cuma tertawa kecil lalu memandangi wajah polos Intan yang belum sadarkan diri.

*

Jack yang masih mencari Intan kini belum juga ketemu padahal sudah minta bantuan pihak rumah sakit. Namun belum ada yang memberitahu Intan berada.

"Bagaimana sih? Rumah sakit mewah tapi pasien kabur saja kalian tidak tahu". Jack kini protes dengan salah satu penjaga reformasi.

"Maaf ada apa ya"? Tanya Salah satu pihak rumah sakit.

"Pasien di kamar 104 dia tidak ada dikamar, dan bahkan dari sini pun tidak bisa menemukanya". Kata Jack.

"Bila benar pasien kabur dari sini otomatis semua penjaga disini pasti tau Mas, jika dia kabur berarti dia belum sampai keluar rumah sakit karna semua pintu keluar di pasang CCTV dan di jaga satpam".

Jack hanya diam dan tak tahu lagi harus bagaimana untuk menemukan Intan.

"Abang..". Bisma Menyipitkan matanya yang melihat Abangnya lalu berjalan mendekatinya.

TBC

Bersambung ke Satu-satunya Chapter 21

Phoenix D
2017-05-19 09:18:37
Wah akhirnya kakak beradik bertemu
Aerilyn Shilaexs
2017-01-22 14:20:24
apa maksud dari kalimat ini? "Kalo begitu mumpung dia disini, segera miliki dia".
ThE LaSt EnD
2017-01-14 01:14:21
mungkin Jack akan menghajar Bisma jika mengetahui hal yg trjadi..
Ludfy N
2017-01-13 15:53:23
Adik sama abang brtemu nh! Apa yg akan trjadi ya?
Gouenji Shuuya
2017-01-13 13:09:02
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
D Generation X
2017-01-13 10:30:57
Next gan ,, smakin seru
Rudy Wowor
2017-01-13 03:00:15
Semakin rumit ya ceritanya, kasihan Intan.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook