VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
The Last: Naruto the Movie Bagian 20

2015-05-13 05:14:20 - The Last: Naruto the Movie

Like Halaman Facebook Versi Teks dan Cerita Karangan
untuk membaca versi teks dan update cerita karangan di Facebook

Sudah habis, waktu yang Raikage berikan sudah tak bisa ditolerir lagi. Namun, meski ia telah memberi perintah, shinobi yang bertugas untuk menembakkan senjata penghancur itu tak kunjung melakukan tugasnya. Killer Bee diam saja saat disuruh kakaknya untuk menembakkan senjata itu.

"Ada apa?"

"Aku tak bisa menembak ke arah Naruto." ucap Killer Bee.

"Jauhkan perasaan pribadimu!!" Raikage berjalan sendiri menuju kendali senjata itu. "Keberadaan Bumi tergantung dari ini!! Kau pergi saja biar aku sendiri yang menembakkannya!!"

"Raikage-sama, ada sesuatu yang tertulis di Bulan!!" seorang shinobi tiba-tiba saja melapor.
"Eh?"

"Kurama.. dia menulis sesuatu di permukaan Bulan."

The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
"Itu adalah huruf shinobi yang berarti.."
"Misi telah sukses dilaksanakan."

Melihat hal itu orang-orang mulai bisa bernapas lega.
"Misinya telah berakhir!!"

"Begitu rupanya.." Kakashi melihat ke telapak tangannya dan memang, waktu penghitungan mendekatnya Bulan sudah terhenti.

Versi Teks The Last: Naruto the Movie
Versi Teks oleh : VersiTeks.com

Pengumuman pun diberitahukan ke seluruh penjuru negeri, "Pengumuman darurat pada seluruh dunia, Bulannya telah berhenti!! Semua ini berkat usaha lima orang ini, Shikamaru, Sakura, Sai, Hinata, dan Naruto.. Bumi dan masa depan Bumi telah aman."

Di Bulan..
"Huh, seenaknya menyuruhku menulis kaligrafi, tulisanku kan jelek.."
"Ah, maaf Kurama.."

Setelahnya lewat kolam itu, jalan yang sama dengan jalan yang mereka gunakan untuk sampai di Bulan, Naruto dan yang lainnya kembali ke Bumi.

Tapi sebelum itu, mereka sempat melakukan sesuatu pada Toneri, yang sudah kehilangan kedua matanya dan tak berdaya lagi. Hinata membawanya ke suatu tempat.

"Ini.."

"Arwah Hamura mengantarku ke sini." ucap Hinata.
"Toneri, semua penduduk Bumi pasti mau menyambutmu dengan senang hati." ucap Naruto.

"Tidak, aku akan tetap berada di Bulan dan mempertanggungjawabkan dosa-dosaku.."
"Toneri.."

"Suatu hari nanti, pergilah ke Bumi.." ucap Hinata.
"Bulan tak akan pernah mencapai Bumi. Tidak pernah." Toneri pergi.

The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
"Naruto, ada sesuatu yang sebenarnya ingin kutanyakan padamu.." Naruto dan Hinata sedang berdua di atas sebuah bola besar yang melayang.

"Apa?"
"Soal syal itu..."

Hinata masih penasaran dengan syal hijau yang sempat Naruto kenakan.
"Siapa yang memberikan syal itu?"

"Oh, maksudmu ini? ibuku yang sudah membuatkannya untukku.." ucap Naruto.

The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
"Eh?"

Ternyata waktu itu, ketika Konohamaru memperlihatkan benda-benda peninggalan kakeknya, yang ada di sana bukan cuma mainan-mainan tak penting. Ada satu yang berharga, syal itu, yang sengaja Hokage ketiga simpan untuk nanti diserahkan pada Naruto.

"Ibu.."

"Jadi begitu ya.." Hinata baru mengerti.
"Aku jadi malu.."

"Hei, kakak.." teriak Hanabi yang sudah bersama Sakura dan yang lainnya. "Mau ngobrol-ngobrol berapa lama lagi? kami tinggal lho.."

The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
"Cepatlah, jalannya mulai tertutup.." Shikamaru dkk pergi mendahului.

"Ayo kembali ke Bumi.." ajak Naruto ke Hinata.
"Ya.." Hinata menggenggam tangan Naruto.

Sambil bergandengan tangan, Naruto dan Hinata kembali ke dunia mereka.

"Hinata.."
"Ya?"

"Saat masih di sekolah dulu, saat kita ditanya siapa orang yang ingin kita ajak bersama di hari terakhir kita, aku tak bisa menulis nama siapa pun.. aku tak tahu orangtuaku siapa dan aku tak punya teman. Tapi saat ini, aku sudah tahu siapa yang kupilih. Aku ingin bersamamu."

"Saat ini dan selamanya, aku ingin terus bersamamu, Hinata.."
"Naruto.."

The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
Naruto dan Hinata masih bergandengan tangan, melayang di antara bola-bola kenangan itu. Setelah berbagai hal yang telah mereka lewati, akhirnya mereka berdua bisa benar-benar bersama, mulai saat itu dan selamanya..

Tempat itu mulai hancur, namun di sebelah Naruto, Hinata tak merasa takut sama sekali. Naruto kini menggendong Hinata, lalu memintanya untuk berpegangan erat-erat.

"Berpeganganlah padaku.."
"Baik.."

"Jangan dilepaskan.."
"Tak akan.." ucap Hinata.
"Aku tak akan.. pernah melepasnya.."

The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
Naruto kemudian mengarahkan Rasengan ke arah bawah.
"Eh? Mau apa?"

Naruto menembakkannya, menggunakan tembakan itu sebagai tenaga pendorong yang menghempaskan mereka jauh ke udara. Dengan sangat cepat, Naruto dan Hinata melesat, melewati kolam, sampai di Bumi dan terus melesat.

Naruto terus melesat, menerobos atap gua hingga ia dan Hinata melayang di langit, di hadapan sang rembulan itu sendiri..

The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
"Hinata.."
"Naruto.."

The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
Dengan itu movie ini berakhir.
"Terima kasih, Hinata.."

Tapi benarkah begitu?
Tidak, masih belum benar-benar selesai.

Tak lama setelah itu, Naruto dan Hinatapun menikah. Hingga akhirnya, mereka memiliki dua orang anak.

Musim salju, di rumah mereka yang baru, tampak Hinata yang sedang merajut, sementara Naruto di luar memandang ke arah patung keenam Hokage sambil berolahraga ringan.

The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
"Papa!!"
"Mainlah bersama kami!!"

The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
Boruto dan Himawari berlari dan melompat ke pelukan Naruto.
"Kalau keluar jangan lupa pakai sendal.." ucap ibu mereka.

"Yosh! Boruto, Himawari.. bagaimana kalau main bola salju?"
"Ya lempar bola sajlu!!" ucap Boruto dan Himawari kompak.

The Last: Naruto the Movie - VersiTeks.com
"Rasakan itu!!"
"Hei Boruto!!"

"Baiklah, kau sendiri yang memintanya!!"
"Aaa!!"

"Hei, kalian tahu kalau mama serius, dia itu super duper kuat!!"

Tamat

KazutoWalker
2017-12-31 09:22:42
:v
Ahmadi D Killer
2016-11-13 08:05:05
ini movie paling romantis di naruto
Anonim
2016-07-23 08:57:11
gan mau tanya apa bener nanti bruto memiliki mata byakugan
Silvia Taeyoun
2016-02-24 23:09:23
Padahal bolak-balik nonton tapi ga pernah bosen😃 Menurutku sih ini itu adalah episode yg paling ro-man-tis😃
anonim1000176
2016-01-10 07:49:17
Nice.......
Uwake
2015-12-05 20:24:59
Bagus Skali ceritanya !
Arion
2015-10-27 21:13:40
Ini sebelum boruto the movie kan ?? Agak lupa.
Adhe Kurniawan
2015-10-05 04:51:36
true love... pengen *mewek
Wajah Jahat
2015-09-28 17:10:00
harusnya ada adegan berciuman
Genjo
2015-09-15 17:14:48
Uuuhhh critanya cocwitttt ...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook