VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Kuroko no Basuke Chapter 2

2016-01-10 - Kuroko no Basuke

Like Halaman Facebook Versi Teks dan Cerita Karangan
untuk membaca versi teks dan update cerita karangan di Facebook

Baca Online Komik Kuroko no Basuke Chapter 2 Bahasa Indonesia

Di sebuah lapangan basket jalanan, terlihat Kagami sedang bermain basket sendirian.

"Seberapa kuat Generasi Keajaiban itu?" pikir Kagami sambil mendribble bola dan terlintas di pikirannya tentang ucapan Kuroko dan ucapannya pada Kuroko, " Kelima pemain jenius.. Masuk ke sekolah yang berbeda-beda.. Pasti akan ada salah satu yang jadi terkuat.."." Aku bertekad! Akan kukalahkan mereka.. Dan jadi nomor satu di Jepang!"

"Kau tak bisa sendirian saja.. Akan kubuat kau jadi nomor satu di Jepang.." terbayang lagi kata-kata Kuroko dalam pikiran Kagami.

"Huh, gawat.. Aku tak sabar lagi.. Aku ingin cepat melawan mereka, meski bukan di perandingan resmi!" pikir Kagami yang menembak bola dan masuk ke dalam ring dengan mulus sambil tersenyum.


Kuroko no Basuke Chapter 2 - Hari Senin Jam 8:40, Di Atap!
Penulis : VersiTeks

Di sebuah lapangan basket jalanan, terlihat Kagami sedang bermain basket sendirian.

"Seberapa kuat Generasi Keajaiban itu?" pikir Kagami sambil mendribble bola dan terlintas di pikirannya tentang ucapan Kuroko dan ucapannya pada Kuroko, " Kelima pemain jenius.. Masuk ke sekolah yang berbeda-beda.. Pasti akan ada salah satu yang jadi terkuat.."." Aku bertekad! Akan kukalahkan mereka.. Dan jadi nomor satu di Jepang!"

"Kau tak bisa sendirian saja.. Akan kubuat kau jadi nomor satu di Jepang.." terbayang lagi kata-kata Kuroko dalam pikiran Kagami.

"Huh, gawat.. Aku tak sabar lagi.. Aku ingin cepat melawan mereka, meski bukan di perandingan resmi!" pikir Kagami yang menembak bola dan masuk ke dalam ring dengan mulus sambil tersenyum.

Di lorong kelas dekat kelas 2-A, anggota kelas 2 berkacamata sedang berbicara dengan Kagami.

"Bertanding?" ucap anggota kelas 2 yang adalah Kapten Klub Basket bernama Hyuuga Junpei, murid kelas 2, " Kau belum bisa ikut.." lanjunya.

"Hah?!" Kagami kaget dengan jawaban kapten klub itu, " Ke.. Kenapa begitu, kapten?! Apa salahku??" teriak Kagami.

"Kau nggak ada salah.. Jangan teriak-teriak begitu.." jawab Hyuuga, " Kau kan masih kelas satu, masih anggota sementara.. Bukan anggota resmi klub.."

Jam sekolah menunjukan pukul 12:05, dalam ruang kelas 2-C, pelatih Klub Basket Putra, Riko sedang bermain game basket.

"Bagus, dia berkembang sesuai perkiraanku.." gumam Riko sambil memainkan gamenya dan langsung meminum susu kotak, " Asyik ya... Bisa mendidik orang..."

"Brakk!!" pintu kelas Riko tiba-tiba terbuka dengan keras.

"Pelatih!! Buat aku jadi anggota resmi klub!!" teriak Kagami yang langsung muncul dari pintu di samping Riko itu hingga Riko memuncratkan susu yang diminumnya.

"Hari ini apaan sih... Kau juga meminta begitu??" tanya Riko.

"Aku juga?" Kagami bingung.

"Tadi Kuroko datang, meminta hal yang sama.." jelas Riko dan Riko membayangkan kejadian saat Kuroko meminta hal yang sama seperti Kagami.

"Izinkan aku jadi anggota resmi.." ucap Kuroko yang tiba-tiba muncul dan membuat Riko memuncratkan susunya juga.." Sejak kapan kau di sana?!" bentak Riko yang kaget.

"Dia..." gumam Kagami.

"Kalian memang keras kepala, ya.. Dasar bocah gigih!" ucap Riko.

"Memangnya salah??" tanya Kagami yang heran.

"Kalian penuh semangat, kebetulan ada bangku kosong.." ucap Riko yang memberika selembar kertas pada Kagami, " Selamat datang.."

"Jadi aku bisa ikut bertanding, kan?" tanya Kagami yang berbalik menuju pintu dan mulai bersemangat.

"Hei, tunggu dulu.." cegat Riko yang masih duduk di bangkunya, " Ujian penerimaan... Hari Senin jam 8:40 di atap sekolah!" lanjut Riko.

Kagami pergi dari kelas Riko dan berjalan sambil melihat kertas yang diberikan pelatihnya dan sampai di depan majalah dinding sekolah yang tertulis sebuah berita." Klub Basket Putra masuk tunamen Kanto!".

"Klub basket sekolah ini lumayan juga, ya?" gumam Kagami yang berhenti sejenak untuk melihat berita di mading itu.

"Memang lumayan.." jawab Kuroko yang berdiri di samping Kagami hingga membuat Kagami kaget.

"Jangan bikin kaget terus, muncul kok tiba-tiba!!" teriak Kagami yang kesal hingga mengejutkan orang-orang di dalam ruang perpustakaan di dekatnya.

"Sssssttt..." jawab Kuroko yang mengingatkan Kagami untuk tidak berteriak.

"Kau sengaja cari gara-gara denganku, ya?!" Kagami mulai emosi dan memegang kepala Kuroko dengan tangan kanannya dan tangan kirinya telah mengepal kuat.

"Nggak..." jawab Kuroko singkat.

"Aku tak percaya, tak bisa mengendus kehadirannya di dekatku.. Si pemain ke-6, pemain bayangan!" pikir Kagami yang masih tak habis pikir.

"Teman-temannya masuk ke sekolah yang lebih bagus, kenapa dia malah masuk ke sekolah biasa ini?" pikir Kagami tiba-tiba.

"Hei Kuroko.." Kagami menoleh ke arah Kuroko namun Kuroko sudah menghilang dan tak terlihat lagi.

"Ah, sudahlah.. Yang terpenting..." ucap Kagami sambil tersenyum, " Kalau ketemu lagi, kuhancurkan dia..." pikir Kagami yang sebenarnya masih kesal.

Pada hari Senin jam 8:40 di atap sekolah, Riko sudah menanti kedatangan anggota-anggota baru.

"Hihihi.. Sudah kutunggu!" ucap Riko.

"Yang benar saja?" gumam Kagami.

"Ini duel, ya?" tanya Kuroko.

"Aku lupa... Hari ini hari Senin..." ucap Kagami sambil menggaruk kepalanya, " 5 menit sebelum upacara pagi, kan?!!!" teriaknya tiba-tiba dan di bawah gedung murid-murid Seirin sudah berbaris dengan rapi.

"Ayo, ujiannya dimulai!!" Riko memulai, " Sebelumnya ada satu hal yang harus aku katakan.. Aku janji saat diminta jadi pelatih tahun lalu.. Klub ini harus berjuang menembus skala nasional!! Kala kalian tak siap, pindah ke klub lain saja!!"

"Hah?? Apa maksudmu??" tanya anggota baru kelas 1.

"Aku tahu kalian tangguh.. Tapi aku harus pastikan hal yang terpenting.. Setekun apa pun kalian berlatih, kalian tetap lemah kalau berpikir." nanti aku pasti bisa.".. Kalian harus punya target tinggi dan tekad kuat untuk meraihnya.." jelas Riko.

"Sekarang! Di tempat ini!! Teriakkan nama, kelas, dan nomor siswa kalian!! Serta tujuan kalian di tahun ini!!" lanjut Riko yang berdiri di dekat pagar pembatas di atap sekolah, " Aku dan anggota yang lain juga melakukan hal yang sama tahun lalu!! Kalau tidak berani, kalian harus nembak cewek yang kalian sukai tanpa pakaian.."

"Apa??!!!" teriak anggota kelas 1 serentak.

"Hah?" Kagami bingung.

"Aku gak pernah dengar!!" pikir salah satu anggota baru.

"Aku pernah dengar, waktu diterima di klub.. Tapi masa senekad itu?!!" pikir yang lain.

"Sudah kubilang, target kalian harus tinggi! Jangan bilang." Aku akan berjuang." itu tak cukup!!" ucap Riko.

"Tapi serius nih??" pikir anggota baru lain.

"Yang benar saja.. Itu sih bukan ujian.." ucap Kagami sambil menghela napas.

Kagami maju dan melangkah langsung ke atas pagar pembatas atap sekolah yang membuat Riko kaget.

"Aku Kagami Taiga! Kelas 1-B, nomor 5!!" teriak Kagami yang ditonton anak-anak SMA Seirin yang berbaris di lapangan bawah, " Aku ingin mengalahkan Generasi Keajaiban dan jadi nomor satu di Jepang!!"

"Mengejutkan.." gumam salah satu murid di lapangan.

"Kenapa, tuh??" tanya yang lain.

"Hebat..." ucap murid yang lain.

"Anak baru tahun ini boleh juga..." pikir Hyuuga yang berbaris di lapangan.

"Selanjutnya siapa? Kalau nggak cepat, nanti guru keburu datang lho.." tanya Riko.

"Kuroko gak berani ya??" pikir Riko.

"Maaf, aku tak bisa teriak.. Boleh aku pakai pengeras suara?" Kuroko tiba-tiba muncul di samping Riko sambil memegang toa pengeras suara dan mengejutkan Riko.

"Boleh saja..." jawab Riko.

Kuroko mulai membuka mulutnya untuk melakukan ujian itu.

"Hei!!! Lagi-lagi klub basket!!!" bentar seorang guru yang tiba-tiba muncul di pintu atap sekolah dan tampak marah.

"Tumben, tahun ini guru datang lebih cepat!!" ucap Riko yang agak kaget saat melihat guru yang datang dan mereka pun dimarahi.

Maji Burger, hari sudah berganti malam dan Kagami seperti biasa memesan setumpuk burger.

"Cuma teriak sebentar saja dimarahi..." gumam Kagami sambil meminum minuman pe sanannya.

"Aku malah gak sempat bilang apa-apa.." jawab Kuroko yang duduk di depan Kagami hingga membuat Kagami memuncratkan minumannya.

"Aku harus pindah tempat makan nih..." pikir Kagami yang kaget sambil memegang kepalanya.

"Tapi susah juga ya.." lanjut Kuroko.

"Hah? Susah apa maksudmu??" tanya Kagami yang heran.

"Sepertinya aku tidak bisa memenuhi janji.." jawab Kuroko.

"Hah?" Kagami makin bingung.

"Atap sekolah dijaga ketat.. Apa jadinya kalau aku tak jadi anggota tetap klub.." ucap Kuroko lagi.

"Kau pasti bisa.." ucap Kagami, " Tapi ada satu hal yang membuatku penasaran.. Kau cukup tangguh hingga disebut sebagai pemain ke-6, pemain bayangan.. Tapi kenapa kau tak ke SMA favorit seperti teman-temanmu? Apa kau punya alasan main basket?"

Kuroko terdiam sejenak dan mulai menjawab, " Waktu SMP, aku cukup hebat main basket.."

"Aku sudah tahu!!" bentak Kagami kesal.

"Tapi hanya ada satu aturan di sana, yaitu.. Menang adalah segalanya.." sambung Kuroko, " Yang diperlukan untuk menang bukanlah kerja sama kelompok, tapi teknik perseorangan itulah yang terhebat.. Tapi.. Kami tak bisa disebut sebagai." Tim.".. Aku bermain dengan mereka berlima, tapi merasa kehilangan sesuatu yang penting.."

"Lalu kenapa? Kau ingin mengalahkan Generasi Keajaiban dengan basket kan?" tanya Kagami.

"Itu pikirku..." jawab Kuroko.

"Kau serius?"

"Akan kukalahkan Generasi Keajaiban.. Jadi nomor satu di Jepang.."." Target kita skala nasional!" teringat ucapan Kagami dan Riko dalam pikiran Kuroko.

"Sampai di sekolah ini... Aku sangat terkesan dengan ucapanmu dan senpai.." jawab Kuroko, " Saat ini alasan utamaku bermain basket.. Mau membuatmu dan tim ini jadi nomor satu di Jepang.."

"Lagi-lagi omonganmu bikin malu saja.. Pokoknya akan kuhancurkan semua anggota Generasi Keajaiban.. Bukannya." Mau." tapi harus jadi nomor satu di Jepang!!" ucap Kagami.

Keesokan harinya.

"Ada apa ribut-ribut?" ucap Kagami yang baru masuk kelas dan melihat teman-teman sekelasnya berkumpul di dekat jendela.

"Hah!" Kagami terlihat senang saat melihat keluar jendela, tepatnya di lapangan yang tertulis." Kubuat kau jadi nomor satu di Jepang.." sangat besar dan jelas.

"Mulai menarik nih.. Ya kan?" gumam Riko di kelasnya sambil memegang formulir pendaftaran Kuroko.

Sisa anggota klub dilarang berteriak di atap. Mereka harus lakukan tantangan lain, 15 anggota rontok jadi 6 orang. Karena tulisan Kuroko lupa mencantumkan nama.. Tulisannya menjadi misteri yang digosipkan di sekolah.

Dalam gedung olahraga, anggota Klub Basket Putra sedang latihan.

"Mana pelatih? Dia bilang ingin cari lawan tanding kita.." tanya Hyuuga ke anggota kelas 1.

"Kayaknya dia sudah balik.. Nggak ikut latihan hari ini.." jawab anggota kelas 1 itu.

Raut wajah Hyuuga berubah menjadi sedikit khawatir, " Gak ikut latihan???"

"Semuanya siap!!" ucap Hyuuga yang berkeringat dingin, " Kalau dia sampai gak ikut latihan... Berarti lawan tanding kita cukup tangguh!!"

Riko menuju tempat latihan sambil setengah berlari dan melompat kecil dan bersenandung.

"Ah, pelatih.." sapa Kuroko yang melihat Riko di pintu.

"Sebentar ya.. Aku ganti baju dulu!" jawab Riko, " Aku sudah siapkan pertandingan.. Melawan tim sekolah yang memiliki salah satu anggota Generasi Keajaiban.." lanjut Riko sambil senyum-senyum dan pergi.

"Apa??" tanya Hyuuga dan anggota lain termasuk Kuroko kaget.


Note: Maaf kalau gak ada gambar, soalnya ini buat dari komik cetakan, gak bisa discan (ntar melanggar hak cipta) bukan dari komik online..

Halaman : 1 2

Anique HyuUzumaki
2016-08-01 12:49:11
Hmmm...
Rinularo
2016-04-20 23:27:36
Lnjt
anonim1001641
2016-03-31 13:46:34
Gambarnya sekalian
Eiichiro Maruo
2016-02-03 14:15:15
Hidup neng fuyuki
BROW
2016-01-12 18:56:52
di tunggu banget nih lanjutannya min,
anonim1000193
2016-01-12 14:49:12
di tunggu banget kelanjutannya min
A wahyu
2016-01-11 20:12:29
Lanjut ke chapter 3 Min
Phantom Alicia
2016-01-11 11:12:22
Hwwwaaaa.. Tidak terduga, jangan2 antara sekolah Kise atau Midorin
Nicorock
2016-01-11 11:04:10
kok ngak ada gambar? inet aku abis kuota kah? ....nunggu chapter 3
Frina Liontini
2016-01-11 10:55:03
keren
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook