VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Blade of the Immortal Chapter 42

2015-07-18 00:56:58 - Blade of the Immortal

Like Halaman Facebook Versi Teks dan Cerita Karangan
untuk membaca versi teks dan update cerita karangan di Facebook

Baca Online Komik Blade of the Immortal Chapter 42 Bahasa Indonesia

Higa hampir saja mampu memusnahkan tubuh Manji. Akan tetapi, pada detik-detik terakhir sebelum ia menghancurkan jantungnya. Seseorang menembak tubuhnya dari belakang dengan menggunakan panah.

Langkah Higa terhenti dan kemudian ia menghadap ke belakang. Ternyata, Hyakurin datang menolong. Hyakurin juga menjelaskan kalau panah yang ia gunakan adalah panah beracun. Kalau sampai terkena lima kali panah itu, korban akan langsung mati.

"A-apa katamu? Kau meracuniku sebelum mendapatkan tubuh orang ini?"

"Yaah, tapi kalau kau bisa membelah tubuhku sebelum tertusuk lima panahku, berarti kaulah yang menang.." ucap Hyakurin.

Blade of the Immortal Chapter 42 - Pertarungan bagian 6
Penulis : Admin

"Wanita berambut kuning yang membawa panah, tidak salah lagi..." Higa mulai teringat. "Kau adalah... Orang yang membunuh tiga temanku di Nakasen beberapa hari yang lalu.."

"Wah wah, ada yang selamat ya? Berarti racunnya kurang.." Hyakurin bersiap untuk menembakan panah selanjutnya.

"Hah.. Aku tak akan membiarkan semua rencanaku gagal karena kau! Untuk wanita sepertimu, tak ada hukuman yang lebih pantas selain dicincang.."

Higa, samurai tangguh itu juga bersiap untuk menyerang Hyakurin.

Jblasssh!!!!!
Sesaat sebelum Higa menyerang, panah Hyakurin menancap di mata kirinya.

"Ukhh.."

Bats!! Batsss!!!!
Hyakurin kembali menembakan dua panah ke tubuh Higa.

"Matilah!!" Hyakurin bersiap untuk menembakan panah kelima.

"Aku tak akan mati sendirian!!" Higa terus berlari menuju Hyakurin, tak peduli meski matanya tertusuk panah.

"!!!"

Hyakurin menembak tangan dan kakinya. Namun anehnya, Higa belum mati juga dan ia terus berlari mendekat.

"Uohhh!!!"

Tiba-tiba seseorang meloncat dari belakang dan langsung menebas tangan kiri Higa.

Batss!!! Tangan kiri itu terpental ke sawah. Setelah sebelumnya tangan kanannya diputus oleh Manji, dan kini lengan kirinya juga mengalami nasib yang sama, Higa tidak memiliki tangan lagi.

"Cih!"

"!?"

"Berhasil..." ucap si penebas yang ternyata tak lain adalah Shinriji, teman Hyakurin.

"Akh, uukh..." Higa mengerang kesakitan.

"Aku berhasil, kak Hyakurin, aku berhasil.." ucap senang Shinriji.

Akan tetapi...
"Dia belum mati!! Lihat ke sana bodoh!!"

"Tapi kan dia..."

"Oaaghh!!!" Bahkan dengan tanpa memiliki tangan, Higa terus bersikeras menyerang.

Buakkkk!!!!!
Higa menendang tubuh Shinriji hingga ia terpental beberapa meter.

"Shinriji!!!" Hyakurin berteriak.

Setelah Shinriji, kini Higa mengincar Hyakurin. "!!!"

Dengan cepat, ia berlari ke arah wanita itu.

"Kyah!!" Hyakurin hendak berlari namun ia terpeleset. Hingga akhirnya, Higapun menindih tubuhnya, bersiap untuk menggigit leher Hyakurin.

"Akkh!!! Minggir kau!!! sampai kapan kau bisa hidup!??"

"Aaarkhhh!!!!!" Hyakurin menjerit, Higa benar-benar menggigit lehernya.

Tak mau mati karena ini, sesegera mungkin Hyakurin menyiapkan busur panah yang ia bawa yang ternyata juga mampu berfungsi sebagai pisau untuk menusuk tubuh Higa dari belakang.

Chaaaasssh!!!!
Hyakurin menusuknya dan darah Higa pun muncrat ke berbagai penjuru.

"Cepatlah kau mati!!!" teriak Hyakurin.

Akan tetapi, Higa benar-benar kuat, ia terus mengigit leher Hyakurin dengan erat. Hingga akhirnya, Shinriji bangkit dan...

Batsss!!!

Dengan pisau yang ia bawa ia menebas kepala Higa hingga terlempar ke sawah. Dengan ini, Higa pun tak bisa bertahan lagi.

"Uhk. Fuahhh..." Hyakurin mengambil napas, ia terengah-engah setelah tadi digigit begitu lama.

Setelahnya, Hyakurin bersama bergerak menuju tempat Manji berada. Manji rebah di tanah, tanpa kaki, hanya dengan satu tangan, keadaannya benar-benar parah.

"Manji, maafkan aku. Seandainya aku datang lebih cepat, kau pasti tak akan seperti ini.." ucap Hyakurin.

"Sial. Kenapa jadi begini.." Hyakurin benar-benar menyesal, mengira Manji telah benar-benar tak mampu membuka mata lagi. Namun tiba-tiba, Manji membuka matanya.

"Uaa!!!!?" Hyakurin menjerit.

"Apa!?? Hei hei..." Hyakurin benar-benar tak percaya dengan apa yang ia lihat.

"Kau... Jangan berisik, Hyakurin..." ucap Manji.

"Mustahil, kamu kan sudah ditebas pedang?? Dadamu bahkan..."

"Ceritanya panjang..." ucap Manji.
"Daripada itu, sebelum terlambat, aku mau minta tolong. Di hutan dan di tengah sawah itu, pasti ada tangan dan kakiku. Tolong. Eh bukan, sebelum itu. Surat izinnya..."

"Manji!?"

"Kak Hyaku..."

Tiba-tiba, seorang lelaki yang mungkin kebetulan lewat melintasi tempat itu.

"Ng?" Ia melihat ke arah tubuh Higa.
"Apa ini? Kasihan sekali, di tengah jalan begini..." ucapnya.

Selanjutnya, ia menghampiri Manji.

"Wah wah, yang ini tumbang di sini ya. Kalau mau panggil orang, aku bisa bantu..." ucapnya ke Hyakurin dan Shinriji.

"Eh?" Lelaki itu menyadari sesuatu saat melihat wajah Hyakurin.

"Ka-kamu..." Sepertinya ia mengenal Hyakurin.

Halaman : 1 2

Dalreba
2016-12-07 20:58:52
Numvang berburu poin
Rita En
2016-04-20 22:25:47
Lnjt
Arion
2015-10-23 19:04:25
Lanjut terua min. Ga pake lama.
A wahyu
2015-07-18 15:57:08
Lanjut ke chapter selanjutnya
Medusa
2015-07-18 04:02:26
Komentar ... blade of the immortal chapter 42
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook