VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Blade of the Immortal Chapter 41

2015-07-18 00:42:00 - Blade of the Immortal

Like Halaman Facebook Versi Teks dan Cerita Karangan
untuk membaca versi teks dan update cerita karangan di Facebook

Baca Online Komik Blade of the Immortal Chapter 41 Bahasa Indonesia

Demi mendapat surat izin melewati perbatasan, Manji mencegat Uruma, Hanada, dan Higa, tiga samurai kelompok Itto yang ia tahu kalau salah satu dari mereka memiliki surat izin yang ia butuhkan.

Tiga samurai kelompok Itto bukanlah lawan yang mudah. Bahkan hanya dengan dua dari mereka, Hanada dan Uruma, Manji sudah cukup terdesak. Beberapa kali Manji bahkan berhasil tertusuk pedang dua lelaki samurai itu, mulai dari dada, hingga kepala.

Tak sampai sana, Manji bahkan harus kehilangan lengan kirinya. Akan tetapi, pada akhirnya Manji mampu menghabisi mereka berdua.

Manji terengah-engah, tentu saja pertarungan tadi membuatnya kelelahan. Tubuhnya penuh dengan bekas luka akibat bacokan pedang. Dan parahnya, pertarungan belum berakhir.

Higa, samurai ketiga yang sejak tadi hanya diam menonton terbangun dari duduknya.

Blade of the Immortal Chapter 41 - Pertarungan bagian 5
Penulis : Admin

"Kalau tidak salah, tadi kau menyebut-nyebut soal surat izin ya..."

Perlahan Higa berjalan mendekat ke arah Manji.

"Surat izinku, ada di dalam sini.."

Ia lalu memperlihatkan sebuah bungkusan kain.

"Oh, kamu menginginkannya ya..."

Dengan tenangnya Higa malah melempar bungkusan itu jauh-jauh.

"Aku tak bisa bertarung kalau membawanya terus, sekarang aku tak perlu sungkan lagi..." ucap Higa."Kemarilah, akan ku uji nyawamu.." ia menantang Manji.

Dengan kondisi tubuh yang parah, di mana manusia biasa tak mungkin bisa bertahan, Manji malah tertawa, "Haha... Hahaha... Hahaha!! Aku jadi ingin tertawa, dasar bodoh..!!"

"Kamu akan menyianyiakan nyawamu sendiri.." Manji tak gentar dan tetap percaya kalau ia bisa menyelesaikan ini semua. "Sudah lama aku tak membunuh tiga orang dalam sehari, aku jadi semangat.." Manji berdiri dan menarik pedang dengan tangan kanannya.

Begitu pula dengan Higa, ia memasang kuda-kuda.
"Baguslah..." ucapnya dan...

"Hieaaa!!!" Manji melesat menyerang.

"Hieahhh!!!!" Higa melakukan hal yang sama.

Bats!!! Pedang mereka saling hantam.

"Hieahhhh!!!!!"

Tebasan Higa lebih kuat, pedang Manji terbelah menjadi dua.

"Cih!" Manji benar-benar terdesak, kini ia tak memegang satupun senjata.

"Satu!!" Higa menebas tubuh Manji.
"Dua!" Selanjutnya menusuk.
"Tiga, empat!" Higa terus-terusan melancarkan serangan, Manji tak mampu berbuat apa-apa.

"Akh... Hah, haah.." Manji terpental dan ambruk.

"Hyaaah!!!!" Higa tak berhenti sampai sana. Sesegera mungkin ia berlari mendekat ke Manji dan bersiap untuk menusuk kepala Manji kembali. Untungnya, kali ini Manji mampu menghindar.

"Hua hahaha, tak kusangka kau masih bisa bergerak.." ucap Higa.

"Haah.. Haah..." Manji masih terengah-engah, dengan kondisi yang semakin memprihatinkan.

"Wah, benar-benar menyenangkan..."

Mungkin ini pertama kalinya Higa melawan musuh sekeras kepala Manji.

"Memang harus begitu..." ucapnya.
"Pertama-tama, akan kukucurkan darahmu untuk aku minum.."

Higa kembali mendekat ke Manji secara perlahan.

"Berikutnya akan kukeluarkan jantungmu untuk kumakan. Terakhir, akan kubongkar kepalamu dan kunikmati otakmu. Kalau kulakukan itu. Apa aku bisa jadi sepertimu?"

"Apa kalau kau memakan daging burung puyuh, dari punggungmu akan tumbuh sayap?" Manji memberi perumpamaan. "Kalau kau mau meminum darahku, silakan. Tapi sebagai gantinya aku meminta tanganmu.."

Manji kembali berdiri.

"Hah, pemuda yang berani.." Higa kembali bersiap.

"Hiaaahh!!!" Manji mengeluarkan dua pedang lain, satu dipegangnya sementara satu ia genggam di mulut dan berlari menuju Higa.

"Apa kau bisa menahan dua pedangku hanya dengan sebelah tangan!? Dasar bodoh!" Higa menyerang.

"Hahaha!"

Untuk sesaat Higa mengira kalau Manji tak akan mampu berbuat apa-apa, tapi kemudian...

"Eh!?"

Ia salah, Manji mampu menahan serangan Higa bahkan hanya dengan pedang yang ia genggam di mulut. Dan lagi, Manji masih mampu menyerang dengan pedang yang ia bawa.

"Uaah!!!!"

Tak mau terluka lebih fatal, Higa meloncat ke belakang hingga terjatuh ke sawah.

"Hieah!!!" Manji meloncat ke udara dan Bats!! ia menusuk lengan kanan Higa, serta memotongnya.

"Uaaa!!!!" Higa menjerit, lengan kanannya melayang ke udara.

"Orang yang ingin hidup abadi tak akan menangis kalau hanya kehilangan satu tangan.." ucap Manji.

"Nggak bisa mati, bukan berarti nggak bisa seperti ini.." lanjutnya.

"Hieah!!!!" Manji lengah, ternyata Higa masih mampu menyerang. Dengan pedang di tangan kiri, Higa kembali menebas Manji. Ia tepat menebas dua kaki Manji hingga akhirnya Manji rebah tak mampu berdiri lagi. Dan selanjutnya, ia menggunakan kakinya untuk menendang tubuh itu.

"Haah... Haah..." mereka berdua terengah-engah.

"Haah... haah... Aku harus cepat mengambil jantungnya.." Higa tak mau lengah untuk yang kedua kalinya, ia tak mau mengambil resiko dan berencana menghabisi Manji dengan cepat.

Akan tetapi... Tap!! Tiba-tiba sebuah anak panah menusuk punggung Higa.

"Ka-kamu..." Higa menoleh ke belakang, tampak seorang wanita berdiri dengan panah di tangan.

"Tadinya aku ingin menembak kepalamu dari belakang. Tapi, kurasa itu keterlaluan.."

Ternyata orang itu tak lain adalah Hyakurin.

"Aku cuma menyadarkanmu, jadi berterimakasihlah. Tapi, ini dilumuri racun yang bisa membunuhmu hanya dengan lima tembakan.." ucapnya.

Halaman : 1 2

BeeZero
2016-12-31 09:36:05
bgtu bca chapter ini,,,samurai itu sadis,ganas !!
Rita En
2016-04-20 22:21:32
Lnjt
Arion
2015-10-23 19:03:45
Langsung chapter 41 ya.
Arion
2015-10-23 19:03:03
Lanjut min...
Raiko saiso
2015-07-25 06:40:04
haha., tebas teruss.. Sampe putus.
de.zero
2015-07-18 16:09:39
Komentar. chapter 1 juga min,.
A wahyu
2015-07-18 15:53:38
Keren! Meskipun udah pernah baca
Medusa
2015-07-18 04:03:35
.Komentar ... ko langsung dari chapter 41 min
Medusa
2015-07-18 04:00:38
Komentar ... lanjut terus ke chapter berikutnya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook