VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Bleach Chapter 640

2015-09-07 - Bleach

Like Halaman Facebook Versi Teks dan Cerita Karangan
untuk membaca versi teks dan update cerita karangan di Facebook

Baca Online Komik Bleach Chapter 640 Bahasa Indonesia

Genderang perang terus bertabuh. Tiada keinginan bagi kedua kelompok untuk mengakhiri perang ini dengan cara damai. Semuanya masih terus maju dengan pedang terhunus yang siap menebas para musuh.

Di salah satu sudut Istana Raja Roh yang telah membeku, pertarungan Mayuri dan Pernida sudah mencapai akhir. Pernida sudah dilumat habis oleh Konjiki Ashisogi Jizou. Lengan sang Soul King itu sudah tak bersisa lenyap ditelan oleh Ulat Raksasa itu.

Tawa jumawa Mayuri menggelegar penuh semangat, terdengar seperti terompet perang.

Bleach Chapter 640 - Baby, Hold Your Hand 3 (Mad Lullaby no.7)
Penulis : Bleach Indonesia

"WAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA" Gelak tawa itu terdengar begitu panjang, menyusur setiap seluk gedung di sana. Matanya melirik pada Konjiki Ashisogi Jiizou yang terdiam setelah menelan sang musuh.

"Ada masalah lambung, Ashisogi Jizou?" Tanyanya seakan sosok Ulat besar itu bisa menjawab pertanyaannya. "Kau menelannya bulat-bulat, jadi memang butuh waktu."

Ashisogi Jizou hanya terdiam dengan mata bulat yang tak bisa berkedip.

"Tapi memang keputusan tepat membuatmu gak bergigi, dengan informasi yang kudapat di saat terakhir." Senyum Mayuri licik. "Andai kau menggigitnya, dia pasti bakal berlipat ganda di lambungmu dan meledakkan perutmu."

Sang Zanpakutou memang tak menjawab. Tapi dia bereaksi pada sesuatu yang lain. Matanya yang bulat membelalak semakin lebar. Kepala sang Ulat menggeliat seakan ada sesuatu yang memaksa keluar. Mayuri langsung menyadarinya. Dengan kaki yang masih berpijak di atas Hirenrakyu, Mayuri melompat mundur.

Tubuh Ashisogi Jizou semakin membesar hingga akhirnya meledak begitu saja. Dari arah Ashisohi Jizou, sebuah anak panah melesat tepat ke arah Mayuri. Dengan reflex yang begitu bagus, Mayuri berhasil menghindarinya.

"FUHAHAHAHAHAHAHA" Seakan kaset rekaman yang baru saja diputar, gelak tawa itu terdengar sama persis dengan gelegar tawa Mayuri sebelumnya.

"Apa caraku ketawa mirip denganmu?" Lengan-lengan raksasa kembali menjulang menyaingi tingginya gedung. Namun, kali ini Pernida menggenggam sebuah busur lengkap dengan anak panahnya.

"Mungkin... Kau lupa..." Ucap Pernida, terbata seperti biasa. "Pernida... Adalah... Quincy... Bunuh... Musuh... Dengan... Panah dan... busur."

Mata Mayuri kembali menyipit, terpaksa dia harus menunda dulu tawa kemenangan yang sempat dia rayakan sesaat lalu. Namun begitu, dia masih menguasai kendali emosi dirinya.

"Wah, wah..." Senyum palsu tercipta dari tarikan sudut bibirnya. "Bukannya "lupa", tapi, bagi tangan kiri Reiou menyebut dirinya "Quincy", tak pernah kusangka akan kudengar pernyataan memalukan seperti itu darimu!"

"Me...malukan?" Sebuah Intonasi datar kembali keluar dari mana dari bagian tangan raksasa itu. "Apa yang... Memalukan?"

Reiatsu Pernida semakin meninggi. Udara di sekelilingnya bergerak mengikuti tekanan Reiatsu yang keluar dari tubuhnya. Bak cicak yang bisa menumbuhkan ekornya yang putus, Pernida juga dengan mudahnya menumbuhkan kembali jemarinya yang hilang, hingga tangan kiri itu kembali menjadi utuh seperti awal.

Halaman : 1 2 3

Rita En
2016-04-25 22:29:14
Lnjt
A wahyu
2015-09-07 18:19:57
Hm... Sebenarnya siapa itu Nemu?
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook