VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Bleach Chapter 639

2015-09-07 - Bleach

Like Halaman Facebook Versi Teks dan Cerita Karangan
untuk membaca versi teks dan update cerita karangan di Facebook

Baca Online Komik Bleach Chapter 639 Bahasa Indonesia

Mayuri dan Pernida dengan akal bulus masing-masing!! Serangan balasan Mayuri dimulai dari lengannnya yang dimodifikasi!!

Lick... Krekkk... terdengar lengan yang coba dikendalikan Pernida sebelumnya mengalami peregangan.

"...Payah juga hasilnya. Sudah lama aku gak mengoperasi lenganku, sampai lupa caranya. Memalukan. Hasilnya kurang bagus." Ujar spontan Mayuri memandangi lengannya.

"Memalukan." Ejek Pernida dengan sorotan sinis. "Maksudmu...Kau...Gelisah?"

Ejekan itu rupanya membuat Mayuri mengerutkan senyumnya. Wajah yang tadinya masih sibuk terpaku pada tangannya kini langsung dipalingkan ke arah gumpalan daging berbentuk tangan kiri itu.

"Oh? Menurutmu begitu?" Tanya Mayuri dengan senyum khasnya.

"Mau......Semakin gelisah?" Timpal tanya Pernida lagi.

GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!

Bleach Chapter 639 - Baby Hold Your Hand 2
Penulis : Bleach Indonesia

Sepersekian detik setelah pertanyaan itu dilontarkan Pernida, tiba-tiba dari arah kelingking Pernida yang telah terpisah dari tangannya mengeluarkan suara aneh.

Bukan berbicara, namun tampaknya terjadi sesuatu. Sesuatu keluar tak jauh dari mata jari kelingking itu –sesuatu mirip atau memang itu sebuah jari yang baru dan membentuk kembali menjadi tangan kiri yang baru.

"!" Mayuri terkejut, seolah terkena serangan jantung.

Tangan kiri yang baru saja dibentuk dari jari kelingking yang terpotong itu pun melesat cepat menuju ke arah Mayuri. Semakin dekat...tinggal beberapa meter saja dari tempat Mayuri berdiri. Dengan sigap seolah tak kehabisan akal, Mayuri melemparkanalat anehnya tepan hingga bagian tubuh Pernida yang lain itu menggenggamnya.

Boommmm! Benda itu meletup seketika, membuat telapak tangan kiri yang baru saja dikembang biakkan itu terkena luka bakar.

"...Jadi, kalau jarinya kupotong, dia jadi tangan kiri yang baru? Berarti gak bisa ya mencincangmu sampai kecil-kecil..." Ucap Mayuri menganalisa keadaan, sementara di sisi lain tangan yang baru itu masih diselimuti kepulan asap akibat bom tadi.

GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Terdengar jeritan lagi, namun dari arah berlawanan. Bersamaan dengan itu pula terdengar bunyi seperti tulang yang diregangkan dari arah berlawanan.

Jari tengah Pernida dipatahkan! Bukan oleh ulah Mayuri, namun nampaknya ini disengaja Pernida sendiri.

"Mau......Semakin... gelisah?" Ejek Pernida sembari membuat kloningan dirinya lagi lewat jari tengah yang baru dipatahkannnya.

"Ahh...Darah... masuk mataku..." Ucap Pernida dalam perihnya lantaran matanya terkena cucuran darah yang mengalir melalui jari tengahnya yang patah. "Aduhh Sakittt"

"...Begitu toh." Tanggap Mayuri.

"-Aku ingat buku yang pernah kubaca waktu muda."

Seting kini memperlihatkan kilas-balik ratusan tahun yang lalu, ketika Mayuri masih muda –masih berpenampilan layaknya waktu direkrut Urahara dulu. Mayuri muda terlihat berada di sebuah perpusatakaan, sangat jelas jika dilihat dari rak-rak buku yang tersusun rapi di sekitar situ.

"Tangan kanan Reiou mengatur 'keberhentian', tangan kirinya mengatur 'kemajuan'. Ya, 'kan." Baca Mayuri pada sebuah buku yang sepertinya berisi tentang informasi-informasi rahasia yang ada di Soul Society.

"Walau tertulis di buku, belum tentu berarti benar toh." Seru Mayuri dengan lantang sembari mengakhiri kilas balik dirinya di masa lalu. "Aku biasanya gak percaya sampai bisa kulihat dengan mata sendiri."

"-Tapi gak kusangka aku bisa punya kesempatan...Membuktikan keduanya sekaligus."

"Wah, wah. Pertarungan ini sungguh jadi luar biasa..." Ucap beruntun Mayuri yang Nampak mulai serius –atau katakanlah terpojokkan. Terlihat jelas dari raut wajahnya yang mengatakan sendiri kondisi itu.

Musuhnya adalah... tangan kiri!! Dan tangan kiri!! Dan... tangan kiri lagi!!

Halaman : 1 2 3

Tensha
2017-05-04 23:18:07
karena terlalu jenius mayuripun menjadi gila, hihihi
Rita En
2016-04-23 13:14:54
Lnjt
A wahyu
2015-09-07 15:38:33
Jenius, bahkan bankai bisa dimodifikasi...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook