VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Last Chapter ~ END ~ (Defender)

2017-12-06 - Jack El Jacqueline > Anime/Manga
25 views | 0 komentar | nilai: 10 (1 user)



Semua orang terdiam sejenak setelah mendengar kata Typhon, apalagi Geryon dan Orthrus, mereka benar-benar terkejut saat Gold mengucapkan kata Typhon.

"Typhon? Apakah itu saya tidak tahu," ucap pak Hendra.

"Jelas anda tahu, karna anda adalah dalang dibalik rencana ini," ucap Gold.

"Rencana apa?" tanya pak Hendra.

"Anda adalah dalang dibalik teror di kelas X-J," ucap Gold.

"Hahaha.. jangan bodoh, kalian jangan menuduh saya sembarangan," ucap pak Hendra.

"Bodoh katamu? Kita menuduh anda jelas dengan bukti yang cukup kuat." Seketika wajah pak Hendra berubah tapi mencoba untuk tetap tenang.

"T, huruf yang selalu ada di akhir pesan Orthrus. Mungkin sengaja dibuat untuk menakut-nakuti murid X-J. Agar mereka menganggap T itu adalah Thalia," ucap Gold.

"Lalu?" Pak Hendra mengerutkan dahi.

"Tapi T bukan lah inisial dari Thalia, melainkan dari Typhon," ucap Gold.

"Saya jelas tidak mengetahui apa itu Typhon," ucap pak Hendra.

"Dalam mitologi, Typhon adalah ayah dari semua monster, dan istri dari Echidna. Jelas Typhon juga ayah dari Orthrus," jawab Black dengan santai.

"Karna itu Typhon dijuluki ayah dari semua monster," ucap Red.

Wajah ketakutan dari pak Hendra tiba-tiba menghilang setelah mendengar ucapan itu, lalu dilanjutkan dengan tawanya.

"Hahaha, jadi itu bukti yang kalian punya? Jangan karnah bukti konyol itu langsung menuduh saya dengan seenaknya, apalah itu Typhon ayah dari semua monster," ucap pak Hendra.

"Hahaha… jelas bukan itu saja bukti yang kami punya," ucap Gold.

"Anda cukup cermat, menyusun rencana ini tanpa menghubungi lewat email ataupun telphone, kedua hal itu sangat mudah dilacak, jadi anda tidak menggunakannya," ucap Red.

"Benar-benar rapi, tapi sayang Defender dapat menciumnya," ucap Black.

"Maksudmu? Sungguh saya tidak mengerti," ucap pak Hendra.

"Anda menyusun rencana ini dengan cara bertatap muka langsung dengan Geryon ataupun Orthrus," ucap Blue.

"Dimana?" tanya pak Hendra.

"Rumah Sakit," semua Defender menjawab serempak.

Terlihat pak Hendra masih berusaha mengelak, sedangkan Geryon dan Orthrus sudah diam seketika.

"Kami punya bukti, bahwa kalian semua pernah bertemu dirumah sakit, ya hanya kalian berempat," ucap Black.

"Mereka bertiga pernah datang kerumah sakit, menjenguk putri anda itu, tepat sebelum teror Orthrus muncul," ucap Gold.

"Mereka menjenguk itu adalah hal wajar, mereka ini guru dari putriku dan juga teman-teman dari putriku," ucap pak Hendra.

"Hahaha… Thalia ini adalah anak yang paling dibenci dikelas, mana mungkin ada temannya yang mau menjenguknya?" ucap Red.

"Kurang ajar!" ucap pak Hendra makin dilanda emosi.

"Tugas kalian ini benar-benar rapi, Orthrus dan Geryon sebagai penyebar teror, sedangkan anda sang Typhon sebagai ketua organisasi wali murid." Gold menatap tajam ke arah mata pak Hendra.

Begitu mendengar kalimat ketua organisasi wali murid, pak Hendra bagai tersengat listrik, wajah emosinya mulai berubah seperti pencuri yang baru tertangkap basah.

"Orthrus bisa mengambil foto-foto murid dengan diam-diam," ucap Gold.

"Tapi, dari ratusan foto ada satu foto yang sangat menarik!" ucap Blue.

Tiba-tiba sebuah proyektor di gedung itu menyala dan terlihat disalah satu dinding terdapat sebuah foto yang cukup menarik.

Foto yang memperlihatkan seorang anak dari kelas X-J yang sedang bersalaman diruang kepala sekolah.

"Apanya yang menarik?"

"Lihat lah foto itu baik-baik, fokuskan pandangan kepada Tv yang ada diruangan itu," ucap Black.

Foto itupun diperbesar, dan terlihat jelas dari layar Tv terlihat bayangan seorang pria sedang memotret salah satu siswa dari anak kelas X-J. Semua mata terkaget setelah melihat bayangan itu, tiba-tiba pak Hendra mendadak rubuh dan terduduk.

"Maafkan saya," ucap pak Hendra.

"Ya itu foto anda, telihat jelas dari wajah dan pakaian yang anda kenakan," ucap Gold.

"Awalnya kami kira hanya Orthrus dan Geryon yang menjalankan rencana ini, tapi ternyata ada Typhon dibalik itu semua," ucap Red.

"Ya kami mengaku salah, mohon maaf kan kami," ucap Pak Toto.

"Kalau boleh tahu, apa motif anda melakukan semua ini pak Hendra," ucap Gold.

"Saya hanya ingin melindungi anak saya," jawab pak Hendra.

"Maksud anda?" tanya Gold.

"Ya, saya tahu tentang kabar bocoran soal itu, dan saya juga tahu bahwa Thalia lah pelakunya, maka dari itu saya melakukan semua ini. Saya tahu percis, bahwa murid-murid kelas X-J cepat atau lambat akan membocorkan semua ini, dan pasti mereka akan menuduh Thalia sebagai satu-satunya pelaku dalam kasus ini, saya juga tahu bahwa mereka semua membenci Thalia, dan itu akan menjadi kekuatan untuk mereka menuduh Thalia seorang diri," jawab pak Hendra.

"Kami sudah menyimpan semua bukti bahwa anda lah pelakunya, jadi jangan ulangi itu lagi, atau kami dengan terpaksa akan menyebarkan bukti ini, bahwa anda pelaku sebenarnya," ucap Gold.

"Ya saya janji." Pak Hendra pun bangun kemudian berjalan mendekati Gold.

Pak Hendra hanya tersenyum ramah sambil mendekati Gold, namun beberapa wajah dibelakang pak Hendra mendadak menjadi tegang.

"Argghhh…,"

Dengan sekejap pak Hendra menusukan tangannya yang sudah membawa sebuah pisau tepat ke perut Gold. Lalu dengan sekejap kakinya menendang tubuh Gold hingga terjatuh.

"Jangan ikut campur," bisik pak Hendra.

Gold hanya bisa menahan sakit, Red yang menyadari itu langsung berlari ke arah pak Hendra dan langsung menendangnya. Blue juga ikut menghajarnya, sementara Black pergi menyeret Gold meninggalkan Aula itu. Green yang ikut menyerang dengan segera membungkam pak Hendra.

Pak Toto, Manda dan Tya hanya bisa diam melihat aksi Defender itu yang melumpuhkan pak Hendra.

"Hahaha… ini ulah kalian ikut campur urusanku," ucap pak Hendra.

"Diam kau!"

"Brukkkk"

Dengan sekali pukul tepat dibelakang leher pak Hendra, ia pun langsung ambruk dan pingsan.

"Sebaiknya kita bunuh saja orang ini!" ucap Red.

"Gila kau!" kita bawa dia ke kantor polisi.

"Kami harus bagaimana?" tanya pak Toto.

"Anda ikut kami ke kantor polisi," ucap Blue

"Mau tidak mau kami akan menyebar luas kan, kelakuan anda," ucap Red.

"Blue, tangkap pak Toto, kita bawa mereka ke kantor polisi," ucap Green.

Akhirnya, Defender pun membawa pak Hendra, pak Toto, serta Tya dan Manda ke kantor polisi dan mereka siap di adili.

Dua minggu setelah kejadian itu Noella masih saja di rawat di rumah sakit ia mengalami luka tusukan yang cukup parah dan kondisinya makin hari makin melemah, Yona dan Lidya yang baru saja menjenguknya, mampir sebentar ke taman dekat rumah sakit.

"Gue ga nyangka ternyata, kasus selesai tapi kita dapat korban," ucap Lidya.

"Baru kali ini kita mengalami itu," ucap Yona.

"Oiya kabar pak Hendra bagaimana?" tanya Lidya.

"Kata Evan, dia dipenjara akibat percobaan pembunuhan, dan ia juga dicopot jabatannya dari ketua wali murid," ucap Yona.

"Kalau pak Toto, Manda, dan Tya?" tanya Lidya.

"Pak Toto dikeluarkan dari sekolah, sedangkan Tya dan Manda di skors, tidak tahu sampai kapan, yang jelas sekarang semua murid di X-J mendapat hukuman karna telah menerima bocoran soal itu," ucap Yona.

"Hukuman?" tanya Lidya.

"Ya nilai mereka semua dikurangi setengah, dan mereka juga selama satu semester ini, wajib mengikuti kerja bakti di sekolah saat hari Minggu," ucap Yona.

"Huhhhh…. hanya itu saja ternyata, ga seru ah," ucap Lidya.

"Oiya tentang Noella yang akan dibawa ke Singapura, itu bagaimana?" tanya Yona.

"Bagaimana apanya?" tanya Lidya.

"Defender? Tidak ada Noella tidak ada Gold," ucap Yona.

"Mungkin kita harus cari penggantinya," ucap Lidya.

"Mungkin saja," ucap Yona.

Tiba-tiba handphone Lidya bergetar dan itu dari nomor yang tidak dikenal, karna penasaran Lidya pun mengangkat telfon itu.

"Halo ini siapa?" tanya Lidya.

"Angota Defender dengan Code Name Gold akan digantikan oleh yang baru," ucap orang itu.

"Hey.. hey tunggu ini siapa?"

"Defender generasi sebelum kalian, dua hari lagi orang itu akan datang kepada kalian dan kalian harus menjemputnya dibandara,"

"Lah, bagaimana kami tahu kalau orang itu pengganti Gold?"

"Tenang saja, saat turun dari pesawat dia akan menggunakan topi berwarna gold, kacamata hitam serta masker, itu lah ciri-cirinya,"

"Baik lah, kami akan memakai topi Red dan Black, serta memakai masker juga," ucap Lidya.

"Baik, dua hari lagi kalian harus menjemputnya dibandara,"

"Baik." Telfon itu pun tiba-tiba terputus.

"Siapa?" tanya Yona.

"Dia Defender generasi sebelumnya, dan ternyata pengganti Noella sudah disiapkan," ucap Lidya.

"Siapa?"

"Gue juga ga tau, tapi dua hari lagi kita jemput dia dibandara,"

Dua hari berlalu, hari ini juga kepergian Noella ke Singapura, setelah pesawat Noella lepas landas Lidya dan Yona pun menunggu seseorang yang katanya itu pengganti Noella.

"Emang harus banget ya pake topi item sama masker," ucap Yona.

"Biar gampang dikenali sama calon pengganti Noella," ucap Lidya.

Lama menunggu, terlihat seorang cewek sedang berjalan ke arah Yona dan Lidya, cewek itu mengenakan apa yang dikatakan Defender generasi sebelumnya.

"Kayanya itu dia," ucap Lidya tersenyum.

"Defender yang baru bakalan terbentuk kembali," ucap Yona.

Cewek itu kini persis dihadapan Lidya dan Yona.

"Perkenalkan saya Def Gold yang baru, mohon bantuannya."

Defender yang baru kini sudah terbentuk, kasus Orthrus itu menjadi kasus terakhir yang ditangani Noella, Yona, Lidya, Gio, dan Evan bersama-sama. Sekarang Evan dan Gio telah mengundurkan diri, dan Noella telah pergi ke Singapura dan setelah sembuh dia akan menetap disana sesuai keinginan orang tuanya. Tepat hari ini Defender baru akan terbentuk kembali, dan kasus-kasus lainnya pun telah menunggu mereka bertiga.

~END.~

Pas ya berakhir di part10, meskipun endingnya keliatan banget aga dipaksakan, lagian Noella pake resign sih, jadi harus rubah cerita hehehe. Karna ini udah tamat, gue mau lanjutin dua dari ketiga cerita gue. Kenapa cuma dua, karna gue ada project cerita lain selain di blog ini hehe, jadi satu cerita lagi bakal vakum sementara dan baru lanjut setelah salah satu dari dua cerita gue tamat

daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook