VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Introgasi (Defender)

2017-12-04 - Jack El Jacqueline > Anime/Manga
14 views | 1 komentar

Malam hari di gedung sekolah FX Gakuen seorang pria tengah berjalan menuju pintu Aula Gedung FX Gakuen. Keadaan malam itu benar-benar sepi, tak terlihat penjaga sekolah di pos depan.

Biasanya setiap malam suka ada keamanan yang berkeliling di daerah sini, tapi sekarang semuanya mendadak lenyap. Pria tua itu terus berjalan sampai ke depan pintu Aula.

"Datang lah ke Aula FX Gakuen jam 10 malam, datang lah sendiri atau teman-temanmu yang lain dalam bahaya. –Defender-"

Itu isi pesan yang didapatkan Pak Toto walikelas X-J. Pak toto hanya memandang kertas itu terus sampai menunggu pintu Aula terbuka. Saat ia sedang menunggu tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah suara langkah kaki dibelakangnya.

"Pak Toto," ucap orang itu.

Wajahnya tidak terlihat jelas karna keadaan yang gelap, saat ia melangkah terus mendekat sampai depan pintu aula yang dikhiasi lampu remang-remang baru lah wajah orang itu terlihat.

"Manda?" ucap pak Toto.

"Kok bapak bisa ada disini?" tanya Manda.

"Saya dapat surat dari Defender," ucap pak Toto.

"Saya juga sama pak, saya disuruh datang ke Aula jam 10 malam," jawab Manda.

"Saya kan sudah bilang jika ada apa-apa kamu jangan datang! Pentingkan keselamatan sendiri!" ucap Pak Toto.

"Tapi pak saya takut sama mereka, jadi saya mengikuti perintah mereka," ucap Manda.

"Manda, Pak Toto?" ucap seorang gadis yang berjalan mendekati mereka.

"Tya!" ucap Manda.

"Jadi kamu juga disuruh datang ke sini ya?" Tya hanya mengangguk.

"Hah… nampaknya kita semua dijebak," keluh pak Toto.

"Maafkan kami Pak," jawab Tya dan Manda.

"Ya Harusnya saya tidak menyuruh kalian melakukan hal ini," ucap Pak Toto.

"Saya menerima tawaran itu sudah dipikirkan baik-baik pak, gara-gara iming-iming nilai sempurna itu," ucap Tya.

"Ya saya juga," ucap Manda.

Saat mereka sedang mengeluh tiba-tiba, pintu Aula terbuka dan disana sudah ada satu Defender yang berjaga.

"Silahkan kalian masuk," ucap Red.

Tya, Manda, serta Pak Toto ikut masuk kedalam, ya kedalam ruangan Aula yang gelap gulita. Mereka bertiga berjalan sampai ke tengah Aula dan tiba-tiba pintu ditutup oleh Red.

"Apa yang akan kalian lakukan kepada kami!" Teriak Pak Toto.

Hanya ada balasan tawa saja dari sekeliling mereka, ruangan yang gelap itu hanya disinari sinar rembulan saja.

"Jika kalian ingin menghukum ke dua murid saya, hukum lah saya, karna saya yang bersalah," ucap Pak Toto.

"Hahaha… konyol sekali," ucap salah seorang Defender.

Lampu mendadak menyala tapi tidak semua, hanya lampu dari bagian panggung di aula saja yang menyala. Tiba-tiba disana berjalan seorang Defender dengan menggunakan topeng emas.

"Kau lagi nampaknya," ucap Pak Toto.

"Akhirnya kita bertemu lagi Geryon," jawab Gold.

"Oh… jadi mereka ini yang bernama Orthrus? Saya baru melihat kalian," ucap Gold.

Tya dan Manda hanya terdiam dan bersembunyi dibelakang Pak Toto. Goldperlahan berjalan mendekati mereka bertiga.

"Apa mau mu?" tanya Pak Toto.

"Hahaha… saya hanya ingin mendegarkan penjelasan dari kalian bertiga," ucap Gold.

"Penjelasan apa lagi? saya mengaku bersalah, dan jika ingin menghukum, hukum lah saya jangan hukum mereka," ucap Pak Toto.

"Tunggu-tunggu kurang menarik saja jika anda langsung ditangkap," ucap Gold.

"Kita dengar penjelasan dari mereka dulu," ucap Black.

"Jika ingin menghukum, hukum lah saya saja," ucap Tya angkat bicara.

"Wih… nampaknya nona muda ini ingin membela teman-temannya," ucap Gold.

"Tidak saya saja yang dihukum jangan mereka," ucap Manda.

"Lah… kamu ikut-ikutan lagi," ucap Gold.

"Apa yang kalian katakan? Saya sudah bilang dari awal ini menjadi tanggung jawab saya," ucap Pak Toto.

Tiba-tiba Gold bertepuk tangan melihat kejadian yang menarik ini, "Hubungan murid dan guru yang sangat menarik," ucap Gold.

"Sayangnya ini dilakukan untuk perbuatan yang tiadk baik," ucap Red.

"Jangan tunggu lama lagi, lepaskan mereka dan hukum saya," ucap Pak Toto.

"Baik lah, sekarang apa motif anda melakukan teror ini?" tanya Gold.

Pak Toto hanya terdiam, tiba-tiba dari arah pintu Aula terdengar teriakan seseorang.

"Dia sudah datang," ucap anggota Defender yang lain.

Kedua anggota Defender itu datang berserta, seorang pria dengan tubuh tinggi besar, pria itu masuk kedalam Aula dan ikut berdiri ditengah-tengah Aula.

"Pak Hendra? Apa yang bapak lakukan disini?" tanya Pak Toto.

"Pak Toto? Dan Kalian? Apa yang kalian lakukan juga disini?" tanya pak Hendra.

"Saya diberi surat diperintahkan datang ke Aula jam sepuluh malam," ucap Pak Toto.

"Iya pak saya juga," ucap Manda.

"Saya juga Pak," ucap Tya.

"Lah saya juga disuruh ke sini setengah jam setelahnya," ucap Pak Hendra.

"Woaaa…. semua anggota tim sudah berkumpul," ucap Gold.

Semua orang mendadak terdiam setelah mendengar ucapan Gold. Tiba-tiba Black dan Red pergi ke sebelah Gold.

"Baik lah sekarang saya ingin mendegar ucapan dari anda Pak Hendra," ucap Gold.

"Ucapan apa? saya tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka," ucap Pak Hendra.

"Lah jelas-jelas tadi bapak mengenali mereka bertiga," ucap Red.

"Jelas lah, karna mereka teman dari anak saya, dan juga guru anak saya," ucap Pak Hendra.

"Tolong jelaskan apa maksud anda meneror anak-anak kelas X-J," ucap Gold.

"Meneror apa? Saya tidak ada hubungan dengan mereka," ucap Pak Hendra.

"Tolong jelaskan Pak Hendra, atau bisa kupanggil Typhon," ucap Gold.

*to be continued

Sqouts Shadows
2017-12-05 23:01:03
Ditunggu chapter berikutnya
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook