VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sword Master #2 (Againts The Gods)

2017-11-29 - Newbie Karbitan > Anime/Manga
53 views | 4 komentar | nilai: 10 (2 user)

Quanyuan Jirou yg baru saja babak belur di hajar kawanan bandit tidak sadarkan diri.

Setelah lama tak sadarkan diri, Jirou akhirnya terbangun. Dia mendapati dirinya di kasur yg empuk dengan tubuh penuh perban.

"Dimana aku?"

Jirou berada disebuah kamar kecil. Sebelumnya dia tak sadarkan diri setelah di hajar kawanan bandit. Beruntung dia tidak di bunuh. Semua barangnya di rampok dan sekarang dia tak punya apa-apa lagi. Dia tidak menyangka akan mengalami nasib sial seperti ini.

Pintu kamar lalu terbuka dan seorang gadis seumuran dengannya masuk ke dalam. Gadis itu begitu cantik dengan rambut hitam panjang sepinggang dan kulit putihnya yg begitu mulus. Ia tersenyum lembut kepada Jirou.

"Kau sudah bangun rupanya."

"Siapa kau? Dimana aku?"

Gadis itu berkata dengan lembut.
"Kau sekarang berada di Sekte Sky Sunflower. Tiga hari yg lalu aku menemukanmu terluka parah, jadi aku membawamu kesini."

"Tiga hari!? Selama itukah aku tak sadarkan diri."

"Sebaiknya kau beristirahat dengan baik. Lukamu belum sepenuhnya sembuh."

"Terima kasih sudah menolongku."

"Kau habis di rampok oleh kawanan bandit ya?"

"Benar, aku habis di rampok dan di pukuli. Nasibku benar-benar sial."

Gadis itu lalu menyerahkan beberapa cincin berwarna ungu.

"Ini punyamu kan?"

Jirou begitu kaget melihat cincin tersebut.

"Ini punyaku... Bagaimana bisa ada padamu?"

"Sesaat aku menemukanmu dan hendak membawamu kemari. Seorang pemuda datang dan menyerahkan ini padaku. Dia bilang ini barang-barangmu yg telah di rampok."

"Hm... Begitu rupanya. Syukurlah, sepertinya aku tidak sepenuhnya sial."

"Kalau begitu beristirahatlah, aku akan membawakan makanan untukmu."

Jirou memeriksa semua barangnya yg ada di dalam cincin penyimpanan. Semuanya masih ada, tidak ada yg kurang.

"Syukurlah tidak ada yg hilang. Terutama pedang besar leluhurku. Pedang itu sangat berharga. Aku masih bisa menjualnya di Black Moon Menchart Guild."

Meski tahu kalau Great Heavenly Sword adalah pedang leluhurnya, Jirou justru tidak peduli dan malah berniat untuk menjualnya. Pedang Emperor Profound tersebut tentu saja harganya sangat mahal. Jirou akan mendapat keuntungan yg besar jika menjualnya.

Tak lama kemudian gadis yg tadi membawakan makanan ke kamar Jirou.

"Makanlah ini, sup Ayam kaldu dan Teh gingseng. Ini akan membantu memulihkan tenagamu."

Jirou memperhatikan gadis yg ada dihadapannya. Dalam hati dia lumayan mengagumi kecantikan gadis ini. Selain itu tingkat Profound gadis ini lebih tinggi darinya. Gadis ini baru berusia enam belas tahun sama dengan Jirou, namun kekuatannya berada di tingkat empat True Profound Realm.

Dia yg terlahir di Salah satu Sacred Ground, justru tingkat profoundnya kalah oleh seorang gadis di Blue Wind yg merupakan negara paling kecil dan terlemah. Ia merasa bakatnya memang sangat buruk.

Jirou lalu bertanya pada gadis tersebut.
"Siapa namamu?"

"Ah, benar juga, aku belum memperkenalkan diri. Namaku Cheng Xuechan. Kalau namamu?"

"Aku... Quanyuan Jirou."

Sebenarnya Jirou sedikit ragu memberitahu namanya, namun setelah melihat ekspresi Xuechan yg biasa saja setelah mendengar nama Jirou, sepertinya gadis ini tidak tahu kalau nama Quanyuan berasal dari Sacred Ground.

"Silahkan di makan..."

Jirou pun kemudian memakan sup tersebut. Ia memakannya dengan lahap, Jirou begitu lapar setelah tiga hari tidak makan.

"Saudara Quanyuan, kau berasal dari mana? Sepertinya kau berasal dari luar kota."

Jirou tidak menjawabnya dan malah bertanya balik.

"Apa ini Blue Wind Imperial City?"

"Benar, ini Blue Wind Imperial City, lebih tepatnya wilayah timur."

Tujuan Jirou setelah sampai di Blue Wind adalah Ibukota kekaisaran yaitu Blue Wind Imperial City.

"Apa kau kesini untuk mendaftar ke Blue Wind Profound Palace?"

"Benar..."

Jirou memang berniat pergi ke Blue Wind Profound Palace. Dibandingkan pergi ke Heavenly Sword Villa yg masih ada hubungan dengan Mighty Heavenly Sword Region, dengan statusnya Jirou akan lebih mudah diterima disana. Namun dia tidak ingin bergabung dengan Heavenly Sword Villa karena itu sama saja memberitahu orang-orang kalau dia adalah orang buangan.

"Sayang sekali pendaftaran Blue Wind Profound Palace sudah ditutup kemarin."

Mendengar itu Jirou menjadi kaget.

"Apa kau bilang!?"

Namun Xuechan hanya tersenyum lembut.

"Sayang sekali... Tapi kau tidak perlu khawatir kau masih bisa bergabung dengan Sekte kami."

"Sektemu?"

"Dengan tingkat profoundmu itu sudah cukup untuk diterima di Sky Sunflower."

"Sky Sunflower..."

"Sekte Sky Sunflower kami memang bukan sekte besar, namun sekte kami masih terbilang lumayan. Apa kau mau bergabung dengan sekte kami?"

Sekte Sky Sunflower adalah sekte menengah kebawah. Peringkat mereka di Turnamen peringkat berada di posisi 200-an. Bisa di bilang tidak terlalu bagus. Dibandingkan Blue Wind Profound yg berada di posisi 100-an masih lebih baik.

Jirou tidak punya pilihan lain. Dia tidak ingin bergabung dengan Heavenly Sword Villa atau bergabung dengan sekte utama yg terkenal. Setidaknya di Sky Sunflower tidak ada yg mengetahui identitasnya.

"Baiklah aku akan bergabung dengan sekte kalian."

Cheng Xuechan kemudian membawa Jirou kehadapan Master Sekte Cheng Wang.

Sekte Sky Sunflower tidak terlalu besar karena mereka hanya sekte kelas menengah. Jumlah murid mereka hanya sekitar 3000.

Mereka sampai di sebuah ruangan. Cheng Xuechan mengetuk pelan pinti ruangan itu.

"Ayah... Boleh aku masuk?"

"...." Jirou cukup kaget mendengarnya. Dia tidak menyangka jika Xuechan adalah Putri dari master sekte.

"Chan'er... Masuklah."

Mereka berdua masuk kedalam ruangan tersebut.

Seorang pria tiga puluh tahunan yg menggunakan pakaian jubah mewah berwarna biru muda. Dialah Master Sekte Sky Sunflower, Cheng Wang. Meski terlihat muda usianya sebenarnya sudah mencapai enam puluh tahun. Kekuatannya berada di tingkat empat Sky Profound Realm. Jirou tidak kaget sama sekali, karena di Mighty Heavenly Sword Region, usia kurang dari dua puluh tahun sudah mencapai tingkat akhir Sky Profound Realm dan itu dianggap biasa. Untuk menjadi seorang penatua setidaknya mereka harus berada di Sovereign Profound Realm. Berbeda di Blue Wind, tingkat Sky Profound Realm sudah dianggap level yg sangat tinggi dan bisa memperoleh gelar master sekte.

"Kau pemuda yg dibawa oleh Chan'er beberapa hari lalu. Apa lukamu sudah sembuh?"

"Sekarang sudah baikan, sepertinya aku sudah membaik sekitar delapan puluh persen."

Cheng Xuechan kemudian memberitahu Ayahnya.

"Ayah, pemuda ini bernama Quanyuan Jirou. Dia ingin bergabung dengan sekte kita."

"Jadi namamu Quanyuan Jirou. Kau ingin bergabung dengan Sky Sunflower?"

Jirou lalu menunduk dengan hormat.

"Junior ini sangat berterima kasih karena telah menolong saya. Untuk membalas kebaikan Sky Sunflower, saya akan menjadi murid dari Sky Sunflower."

"Hahaha... Bagus, aku akan menerimamu menjadi murid di Sky Sunflower. Chan'er bawa dia berkeliling sekte."

"Baiklah Ayah..."

Cheng Xuechan lalu membawa Jirou berkeliling sambil mengenalkan sektenya.

Dari apa yg di jelaskan oleh Xuechan, Sky Sunflower mengkhususkan diri pada senjata tombak dan profound art mereka beratribut Angin.

Dalam hati Jirou mengutuk keras. Kemampuan Jirou adalah pedang sedangakan sekte yg ia masuki mengkhususkan senjata tombak. Sepertinya dia salah masuk sekte. Kesialan demi kesialan terus dialami Jirou. Dia sama sekali tidak menguasai tombak. Jirou hanya menghela nafasnya

Malam harinya, Jirou berbaring di kamarnya, ia tidak bisa tidur malam ini. Jirou lalu keluar dari kamarnya. Di halaman depan kamarnya, Jirou mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan. Kemudian ia berlatih seorang diri.

Jirou masih menyadari dirinya begitu lemah. Rasanya mustahil bisa membalas dendam pada Mighty Heavenly Sword Region.

Di tengab keheningan malam Jirou memandangi bulan yg bersinar terang. Dia teringat saat masih di Mighty Heavenly Sword Region, dia selalu mendapat penghinaan dan cemohan. Bakatnya yg begitu buruk dianggap sampah dan hanya menjadi aib bagi Sacred Ground. Jika mengingat itu semua kebenciannya semakin bertambah dan keinginannya untuk balas dendam semakim kuat.

Jirou teringat kalau dia memiliki pedang peninggalan leluhurnya.

Jirou lalu mengeluarkan Great Heavenly Sword. Sebuah pedang berat peninggalan leluhurnya. Konon pedang ini sangat sulit di kendalikan dan sudah seribu tahun tidak ada yg memakainya lagi. Berat pedang itu sekitar lima ribu kilogram. Sepertinya mustahil bagi Jirou untuk mengangkatnya apalagi mengendalikannya.

Saat Great Heavenly Sword keluar. Tanah dibawahnya langsung membuat retakan hingga puluhan meter.

Jirou mencoba mengangkat pedang itu sekuat tenaga. Bahkan seinchi pun pedang itu tidak terangkat, meski dia sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya.

"Fiuuh... Berat sekali, aku heran bagaimana pendahuluku dapat mengendalikannya?"

Jirou kembali mengangkat pedang itu. Dia kemudian mengalirkan energi profoundnya ke pedang tersebut. Lalu tiba-tiba pedang itu bercahaya.

"Ada apa ini!?" Jirou begitu kaget.

Cahaya itu semakin terang lalu muncul sosok pria setengah baya dengan jenggot hitam tipis. Pria itu mengeluarkan aura yg begitu tenang namun kuat.

"Hahaha...." Pria itu tertawa sembari tersenyum lebar

Jirou begitu kaget melihat kemunculan sosok pria tersebut. Ia perlahan mundur.

Pria itu tersenyum melihat Jirou, ekspresinya begitu tenang namun tatapannya begitu tajam membuat tubuh Jirou bergetar.

"S-siapa kau?"

"Aku adalah Quanyuan Hong..."

Setelah mendengar nama itu Jirou makin kaget. Ia tentu mengenal nama itu.

"Quanyuan Hong... Kakek Buyut..."

.
.
.

BeeZero
2017-12-10 16:32:39
wah nasib baik datang juga
Yukki Amatsu
2017-11-30 20:21:49
Mbah datang, hahaha....
Bocah Redoks
2017-11-30 18:44:31
Sang pewaris yg akan jadi penghancur sekte . . .
Jack El Jacqueline
2017-11-29 19:29:01
Ch ini seperti aladin wkwk cuma bedanya jinnya keluar dari pedang wkwk
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook