VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Hinata: Ahhh... Celana Dalammu Naruto-kun (Naruto)

2017-02-22 - Whiti Intheforest > Anime/Manga
686 views | 19 komentar | nilai: 9 (7 user)

Matahari sudah tampak mulai meninggi. Aktivitas di desa Konoha juga terlihat mulai meningkat. Semua orang terlihat sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Salah satu yang juga terlihat sibuk adalah Hinata yang baru saja mencuci piring yang digunakan untuk sarapan keluarganya.

Hinata tampak mengelap piring-piring itu dan menaruhnya kembali di rak-rak penyimpanan. Setelah selesai dengan pekerjaanya, Hinata kemudian mengganti pakaian dan pergi ke luar rumah.

Hinata kemudian berjalan menuju taman untuk menemui sahabatnya sejak kecil, Sakura.

"Wahh... Hinata terima kasih ya kamu mau datang" ucap Sakura dengan perasaan senang saat melihat Hinata datang.

"Ahhh tidak apa-apa kok" balas Hinata sambil tersenyum.

"Tadinya aku mau mengajak Ino dan yang lainnya, tapi mereka sedang sibuk. Untung ada kamu, ahh.. aku jadi tidak sendiri, hihihiih..." kata Sakura.

"Yahh.. aku memang sedang tidak sibuk di jam-jam seperti ini. saat ini Naruto-kun sedang menyelesaikan dokumen-dokumen karena besok ia ada perjalanan untuk misi yang penting. Sementara Boruto sedang sekolah dan Himawari pergi bermain. Jadi aku bisa pergi..." ucap Hinata dengan sedikit raut wajah sedih.

Sakura yang menyadari itu kemudian bertanya pada Hinata.

"Ada apa? kenapa kamu sedih begitu Hinata? Apa kamu merasa kesepian?" tanya Sakura.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Hinata hanya menarik nafas panjang.

"Sekarang yang biasanya kulakukan hanyalah mengerjakan pekerjaan rumah. Mulai dari memasak, mencuci sampai membersihkan Rumah. Sementara Boruto dan Himawari sudah mulai besar, mereka punya kehidupan sendiri. Sedangkan Naruto-kun juga semakin sibuk. Bahkan besok saja dia akan pergi. Aku makin merasa kesepian" ungkap Hinata.

"Aku merasa kosong sekarang, setiap hari aku jarang bertemu Naruto-kun. Bahkan besok malah akan pergi. Aku tahu semua itu demi Konoha, tapi entah kenapa sebagian kecil hatiku merasa tak rela dan rindu akan dirinya" lanjut Hinata sambil mendekap dadanya.

"Hmmm... itu bukti Hinata sungguh mencintai Naruto yaaa..." ucap Sakura tersenyum.

Mendengar perkataan itu, Hinata menjadi teringat sesuatu.

"Ahhh... bukannya aku ingin mengeluh, ju-justru seharusnya aku lebih bersyukur Naruto-kun masih sering pulang ke rumah, maaf Sakura, aku malah jadi membicarakan hal ini" kata Hinata yang tersadar bahwa kehidupannya jauh lebih baik daripada Sakura yang ditinggal Sasuke berkelana dan bahkan tak pulang.

"Hiihihi... aku tak apa-apa kok, aku juga biasa sendirian saat Sarada pergi" kata Sakura sambil kembali tersenyum.

"Apa kamu tidak kesepian sakura? Kamu kuat sekali" ucap Hinata sambil memandang Sakura.

"Yahhh.. tentu saja aku merasa kesepian juga. Semua manusia pasti akan merasa kesepian ketika orang-orang yang dicintainya tidak sedang bersama dengannya. Namun, mungkin aku sudah terbiasa dengan itu sehingga kadang tak terpikirkan" balas Sakura.

"Lalu bagimana kalau kamu tiba-tiba merasa sangat rindu dengan Sasuke?" tanya Hinata.

"Hmmm bagaimana ya? Mungkin dengan tetap memikirkan bahwa dimanapun Sasuke berada, ataupun sejauh apapun Sasuke pergi, ia tetap berada di hatiku" ungkap Sakura sambil memegangi dadanya.

"Ya.. kamu benar sakura... aku tahu itu. Tapi terkadang itu sangat susah dilakukan bagiku. Kamu benar-benar hebat!" ucap Hinata yang kembali memuji Sakura.

"Ahhh tidak begitu kok.." balas Sakura.

"Seandainya ada cara yang bisa kulakukan agar aku bisa sekuat Sakura saat merasa kesepian dan rindu akan Naruto-kun..." gumam Hinata sedikit sedih.

Melihat Hinata yang seperti itu, Sakura berusaha untuk memberikan solusi untuk sahabatnya itu.

"Sebenarnya aku juga tidak sekuat itu Hinata. Kadang-kadang saat merasa benar-benar rindu dan kesepian, aku juga melakukan sesuatu" ungkap Sakura.

"Sesuatu? Sesuatu apa?" tanya Hinata penasaran.

"Ehhh itu.. itu..." kata Sakura terbata sambil mukanya memerah.

"Ehhh.. Ke-kenapa?"

"Se-sebenarnya ini sedikit me-mesum..." balas Sakura setengah berbisik

"Ehhhhhhhhh...." kaget Hinata.

"Sebenarnya..." bisik Sakura ke telinga Hinata.

"Sebenarnya, saat aku merasa kesepian dan sangat rindu pada sasuke, aku... aku..."

"Aku... sering menciumi celana dalamnya yang berbau keringat agar merasakan bahwa sasuke berada disisiku" bisik Sakura pelan sambil mukanya makin merah saat berhasil menyelesaikan kalimat itu.

"Ehhh... ehh... ben-benarkah begitu?" kaget Hinata yang mukanya ikut memerah dan tersipu malu.

"I-Iya... itu kulakukan" balas Sakura sambil memalingkan mukanya dan menutupinya dengan tangan karena menahan malu.

"Ti-tidak, ti-tidak apa-apa Sakura, kita ini sudah dewasa" balas Hinata sambil menenangkan Sakura.

Karena situasi yang canggung, mereka akhirnya menghentikan pembicaraan itu dan segera menuju pasar karena sebenarnya Sakura mengundang Hinata untuk menemaninya berbelanja. Sakura meminta Hinata untuk membantunya memberi tahu bahan makanan apa saja yang dibutuhkan untuk memasak Udon dan Karage.

Setelah berbelanja di pasar itu, akhirnya Sakura dan Hinata berpisah.

Namun Setelah sampai di rumah, Hinata masih kepikiran soal apa yang dibicarkan Sakura tadi.

"Ce-celana da-dalam..." pikir Hinata sambil tersipu.

Karena terpikirkan itu, Hinata teringat akan cucian yang belum dicucinya hari ini sementara hari semakin siang.

Hinata bergegas menuju tumpukan baju kotor di keranjang.

Dan entah karena perkataan sakura tadi pula, mata Hinata jadi terfokus pada celana dalam Naruto yang tertumpuk di sana.

"I-itu kan celana dalam Naruto-kun yang belum dicuci dari kemarin. Dan itu kalau tidak salah, ia pakai setelah mengajar para Chunnin. Ahhh... itu pasti kotor dan bau" gumam Hinata.

Namun beberapa saat kemudian, didorong rasa penasaran dan perkataan Sakura tadi, Hinata kemudian mengambil celana dalam Naruto tadi.

"Maaf N-naruto-kun, aku curi celana dalammu" pikir Hinata tersipu sambil membawa celana dalam itu ke kamar mandi.

Hinata memandangi celana dalam yang tampak kotor, basah, berkeringat dan bau tersebut.

Ada rasa jijik dalam pikiraannya, tapi rasa penasarannya jauh lebih kuat.

Modal nekat, akhirnya Hinata memberanikan diri mencium dan menghirup celana dalam itu.

"Ufffffffffffffffffffff......."

"Ahhhhh... ahh...."

"Ahhhhhhhhhhhhhhhh~~~"

"Ufffffffffffff....."

"Bau ini~ aroma ini~" gumam Hinata yang entah kenapa malah jadi terangsang dan terbayang akan sosok Naruto.

"Ahhhhh~~~"

"I-ini lu-luar biasa~~" ungkap Hinata dengan wajah merah padam.


Yukki Amatsu
2017-08-28 05:49:30
Hahaha, Hinata ketularan Sakura...
Aerilyn Shilaexs
2017-04-27 18:53:02
Nggak seperti biasanya whiti buat cerita ginian.
Young lex
2017-04-24 07:40:33
Sakura Ama Hinata Jorok.. Sugoii *-*
Chargerhandphone Kyo
2017-04-06 17:42:47
Malah nyium sempak naruto haha, kirain cerita mesum tapi hanya trap
Pimosikow
2017-03-22 19:58:37
Bodoh. Yang ada malah muntah
Gouenji Shuuya
2017-02-26 16:02:48
Malah nyium sempak
Zen Kureno
2017-02-26 10:16:54
ini cerita aneh bin ajaib kekenya membingungkan
Pain Akatsuki
2017-02-24 22:17:38
ane kira apaan
Newbie Karbitan
2017-02-24 18:39:01
Katanya gak suka Naruto tapi malah bikin fanficnya
Rin Nohara
2017-02-24 15:18:00
Omput !!!! :V kurang mesumnya, bikin lagi dong
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook