VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Great Fight part 2 (Naruto x One Piece x Dragon Ball)

2017-01-24 - Gouenji Shuuya > Anime/Manga
378 views | 10 komentar | nilai: 9.67 (9 user)

Layar monitor yang berada di setiap sudut tempat itu pun mulai mengacak secara asal peserta yang akan bertarung pertama kali.

"Dan yang akan bertanding adalah..." teriak pembawa acara itu.

"Deidara melawan Don Krieg!!" teriak pembawa acara itu saat layar monitor menampilkan wajah mereka berdua.

"Akhirnya aku yang pertama bertanding.. akan ku tunjukkan seniku yang terbaik." ucap Deidara yang turun ke arena.

"Akan ku tunjukkan senjata-senjata terbaikku." ucap Don Krieg yang juga turun ke arena.

"Kalian berdua siap... mulai!!" teriak sang pembawa acara yang sekaligus menjadi wasitnya.

Pertandingan pun dimulai..

"Rasakan ini bocah." ucap Don Krieg yang mulai menembaki Deidara.

Dor.. dor.. dor..

Puluhan peluru tajam melesat dengan cepat menuju ke arah Deidara yang sekarang ini sedang berdiri.

Namun Deidara terlihat tak takut sama sekali.

"Heh.. cuma serangan lemah seperti itu." ucap Deidara yang meremehkan.

Deidara pun melompat ke samping untuk menghindari serangan peluru peluru yang tajam dari Don Krieg itu.

Namun Don Krieg tidak berhenti sampai di situ, dia melemparkan sebuah bom ke arah Deidara akan mendarat, dan...

Buuummm..

Tercipta ledakan hebat karena serangan itu, kepulan asap memenuhi tempat di mana bom itu meledak.

"Hahaha... Mati kau!!" ucap Don Krieg yang tertawa puas.

Namun setelah asap itu menghilang, di sana sudah tidak ada Deidara. Namun di sana hanya terlihat batang pohon yang sudah hancur berantakan.

"Kau menyerang siapa hah! Dasar bodoh!!" ucap Deidara yang saat ini sudah berada di belakang Don Krieg dan menciptakan 2 buah laba-laba peledak di tangan kanannya.

Lalu Deidara pun melemparkan laba-laba peledak itu ke arah Don Krieg.

"Rasakan ini.." teriak Deidara.

Duor.. duorrr..

"Gaaahh.." Don Krieg pun terlempar akibat serangan Deidara itu.

Don Krieg terjatuh di lantai arena.

"Sial.. ternyata dia bisa berpindah tempat." geram Don Krieg.

Don Krieg pun lalu mengeluarkan tombak peledaknya.

Di sisi Deidara..

Tampak dia sedang menciptakan seekor burung dari tanah liat.

Booft..

Lalu dia pun menaiki burung itu.

Tampak Don Krieg telah bersiap untuk menyerang Deidara.

Dia berlari menuju ke arah Deidara.

"Jangan harap kau bisa kabur bocah!!" teriak Don Krieg.

Lalu dia pun mengayunkan tombak peledaknya ke arah Deidara.

Namun Deidara terlanjur terbang dengan burungnya dan alhasil tombak peledak milik Don Krieg pun hanya mengenai lantai arena.

"Hahaha... coba ikuti aku kalau kau bisa." ejek Deidara yang sudah terbang.

"Sialan kau.. beraninya hanya kabur terbang." teriak Don Krieg yang marah.

Lalu Don Krieg pun melemparkan tombak peledaknya ke lantai.

Don Krieg pun lalu menembak Deidara dengan pelurunya lagi.

Dorr.. dorr.. dorrr..

Muncullah puluhan peluru tajam yang mengarah ke arah Deidara yang sedang terbang bersama burungnya.

Namun burung Deidara bergerak dengan lincah dan tidak dapat dijangkau oleh peluru peluru yang dikeluarkan Don Krieg.

"Lihat kau tidak bisa mengenai aku sama sekali." ejek Deidara.

"Dasar kau bocah berengsek!" teriak Don Krieg yang geram.

Lalu dia pun bersiap untuk menembak Deidara lagi.

Dor.. dor.. dor.. dor..

Peluru-peluru dengan jumlah yang sangat banyak pun muncul dari arah Don Krieg.

Namun sama seperti sebelumnya, Deidara pun dapat menghindari semua serangan itu.

"Sekaranglah waktunya bagiku untuk beraksi.. akan ku tunjukkan seniku yang sebenarnya." ucap Deidara.

Lalu Deidara pun menciptakan banyak sekali laba-laba peledak lalu dia pun melemparkan semua laba-laba peledak itu ke arah Don Krieg.

"Sialan.. laba-laba peledak itu lagi." gumam Don Krieg.

Tampak laba-laba peledak itu pun langsung mengerumuni tubuh Don Krieg.

Don Krieg mencoba untuk menghindari laba-laba peledak itu, namun usahanya sia-sia.

"Seni itu adalah... ledakan!!!" teriak Deidara dan...

Duuuuaaaaaaaaarrrrr..

Tercipta ledakan hebat di arena...

Don Krieg jatuh terkapar tak sadarkan diri, baju emasnya pun hancur...

"Dan pemenangnya adalah Deidara..!!" teriak pembawa acara.

"Heh.. seniku memang keren." gumam Deidara.

Bersambung...

Yukki Amatsu
2017-09-10 18:07:00
Owkowk, keren deidei...
RoronoaMarimo
2017-08-06 15:13:06
wah , bagus ceritanya.....
Dalreba
2017-01-29 16:43:20
Harusnya Daidara bisa kena peluru tapi nggak apa apa saya adalah pens beratnya Daidara
Gawa Ilahi
2017-01-28 11:30:49
Dari awal char op gx ada yg sebanding dengan char ns hihihi
Bocah Redoks
2017-01-25 09:54:49
di atas kertas pun pemenangnya dah ketahuan
ZENA LEO MONSTA X
2017-01-24 21:36:01
ane paling benci karakter anime naruto saat battle kayak gini, karna para karakter di naruto bisa maen curang
Timnas Indonesia
2017-01-24 21:34:40
Terlalu sombong akhirnya kalah juga
BluePen
2017-01-24 20:49:30
Hanya dengan C1 saja udah kalah, sepayah itukah Don Krieg..
ThE LaSt EnD
2017-01-24 20:35:50
ini menunjukkan sisi DK yg sangat lemah, trlalu lemah.
BeeZero
2017-01-24 19:56:08
trlalu sngkt dan mudah bwt diedara. .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook