VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
To The End of The World (Naruto X High School DXD) Chapter 4

2016-12-28 - Newbie Professional > Anime/Manga
60 views | 8 komentar | nilai: 9 (1 user)

To The End of The World By Si Hitam Chapter 4. Menuju Masa
Depan Cerah. -Surga- Seorang pria berambut pirang
panjang, beriris mata hijau
layaknya permata emerald
dengan 6 pasang sayap
berwarna emas serta sebuah
cincin halo diatas kepalanya, sedang menikmati waktu
bersantai disebuah taman
yang sangat indah. Dia lah
Archangel, sang pemimpin
para malaikat di surga. "Ini teh untuk mu Michael-nii,
silahkan" kata seorang gadis
yang tak lain adalah saudara
dari pemimpin malaikat itu
lalu menyodorkan segelas teh
yang masih hangat. Seorang gadis yang disebut-
sebut sebagat wanita
tercantik disurga. Dia juga
berambut pirang dan memiliki
6 pasang sayap berwarna
putih. Gabriel, malaikat wanita yang menduduki
pangkat Seraph di surga. "Terima kasih, Gabriel" Michael
mengambil cangkir itu. Ketika
bibir cangkir itu sudah hampir
mencapai bibirnya, Michael
menghentikan gerakannya. "Ada apa Michael-nii?" tanya
Gabriel. "Kau merasakan yang barusan
kan?" balas tanya oleh
Michael. Mengangguk, lalu berkata
"Iya, tapi kurasa itu bukan
masalah besar. Kita bisa
meminta petinggi malaikat
lain untuk menyelidikinya" "Baiklah, aku setuju
denganmu Gabriel" -Grigori- Sebuah ruangan yang tampak
remang, dengan berbagai
peralatan elektronik serta
banyak monitor. Salah satu
ruang laboratorium di Grigori,
di sudut ruangan duduk seorang pria paruh baya
dengan rambut aneh
berwarna hitam yang
ujungnya pirang. "Eh, apa itu?" Azazel, pria tadi
mendekat lalu menatap salah
satu monitor yang
menampilkan sebuah grafik. "Pintu dimensi terbuka, tapi
dari jenis sinyalnya ini bukan
dari ulah naga penjaga
dimensi. Aku juga merasakan
pancaran energi aneh yang
cukup besar barusan. Ini hal baru, aku harus secepatnya
menyelidiki ini sebelum
keduluan fraksi lain" kata pria
itu lagi pada dirinya sendiri. -Underworld- "Falbi-tan, ayo temani aku
sebentar bermain catur. Aku
malas pulang sekarang" pinta
manja seorang gadis dewasa
namun bertubuh loli dengan
pakaian cosplay ala penyihir, sebutlah namanya Serafall. "Minta sama Ajuka saja sana,
aku masih ada urusan" jawab
salah seorang pria disana. "muuuuuw" mengerucutkan
bibirnya, "Falbi-tan jahaat"
lalu mengengok kearah pria
lain bernama Ajuka. "Apaa?" sahut Ajuka DEG "Ini, , , , , kalian juga
merasakannya kan?" tanya
Sirzech, salah satu dari empat
orang tadi, yang ternyata
mereka semua adalah empat
pemimpin para iblis, Yondai Maou era baru. Anggukan serius dari ketiga
orang lain disana didapat oleh
Sirzech sebagai jawaban iya. "Aku merasakan sumber
kekuatan yang baru pertama
kali kurasakan" kata Falbium. "Ya, dan kekuatannya cukup
besar. Mungkin setara dengan
kita" sambung Ajuka "Memang ada satu sumber
kekuatan yang cukup besar,
tapi aku merasa yang muncul
tadi sepertinya tidak
sendirian" kata Serafall
menambahkan. "Kita harus menyelidiki ini,
siapa tahu nanti kekuatan ini
juga akan terlibat dalam
pertikaian antar fraksi. Karena
aku yakin mereka cukup
tangguh" kata Sirzech tegas, "Jadi tambahkan hal ini
kedalam hasil agenda rapat
kita hari ini" "Baik," jawab yang lainnya. Setelah itu mereka berempat
membubarkan diri, tiga orang
telah pulang dengan sihir
teleport masing-masing,
menyisakan Sirzech diruang
rapat Kastil Gremory. 'Ada baiknya aku memberi
tahu Rias, karena sumber
kekuatan yang muncul tidak
terlalu jauh dari kota Kuoh'
pikir Sirzech mencemaskan
adiknya. -Kastil markas Chaos
Brigade- "Hahahaa, dengan begini aku
bisa menjajal kemampuan
bertarungku lagi" kata
seorang pria berambut putih
dengan arogan, dialah sang
pemegang sacred gear Divine Dividing, Hakuryokuu, host
dari Albion sang Kaisar Naga
Putih. "Vali, kau dan tim mu cukup
menyelidiki saja. Jangan
mengajak mereka bertarung!"
perintah seorang gadis kecil
berambut hitam panjang,
pemimpin kelompok Chaos Brigade, sosok yang
merupakan perwujudan dari
sang Tak Terbatas, Dewi Naga,
Ophis. "Ck, aku sudah lama tidak
bertarung serius. Rivalku
sekiryutei sekarang masih
lemah. Aku yakin kekuatan
yang kita rasakan barusan
berasal dari orang yang mampu memuaskan nafsu
bertarungku." "Ku bilang tidak, ya tidak!.
Dengar Vali, dan kalian juga
Kuroka, Arthur, Biku. Kalian
cukup menyelidiki mereka
saja. Kemunculan mereka
sangat aneh, berbeda sekali dengan caraku membuka
portal dimensi. Mereka jelas
bukan berasal dari dunia yang
kita tempati sekarang" kata
Ophis. "Begitu ya. Hm, baiklah." kata
Arthur mencoba bijak
menanggapi perintah
pemimpinnya. "Kalau begitu, sekarang kalian
semua bubar" dengan perintah
ini, semua anak buah Ophis
sudah meninggalkan tempat
mereka berkumpul tadi "haaaaah" menghela nafas
sejenak, Ophis termenung
memikirkan hal barusan. 'Sumber kekuatan aneh yang
barusan kurasakan tadi hanya
sebentar lalu menghilang lagi.
Pasti itu berasal dari makhluk
yang belum pernah ada
didunia ini. Memang kalau ku bandingkan, kekuatan tadi itu
masih belum sebanding
dengan kekuatan yang ku
miliki. Tapi kemunculannya
sangat aneh, muncul dari
suatu portal aneh lalu hilang lagi dalam hitungan detik
seolah ditelan dimensi lain.
Aku sudah memeriksa celah
dimensi dan tempat lainnya
tapi tidak ada jejak
sedikitpun. Rivalku Great Red juga pasti sudah
menyadarinya. Ini tidak bisa
dibiarkan begitu saja,
mungkin hal ini bisa
berbahaya nanti dan aku
tidak bisa sepenuhnya mempercayakan hal ini pada
anak buahku saja. Pasti akan
sulit melacaknya, lebih baik
aku sendiri yang
menyelidikinya' . . . -5 jam kemudian, Pulau
Melayang Konoha- "Syukurlah, Naruto-kun. Kau
sudah sadar" kata Hinata
senang melihat Naruto
kembali membuka matanya
setelah pingsan karena
menggunakan kekuatannya tadi. "Apa yang kau pikirkan sih
Naruto, untuk apa kau
memaksakan diri
menggunakan kekuatanmu
seperti tadi?" kata Sakura
yang masih panik karena Naruto pingsan lagi. "Kau berhutang penjelasan
pada kami Dobe." tambah
Sasuke dengan nada sengit. "Jangan berbuat yang aneh-
aneh lagi Naruto, apalagi kau
masih belum pulih" sambung
Kakashi juga. Lima orang masih setia
menunggu Naruto sadar
dikamar perawatannya.
Setelah dia berbuat hal tak
terduga lagi yang membuat
Sasuke, Sakura, Hinata, Tsunade, dan Kakasih pusing
dibuatnya. Mau tidak mau
mereka harus khawatir
kembali karena keadaan
Naruto yang memburuk. "Hey hey, satu satu dong
kalau bertanya" sungut
Naruto, "Untung saja para Biju
didalam tubuhku cepat
mengumpulkan chakra lagi,
sehingga aku bisa sadar sekarang" "Sepertinya kau merasakan
sesuatu saat kita baru tiba
didunia ini tadi. Jadi beritahu
kami" tanya Tsunade tegas. "Aku yakin kita sekarang
sedang berada di dimensi
seperti Kamui? Jadi untuk apa
kau melakukan ini Dobe?" "Haaaah" menghela nafas
berat setelah mengambil posisi
duduk diranjang. Wajah
Naruto cemberut, lalu beralih
menatap Hinata yang kentara
sekali ekspresi khawatir terpampang jelas diwajahnya,
"Hinata, aku baik-baik saja
sekarang. Kau harus percaya
padaku" "Iya, aku percaya padamu
Naruto-kun." jawab Hinata. Naruto dalam posisi duduk
diranjang menatap teman dan
gurunya yang masih
memasang wajah penasaran,
'Apa mereka berempat tidak
mengkhawatirkan keadaanku sama sekali ya?
mereka lebih penasaran
dengan kejadian tadi.' kata
Naruto dalam hati. "Baiklah, akan kujelaskan"
kata Naruto yang akhirnya
menyerah dengan tatapan
mereka. "Ketika kita tiba didunia ini
tadi, aku juga terkejut ketika
tubuhku tiba-tiba terasa
melayang. Tapi karena
mendengar dari si Teme kalau
kita sedang jatuh dari langit, aku langsung berinisiatif
melakukan sesuatu. Dengan
godoudama permanen yang
ku buat khusus tadi, aku
mengarahkan sembilan
godoudama itu ke beberapa titik berat pulau ini.
Memasukkannya kedalam
tanah dan merubah
bentuknya agar bisa menahan
Konoha yang sedang jatuh.
Lalu godoudama permanen itu juga mempertahankan posisi
Konoha tetap melayang
seperti pulau terbang dengan
ketinggian tertentu diatas
permukaan planet ini" kata
Naruto panjang lebar. "Wow, kau hebat juga
Naruto" puji Sakura "Hehehee" balas Naruto
cengegesan. "Hn, tumben kau pintar Dobe" "Aku tidak akan selamanya
jadi orang bodoh, makanya
berhenti memanggilku dobe,
dasar Teme" sungut Naruto
kesal. "Ck, masa bodoh. Aku tidak
peduli. Yang penting sekarang
kenapa kau membuat kekkai
seperti ini?, bukan hanya
mencegah sesuatu masuk ke
Konoha, tetapi membuat kita yang didalam tidak bisa
keluar" kata Sasuke. "Begini. Kalian tahu kan,
ketika dalam senjutsu-
rikuduo mode aku dapat
merasakan keberadaan dan
kekuatan makhluk hidup lain,
niat dan hawa jahat. Setelah aku berhasil menahan Konoha,
aku merasakan niat jahat
yang sangat kuat tersebar
diberbagai penjuru tempat
yang baru kita datangi ini.
Bahkan ada beberapa yang memiliki kekuatan setara
dengan Kaguya" "Eh, sekuat Kaguya? Jangan
bercanda" Sakura shock,
karena dia sendiri pernah ikut
melawan Kaguya dan tahu
betapa mengerikannya
kekuatan Kaguya itu. Yang lainnya juga tidak kalah
terkejutnya. Dan sekarang
didunia baru juga ada orang
sekuat itu, bahkan tidak
hanya satu. Ini mimpi buruk
pikir mereka semua. "Tidak mungkin kan aku
membiarkan kita dalam
bahaya seperti itu? Jadi aku
menggunakan fuinjutsu
untuk membuat kekkai yang
melindungi sekaligus menyembunyikan
keberadaan Konoha dari di
dunia yang baru ini. Degan
kekkai ini, Konoha akan aman
terlindungi dalam sebuah
dimensi yang mirip dengan Kamui. Konoha tidak akan
bisa dilihat dan dirasakan dari
luar. Apapun yang melewati
Konoha hanya akan berlalu
begitu saja. Hanya cahaya,
udara dan gravitasi yang tidak terhalang oleh kekkai
ini. Aku melakukannya
karena ada kemungkinan
orang-orang didunia ini ada
yang menyadari kedatangan
kita." "Darimana kau bisa
menggunakan kekkai seperti
itu Naruto?, setahuku kau
tidak pernah membuat
kekkai. Kau itu tahunya
hanya bertarung saja" tanya Kakashi. "Aku mempelajarinya dari
gulungan peninggalan ayahku
yang ternyata disimpan
dengan baik oleh Hiruzen-jijii.
Aku menemukannya saat
membantu Konohamaru mebongkar benda-benda
peninggalan Hiruzen-jijii" "Hohooo bocah, ternyata
otakmu sudah ada
peningkatan yaa" kata
Tsunade mengejek. "Ya iya lah. Aku juga sudah
memindahkan Konoha sekitar
60 km dari lokasi kita jatuh
tadi. Mungkin kita akan
ketahuan jika masih berada
ditempat kita jatuh. Aku merasakan penduduk dunia
ini didominasi oleh manusia
sama seperti kita, dan
sekarang Konoha berada di
atas bukit dekat dengan salah
satu kota didunia ini. Jadi, kita bisa mudah mendapatkan
sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan kita disini. hehee"
kata Naruto dengan bangga
akan hasil pemikirannya. "Bagaimana bisa memenuhi
kebutuhan warga Konoha
kalau kita tidak bisa keluar
dari sini karena kekkai
anehmu?" tanya Sasuke tidak
habis pikir dengan perbuatan Naruto. "Kenapa kau sekarang jadi
seperti orang bodoh, Teme?
Kau kan bisa gunakan
kekuatan matamu untuk
membuat portal sebagai jalan
keluar masuk Konoha. Letakkan saja portalmu di
kota para manusia yang ada
dibawah sana, kan beres. Aku
tidak mau membuka dan
menutup kekkai ini, membuat
kekkai ini membuang banyak sekali chakraku, bahkan aku
harus menggunakan senjutsu
agar kekkai ini bisa
terbentuk" kata Naruto agak
kesal dengan Sasuke. Orang lain yang berada disana
hanya bisa terkikik geli. Ini
benar-benar kejadian yang
sangat langka, Sasuke yang
terkenal jenius dimarahi
bahkan dikatakan bodoh oleh orang idoit seperti Naruto. "Gh, kau membuatku susah
Dobe" balas Sasuke sengit. "Sesekali kan tidak apa-apa
kau sedikit kerepotan. Aku
sudah berkorban banyak tau,
bahkan tubuhku jadi sekarat
seperti ini" jawab Naruto tak
kalah sengit. "Hn. . . " keluar sudah kata
andalan Uchiha terakhir ini,
tanda dia tidak bisa membalas
logika Naruto lagi. Sementara yang lainnya,
Tsunade, Kakashi, Hinata, dan
Sakura merasa sangat lega dan
senang. Melihat dua
penyelamat mereka ketika
perang dahulu bertengkar tidak jelas seperti itu lagi,
membuktikan bahwa
sekarang tidak ada yang perlu
dikhawatirkan. Walaupun
dunia asal mereka sudah tidak
ada, tapi mereka masih memiliki harapan besar akan
masa depan cerah yang telah
menanti mereka. . . . Setelah 2 hari dirumah sakit,
tubuh Naruto sudah pulih
total. Berkat daya tahan
tubuh keturunan Uzumaki
serta keberadaan para biju
membuat Naruto bisa pulih dalam waktu singkat. "Naruto-kun. Kita akan pulang
kerumahku di komplek
kediaman Klan Hyuga. Tou-
sama meminta setidaknya
kita tinggal disana dahulu
sebelum kita memiliki tempat tinggal sendiri" kata Hinata
pada Suaminya. Kamar rumah sakit tempat
Naruto dirawat sudah rapi,
mereka berdua siap untuk
pulang. "Aku setuju saja" kata
Naruto, lalu menatap serius
kearah Hinata yang sudah siap
pulang. Sesaat kemudian
Naruto bicara lagi, "Hinata, ada
sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu. Kau
sekarang adalah istriku, jadi
kau berhak tau semua
tentangku" "Eh?" Hinata jadi bingung, tapi
dengan segera mengangguk.
Naruto berkata dengan wajah
serius, berarti memang ada hal
yang sangat penting yang
ingin Naruto bicarakan. "Saat aku berusaha
menggagalkan rencanamu
mengirimku sendirian ke
tempat lain, ketika muncul
cahaya menyilaukan aku
sekilas melihat penampakan mengerikan saat itu. Aku
tidak tau itu apa, tapi aku
yakin penampakan itu berasal
dari cube yang kita gunakan
untuk memindahkan Konoha" "Apa maksudmu?
Memangnya ada apa Naruto-
kun?" "Sesuatu seperti kegelapan
yang . . . ., Aaakh, aku tidak
bisa menjelaskannya" Naruto
memegang kepalanya seperti
orang pusing, "Lebih baik kau
gunakan cube itu sekarang, kita masuk ketempat
pertama kali kita
menggunakan cube. Mungkin
disana ada petunjuk" kata
Naruto menyarankan. "Baiklah" Hinata lalu
mengeluarkan cube ditelapak
tangannya dan Naruto segera
menangkupkan telapak
tangannya juga kearah cube
itu, membuat mereka tertarik kedalam ruang dimensi
khusus tempat Cube besar
yang sebenarnya berada. "Sekarang bagaimana Naruto-
kun?" tanya Hinata ketika
mereka sudah berada di
dimensi itu. "Eheheee, aku juga tidak tau
Hinata" jawab Naruto
cengegesan. Menunjukkan sisi
bodohnya didepan istri
sendiri. Hinata tidak berkomentar
apa-apa. Dia sudah maklum
kalau suaminya memang
seperti ini. Mengaktifkan
byakugan, lalu menatap cube
besar yang melayang didepannya setelah itu
mengarahkan tangannya pada
cube itu. "Apa yang kau lakukan
Hinata?" tanya Naruto
bingung karena tidak
mengerti apa yang dilakukan
istrinya. Naruto harus
mengakui, Hinata itu cukup pintar dalam banyak hal,
tidak seperti dirinya yang
diakui orang hanya jenius jika
bertarung saja. "Aku sedang menyusun puzle
cube ini seperti terakhir ku
lihat saat kecelakaan yang
kita alami. Mungkin saja saat
kau tidak sengaja mengubah
sedikit susunan cube itu, penampakan yang kau
maksud muncul" Hinata terus mencoba banyak
kemungkinan sususan puzle
sehingga setiap sisi cube terus
menerus membuat relief yang
berbeda setiap susunannya.
Sudah lima menit Hinata mencoba banyak susunan
baru, piece cube itu terus
bergerak sejak Hinata
menggunakan Byakugannya. "Bagaimana Hinata?" tanya
Naruto yang kelihatan sudah
tidak sabar. "Aku masih belum
menemukan apa-apa Naruto-
kun. Masih banyak yang
belum aku ketahui dari benda
ini. Hanya sedikit kunci
susunan puzle yang aku ketahui, mungkin ada ratusan
bahkan ribuan susunan lain
yang memiliki fungsi masing-
masing" jawab Hinata sambil
tetap mengutak-atik cube. Tanpa sengaja, susunan piece
yang kesekian kali dicoba
Hinata menyebabkan cube itu
bergetar, kemudian timbul
berkas cahaya yang turun
kelantai dimensi itu. Lalu berkas cahaya membentuk
sebuah hologram tubuh
seorang gadis mungil
berkacamata dengan rambut
pendek bewarna abu-abu
yang sedikit keunguan. Gadis itu memakai seragam sailor
putih dengan bawahan rok
pendek biru dibalut blazer
coklat. "Si-siapa kau? Kenapa bisa ada
disini?" tanya Naruto yang
tidak mengerti sama sekali. Sedangkan Hinata masih
bersikap tenang, dia yakin
akan mendapatkan sedikit
petunjuk tentang
kekhawatiran yang tadi
dikatakan Naruto dari sosok gadis didepannya sekarang. "Karena kalian yang
mengaktifkan aku, maka aku
akan menjawab semua
pertanyaan kalian.
Perkenalkan aku adalah . . . . . .
. " . . . "Aku masih belum mengerti
apa yang kau inginkan. Kau
tidak memberitahukan
apapun pada kami" kata
seorang pria berambut silver
yang menggunakan masker. "Aku sama dengan Kakashi,
Naruto. Tapi aku akan
mencoba percaya sepenuhnya
dengan apa yang kau
rencanakan. Aku hanya
berpesan agar kau menjaga dirimu baik-baik" sambung
Tsunade ikut menasehati. Tujuh orang sedang berada di
gerbang Konoha. Naruto
mengatakan pada beberapa
temannya dia akan berkelana
mencari sesuatu. Walau dia
tidak mengatakan semuanya dengan jujur, tapi tidak ada
yang bisa melarangnya. Hari
ini sudah seminggu sejak
Naruto keluar dari rumah
sakit. Tubuhnya sudah benar-
benar pulih dan benar-benar fit untuk melakukan
perjalanan jauh. Ada Kakashi, Tsunade, Gaara,
Sasuke, dan Sakura yang
mengantar kepergian Naruto. "Kau tenang saja, Baa-chan.
Aku pasti bisa menjaga diriku
baik-baik" jawab Naruto. "Tapi masih ada yang belum
bisa ku terima Naruto" kata
Sakura serius, "Untuk apa juga
kau mengajak Hinata dalam
perjalananmu yang tidak jelas
itu. Aku mengerti kalau dia sekarang sudah menjadi
istrimu, tapi kau tidak bisa
seenaknya membawa dia.
Aku khawatir kalian
menemui hal berbahaya." "Jangan salahkan Naruto-kun,
Sakura-chan. Aku ikut atas
keinginanku sendiri" sahut
Hinata cepat, dia berdiri tepat
disamping Naruto. Naruto berangkat dengan
pakaian ninja yang biasanya ia
gunakan, celana panjang
berwarna orange dengan kaos
putih yang ditutupi dengan
jaket hitam berlengan panjang. Hinata juga
menggunakan pakaian
misinya yang agak terbuka,
tanpa menggunakan jaketnya
yang kebesaran. (setelan
pakaian ninja Naruto dan Hinata di Movie The Last). "Aku tidak menyalahkan dia,
Hinata. Hanya saja kau selalu
menemui hal mengerikan
setiap bersamanya, sudah
beberapa kali kau hampir mati
karena mecoba melindungi dia dengan tubuhmu sendiri" kata
Sakura pada Hinata. "Kali ini aku akan pastikan hal
seperti itu tidak akan terjadi
lagi, percayalah padaku. Aku
berjanji dengan sungguh-
sungguh" kata Naruto serius
untuk meredakan kekhawatiran sahabat
pinkynya itu. "Baiklah,kalau kau sudah
berjanji seperti itu kurasa aku
bisa mepercayakan Hinata
padamu" jawab Sakura
menanggapi janji yang dibuat
Naruto. "Dobe, selama seminggu ini
aku sudah keluar dari konoha
dan mengamati dunia baru ini.
Aku berkeliling dikota yang
kau maksud dan
mendapatkan informasi penting. Dunia ini kebanyakan
dihuni oleh manusia biasa
yang tidak memiliki kekuatan
seperti yang kau
khawatirkan. Mereka tidak
ada bedanya dengan warga sipil Konoha" kata Sasuke
memberikan informasi yang
mungkin nanti akan berguna
untuk Naruto. "Terus, dimana pentingnya hal
yang kau katakan itu Teme?"
potong Naruto. "Ck, dengarkan aku sampai
selesai dulu, Dobe" Sasuke
kesal karena Naruto yang
selalu duluan mengajak
berdebat. "Ada hal yang tidak
diketahui oleh para manusia itu dikota itu. Selain manusia,
juga hidup makhluk
supranatural yang memiliki
kekuatan yang disebut sihir.
Mungkin tidak jauh berbeda
dengan kita yang menggunakan chakra. Ada
tiga jenis, mereka
menyebutnya sebagai
malaikat, malaikat jatuh, dan
iblis. Setiap kelompok
memiliki pemimpin yang sangat kuat, aku masih belum
tahu seperti apa kekuatan
pemimpin mereka. Tiga
kelompok itu kelihatannya
terlibat pertikaian. Ada juga
benda pusaka yang disebut sacred gear. Aku masih belum
tahu seperti apa benda itu,
tapi yang pasti benda itu
memberikan kekuatan besar
kepada penggunanya" "Oooow, kita tiba bukan
didunia yang damai ya. Haaah"
kata Naruto menanggapi
informasi yang diberikan
Sasuke. "Hn, aku juga melihat adanya
pergerakan mereka disekitar
lokasi kita jatuh kemarin.
Tepat seperti yang kau
perkirakan, ternyata mereka
memang menyadari kedatangan kita didunia ini.
Kurasa kekkai yang kau buat
bisa menyembunyikan kita
dengan baik, tapi aku yakin
kita tidak bisa bersembunyi
selamanya dari mereka. Aku akan melakukan sesuatu jika
hal itu terjadi. Hanya itu
informasi yang kuperoleh
selama seminggu ini" "Yosh, selama aku pergi. Aku
percayakan perlindungan
Konoha padamu Sasuke" "Hn" "Hati-hati dijalan Naruto,
jangan lupa pulang. Aku selalu
menunggu kepulanganmu
disini, karena sekarang
Konoha adalah rumahku" kata
pria berambut merah yang tidak memiliki alis.
Sunagakure sudah tidak ada
lagi, sehingga tidak ada
tempat untuknya pulang
selain Konoha. "Tentu saja Gaara. Kami pasti
pulang." Setelah berpamitan, Naruto
dan Hinata berjalan menjauh
dari gerbang Konoha. Setelah
cukup jauh berjalan dan
mereka berdua tidak terlihat
lagi dari pandangan orang- orang Konoha. Mereka
berhenti sejenak. "Harusnya kau tidak
memaksakan dirimu ikut
denganku, Hinata" "Tidak, Naruto-kun. Kau tidak
bisa melakukan ini sendirian,
kau butuh bantuanku agar
bisa menggunakan cube itu" "Iya-iya, sekarang kita
kemana?" "Sesuai petunjuk yang
diberikan gadis dari cube itu,
kita akan pergi ke tempat
yang telah dia berikan
koordinatnya padaku" Hinata mengeluarkan cube
berukuran kecil ditelapak
tangannya. Kemudian
mengutak-atik susunan cube
itu. Sesaat kemudian, "Koordinat
tujuan kita sudah ditetapkan,
kita berangkat sekarang
Naruto-kun" kata Hinata.
Naruto lalu menangkupkan
telapak tangannya sehingga menutupi cube. Tubuh Naruto dan Hinata
perlahan pecah terurai
menjadi partikel-partikel
cahaya kecil dari kaki, terus
keatas sehingga tubuh
mereka lenyap. Kemudian partikel cahaya itu
menghilang dari pandangan.
Cube yang berbentuk rubik
7x7 itu telah membawa
Naruto dan Hinata dalam
perjalanan yang sangat jauh. . "Keberadaan mereka berdua
benar-benar lenyap sehingga
tidak bisa dirasakan lagi. Jejak
perjalanan mereka juga tidak
ada" kata Sasuke memecah
keheningan. Orang-orang yang mengantar
keberangkatan Naruto masih
belum bubar dari gerbang
Konoha. "Naruto selalu saja
menanggung beban berat, aku
yakin apa yang dilakukannya
pasti ada alasan kuat. Bahkan
sekarang Hinata ikut-ikutan
kelakuan Naruto juga" sahut Sakura tidak habis pikir
dengan yang terjadi sekarang.
Sejak kiamat didunia Shinobi,
pindah dimensi, dan sekarang
tiba ditempat yang penuh
dengan makhluk supranatural berbahaya. Setelah ini, dia
tidak bisa membayangkan
akan ada kejadian seperti apa
lagi yang menimpa mereka. "Kita harus mempercayakan
ini padanya, seperti yang biasa
kita lakukan. Aku yakin
Naruto pasti akan
menyelesaikan misinya"
lanjut Kakashi. "Yah, memang hanya itu kan
yang bisa kita lakukan"
sambung Gaara. "Tidak, ada hal penting yang
harus kita lakukan" kata
Tsunade, "Konoha kekurangan
makanan dan logistik, kita
harus melakukan sesuatu
untuk itu" tambahnya sambil melirik kearah Sasuke. "Hn, . . . . aku mengerti
tugasku Tsunade-sama,
menjadi penjaga portal pintu
keluar masuk Konoha."
sungut Sasuke. Entah kenapa,
sejak kejadian kiamat dia semakin banyak bicara dan
lebih ekspresif. Walau wajah
datarnya masih tidak berubah
sama sekali. Perkataan Sasuke membuat
yang lain tersenyum, "Ya
sudah, kita bubar. Aku masih
ada pekerjaan" kata Kakashi. To be Continued. . . .

Bee Zero
2017-01-18 16:53:25
kapan lanjutanya nihh. . .
happyreadin9
2016-12-29 04:23:45
hebt crtnya pnjang
Bee Zero
2016-12-28 16:23:59
sptinya masih bnyk misteri dlm cube..juga msuh2 yg kuat !!
Jack El Jacqueline
2016-12-28 12:29:42
Kenapa disini yang jadi lola(loading lama) sasuke
Jack El Jacqueline
2016-12-28 12:17:59
Bukankah Gabriel itu adiknya Lucyfer y
Zunuya Rajaf
2016-12-28 11:24:36
panjang sob.. agak pdes baca., apa gara2 gak ada jrak tiap paragraf ya.. ha ha..
Daulay
2016-12-28 10:45:01
Perang melawan para iblis........!!
Rudy Wowor
2016-12-28 10:07:59
Naruto apakah akan mati?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook