VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Akatsuki V Shichibukai - Part 15 (Crossover) (Naruto x One Piece)

2016-12-27 - BluePen > Anime/Manga
224 views | 21 komentar | nilai: 8.67 (3 user)

Author : (c) Oki V Fajr.
-
Crossover : Naruto - One Piece.
-
Disclaimer : (c) Masashi Khishimoto & (c) Eiichiro Oda.
-
Genre : Action, Adventure, Comedy, Martial Arts, Shounen, Super Power.
-
Warning! : Typo, Gaje, dll.
-
Rated : ...

A/N : Karena beberapa Reader meminta adegan pertarungan Tobi yang serius, maka kubuat penggalan adegannya. Singkat sih, tapi Authornya lagi berusaha buat yang lebih panjang. Langsung saja...

<----------Check this out----------->
-

-

Ledakan yang begitu besar tidak terelakkan, gelombang api besar menyebar menerangai gelapnya malam disertai gelombang hembusan angin setelahnya. Hembusan anginnya bahkan sampai ke tempat Angkatan Laut berada.

"Ukh.., ledakan apa itu tadi?".

"Lihat! Disana..!" Seorang Marinir menunjuk kekepulan asap hitam tebal yang membumbung tinggi di atas Pulau.

"Apa yang kalian lakukan?! Cepat habisi makhluk-makhluk ini!", perintah seorang Laksamana sambil menembaki Zetsu Putih yang mencoba menyerangnya dengan senapan.
-
Tidak jauh dari kepulan asap, Deidara hanya terdiam sambil memandangi kepulan asap di depannya dari kejauhan.

"Maaf Tobi...", ucapnya lalu terbang menjauh.
-

-
Ditempat para Shichibukai berada, mereka dibuat panik untuk yang kedua kalinya. Benang-benang yang menjadi pijakan mereka kembali menghilang secara perlahan setelah Doflamingo terkena ledakan besar.

"Pria berkacamata itu sudah dikalahkan dan sebentar lagi kita akan jatuh", ucap Mihawk mulai khawatir.

"Kau bukan pengguna buah iblis, mengapa kau yang begitu khawatir?".
"Aku belum pernah jatuh dari ketinggian seperti ini sebelumnya".
"Hah?".

-

Tidak jauh dari tempat tersebut, Shichibukai Crocodille sedang terlibat pertarungan dengan Konan dari Akatsuki.

"Apa hanya itu kemampuanmu? Menyedihkan sekali...", ujar Crocodille yang terbang dengan sebagian tubuh pasirnya.

Konan hanya diam, tidak ada ekspresi yang terlukis di raut wajahnya. Crocodille mendecih karena wanita dihadapannya tidak menanggapinya.

"Kau masih bersikap tenang ya? Setelah kukeringkan tubuhmu, apakah kau masih bisa menunjukan sikap itu kepadaku?", Crocodille merubah tangan kanannya menjadi pisau pasir lalu melemparnya ke depan.

"Dezato Supada!".

-

Beralih di Pesisir pantai pulau dengan desiran angin laut yang tenang...

Syuuut.. Putaran angin spiral dengan lubang hitam kecil ditengahnya muncul bersamaan dengan Tobi yang perlahan keluar dari lubang kecil itu.

"Hampir saja aku mati, Deidara benar-benar serius ingin membunuhku", ucap Tobi yang ternyata ia masih hidup setelah terkena ledakan besar C3 milik Deidara.

Sluup! Dibelakangnya, Zetsu Putih tiba-tiba muncul dari dalam tanah sambil tertawa kecil.

"Bagaimana dengan Angkatan Laut itu, Zetsu?", tanya Tobi sambil mengamati puluhan Kapal Angkatan Laut jauh didepannya.

"Beberapa dari mereka berhasil ku kalahkan, tapi ada satu orang yang begitu sulit dikalahkan", jawab Zetsu. "Dia adalah pengguna kekkei genkai elemen youton"

"Hmm.. jadi begitu, ternyata ada satu lagi pengguna Youton selain Mizukage ke-5 dan Jinchuriki Yonbi", ujar Tobi. "Biar aku yang akan mengurusnya, lakukan apa yang harus kau lakukan sekarang".
"Ingat! Jangan sampai Deidara tahu, itu pasti akan sangat merepotkan" lanjutnya.

"Aku mengerti" Zetsu merubah tubuhnya menjadi Tobi lalu masuk kembali ke dalam tanah.
-

-
"Hyaah.., majulah makhluk-makhluk rendahan!" Akainu berteriak sembari memukulkan tangan berlapis magma ketubuh para Zetsu.
Akainu melompat ke arah Zetsu yang berlari ke arahnya kemudian ia memberi sebuah pukulan telak diwajah. Tidak sedikit para Zetsu Putih sudah berhasil dia kalahkan, disekitar area itu kini penuh Zetsu Putih telah terkapar dengan luka bakar dibagian-bagian tubuhnya.
"Sialan! Mereka tiada habis-habisnya!".

"Wah.. wah.., Sepertinya kau begitu menikmati pertarunganmu...", ujar Tobi yang entah sejak kapan sudah duduk di sisi pembatas kapal.

"Siapa kau?", tanya Akainu sambil sesekali memukul dan menendang Zetsu yang hendak menyerangnya.

"Perkenalkan namaku Madara, dari Clan Uchiha" Tobi berdiri dan memperkenalkan dirinya. "Aku datang kemari untuk mencoba bernegosiasi denganmu"

"Tch, kau pasti pemimpin mereka" Akainu langsung mengepalkan tangan kanannya, menyiapkan serangan dengan merubah tinjunya menjadi lava murni.

"Matilah kau pembuat onar! Dai Funka..!".

Akainu melempar tinjunya kedepan membiarkan kepalan tangannya meluncur cepat ke arah Pria bertopeng didepanya bagai roket. Namun tentu saja itu terlalu mudah untuk Tobi, dengan Jikkukan Ido serangan itu hanya berhasil menembus tubuhnya tanpa efek yang berarti.

"Tembus?" Akainu terkejut sekaligus betanya-tanya.

"Serangan seperti itu tak akan mampu melukaiku", ucap Tobi yang masih berada pada posisinya. "Jadi apakah kau mau berunding sekarang?".

"Pengguna logia jenis buah iblis apa kau ini, tidak masalah tadi itu hanya serangan biasa sekarang bagaimana jika kulapisi dengan haki" Akainu bersiap kembali. "Bajak Laut rendahan sepertimu harus segera dimusnahkan!!"

"Inugami Guren!".

Akainu menciptakan gelombang magma, berbentuk seperti kepala anjing, dan meluncurkan kembali ke arah Tobi namun kali ini telah ia lapisi dengan Busoshoku Haki.

Seperti yang sebelumnya, serangan itu tidak berpengaruh terhadap Tobi. Dengan Busoshoku Haki atau tidak, semua serangan itu tidak ada apa-apanya bagi Tobi yang mempunyai jutsu dimensi ruang dan Akainu tidak tahu itu.

"Tidak mempan, kemampuan logia macam apa yang dia miliki?", batin Akainu.

"Rupanya kau bukan tipe orang yang mudah diajak berunding ya? Sayang sekali..." Tobi melompat turun dari pembatas kapal. "Baiklah, akan kutunjukan kehebatan-kehebatan dari kekuatan Clan Uchiha kepadamu".

"Tunjukan semua kekuatanmu, setelah itu aku akan membunuhmu ditempat i...".

Deg. Belum sempat Akainu menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba sesuatu terjadi padanya. Tubuhnya tiba-tiba berhenti bergerak setelah sebelumnya dia menatap mata sharingan Tobi disatu lubang topengnya yang seperti menyala dalam kegelapan.

"Jangan terlalu percaya diri dengan kekuatanmu saat ini, karena setelah datang kekuatan lain yang lebih kuat yang bisa kau lakukan hanya meratapi penyesalan itu", ujar Tobi sambil melangkah mendekati Akainu.

"K-Kenapa dengan tubuhku? Apa yang kau lakukkan kepadaku si-sialan!".
"Kau kini terjebak dalam genjutsuku, bagaimana apa kau mau berunding sekarang?".
"A-Apa maumu sebenarnya? Kenapa kalian tiba-tiba datang dan membuat kerusakan?".
"Tujuan kami hanyalah membunuh para Shichibukai lalu pergi dari sini".

"Membunuh Shichibukai?! Jangan membuat lelucon konyol seperti itu kepadaku, setelah aku terlepas dari teknik ini akanku hanguskan seluruh tubuhmu hingga menjadi abu!", teriak Akainu.

"Itu bukanlah lelucon, jika kau ingin bukti keseriusanku akanku tunjukan kepadamu" Tobi lalu menggunakan jurusnya dan berhasil mengeluarkan tubuh Doflamingo melalui sharingan-nya.

"Doflamingo?!!".
"Dua dari ketujuh anggota dari mereka sudah berhasil kami kalahkan, sebaiknya tarik mundur pasukan-pasukanmu atau kalian akan mengalami hal yang sama dengan mereka", ucap Tobi lalu mengeluarkan sebuah kunai dari balik lengan jubahnya.

"Kurang ajar kau!".

"Waktumu hanya tiga detik untuk membuat keputusan".
"Satu..".
"Dua..".
"Ti..".

Sliingng... jrash..!!

Kilatan cahaya kekuning-kuningan melesat cepat ke arah tobi dan berhasil menggores bagian saping topengnya. Cahaya laser yang memanjang dan bersumber dari atas langit, tepat disana seorang tengah melayang dengan tubuh terselimuti cahaya terang.

"Sepertinya Aku datang diwaktu yang tepat, maaf sedikit terlambat Sakazuki".

"Borsalino?! Siapa yang telah menyuruhmu datang kesini hah?!", tanya Akainu geram.

"Kami berdua datang kesini karena perintah dari Gorosei", ucap santai Pria paruh baya sambil melepas kacamatanya lalu mengenakannya kembali, Admiral Kizaru atau Borsalino.

"Tch, kakek-kakek tua itu meragukan kemampuanku", batin Akainu.

"Hampir saja serangannya mengenaiku, dia unggul dalam hal kecepatan sebaiknya sekarang Aku lebih berhati-hati" gumam Tobi. "Tunggu, dia tadi mengatakan kami berdua?".

-

"Sial.. Kita benar-benar akan jatuh!" kata Mihawk yang terjun bebas bersama Hancock dan Kuma.

"Apa tidak ada yang bisa kalian lakukan hah?!", bentak Hancock mencoba mengimbangi tubuhnya. "Dasar laki-laki tak berguna!".

Cluup.. Seseorang mencelupkan telapak tangannya ke dalam air.
"Aisu Eiji..!".

Craaks.. Craaks.. Seketika itu juga air yang menggenangi dataran pulau tiba-tiba mengeras berubah menjadi es. Pembekuannya cepat sekali, membuat anggota Akatsuki harus segera bertindak dengan melompat tinggi-tinggi diudara.
"Menghindar!".

Wuush.. Para Akatsuki berhasil menghindar, begitu juga Kakuzu dan Jinbei yang terpaksa melompat ketika mereka sedang melakukan pertarungan.

Tapt, Tapt, Tapt.. Tiga Shichibukai yang terjatuh akhirnya berhasil mendarat dengan aman saat setelah air ditempat itu telah berubah menjadi dataran es seluruhnya.

"Terima kasih Aokiji" kata Kuma.

"Dengan ini, tugas kalian akan kuambil alih", ucap Pria yang telah membekukan seluruh air dan apapun yang berada didalamnya, Admiral Aokiji atau Kuzan.

"Anggota mereka bertambah satu lagi, sekarang jumlah kita terbalik", ujar Kisame. "Kali ini Pria yang dapat membekukan air".

"Jumlah bukanlah segala-galanya dalam pertarungan, memikirkan taktik dan strategi adalah hal mutlak saat bertarung" ucap Itachi. "Analisaku terhadap mereka sudah selesai, Aku berasumsi bahwa kelemahan mereka semua adalah air".

"Air? Kenapa bisa air?"
"Itu karena raut wajah mereka begitu panik ketika akan berkontak fisik dengan air, dan Pria yang baru datang itu seolah sudah mengerti kelemahan mereka sehingga dia membekukan air ini untuk memberi pijakan pada mereka. Sebelumnya Pria pengendali benang juga melindungi mereka ketika hampir terkena gelombang air", jelas Itachi sambil membayangakan bagaimana peristiwa itu terjadi.

"Analisa yang bagus, Itachi" Kisame meletakkan Samehada kembali punggungnya. "Jika itu memang benar, Aku tahu harus berbuat apa".

"Tunggu Kisame..", cegah Pain. "Aku punya sebuah rencana untuk mengalahkan mereka dalam satu serangan kombinasi".

"Rencana apa itu?".
"Simak rencanaku ini baik-baik...".

~To Be Continued...

A/N : Kali ini hanya segini ceritanya, soalnya Authornya mulai sibuk latihan buat Praktikum.

'C%C' (Critic & Comment) q^_^p

Reza ervinesta
2017-08-13 19:35:45
Lanjut
Rio D.Roy
2016-12-30 17:05:49
Mntap gan, d tunggu kelanjutannya, penasaraann..???
Aruga Hiruya
2016-12-28 17:02:48
Rencana apa yg akan mereka pakai, hanya merekalah yg tahu...
Gouenji Shuuya
2016-12-28 15:13:17

Gouenji Shuuya
2016-12-28 15:10:15

Gouenji Shuuya
2016-12-28 15:10:01

Gouenji Shuuya
2016-12-28 15:09:00

Gouenji Shuuya
2016-12-28 15:08:43

Gouenji Shuuya
2016-12-28 15:08:25

Gouenji Shuuya
2016-12-28 15:07:34

Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook