VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Mencari Jejak Harta Karun Sayonara My Beast Friend

2018-01-06 - Muhammadfauziinjaya
21 views | 1 komentar | nilai: 10 (1 user)

Ajeng, Aji, Ratna, Surya, Dodi dan Dimas dibawa Polisi kerumah Sakit.

"Sungguh Anak-anak yang pemberani. Sayang salah satu diantara mereka ada yang meninggal." ucap Inspektur

"Lapor Inspektur kami telah memberikan kabar kepada keluarga korban." ucap salah satu polisi

Pa Kusumo dan Ibu Anggraeni orangtua Ratna, Pa Darma dan Ibu Romlan Orangtua Dodi, Pa Ahmadvdan Ibu Warlina Orang tua Aji, Pa Budi dan Ibu Romlan Orangtua Dodi, Pa Dodi dan Ibu Shinta Orangtua Surya, Pa Kusuma dan Ibu Irma Orangtua Ajeng.

Mereka bergegas pergi menuju ke Rumahsakit setelah mendapatkan kabar oleh polisi bahwa anak-anak mereka masuk ke rumah sakit.

Ibu Siti menangis karena Anaknya meninggal dunia.

"Oh Anakku, mengapa Kau meninggalkan Ibumu ini nak." ucap Ibu Siti.

"Ini semua salah anakmu Ratna karena dia putraku meninggal!" ucap Ibu Siti.

Pa Kusumo hanya menunduk.

"Bahkan putriku pun turut meninggal Dunia." ucap Pa Kusumo

Kilas balik

Dikamar Ratna Kamar melati no 13

"A..Ayah.." ucap Ratna terbata-bata

Selang infus berada ditangannya. Alat infus menutup di selang hidungnya.

"Ayah jangan menyalahkan Aji..,dalam hal ini semua salahku." ucap Ratna

"Tidak nak!" ucap Pa Kusumo membelai rambut Ratna.

"okh hmm Tolong donorkan mataku untuk Adikku jika aku meninggal" ucap Ratna

"Iya nak" ucap Sang Ibu

"Maafkan Aku Ayah.. Ibu.." ucap Ratna

"Iya nak Ibu dan Ayahmu telah memaafkanmu" ucap Sang Ibu

Pa Kusumo mentalkinkan Ratna

"La Illa ha ilallah" ucap Pa Kusumo

La..Illa.. Ha..Illallah" ucap Ratna menghembuskan nafas terakhirnya.

"Hu..hu..hu..Ratna!" teriak Ibu Anggraeni dalam pelukan Pa Kusumo.

"Sudahlah Ibu Ratna Sudah tenang disisi Tuhan yang maha kuasa, Ikhlaskan saja kepergiannya. Kita do'akan Saja Supaya amal Ibadahnya diterima disisi yang Maha Kuasa." ucap Pa Kusumo.

"Ya pak Saya sudah Ikhlas.. Saya Sudah Ikhlas! Ridho pak Ridho" ucap Ibu Anggraeni sambil berderai Air mata.

Skip 1 Tahun Kemudian

Aji, Ajeng, Dodi dan Surya berada dipemakaman umun Kalibata. Mereka berada di pemakaman Dimas dan Ratna, makan mereka bersebelahan karena lahan ditempat itu hanya cukup untuk dua orang.

"Dimas! Ratna! Beristirahatlah dengan tenang Kalian audah terlebih dahulu Menghadap yang kuasa Aku dan yang lainnya akan segera menyusulmu suatu hari nanti" ucap Aji

"Selamat jalan sahabat sejariku" ucap Dodi yang berada dikursi ronda

"Selamat jalan kekasihku yang tercinta, selamat jalan sahabat sejatiku semoga yang maha kuasa melapqngkan kuburmu dan mengampuni segala dosamu" ucap Ajeng

"Semoga arwah kalian tenang dialam sana" ucap Surya

Mari kita berdo'a untuk Ratna dan Dimas semoga Tuhan yang Maha Esa melapangkan kuburnya. Berdo'a dimulai" ucap Aji memimpin Do'a

Aji dan Ajeng Pergi sementara Surya dan Dodi masih di kuburan Dimas.

Mereka Berpapasan dengan Orang tua Ratna Pa kusumo dan Ibu Anggraeni. Yang akan menuju makam Ratna

"Pa maafkan karena tidak bisa menjaga kepercayaan bapa menolong Ratna." ucap Aji

"Tidak apa nak Aji, ini sudah takdir dari Gusti Agung Ratna sudah tenang disisinya. Kau jangan terbebani dengan hal ini. Maafkanlah dirimu sendiri." ucap Pak Kusumo

" terimakasih pa!"

Di Rumah Pa Kusumo yang bagaikan Istana.

Luas rumah dan kebun seluas 1000 hektar. Kebun pekarangam rumahnya seperti hutan.

"Brak!"

"Aku tidak mau makan" teriak seorang perempuan

"Non jangan begitu makanlah ini nanti Non sakit" ucap pelayan

"Tidak!" teriak perempuan itu

'Kak Ratna bohong kau telah berjanji akan pergi ketaman hiburan saat ulang tahunku yang ke duapuluh' batin Perempuan itu.

"Non makanlah nanti tuan marah padaku" ucap Sang Pelayan

"Tuan! Tuan! Suruh saja tuanmu makan" ucap Perempian itu

"Bahkan Tuanmu tidak pernah memperhatikanku, hanya Kakak Ratna yang telah meninggal " ucap Perempuan itu.

"Ini semua salah Aji, gara-gara dia Kakak Ratna menimggal."

"Lihat Saja Aji Aku akan membuatmu menderita seperti Kau telah membuatku menderita"

"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. Membuatmu tergila-gila karena cintamu padaku setelah itu aku akan mencampakkanmu bagaikan sampah." ucap Wanita itu sambil tertawa

"Hi..hi..hi... Ha.. Ha.. Ha.." tawa diserai airmata menbuat semua pelayan menyikir dari kamar perempuan itu.

Para Pelayan menyangka Nona mereka telah gila karena kehilangan Kakaknya.

TAMAT

Takashi Draylus
2018-01-06 02:28:46
gila kah? atau jadi psikopat?? , tamat!! tapi mungkin nanti ada lanjutan??
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook