VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Magic Phone Chapter 7

2018-01-03 - Newbie Karbitan
37 views | 5 komentar | nilai: 10 (3 user)

Lawliet dan Anna menemukan sebuah Dungeon di tengah hutan. Mendengar suara seseoran minta tolong, mereka pun bergegas masuk ke dalam Dungeon tersebut. Dungeon itu ternyata dihuni kawanan bandit. Mereka selalu menantang siapa saja yg memasuki Dungeon tersebut untuk lomba makan jamur beracun.

Setelah mereka mengalahkan tiga orang Pria. Sekarang giliran Lawliet yg ditantang oleh mereka dan atas desakan Anna, akhirnya Lawliet bersedia menerima tantangan tersebut.

"Bagus, kau cukup berani juga... Kalau begitu kau akan berhadapan dengan rekan kami. Bordon!!!"

"Hahaha... Aku siap kapan saja." Seorang Pria gemuk maju ke depan.

Diatas meja masing-masing terdapat piring besar yg penuh dengan jamur. Mereka harus menghabiskannya secepat mungkin.

"Pertandingannya sederhana saja, kalian harus menghabiskan jamur di piring secepat mungkin. Mereka yg menghabiskan jamur terlebih dahulu, maka dialah pemenangnya."

Lawliet dan Bordon bersiap di depan meja. Lawliet nampak khawatir, setelah melihat ketiga pria itu yg mengalami Diare hebat setelah memakan jamur tersebut. Lawliet menjadi curiga, bahwa mereka telah berbuat curang.

"Kalian tidak berlaku curang, kan? Apa jamur ini semuanya sama?"

"Tentu saja, kami tidak mungkin berbuat curang. Kalau kau masih tidak percaya, kita boleh bertukar piring."

"Tidak perlu..."

"Baiklah kalau begitu... Langsung saja, pertandingan dimulai!!!"

Bordon mulai memakan jamur itu dengan perlahan. Sepertinya dia meremehkan Lawliet dan sengaja memperlambat makannya. Sedangkan Lawliet masih terdiam, dia masih ragu untuk memakannya.

"Jangan khawatir, kau tidak akan keracunan. Makanlah dengan lahap." Anna membisiki Lawliet dan menvoba meyakinkannya.

Lawliet lalu mengambil satu jamur lalu memakannya dengan perlahan.

"!!!" Lawliet tidak menyangka rasa dari jamur ini sangat enak. Lawliet lalu memakannya dengan lahap.

Sementara itu Bordon masih makan secara perlahan. Kawan-kawannya tertawa melihat Lawliet yg makan dengan lahapnya. Anna hanya tersenyum di belakang Lawliet.

"Ini... Enak sekali..."

Lawliet terus memakan jamur itu dengan lahap. Melihat Lawliet yg terus makan dengan lahap, tawa mereka terhenti yg ada hanya keheranan. Seharusnya efek jamur itu sudah bereaksi, namun setelah lama menunggu, tidak ada reaksi apapun dari Lawliet.

"Tidak mungkin..."

"Kenapa racunnya belum bekerja..."

"Racun dari jamur itu sangat kuat, mustahil dia bisa menahannya."

"Hanya Bordon saja yg bisa menahan racun itu, karena dia kebal racun."

"Jangan-jangn dia kebal racun juga!?"

Mereka begitu kaget melihat racun jamur tersebut tidak bereaksi pada Lawliet.

Anna tersenyum melihat kekagetan mereka. Tangan kanannya menempel di punggung Lawliet, dia menggunakan sihirnya untuk menetralisir racun di tubuh Lawliet. Dengan sihirnya racun apapun dapat dengan mudah dinetralisir Anna.

Bordon yg kebal terhadap racun juga terkejut. Ia awalnya meremehkan Lawliet, itulah kenapa dia memperlambat makannya. Ia yakin kalau Lawliet nanti akan menyerah karena keracunan. Bordon tidak menyangka kalau racun jamur itu tidak berefek pada Lawliet. Ia pun kemudian mempercepat makannya.

"Uhuk.. Uhuk..."

Bordon sampai tersedak karena terlalu tergesak-gesak makan. Sementara Lawliet hampir menghabiskan makanannya.

"Tidak mungkin..."

"Kita akan kalah..."

Akhirnya Lawliet berhasil menghabiskan Jamur tersebut. Mereka tak bisa berkata apa-apa lagi. Untuk pertama kalinya mereka kalah.

"Kami telah berhasil memenangkan pertandingan ini. Sesuai kesepakatan, jika kami menang, makan kalian harus memberikan semua yg kalian punya."

Anna menagih janji taruhan mereka.

"Sial..." Pemimpin mereka lalu menyeringai.
"Sayang sekali aku tidak berniat menepati janjiku."

Anna tetap tetap bersikap tenang. Ia sudah tahu kalau ini akan terjadi.

"Tidak apa-apa... Aku hanya perlu memaksa kalian."

"Sepertinya kau punya keberanian juga..."

Lawliet terduduk di tanah. Setelah memakan jamur begitu banyak, ia pun kekenyangan.

"Aku kenyang sekali... Aku jadi ingin tidur. Anna, cepat bereskan mereka. Aku mau tidur dulu..."

"Kalau kau tidur, aku akan meninggalkanmu disini."

Mereka semua bersiap untuk bertarung.

"Kalian tidak bisa mengalahkan kami..."

"Sekumpulan pecundang seperti kalian cukup mudah untuk kusingkirkan..." Anna berkata dengan sombong.

Tiba-tiba suara terdengar diikuti gemuruh.

"Berani sekali kalian memasuki Dungeonku..."

Boomm!!!

Dinding Dungeon hancur, kemudian muncul sosok yg mengerikan. Sosok tengkorak yg menggunakan jubah ungu mewah dan membawa sabit besar.

"Apa itu!?"

"T-tidak mungkin disini ada monster!? Kita sudah memastikannya bahwa Dungeon ini tidak ada monsternya."

"Kita sudah sepuluh tahun menjadikan Dungeon ini markas kita dan selama itu tidak satu pun monster disini."

Sesosok tengkorak tersebut matanya menyala berwarna merah. Ia lalu perlahan melangkah, aura yg begitu dingin menusuk muncul seketika. Mereka semua gemetaran melihat sosok tengkorak itu. Begitu pun Anna dan Lawliet yg juga diam terpaku di tempat.

Sosok tengkorak yg mengerikan tersebut adalah Skleton King. Dengan membawa sebuah sabit besar, ia terlihat seperti Dewa kematian yg siap untuk mencabut nyawa mereka.

"Aku... Bolton... Sang penguasa Dungeon ini. Kalian, manusia berani sekali memasuki wilayah kekuasaanku. Kalian semua akan kubunuh."

Kegelapan muncul di sekelilingnya, lalu perlahan merambat di tanah. Anna segera menggunakan sihir gelembung untuk membungkus mereka berdua. Anna dan Lawliet berada di dalam gelembung yg tengah melayang.

Sementara kawanan bandit itu tertelan oleh kegelapan. Mereka menjerit ketakutan dan tak bisa berbuat apa-apa. Setelah ditelan kegelapan, tubuh mereka menjadi mengering hingga menjadi tulang belulang. Anna dan Lawliet begitu kaget melihat pemandangan itu.

"Mengerikan sekali..." Lawliet pun menjadi merinding.

"Sepertinya makhluk itu adalah Skeleton King, Bos Dungeon ini." Tubuh Anna pun jadi gemetar.

"Dia sangat mengerikan... Kita bukan tandingannya."

"Kita harus kabur dari sini..."

Skeleton King itu menatap kearah mereka. Mata merahnya memancarkan aura yg mengintimidasi mereka.

"Aku tidak akan membiarkan kalian kabur..."

.
.
.

Irwan Syah
2018-01-04 11:20:42
ditunggu chapter berikutnya:)
Bocah Redoks
2018-01-03 21:19:58
Jirr. Masalah baru. Sepertinya tidak akan sempat ke ibukota
Jimmz Uchiha
2018-01-03 19:27:12
Kabur,,,?
Tatsuya
2018-01-03 18:34:58
Bagus cerita nya, di tunggu lanjutannya
Takashi Poin Hunter
2018-01-03 15:13:53
anna agak licik, ya udah baca sih di situs sebelah
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook