VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Liburan Abadi Chapter 2

2018-01-07 - Newbie Karbitan
32 views | 3 komentar | nilai: 10 (1 user)

13 Agustus.

Ran dan teman-temannya berkumpul di pelabuhan. Mereka akan pergi ke pulau pribadi milik keluarga Yumeno. Semuanya telah bersiap dan tinggal menunggu Speed Boat.

Selain mereka berenam ada satu orang tambahan yg juga ikut. Dia adalah Rin, Adiknya Ran. Setelah tahu Kakaknya mau pergi liburan, ia bersikeras ingin ikut. Ran pun terpaksa membawanya.

"Maaf, aku membawanya juga, soalnya dia bersikeras ingin ikut."

"Tidak apa-apa... Aku senang Rin-chan juga ikut."

Speed Boat pun akhirnya datang. Seorang pria paruh baya turun dari Speed Boat dan menyapa mereka semua.

"Lama tidak berjumpa, Kyoko-sama. Apa mereka teman-temanmu?"

"Ya, mereka adalah teman-temanku... Semuanya perkenalkan, dia adalah penjaga Villa, namanya Noberu Hitsuko-san."

"Mari kita berangkat..."

Mereka pun berangkat menaiki Speed Boat. Perjalanan yg mereka tempuh dengan menggunakan Speed Boat memakan waktu satu setengah jam. Akhirnya mereka pun sampai di pulau pribadi milik keluarga Yumeno. Dari jauh mereka sudah dapat Villa besar yg berdiri ditengah-tengah pulau.

Ran tiba-tiba meraskan hal yg aneh. Ia merasa seperti pernah melihat Villa itu.

"Entah kenapa Villa itu terasa tidak asing bagiku." batin Ran,
"Padahal ini baru pertama kalinya aku kesini... Apa ini semacam Deja Vu."

"Wah besar sekali... Apa Villa itu milik Kakak Kyoko?" tanya Rin.

"Villa itu milik keluargaku. Bagaimana, bagus kan? Kita akan menginap disana selama tiga malam."

"Bagus sekali... Aku ingin tinggal disana selamanya."

"Nanti jika Kakak sudah kaya, Kakak akan membelikanmu Villa."

Yuki lalu mencubit pipi Ran.
"Kau mau membelikan Villa? Membelikanku pulsa saja kau pelit."

"Hihihi... Kakak memang pelit, dia saja tidak pernah membelikanku Ice Cream."

Setelah sampai di pulau mereka disambut seorang pelayan.

"Dia adalah pelayan di Villa ini, namanya Kamiya Yuri-san."

"Selamat datang Kyoko-sama.."

Mereka kemudian masuk kedalam Villa. Begitu masuk kedalam, mereka begitu terpukau melihat kemewahan Villa tersebut.

"Villa yg sangat mewah..."

"Saya akan mengantar kalian semua ke kamar masing-masing." Noberu Hitsuko berkata dengan sopan, kemudian dia mengantar ke kamar masing-masing.

Setelah sampai di Villa mereka kemudian makan siang bersama. Setelah selesai makan siang mereka kemudian pergi ke pantai.

Masing-masing mereka sudah memakai pakaian renang. Para gadis asyik bermain air, sementara para pria sedang menikmati berjemur di pantai. Sambil memperhatikan para gadis yg bermain air, bikini yg mereka pakai sudah basah kuyup dan memperlihatkan lekuk tubuh mereka.

Ran kembali mengalami Deja Vu. Ia merasa pernah mengalami ini. Ran seperti dapat menebak apa yg akan dikatakan Itsuki. Dia akan bertanya siapa yg paling seksi.

"Ran, menurutmu siapa diantara mereka yg paling seksi?"

Ternyata tebakan Ran, seolah ini pernah terjadi sebelumnya.

"Tentu saja Yuki..."

"Yuki memang lumayan, Asami juga. Tapi kalau untuk ukuran Kyoko tidak ada yg dapat mengalahkannya."

Dua bola besar milik Kyoko bergoyang naik-turun. Membuat mereka berdua menelan ludah. Ran dengan cepat menggelangkan kepalanya. Ia berusaha menyingkirkan pikiran joroknya.

"Tidak... Aku tidak boleh memikirkan yg bukan-bukan. Lagipula Yuki tetaplah yg paling cantik. Juga bikini warna biru muda yg dia kenakan membuatnya terlihat seksi."

Itsuki sudah tidak tahan lagi dia pun langsung pamit pergi dengan Ran.

"Sepertinya aku harus ke kamar mandi..." Itsuki langsung bergegas pergi.

"Lihat... Mata Kakak mesum!!!" Rin memandang Kakaknya dengan jijik.

"Dia memang mesum..." Yuki tertawa mengejek Ran.
"Ayo Rin-chan, kita main pasir aja yuk..."

Ran mulai menguap, matanya terasa sangat berat. Ia pun mulai tertidur pulas. Para gadis lalu mendekati Ran dan Genji yg sedang tertidur pulas.

"Ayo kita kerjai mereka." Asami tersenyum licik.

Hari pun mulai Sore, Ran terbangun dari tidurnya.

"Sepertinya aku tertidur lama... Jam berapa sekarang." tanya Ran pada Itsuki.

"Jam Lima sore." Itsuki terlihat seperti menahan tawa

"Kenapa kau ini?" Ran tidak sadar jika wajahnya penuh coretan.

Lalu Ran berbalik kearah Genji yg sedang membaca Manga. Wajahnya juga penuh dengan coretan. Genji lalu melirik Ran. Mereka menunjuk kerah wajah masing-masing.

"Wajahnya banyak coretan..." Mereka secara bersamaan berkata dan akhirnya mereka sadar.

Itsuki tidak bisa menahannya lagi dan tertawa lepas.

"Apa!? Siapa yg melakukan ini?"

"Pasti ini perbuatanmu, kan?" Genji menuduh Itsuki melakukannya.

"Bukan aku yg melakukannya. Mereka yg melakukannya." Itsuki menunjuk para gadis. Mereka menertawakan Ran dan Genji lalu kemudian kabur.

"Jangan lari kalian!!!"

Matari perlahan tenggelam, hari pun berganti malam. Langit malam ini begitu cerah, terlihat ratusan hingga ribuan bintang kerlap kerlip di langit. Juga cahaya Bulan pada malam itu begitu terang.

Rin berdiri di dekat jendela menatap langit yg penuh dengan bintang.

"Kak Ran, apa kau percaya kalau kita membuat permintaan saat ada bintang jatuh, maka permintaan itu akan dikabulkan."

"Kakak pernah melakukan itu dan permintaanku sama sekali tidak terkabulkan. Itu cuma bohongan, mana mungkin bintang jatuh dapat mengabulkan permintaanmu."

* * * * * * * *

14 Agustus.

Keesokan harinya cuaca kurang bersahabat. Hujan begitu lebat sejak pagi hingga siang.

"Kapan ya hujannya berhenti? Aku mau main di pantai." Rin terlihat murung.

Kyoko menghampirinya dan mencoba menghiburnya.

"Kau tidak perlu sedih, Rin-chan. Masih ada hari besok, kita akan bermain lagi di pantai besok. Bagaimana kalau sekarang kita bermain kartu?"

Rin, Kyoko, dan Yuki bermain kartu bersama, sementara Genji seperti biasa hanya bermalas-malasan sambil membaca Manga. Lalu Itsuki dan Asami sedang bermain catur.

"Asami, bagaimana kalau kita taruhan?"

"Memang taruhan apa?"

"Siapa yg kalah dia harus buka baju.."

"Tidak mau!!!"

"Apa kau takut?"

"Pokoknya aku tidak mau!!!"

"Bagaimana kalau buka celana?"

"Apalagi buka celana... Aku tidak mau, dasar cabul!!!"

Sementara yg lain sedang bersenang-senang Ran malah tertidur pulas. Ran kemudian bangun karena hendak buang air. Ia lalu bergegas ke toilet.

Saat sampai di depan toilet, Ran langsung membuka pintunya. Tidak disangka jika di dalam ada Yuri, pelayan Villa. Mereka berdua sama-sama kaget. Terutama Yuri yg wajahnya sangat memerah.

"Maaf, aku tidak sengaja!!!"

Ran langsung menutup pintunya sebelum Yuri berteriak.

"Hampir saja... Lagipula salah dia tidak mengunci pintunya."

Ran terus terbayang-bayang kejadian yg tadi.

"Kenapa kau melamun, Ran?" tanya Yuki.

"Dia pasti memikirkan hal jorok." celetuk Kyoko.

"Berisik..."

Hari kedua mereka banyak menghabiskan waktu di dalam Villa karena diluar hujan deras.

Malam harinya Ran kesulitan tidur. Ia pun kemudian memasang headset ditelinga dan mendengarkan musik. Tak terasa ia mulai perlahan mengantuk kemudian tertidur pulas.

Jam telah memasuki pukul Dua belas malam. Sebuah cahay muncul di kamar Ran. Ran terbangun karena cahaya itu, lalu muncullah seorang pria tua berjenggot putih. Hal itu membuat Ran kaget.

"S-siapa kau?"

"Maafkan aku karena telah mengagetkanmu... Perkenalkan, aku adalah Dewa Bumi."

"Dewa?"

"Aku menemuimu karena ingin memberitahumu suatu hal yg buruk terjadi."

"Hal yg buruk? Apa maksudmu?"

"Aliran waktu telah berantakan. Aku tidak tahu apa penyebabnya. Kau pasti merasakannya jug, kan?"

"Tunggu dulu... Aku masih tak mengerti, apa maksudmu aliran waktu berantakan?"

Ran begitu kebingungan, dia sama sekali tak mengerti apa yg dikatakan oleh Dewa itu.

"Kau juga merasakannya, kan? Deja Vu... Bukan hanya kau saja, teman-temanmu juga merasakan hal yg sama denganmu."

"Benar juga, aku merasakannya. Sebenaranya apa yg terjadi?"

"Itu terjadi karena pengulangan waktu, seperti yg kukatakan, aliran waktu telah berantakan. Kalian terus menerus mengulangi waktu."

"Mengulangi waktu?"

"Singkatnya kalian telah mengulangi liburan kalian sebanyak 8524 kali. Waktu di dunia hanya berputar di tanggal 13 sampai 15 Agustus, setelah itu waktu kembali terulang ke 13 Agustus."

Ran begitu syok dan tidak percaya mendengar hal itu.

"Mengulangi liburan? 8524 kali? Ini sulit dipercaya."

"Aku tahu ini sulit dipercaya, namun itulah kenyataannya. Alasan kenapa aku memberitahumu, karena diantara yg lain kau yg paling Religius dan aku percaya kau dapat menghentikan pengulangan ini."

"Menghentikannya? Bagaimana caranya aku melakukannya?"

"Aku juga tidak tahu... Awal perubahan itu berasal dari sini. Aku menduga pelaku yg menyebabkan ini semua ada diantara kalian."

"Maksudmu pelakunya diantara temanku?"

"Itu kemungkinan besarnya. Untuk itu aku memmpercayakan hal ini padamu. Jika ini dibiarkan, maka kalian akan terus mengulangi liburan kalian tanpa kalian sadari. Bukan hanya kalian, seluruh dunia juga akan terus mengulangi waktu."

Ran tak bisa berkata apa-apa lagi. Hal ini sebenarnya sulit dipercaya oleh Ran. Namun, jika hal ini benar, maka Ran dan teman-temannya akan terus mengulangi liburan mereka selamanya.

"Aku berharap kau bisa menghentikan pengulangan ini. Aku sudah mendatangimu ribuan kali, semoga kali ini kau dapat menghentikannya."

"Kau itu Dewa, kan? Kenapa kau tidak bisa menghentikannya."

"Hal ini diluar kemampuanku..."

Ran tidak tahu harus berbuat apa. Bagaimana mungkin salah satu temannya bisa melakukan ini.

"Semoga berhasil..."

Dewa itu kemudian menghilang.

"8524 kali... Artinya kami selalu melakukan hal yg sama selama kurang lebih Tujuh puluh tahun."

Mengulangi liburan tanpa mereka sadari selama Tujuh puluh tahun. Ran tidak membayangkan hal tersebut. Dia harus berpikir keras bagaimana caranya dia menghentikan pengulangan ini.

* * * * * * * *

15 Agustus

Hari adalah hari terakhir mereka liburan di Villa. Besok mereka akan kembali pulang, namun karena terjadinya pengulangan maka besok akan kembali ke 13 Agustus dan terus terulang begitu.

Menurut Dewa, pelaku yg menyebabkan aliran waktu berantakan, kemungkinan besar salah satu temannya. Ran tidak tahu harus berbuat apa. Apa yg harus ia lakukan.

Saat ini mereka sedang bermain Voly di pantai.

"Berjuanglah... Kak Yuki, Kak Asami, Kak Kyoko... Kalahkan para mesum itu..." Rin bersorak di pinggir lapangan menyemangati mereka.

Hari ini begitu cerah, tidak seperti kemarin hujan lebat. Cuaca kadang sulit diprediksi. Meski saat ini sedang Musim Panas, ada kalanya terjadi hujan lebat.

Yuki tiba-tiba melepaskan smash yg begitu kuat hingga menghantam wajah Itsuki. Hidung Itsuki langsung mimisan dan ada bekas berbentuk bola warna merah di wajahnya.

Mereka pun menertawakan Itsuki.

Mereka bermain di pantai hingga sore hari. Pada malamnya mereka menyalakan kembang api. Mereka juga menyalakan api unggun dan sedang membakar Ayam.

Rin tampak senang sekali bermain kembang api bersama yg lain. Sementara itu Genji yg biasanya hanya membaca Manga saja, kali ini ia bermain gitar sambil menyanyi. Walaupun suaranya membuat yg lain sakit perut.

Ran kembali mengalami Deja Vu. Perasaannya juga jadi tak nyaman.

"Lagi-lagi mengalami Deja Vu... Kali ini berbeda dengan Deja Vu biasa. Perasaanku jadi tak enak."

Ran melirik teman-temannya, ia merasa kalau akan terjadi sesuatu.

Ran melirik Asami yg sedang asyik bermain kembang api. Yuki dan Rin sedang melihat pemandangan di langit.

"Lihat Rin-chan... Bulannya sangat indah, juga banyak sekali bintang."

"Wah... Ada bintang jatuh juga.." Rin menunjuk ke langit.

Sementara itu Kyoko sedang sibuk membakar Ayam. Itsuki sedang menggodai Kyoko, lalu ia terganggu dengan nyanyian Genji.

"Hentikan nyanyianmu itu... Bikin perutku sakit saja."

"Sialan kau!!!"

Meski tidak ada yg terjadi apapun. Ran tetap cemas, ia merasa kalau tidak melakukan apapun, makan pengulangan waktu akan terjadi lagi. Namun, apa yg harus ia lakukan.

"Ada apa, Ran? Kenapa kau melamun?" Yuki menghampiri Ran.

"Tidak apa-apa..."

"Kakak pasti sedang memikirkan hal yg jorok." ejek Rin.

Malam itu mereka makan Ayam bakar bersama. Mereka semua dengan lahap memakan Ayam bakar tersebut. Setelah tiga malam menginap di Villa, besok mereka akan kembali pulang.

Pada akhirnya Ran tidak melakukan apapun. Besok mereka akan mengulangi kembali liburan mereka tanpa mereka sadari. Dunia akan terus berputar-putar mengalami pengulangan tanpa henti. Ran tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan hanya bisa pasrah.

Jam sudah menunjukkan pukul Sebelas lewat Lima puluh menit. Sebentar lagi tengah malam. Besok tidak akan ada 16 Agustus melainkan akan mengulangi ke tanggal 13 Agustus.

"Besok kami akan mengulangi liburan kembali... Sampai kapan ini akan berakhir."

Mereka telah mengulangi liburan mereka sebanyak 8524 kali. Bagaimana cara Ran agar dapat menghentikan pengulangan ini? Atau mereka akan selamanya terjebak dalam pengulangan ini.

.
.
.

Takashi Draylus
2018-01-07 11:18:58
wow liburan berulang
Zen Kureno
2018-01-07 10:33:20
Kirain salah baca chapter ternyata 1, 2, 3 awalannya sama semua. Membingungkan
Tatsuya
2018-01-07 07:43:18
Bagaimana caranya agar bisa keluar tu
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook