VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Mencari Jejak harta Karun Nyawa, Hidup, Mati atau Peta Harta Karun

2018-01-02 - Muhammadfauziinjaya
17 views | 4 komentar | nilai: 10 (1 user)

Di gudang bersama Sang penculik

"Bagaimana dengan perempuan itu?" tanya salah satu penculik

Matanya Ratna sudah memutih karena Rasa Sakit dan Derita yang dia alami, penyiksaan fisik dan batin dia rasakan selama beberapa Jam ini.

Dia sekarang hanya tubuh tanpa jiwa. Karena rasa sakit yang teramat sangat. Dia sudah kehilangan kesuciannya sebagai gadis.

Bersama Aji and the genk jam 22.00

Mereka sampai di gudang kosong

Aji bersama Pa Didi, Pa Budi dan Pa Burhan.

Di belakangnya disusul Dimas, Ajeng, Surya dan Dodi.

"Kalian berpencar kepung gudang ini dari 4 sudut mata angin." ucap Aji

"Baik bos." ucap Dodi sedikit menyindir Aji.

"Kalian Kami sudah disini!" teriak Pa Burhan.

"Cepat Kau pergi kedepan, lihat siapa orang yang diluar!" ucap Kepala penculik.

Para perampok didalam berjumlah 13 orang. Mereka berada di pintu utama lima orang, di pintu sebelah barat tiga orang, di pintu sebelah timur dua orang, di pintu sebelah selatan dua orang dan sang bos yang menjaga Ratna.

Tiga penjaga pintu utama pergi keluar untuk melihat siapa yang berteriak.

"Ada apa kau berteriak?" tanya Salah satu penculik.

"Kami dapat membawa uang tebusan, bebaskan Nona kami." ucap Pa Burhan.

"Baiklah, Kau kesini bilang pada bos orang suruhan Pa Kusumo telah datang membawa uang." ucap Salah satu kepada temannya.

Temannya masuk dan melapor kepada Bos.

"Bos Mereka sudah datang." ucap salah satu penculik

"Suruh masuk!" ucap Sang bos.

Satu jam sebelum batas waktu penyerahan uang habis.

"Aji apa kau bisa bela diri." tanya Pa Burhan

"Ya, Aku bida silat" ucap Aji

"Kalau begitu pegang senjata ini." ucap Pa Burhan (revolver kaliber 3 dengan jumlah 6 buah).

"Tapi ini!" ucap Aji dengan tangan bergetar memegang senjata.

"Peganglah senjata itu, jika terjadi sesuatu pada Kami. Tolong lindunglah Nona Ratna apapun yang terjadi." ucap pa Darma
Diberi anggukan oa burhan dan pa didi.

"Tentu Aku akan melindunginya dengan sepenuh jiwa dan ragaku." ucap Aji

Mereka masuk me dalam gudang

"Ini uangnya 500 milyar, bebaskan Nona kami." ucap Pa burhan. Uang tersebut tersimpan dalam 5 koper besar.

"Bawalah Wanita tidak berguna ini jika Kai bisa"

Dor.. Dor.. Dor.. Dor..Tembakan datang dari depan menujuvPa burhan dan kawannya.

Aji bersembunyi terlebih dahulu

Aji keluar dari persembunyian dan menembak

" Dor.. Dor.. Dor.."
satu, dua, tiga orang Penculik roboh

"Dor!"
Peluru menuju Aji. Aji menghindar

Dodi bersama Surya masuk ke pintu timur. Sementara Dimas dan Ajeng menuju pintu barat

"Dor! Dor! Dor!"
Peluru menuju Aji Ajeng melihat itu mendorong Aji.

"Brak!"

Keduanya terjatuh.

Dor.. Dor.. Dor.. Peluru menuju Ajeng, Dimas dan Dodi. Dodi menghidari peluru itu.

"Dor!"
Tetapi satu peluru lagi datang menembus kaki dodi. Dimas yang berada disampingnya Ajeng menghalanginya laju peluru itu Dia memeluk Ajeng peluru itu menembus ulu hati dan perut Dimas

"Dimas!" teriak Ajeng membahana

"Okh! Okh! Okh!"
"Dimas" ucap Dodi yang kesulitan berjalan menuju Dimas dan Ajeng.

"Dodi Jagalah Ajeng untukku" ucap Dimas sambil batuk darah.

"Hey Dimas jangan bercanda Kita sudah berjanji untuk selalu bersama" ucap Ajeng dengan berderai airmata.

"Dapatkah aku bersandar dipangkuanmu." ucap Dimas
Dimas meninggal dipangkuan Ajeng.
"Ajeng Dapatkah kau memapahku" ucap Dodi
"Ya!" jawab Ajeng.

Disaat sedih seperti itu
Dor Dor Dor terdengar suara tembakan. Tiga peluru menuju Ajeng dan Ratna. Dodi melihat itu melindungi Ajeng dengan tubuhnya. Tapi satu peluru masih menuju Ajeng.

"Aji selamatkanlah Ajeng biar Aku mati disini" teriak Ratna

Aji menuju ajeng menahan peluru dengan tubuhnya.

"Kau tidak bicara seperti itu, aku masih ada disini" ucap Surya pada Ratna

Aji dan Surya tertembak. Didepan Ratna tergeletak surya dan di depan Ajeng tergeletak Dodi dan Aji

"Aji! Dodi! Jangan tinggalkan Aku seperti Dimas yang meninggalkanku" teriak Ajeng

"Wiunng!" "wiuungg" "Wiuuunng!"

Suara mobil polisi menuju ke tempat gudang itu.
Para polisi datang dan mengamankan ke tiga belas penculik. Sepuluh penculik masih hidup dan tiga penculik sudah menjadi mayat. Merekapun membawa ke enam pemuda dan pemudi mereka akan dibawa ke rumah sakit terdekat bersama Pa Burhan, Pa Didi dan Pa Darmai. Ketiganya akan dimintai keterangan di kantor kepolisian.

Akhirnya Ratna selamat meskinpun harus dibayar malah dengan meninggalnya Dimas dan tiga temannya sekarat Dodi, Aji dan Surya sedangkan Ajeng mengalami syock berat. Karena orang yang dicintainya meninggalvdi depan matanya langsung.

Bersambung


Bocah Redoks
2018-01-03 22:18:02
Hmm. Di luar ekspektasi
Jimmz Uchiha
2018-01-03 20:56:29
Polisi ny telat
KazutoWalker
2018-01-03 09:08:18
Ksihan
Takashi
2018-01-03 00:58:32
Yosha!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook