VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Shyfa 02

2018-01-12 - Green Bull
12 views | 2 komentar | nilai: 9 (2 user)




"Iya ini Bunda saya." jawab Yusuf.

Entah apa yang terjadi dengan tubuhku aku langsung menyalami dan mencium tangan Bundanya Yusuf.

"Eh, iya Suf ini siapa ya? Temenmu?" tanya Bunda Yusuf sembari tersenyum ke arahku.

"S-sebenarnya.. S-saya." ucapku yang sedikit gerogi terhadap Bunda Yusuf itu.

"Namanya Shyfa Bun pacar Yusuf." jawab Yusuf spontan.

Bagai dentuman halilintar yang menggelegar mendengar pengakuan Yusuf itu, aku memutar wajahku menoleh ke arah Yusuf dengan sedikit melotot tandanya aku tidak suka dengan apa yang dikatakannya barusan.

Di tengah keheningan itu Ibunya Yusuf angkat bicara memecah kebuntuan.

"Maaf nak Shyfa Bunda masih ada keperluan lain jadi Bunda mohon pamit. Eh.. iya kelupaan jam dua sore nanti kalau bisa datang ke Masjid ya nak Shyfa." kata Bunda Yusuf dengan senyuman yang ramah.

"Ada apa Tante?" tanyaku yang tidak tau apa-apa.

"Ada acara pengajian rutin, kalau bisa datang ya nak Shyfa."

"I-iya Tante." jawabku gugup.

"Insya Allah Bun, saya dan Neng Shyfa pasti akan datang itu pun kalau Neng Shyfanya tidak ada halangan." kata Yusuf menutup keraguan Bundanya.

"Baiklah.. Kalau begitu Bunda pergi dulu Assalammu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam." jawab Yusuf sedangkan aku diam saja.

Akhirnya Bunda Yusuf pergi meninggalkan kami berdua sekarang tinggal aku dan Yusuf saja.







"Apa maksud loe b*eng*ek ngaku-ngaku jadi pacar gue, gue nggak sudi ya pacaran sama loe nggak selevel tau nggak!" ucapku kesal.

"Kenapa harus marah sih Neng? Orang bercanda doank kok." jawab Yusuf enteng.

"Gue nggak suka dibuat begitu sama loe ya! Apalagi pakai acara ngaku-ngaku sebagai pacar seperti itu gue sebel banget dengarnya tau." keluh gue kesal.

"Oke-oke saya minta maaf."

Mendengar permintaan maaf Yusuf itu aku hanya diam sembari membuang muka.

"Eh.. Saya baru sadar, kenapa Neng pakai pakaian seperti ini? Jangan-jangan Neng mengikutin Yusuf ya?" tanya Yusuf sembari melihatku dengan mata menyelidik.

Entah hari itu bukan hari keberuntunganku aku hanya terdiam dari pertanyaan Yusuf itu seolah-olah lidahku terkunci dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.

"Ya sudah kalau tidak mau dijawab, oh iya acara pengajiannya sebentar lagi loh ayo kita berangkat Neng." ajak Yusuf sembari tersenyum ke arahku.

"Kaki loe dan kaki gue sama-sama ada, pergi aja loe sendiri sana dan jangan ajak-ajak gue." jawabku ketus.

"I-iya Tante, hehehehe.... sudah janji loh pada Bundaku, setau saya seorang Neng Shyfa tidak pernah ingkar janji."

'Si*l.' batinku mengupat. Aku berhasil dijerat oleh pria bernama Yusuf dengan moto hidupku sendiri, dengan sangat terpaksa aku harus pergi sama Yusuf Si lelaki aneh ini ke Masjid.



Sebelum masuk diarea lingkungan Masjid Yusuf dan aku berhenti di sebuah toko.

Kalau nggak salah nama tokonya "HAWA"

Aku dikasih kain kerudung khimar segi empat berwarna hijau.

"Nih pakailah." kata Yusuf sembari mengulurkan kerudung itu padaku.

"Buat apa sih!?"

"Lihat sekelilingmu Neng." jawab Yusuf.

Awalnya aku hampir ingin menolaknya tapi aku lihat ibu-ibu di jalan pakai jilbab dan baju gamis semua mau tidak mau aku harus memakai kain itu untuk menutupi bagian kepalaku.

Yusuf tersenyum melihatku memakai kain kerudung berwarna hijau tersebut.

"Masya Allah, Neng Shyfa cantik sekali bagaikan Bidadari dari Surga Jannatul Ma'wa."

"Gombal loe ah!" jawabku sembari membuang muka sebenarnya aku malu dipuji Yusuf.

Dengan tutur kata yang sopan ia mempersilakan aku untuk masuk ke lingkungan Masjid itu terlebih dulu.

"Silahkan wahai bidadari surga."





Ini pertama kali dalam hidupku berdiri di depan sebuah Masjid tanpa basa-basi aku pun ikut masuk bersama ibu-ibu jamaah.

Ketika aku sampai pintu Masjid aku nyelonong masuk tanpa berdo'a atau pun berwhudu' maklum aku tidak tau.

Aku mencari tempat untuk duduk yang pasti tempat duduk itu tidak jauh dari Yusuf, mungkin ini namanya keajaiban dari tuhan kami duduk bersebelahan Yusuf duduk dibarisan kaum lelaki dan aku duduk di barisan kaum perempuan kami hanya dibatasai garis untuk jalan keluar Masjid.

Setelah beberapa lama aku duduk acara pun dimulai, aku benar-benar sangat bosan dengan semua yang aku lihat dan aku dengar, acara pembukaannya sungguh membosankan.

Setelah sekian lama akhirnya Pak Ustadz naik untuk berceramah dengan tema "Membangun Pemuda Dan Pemudi Yang Berakhlak."

Aku mulai kepanasan mendengar ceramah Ustadz itu, isi ceramahnya 100% menyindirku dari sisi kehidupan lalu dari segi pakaian, perilaku dan macam-macam rasanya aku mau terbakar amarah dengan semua itu tapi tetapku tahan.

Lama-lama aku jadi sudah tidak tahan lagi dengan semua ceramahnya itu perlahan aku menoleh ke arah Yusuf.







To Be Continued

Tatsuya
2018-01-14 21:04:43
komen apa ya.
Takashi Draylus
2018-01-12 19:51:46
AUAH TERANG 😄
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook