VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Cheat na Kaineko no Okage de Rakuraku Chapter 3

2017-12-31 - Lord Dark
32 views | 3 komentar | nilai: 10 (3 user)

Seperti yang diberitahukan Yuki. Kami pergi ke dungeon hari ini. Tanpa menunggu apa pun lagi, setelah penjelasan dari Torax, kami langsung memasuki area dungeon.



Rombongan dibagi menjadi 2. Laki-laki dan perempuan. Masing-masing rombongan dipimpin seorang ketua sihir seperti Torax. Disertai 4 kesatria sihir. Cukup menyenangkan sih ... Tapi ...



"Haah .... Kalian berdua, lepaskan tanganku. Kalian membuatku susah bergerak."



""Tidak mau.""



Yeah, dua perempuan yang kalian sudah menebak siapa sedang memegang kedua tanganku. Benar-benar mengunci pergerakanku. Bahkan saat kugunakan fungsi baru mata pengamat, jalan lari, aku tak bisa melihat celah untuk kabur setitik pun.



Ya, jalan lari. Kenapa? Tidak ada kemampuan bertarung? Tidak. Aku hanya mengandalkan bela diri yang sempat kupelajari dari Tae-Hyun.



"Ehm ... Ryan, kau sepertinya menikmati keadaanmu sekarang,"ujar Tae-Hyun sambil tersenyum kecut padaku.



"Menikmati kepalamu. Bisa kau lepaskan dua perempuan ini?"



"Bisa, tapi ku tak yakin akan sehat sentosa atau tidak. Minimal ya ... Patah tulang."



"Dasar psikopat."



"Bukankah kau juga?"



Aku hanya tersenyum kecut. Tak seperti biasanya dia bisa membalikkan kata-kataku. Otak otot ini kali ini sedang pintar.



"Yuki, kak Bella. Kumohon, lepaskan sebentar. Aku ingin mengecek sesuatu."



"Nn ...."(Yuki)



"O-Oke ...."(kak Bella)



Mereka melepaskan tanganku. Hufft ... Lega rasanya.



Kuminta mereka untuk kembali ke rombongan perempuan. Mereka tampak ragu, tapi mereka menyetujuinya.



Suasana dingin menyelimuti rombongan laki-laki. Tampaknya mereka menatapku benci selain Tae-Hyun. Anak itu sedang memeriksa jalan di depan.



Sudah beberapa jalan kami lewati. Saat ini kami ada di tanah luas. Torax memimpin di depan. Entah dimana Tae-Hyun sekarang, dia pasti aman.



"Ryan!"



"Ya?"



"Kemari!"



Yang memanggilku tadi adalah Torax. Aku pun segera datang kesana. Dia menunjuk ke arah jurang yang sepertinya tak berujung.



"Ada apa?"



"Kau lihat itu?"



"Gelap, kau tahu."



"Hee~ begitukah?"



T-Tunggu ... Hawa ini?! Hawa-



"Kalau begitu, kau harus melihatnya lebih dekat, sampah."



Sebuah dorongan kuat menghantam punggungku tiba-tiba. Sontak aku pun terdorong ke dalam jurang. Bisa kulihat wajah puas dari para siswa dan Torax.



Dasar munafik! Jahannam! Seharusnya aku tahu ini lebih cepat. Pantas saja suasananya cukup mencekam tadi. Yah ... Kupikir, setelah apa yang kulakukan pada mereka dulu. Cukup adil. Aku merendahkan mereka, mencaci maki, dan melukai mereka, baik fisik maupun hati. Namun, bagaimana dengan Torax?



Brakk!



Tak butuh waktu lama untukku mencapai dasar. Kelihatannya jurang ini tak sedalam penampilannya.



Tulang tangan kiriku patah karena kucoba meringankan efek jatuh dengan tangan kiriku. Aku pun merobek lengan bajuku dan ku perban lenganku.



Berdasarkan buku ensiklopedia dunia ini, luka apapun dapat disembuhkan dengan harta karun selain menggunakan sihir.

Jadi aku harus mencari harta karun. Kuaktifkan fungsi lain dari mata pengamatku. Pencari harta karun.

Beberapa titik kuning mulai menghiasi gua ini. Itu berarti jarak harta karun itu cukup jauh.
(Note : hijau = dekat(0mm-499m), kuning = sedang(500m-900m), merah = jauh(1km+) )

"Huh? Tidak ada yang lebih dekat?"

Kucoba untuk mencari, yah ... Minimal satu saja sudah cukup. Yuki dan kak Bella tidak mengikutiku. Mereka –secara terpaksa– ikut rombongan.

Satu titik hijau mulai terlihat dan itu ada tepat di ....

BAWAHKU?!

"Ini cara mengambilnya gimana?"keluhku.

Graa!!

Suara auman hewan buas terdengar olehku. Aku mendecak kesal lalu segera mencari tempat bersembunyi. Itu ada di balik sebuah bongkahan kristal yang cukup untuk menutupi tubuhku.

Kucoba untuk melihat sekitar. Tch, kudapati seekor kadal (?) raksasa sedang melewati jalur yang kugunakan tadi. Sekitar 7 titik hijau muncul di perut kadal itu.

"Itu kadal makan harta karun?" 1

Fakta aneh. Oke, akan kumasukkan ke dalam otakku. Kuambil pedangku yang dari tadi kusarungkan di punggung.

Pedang berbahan dasar mirthil dan bahan mentah dari seekor naga. Penampilannya cukup elegan. Bilah pedang ini berwarna perak dengan garis-garis emas menghiasinya. Sedangkan gagangnya terbuat dari logam diukir sedimikian rupa agar terlihat indah. Tunggu ... Aku baru sadar, pedang ini untuk bertarung kan? Bukan untuk pameran.

"Horyaaa!!"

Aku pun berlari menuju kadal (?) itu. Suaraku nampaknya terlalu kecil untuk monster yang satu itu. Dia tidak menunjukkan kalau dia mendengarku.

"Bagus. Serangan awal!"

Ku tebaskan pedangku ke kepala monster itu. Luka yang cukup dalam dapat dengan mudah kubuat. Kadal itu mulai menyadari keberadaanku dan mengamuk.

Kondisi tangan kiriku yang buruk menbuatku susah untuk menyeimbangkan diri. Aku hampir saja melepas pedangku.

Aku pun mengambil langkah mundur. Mata pengamatku mulai memberikan jalan untuk menyerang secara otomatis. Sekitar ada tiga pilihan.

1. Melesat ke atas lalu menebas kepalanya.

Kau pikir aku burung?!

2. Berlari zig-zag dengan cepat lalu menebas semua kakinya satu per satu. Setelah itu robek perutnya.

Itu sama sekali tidak mudah!!!

3. Berjalan santai melewati serangan kadal itu lalu membelah kepalanya menjadi dua.

Kau ingin aku mati?! Sangat greget hanya jalan santai!

Kalau masalah melukai dengan pedang ini. Aku setuju. Pedang ini dapat melukai kadal itu dengan mudah jika melihat hasil serangan tadi.

Sebuah pilihan baru muncul. Pilihan baru ini disertai detail dua benda. Aku pun tersenyum puas. Cukup logis.

Dengan segera, aku berlari menuju kristal tempatku bersembunyi tadi. Kadal itu mengejarku, membuat tanah sesekali berguncang.

Kupandang kadal itu dengan tatapan licik. Setelah aku sampai, kutancapkan langsung pedangku ke kristal dengan mana yang mengalir dariku.

Kret! Kret! Krak!

Perlahan kristal itu seperti melahap pedangku. Aku pun langsung melepaskan pedangku dan menjauh. Kadal itu tampak waspada dengan kristal itu. Dia mengumpulkan mana di mulutnya dan membentuknya menjadi bola api. Namun, ia tidak menembakkannya. Kemampuan mata pengamat ini cukup keren juga. Mana yang dikonsumsi sangat sedikit. Bahkan tak sampai 0.1% tiap jamnya. Kucoba memasukkan lebih banyak mana ke dalam mataku sembari menunggu apa yang terjadi dengan kristal itu.

Ceritanya berlanjut di bawah ini

Sebuah suara tiba-tiba saja memasuki kepalaku.

Memasuki tahap lanjutan : menyalin kemampuan

Kesempatan : 1/20% mana

"Menyalin? Huh?"

Kutatap api di mulut kadal itu. Layaknya sebuah senapan, ada lingkaran pengunci target. Parahnya itu sudah mengunci target.

Target : sihir atribut api

Memulai menyalin!

Data-data mengenai sihir api langsung masuk ke dalam kepalaku. Membuat kepalaku sakit bukan main. Aku mulai kehilangan keseimbangan untuk berpijak. Kuputuskan untuk fokus menghilangkan sakit kepala ini.

"U-Ugh ..."

Penyalinan selesai! Sihir atribut api didapatkan!

Rasa sakit itu hilang begitu saja. Kemampuan mata pengamatku dinonaktifkan secara paksa. Kucoba untuk melihat statusku.

<•>

•Mata pengamat (tahap selanjutnya : salin kemampuan)♦Terkunci Sementara♦(12 jam)
•Sihir atribut api ♦tingkat absolut♦
•Adaptasi bahasa

<•>

"Ini tidak adil ..."

Kemampuan mata pengamatku dikunci dan aku mendapatkan sihir atribut api. Tidak adil? Ya, kemampuan mata pengamat memiliki banyak cabang kemampuan. Sedangkan sihir api? Uh .. Kurasa aku tak butuh itu sekarang.

Kristal yang melahap pedangku selesai melakukan prosesnya. Benda itu membesar menjadi sesosok golem kristal dengan inti pedangku.

"Keren ...."

Duaar!!!

Bola api kadal itu mengenai golemku dan meledak. Oy, bisa sabat sedikit tidak?

Tak ada yang terjadi pada golemku. Walau sedikit ada kehancuran, itu langsung meregenerasi dengan cepat.

"Golem, apa kau menunggu perintahku?"

[Ya, tuan.]

Dia bisa bicara juga?

"Oke, kuperintahkan kau kalahkan monster itu dan ambil semua harta karun yang ada di tubuhnya."

[Siap!]

Golem itu langsung melesat. Kenapa aku memerintahkan seperti itu? Kalian ingat, kemampuan mata pengamatku dikunci, aku tak bisa mengetahui dimana letak harta karunnya dan pedang cadanganku sepertinya tak bisa merobek daging monster itu.

Baam! Duar! Duar! Baam! DUARR!

"A-Apa yang terjadi sebenarnya?!"

Golemku tampak mendapatkan kerusakan yang cukup berat, tapi itu langsung meregenerasi dengan cepat. Sedangkan kadal itu mengeluarkan sayap entah dari mana. Tunggu dulu ... Kadal bersayap ....

"N-NAGA?!"

Graaa! BOOM!

Auman kadal-maksudku naga itu dihentikan oleh pukulan telak golemku. Golemku dapat berubah sesuka hati bongkahan kristal itu. Tangan golem itu berubah menjadi tajam, bentuknya seperti bilah pedangku yang ada di intinya.

[Gaya Berpedang Bintang Jatuh : gerakan awal!]

W-What the ...?!

Bagaimana bisa golem itu bergerak sangat fleksibel. Berdasarkan hal yang kutahu, golem bergerak kaku dan lambat. Namun, memiliki damage yang besar. Sumbernya tentunya game.

"Oyy! Golem! Kau dengar aku?"

[Ada apa, tuan?]

"Kalahkan naga itu secepat yang kau bisa!"

[Dengan senang hati]

Golem itu langsung melesat dengan cepat. Bahkan aku hanya bisa melihat after-image yang disebabkan oleh kecepatan dahysat golem itu.

Tiba-tiba saja, golem itu muncul di belakangku sambil membawa beberapa barang aneh yang berkilau.

"Apa yang kau lakukan disini?"

[Tugas saya sudah selesai]

"...."

[Tuan?]

"APAA?! C-CEPAT SEKALI!!" 1

Aku menoleh ke tempat naga itu. Naga itu telah menjadi kepingan daging. Beberapa bekas sayatan mengkristal.

"O-Oke, kerja bagus ...."

[Terimakasih, tuan. Ini, harta karun yang anda minta.]

Dia meletakkan benda-benda aneh berkilau di sampingku. Kumpulan benda itu lebih dari 7 benda.

Sebuah suara tiba-tiba saja memasuki kepalaku (lagi), suara yang sama seperti tadi.

Fungsi observasi selalu aktif meskipun mata pengamat terkunci

<•>
North Star Dragon Greatsword
Grade 2

God Healing Crystal
Grade 1

Unlimited Water Glass
Grade 3

Umbrella Custom Weapon
Grade 6

Greedy Robe
Grade 1

Flame Magic Bow
Grade 4

North Star Dragon Scale x17
-materials-

North Star Dragon Claw x5
-materials-

First Level Elixir x21
-support item- 2

<•>

Katakan nama benda untuk detail lebih lanjut

"Fungsi ... Observasi?" 1

Oke. Cukup adil. Kukira semua fungsi mata pengamat dikunci. Heh, perjalanan baruku sepertinya telah dimulai.
.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Tunggu dulu ... Dimana aku akan meletakkan semua barang ini?"

CATATAN PENULIS : Karna cerita ane kebalik judulnya jadi dibalik aja sekalian juga yang ini,maaf ya.

KazutoWalker
2018-01-01 08:47:19
Mnarik
Takashi Poin Hunter
2017-12-31 21:02:41
bagian saat ryan memikirkan strategi itu mirip persis dgn saat zoro lawan pica!seperti penyebutan rencana dan kerugian nya! apa ini benar??
Takashi Poin Hunter
2017-12-31 20:59:18
hmm, jadi pertamax. oh ya happy new years untuk anda! semoga kedepan nya bisa lebih baik dan cerita nya juga. nah, chap selanjutnya!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook