VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Imagination 5

2017-11-26 - ThE LaSt EnD
70 views | 4 komentar | nilai: 8 (1 user)

Saat aku sadar pertama kali terbangun didunia ini., aku diharuskan melawan monster raksasa serigala empat kepala dan mempunyai tiga ekor naga, Dragon Wolf.

Dengan kekuatan anehku dan bantuan makhluk aneh berwujud sepasang mata dan satu mulut, yang tiba-tiba ada ditelapak tanganku., akhirnya aku mampu mengalahkan moster itu meski aku tidak sadarkan diri setelah pertarungan itu.

Seorang Kakek tua bernama Moe menolongku hingga
aku menyadari jika aku berada disebuah desa. Ia sempat menceritakan sedikit tentang dunia ini, hingga sebuah kejadian membuatnya tidak melanjutkan ceritanya.

Tapi setidaknya aku sedikit mengetahui., jika saat ini aku berada di sebuah desa Verdok milik kekuasaan Benteng Wallwind., salah satu dari lima besar wilayah yang ada di Benua Mounvill.

Ingatanku sempat menghilang sebelumnya. Tapi setelah sadar dari pertarunganku itu, aku mengingat semuanya. Namaku., Geldever Jeilmact Exzel. Dan teman-teman ku didunia aku berasal, biasa memangilku, 'Geje'.

Nb.
# Cerita ini lanjutan dari OS Imagination Game.

*

Aku dan kakek Moe terus berlari menuju sumber suara yang kami dengar. Aku tak habis pikir kenapa orang setua Kakek Moe masih bisa berlari cukup cepat. Setaminanya seperti orang muda saja, terlebih ia berlari sambil menggendong cucunya.

Akhirnya Kami sampai disebuah halaman yang cukup luas, tempat yang sepertinya memang sengaja dibuat untuk mengumpulkan penduduk jika akan ada suatu pemberitahuan atau kepentingan lain.

Kakek Moe tiba-tiba saja sudah hilang dari pandanganku., bukan karena aku tak bisa melihatnya, tapi memang punggung para penduduk sudah terlebih dahulu menutupi pandanganku.
Sebenarnya ingin menerobos kerumunan itu untuk berada diposisi paling depan., tapi mungkin kurang sopan jika pemuda sepertiku ini mendahului dan menerobos mereka yang mana kebanyakan dari mereka adalah orang tua dan anak-anak. Akhirnya terpaksa aku berdiri diposisi paling belakang dari mereka.

Dari Kejauhan terlihat beberapa orang berdiri disebuah tempat seperti sebuah panggung. Kebanyakan mereka memakai armor yang terlihat kuat. Aku menduga mereka mungkin utusan dari kerajaan wilayah ini.

"Hoe, bocah bodoh., rupanya Kau tak mati, ya..!"

"Hn..?"

"Gyaaa....!!"

Sebuah suara tak asing yang berasal dari telapak tanganku tiba-tiba saja mengejutkanku ketika aku mulai fokus dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Hai anak muda.., jangan berisik..!!" ucap seorang kakek didepanku menatap tajam dan mencoba memperingatkanku.

Terlihat pula beberapa orang didepanku juga menatap tajam kearahku sebagai isyarat untuk diam.

"Maaf, Kakek." ucap ku menanggapi yang kemudian aku menjauh dari kerumunan agar mereka tak salah paham dan tak mengetahui jika dilapak tanganku ada monster wajah jelek yang membuatku jengkel beberapa waktu lalu.

.

"Hoe muka jelek..!! kenapa Kau tak hilang saja dari telapak tanganku, hah?" bentakku pada makhluk aneh di telapak tanganku ketika aku sudah jauh dari keramainan.

"Plaakk...!!"

Entah kenapa sebuah tamparan mengenaiku setelah aku mengucapkan kalimat tadi.

"Kenapa Kau menamparku?" bentakku kesal menahan tamparan walau sebenarnya tidaklah sakit.

"Dasar bocah tidak sopan..! beraninya Kau memanggilku dengan sebutan jelek, aku ini adalah dewa, Kau tahu?" ucap makhluk ditelapak tangananku dengan membentak.

"Dewa...!?" pikirku yang tentu saja tidak percaya. Dia lebih tepat disebut monster parasit dari pada dipangil dengan sebutan dewa.

"Plaakk...!"

"Hai, kenapa Kau menamparku lagi?"

"Jangan kira aku tak tahu dengan apa yang Kau pikirkan."

Aku tak habis pikir kenapa makhluk jelek ini bisa disebut dewa. Tapi apapaun makhluk ini itu tidak terlalu penting, yang lebih utama adalah menanyakan segala hal tentang dunia ini dan kenapa aku bisa berada di dunia ini.

"Baiklah jika Kau memang dewa, tentunya Kau tahu tentang semua ini, kan? dunia ini dan diriku ini, bisakah Kau menjelaskan secara masuk akal? bukankah Kau sendiri berjanji untuk menjelaskan apapun yang aku tanyakan jika aku sudah mengalahkan Dragon Wolf? Kau masih ingat, kan tentang hal itu?" ucapku yang penasaran ingin segera mengetahui dunia ini.

"Tentu saja aku ingat bodoh..! Kau kira aku sudah pikun!? aku adalah dewa harapan atau bisa disebut dewa impian yang akan mengabulkan apapun harapan seseorang yang benar-benar yakin dengan impian mereka. Jadi Kau seharusnya lebih sopan kepada dewa sepertiku ini. Apa jangan-jangan bocah sepertimu tak pernah belajar tentang kesopanan?"

"Baiklah, Hmm..., ngomong-ngomong, apa yang ingin Kau tanyakan tadi, hah?"

"Hn..!?"

"Apa-apaan makhluk ini? katanya dewa yang tidak pikun, nyatanya..." Batinku yang cukup terkejut dan kesal dengan ucapannya.

"Bukankah aku sudah menanyakannya tadi?" aku berteriak cukup keras dengan harapan makhluk ini mengerti situasiku.

"Plaakk..!"

Dan lagi-lagi aku mendapat tamparan untuk kesekian kalinya. Rasanya aku ingin memotong tanganku sendiri. Namun pada akhirnya aku mengulang pertanyaanku kembali walau sebelumnya sempat adu mulut dengan dewa parasit itu.

.

"Baiklah, dasar bocah bodoh, akan aku jelaskan tentang dunia ini." ucap makhluk itu dengan suara yang membuat panas telingaku.

Akhirnya dia menceritakan tentang semuanya. Tapi entah kenapa penjelasannya malah membuatku bertambah bingung. Mataku sampai mengatuk dan mulutku menguap beberapa kali mendengar penjelasannya yang sangat panjang.

"Plaakk..!!"

Sesekali tampararan itu kembali menghantam pipiku ketika aku terlihat mulai memejamkan mata.

"Dasar bocah tidak sopan, tidur disaat ada yang menerangkan sesuatu" ucap makhluk itu setelah menamparku. Ucapannya mengingatkanku kepada seorang guru kelasku.

Mungkin hanya sepuluh persen saja penjelasannya yang mampu ditangkap telingaku. Entah aku yang terlalu bodoh atau memang penjelasanya yang menggunakan bahasa tingkat tinggi., membuatku sulit mencerna ucapannya. Terlebih dia menjelaskan dengan kecepatan seperti komentator sepak bola.

"Jadi apa Kau sudah mengerti semuanya?"

"Hmm.., ya.. ya..!" jawabku sambil menganggukkan kepala walau tak memahami semuanya.

"Haah.., sudah ku duga kalau Kau tak akan mengerti semuanya, dasar bocah bodoh."

"he he..," aku hanya tersenyum tak jelas mendengar ucapannya yang memang faktanya adalah benar.

"Ow ia.., lalu bagaimana dengan nasib monster kepala empat itu?" tanyaku lagi padanya.

"Bukankah sudah aku katakan sebelumnya? jika Kau berhasil mengalahkannya maka Dragon Wolf akan menjadi milikmu. Dengan kata lain Kau memiliki skill dan kekuatan yang dimilikinya."

"Eh.., benarkah?" ucapku yang tak percaya.

"Jika tidak percaya., Kau bisa melihat tanda di lengan kirimu."

"Hmm...,"

Aku kemudian melihat seperti yang dikatakannya dan ternyata memang benar. Terdapat sebuah tanda lima segitiga yang saling terhubung dengan garis membentuk lingkaran. Setiap segitiga itu mempunyai warna yang berbeda-beda.

"Eh, apa benar ini lambang monster itu? lalu bagaimana cara membuktikan keku..."

"Hai, Kau yang disana..! apa yang sedang Kau lakukan!??"

Belum selesai aku berpikir tentang lambang itu., tiba-tiba saja sebuah suara mengejutkanku.

Aku kemudian melirik kearah sumber suara..

"Wah, gawat...!" batinku yang panik ketika melihat asal suara itu.


Bocah Redoks
2017-11-27 19:22:36
Dah lama banget yakk
Sqouts Shadows
2017-11-27 09:26:50
Lanjutkan..
ThE LaSt EnD
2017-11-26 21:45:22
Gak jelas.,.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook