VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Gara Gara Tiramisu 16

2018-01-01 - Green Bull
24 views | 4 komentar | nilai: 9.5 (2 user)




Di sebuah taman atau lebih tepatnya Decimonoveno Park itulah nama taman itu.

Tampak Kid menghadap ke arah sebuah bangku.

"Di sini kita pertama kali bertemu." ucap Kid pelan, ia perlahan melangkah mendekat ke arah bangku itu setelah dekat ia pun duduk.

"Kamu tau? Tempat ini tidak berubah semejak kita pertama kali bertemu." gumamnya pelan ia teringat dengan semua kejadian pas ia ketemu dengan Si cewek.

Kid tidak mampu membendung air matanya tampak disela-sela celah matanya mengalir air bening dengan segera ia menutup kedua tangan ke wajahnya menahan kesedihan.

PLUNG..

Cincin milik Kid jatuh dari tangannya dan mendarat ke aspal.

Di tengah kesedihan Kid itu seseorang mendekat ke arahnya dan memungut cincin itu, setelah berhasil ia mengambil cincin tersebut ia pun menoleh ke arah Kid lalu berkata.

"Ya ampun.. baru sedikit tertimpa masalah saja kamu sudah jadi cengeng seperti ini."

Kid yang mendengar itu membalas ucapan orang di depannya tersebut tanpa menoleh.

"Berisik! Terserah aku mau cengeng atau nggak itu urusanku bukan urusanmu dan jangan seolah-olah sok akrab denganku pergi sana!" ucap Kid yang sedikit kesal.

"Hehehe... Sensitif sekali sih kamu, kalau ada masalah cepat selesaikan bukan bersedih seperti ini kamukan cowok, masa' cowok nangis? malu-maluin aja tau." kata orang itu lagi.

Mendengar pernyataan orang di depannya itu telinga Kid sedikit panas.

"Siapa sih kamu jangan sok akrablah denganku."

"Tapi ini semua fakta! Bahwa kamu mewek seperti cewek." kata orang itu lagi.

Kid menurunkan tangannya dan menoleh ke arah sumber suara itu.

Tampak seorang cewek rambut berwarna hijau sembari tersemyum ke arah Kid.

"Siapa kamu? Rasanya kita pernah ketemu entah dimana?" tanya Kid serius.

"Hehehe... Teganya dirimu Honey melupakan aku." kata cewek itu tanpa menjawab pertanyaan Kid.

"Honey? Jangan-jangan kau adalah?" Kid menatap serius cewek dihadapannya itu.

"Apa kamu sudah ingat? Bahwa kita pernah tinggal bersama satu bulan lebih dulu." ucap cewek itu datar.

Tanpa basa basi Kid mendekat ke arah cewek itu dan langsung memeluknya.

GREEP...

"....!!!!?" sontak cewek itu kaget dengan apa yang terjadi padanya.

"Maafkan aku telah mengabaikanmu selama ini, hari ini aku berjanji akan menjagamu dan tidak akan menyinyiakanmu lagi untuk selamanya." tampak Kid menangis dipelukan cewek itu.

"Hehehe.. Segitu seriusnya ya,
baru kali ini aku dapat pelukan penuh perasaan darimu tapi baiklah aku serahkan semua hal terbaik padamu saja Honey." jawabnya.

Kid mendengar jawaban cewek itu melepaskan pelukannya, perlahan tangannya memegang kedua pundak cewek tersebut.

GREP..

Kid menatap mata Si cewek sedangkan Cewek itu membalas tatapan Kid.

Tanpa sepatah kata pun Kid langsung mengecup bibir cewek itu.

CUP..





Mereka berciuman dalam waktu yang sedikit lama melepas rasa ridu di hati mereka.

SET..

Kid menarik bibirnya melepas kecupan dari bibir cewek itu.

GREP..

Kid menggenggam tangan Si cewek dan menyatukan jarinya.

"Aku mau bertanya satu hal boleh?" kata Kid memecah kebuntuan.

"Silahkan Honey." jawabnya mempersilahkan.

"Apa kamu serius mencintaiku?" tanya Kid.

"Uhm.." angguk Si cewek.

GREP..

Kid kembali memeluk Si cewek.

"Terima kasih atas kejujurannya." ucap Kid.

"Sekarang giliran aku yang akan bertanya boleh?" kata Si cewek yang masih berpelukan.

"Silahkan tanya sepuasnya apa yang ingin engkau mau maka aku akan menjawab semuanya." jawab Kid.

"Apa Honey juga merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan?" tanya cewek itu.

"Tentu saja, sekarang yang aku pikirkan adalah. Aku ingin bikin anak denganmu." jawab Kid.

Si cewek melepaskan pelukan Kid darinya, kini matanya menatap serius ke arah mata Kid.

"Maksud Honey apa?"

"Sekarang aku sungguh-sungguh mencintaimu dan aku tidak akan menyinyiakanmu lagi, sekarang jawab aku dengan semua kejujuran darimu. Nur maukah engkau menikah denganku?" tanya Kid serius.

"Uhum.. Aku mau." jawab Nur malu-malu.

Tiba-tiba.

PLOK... PLOK... PLOK... PLOK...

Suara tepukan tangan yang sangat ramai terdengar di sekeliling Kid dan Nur.

".......!!!" tentu saja tepukan tangan yang riuh itu membuat Nur dan Kid kaget. Mereka berdua pun menoleh ke arah sumber suara.

Tampak para pengunjung taman tersenyum gembira sembari bertepuk tangan untuk mereka berdua.

"Suiiit... Suiiit.... Chiee... Romantis sekali mereka berdua, aku jadi iri nih hahahaha...." kata seseorang pengunjung.

"Kau benar." jawab yang lainnya.

WA.. WA..



Suasana di sekeliling mereka riuh ada yang mengucapkan kata-kata selamat atau sebagainya.

Dengan kejadian itu tentu saja membuat Nur malu mereka berdua mengeratkan genggaman tangan mereka dan menerobos kerumunan itu.

"Semuanya!! Beri jalan kepada pasangan pemalu ini." kata seseorang.

"Hahahaha...."

Tentu saja mereka tertawa sembari membuka jalan.





"Haah.. Hah.. Sayang aku sangat malu dengan kejadian ini." ucap Nur terengah-engah sembari berlari kecil.

"Hah.. Hah.. Aku ngak malu malah senang." jawab Kid.



Setelah merasa sedikit jauh mereka pun berhenti.

"Maksudmu?"

"Mereka merestui keputusan kita untuk menikah makanya aku sangat senang." jawab Kid.

"Oh begitu."

"Kalau kita menikah aku inggin punya anak cewek." kata Kid.

"Iihh.... Nggak mau ah! Calon Mamanyakan udah cewek masa' mau cewek lagi, aku pengen anak cowok." ucap Nur.

"Nggak mau! Calon Papanyakan cowok masa' mau cowok lagi, aku pengennya anak cewek."

GREEP..

Nur memeluk Kid dengan manja.

"Iihh... Sayang! Kamu gitu deh sama aku."

"Hehehe..."

"Owh iya kenapa kita nggak berharap untuk mendapatkan anak kembar saja?" jawab Nur.

"Aku setuju." jawab Kid sembari tersenyum.

"Kalau setuju begitu ayo kita siapkan upacara pernikahan kita." ajak Nur.

"Ayo."





Akhirnya mereka berdua setuju ingin punya anak tapi harus melakukan proses upacara pernikahan dulu agar bisa bikin anak. :v

Setelah melalui upacara pernikahan yang sangat meriah mereka dari hari ke hari semakin mesra layaknya pasangan Suami dan Isteri.

Waktu terus berlalu hingga beberapa bulan dan akhirnya Nur hamil.

Dari hari kehari kandungan Nur semakin membesar walau pun begitu cinta dan kasih sayang Kid kepada Nur tidak berubah tetap seperti mereka terakhir bertemu di Decimonoveno Park dulu.

Waktu terus berjalan setelah kandungan Nur cukup bulan ia pun melahirkan anak.

Nur dikaruniai anak kembar dengan jenis kelamin lelaki dan perempuan, tentu saja Kid bahagia dengan itu.

Setelah Nur sudah pulih dan bayi-bayi mereka sehat, Kid dan Nur memutuskan ingin tinggal di rumah Nyonya Mia.

Mereka pun hidup bahagia bersama putra dan putri mereka yang lucu dan imut.



Original Version

The End

Bocah Redoks
2018-01-01 20:57:14
Perasaan si kid belum tahu dech nama asli si cewek
Tatsuya
2018-01-01 10:55:00
Wah sudah tamat,akhir yang bahagia.
KazutoWalker
2018-01-01 10:07:49
Kren
Sqouts Shadows
2018-01-01 09:16:33
Semejak atau semenjak, menyinyiakan atau menyianyiakan, inggin atau ingin, ngak atau nggak, ridu atau rindu, tersemyum atau tersenyum. Ditunggu karya2 lainnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook