VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Pullstar No Fulltime

2017-11-25 - David Jaznufreshmach
65 views | 3 komentar | nilai: 10 (1 user)

Saat itu kedua kesebelasan memasuki lapangan pertandingan, saling bersalam-salaman, saling berfoto setelah itu para pemain mengatur posisinya masing-masing sebelum peluit tanda pertandingan dimulai di bunyikan.

Dia...

Seorang pemain berkelas...

Sang legenda..

Striker legenda dari klub Atalanta Warriors..

"Dengan nengalahkan Georgia Star FC ini, Atalanta Warriors akan mendapatkan tiket menuju kualifikasi Liga dunia.."

"Liga Dunia yang di isi oleh Sparta Legends, Glorius X-Speed, dan TigerMoon808. Klub teratas dengan pemain bintang yang melegenda, aku harus bisa memenangkan pertandingan ini untuk melangkah menuju kualifikasi sebelum menuju ke Liga Dunia.."

Priiitttttt!!!!!!!! Peluit tanda pertandingan dimulai telah dibunyikan.

Lars von NottinghamForest, sang stiker legendaris sudah ancang-ancang untuk melakukan tendangan dari tengah lapangan.

Kaki Lars mengeluarkan aura api,"Sekarang saatnya untuk membuat mimpi menjadi kenyataan!!!"

"Eagle Shootttttt Full Power!!!!!" Lars menendang bola dari tengah lapangan dengan sangat cepat, bola mengeluarkan aura elang api."Wuusshhhg!!!!"

Para pemain Georgia Star FC pun hanya terpelongo melihat tendangan dahsyat milik Lars yang diberi nama Eagle Shoot Full Power.

Goooolll!!!!!!!!

1-0!!!!

Saking dahsyatnya gawang milik Georgia Star FC jebol dan terpental ke arag tribun penonton.

Sang kiper Georgia Star FC langsung gemetaran melihat kejadian tersebut, dan tak bisa berkata apa-apa."W-wow, l-luar biasa.."

Pemain Atalanta Warriors yang lain pun langsung menyambut gol Lars dengan sebuah selebrasi salto.

Karena gol Lars, Atalanta Warriors mendapatkan Ticket menuju kualifikasi Liga dunia. Setelah di undi Atalanta Warriors masuk ke grup C bersama Wolferhampton Jazz, Afc Yukinoshita, Shadow, Hentai Team, Rhyo 1897, dan FC 3Second.

Hasil Undian Grup kualifikasi Liga Dunia...

Grup A
------
1.Zhao Changs FC
2.Adguard Long Porto
3.Windows Z-Berkserk FT
4.Holiday Team
5.Spanyola Hard Team.
6.Galaxy Seven Team.

Grup B
---------
1.Venus Glory
2.Neptunus Glory
3.Saturnus Glory
4.Merkurius Glory
5.Jupiter Glory

Grup C
-----------
1.Wolferhampton Jazz
2.Afc Yukinoshita
3.Atlanta Warriors
4.Shadow
5.Hentai Team
6.Rhyo1897
7.Fc 3Second

Grup D
-------------
1.Imageyoshite Clubs
2.Yunani Force
3.Pororo Fc
4.Romance Warriors
5.Evos Clubs

Lars bersekolah di SMU Shizuku Jepang, walau umurnya masih 18 tahun, dia sudah menjadi sang bintang, walaupun club nya masih berada di liga amatir, tetapi Lars berjanji akan membawa club nya ke Liga Dunia.

Saat Lars berjalan di koridor, semua siswi memandangnya sebagai sang bintang, ya kebanyakan fansnya adalah seorang cewek.

"Cih, terkenal itu tidak enak ternyata, aku selalu merasa di awasi mulu, aku jadi tidak bebas.." gumam Lars resah.

Lars berjalan sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku, ya itu tampak cool. Lars tak melihat di depannya sampai ia menabrak seorang gadis.

Brakkk..

Gadis tersebut jatuh,"A-aduh.."

"M-maaf.." Lars langsung mengulurkan tangannya,"Aku bantu kau berdiri, maaf tadi aku tidak melihatmu.."

Gadis tersebut menggapai tangan Lars, lalu berdiri,"Tak apa, aku cuma sakit sedikit dan sekarang sudah hilang.."

Tiba-tiba cewek-cewek cemburu saat melihat Lars dan gadis tersebut berbicara.

"Akan kubunuh cewek itu.."
"Padahal cewek kelas satu tapi macam-macam.."
"Lars itu punyaku.."

Seketika tatapan cewek tersebut sangat tajam dan tertuju pada Gadis misterius tersebut.

"Siapa namamu?" tanya Lars.

"Namaku Jasmine," ucap Gadis yang diduga namanya adalah Jasmine,"Btw kau sangat terkenal sebagai bintang dari club Atlanta Warriors ya? Walau masih di liga amatir, menurutku kau pantas masuk ke timnas Jepang.."

"Sekarang Atlanta Warrios ikut kualifikasi Liga Dunia, ya berkat gol ku saat melawan Georgia FC, nanti tonton pertandinganku di kualifikasi ya.." ucap Lars.

"Ya, akan kuusahakan, soalnya aku sangat sibuk, apalagi aku harus mengikuti kompetisi yang merepotkan.." ucap Jasmine.

"Kompetisi apa itu?" tanya Lars.

"Itu sih, suatu saat kau pasti akan mengetahuinya sendiri.." ucap Jasmine,"Yasudah aku pergi dulu, aku harus masuk kelas sekarang.."

"Baiklah, jangan lupa lihat pertandinganku nantk sore! Atlanta Warriors vs Fc 3Second!!" teriak Lars.

Dari kejauhan, Jasmine tersenyum sambil melirik ke Lars,"Kau masih belum menyadarinya ya, Lars. Syukurlah.."

"Ya!! Saat yang ditunggu-tunggu!! Kualifikasi Liga Dunia!! Pertandingan antara Atlanta Warriors melawan Fc 3Second!! Akan segera dimulai!!" ucap komentator.

Dari dalam lapangan, Lars sebagai kapten tim sudah bersiap untuk menendang bola saat wasit menyalakan peluit."Ini pertandingan pertama, aku harus mendapatkan 3 point.."

Seorang stiker sama seperti Lars, ia bernama Martins Sun, mencoba untuk memberikan sedikit motivasi kepada Lars,"Kita pasti menang, santai saja. Yang penting kita jangan pernah gegabah dalam mengambil keputusan, kerjasama tim adalah yang paling utama.."

"Baik, Senpai.." ucap Lars, ya umur Martins 20 tahun, jadi Martins lebih tua dari Lars.

Priiiiiittttt!!!!!

Lars langsung mengumpan bola kepada Martins,"Ambil ini, Senpai.."

Martins menerima bola tetapi dihadapannya adalah Davies Edwardson, seorang stiker lincah dari klub Fc 3Second, ia dijuluki sebagai Ular piton..

"Apa kau yakin bisa melewatiku?" tanya Davies dengan senyuman licik.

Martins langsung menorobos melewati Davies,"Cih, inikah orang yang dijuluki ular piton? Seorang sepertiku saja bisa menorobosnya.."

"Cih.." geram Davies.

Martins langsung menggiring bola, melakukan gocekan hebat, melewati satu, dua, tiga, empat pemain....

Tetapi...

Seiryuu melakukan tackle yang bersih untuk mengambil bola dari Martins,"Martins, maaf aku mencuri bolamu.."

"A-apa?!" Martins terkejut.

Seiryuu melihat Davies jauh berada di depan, Seiryuu pun langsung mengumpan lambung kepada Davies,"Terima ini, Davies!!!"

"Kau bagus sekali, Seiryuu!!" Davies menerima bola,"Saatnya si ular piton beraksi!! Huahahaha!!!"

"G-gawat!! Aku harus segera mundur dan segera menghentikannya!!" Lars panik dan langsung berlari mundur ke pertahanan.

Di depan Davies terdapat empat bek yang sedang menghadangnya..

"Davies, kau kira kau bisa melewatiku dengan mudah?" tanya Argus, seorang pemain bek dari Atlanta Warriors.

"Mau kubuktikan? Baiklah!! King Cobra Ilusion!!!" Dengan sangat gesit, Davies melakukan gocekan seperti seorang pro, dia berhasil melewati satu, dua,tiga bahkan empat seorang pemain sekaligus, sekarang ia berhadap-hadapan dengan sang kiper dari Atlanta Warriors.

"King Cobra Shoot!!!!" Davies melakukan shooting keras ke arah gawang Atlanta Warriors."Wuushhhh!!"

"Wall Defence!!!" Ikuo, sang penjaga gawang Atlanta Warrios menciptakan sebuah dinding untuk menahan dahsyatnya tendangan Davies.

Dinding dan bola saling berbenturan hingga terjadilah sebuah ledakan kecil,"Booommm..."

Tak terasa waktu sudah melewati menit 89, tapi kedudukan masih 0-0, sekarang Atlanta Warriors melakukan serangan balik.

Sang kiper, Ikuo. Mengumpan lambung kepada Martins yang sudah berada di pertahanan Fc 3Second.

Martins menerima bola tetapi ia sudah dihadang oleh empat pemain bek Fc 3Second, melihat Lars yang berlarik menerobos kawalan gelandang Fc 3Second, Martins pun langsung memberikan umpan lambung kepada Lars.

"Kalau aku sundul mungkin tidak akan terlihat keren, sebaiknya aku melakukan ini.." ucap Lars. Lars melompat,"Meteor Shoottt!!!" Lars melakukan Salto dan menendang bola dengan sangat keras kearah gawang Buggy, kiper dari Fc 3Second. Bola sampai mengeluarkan api karena tendangan Lars.

Buggy mencoba menahan bola yang hendak masuk ke gawangnya, tetapi tekanan bola terlalu kuat dan panas sampai-sampai ia tak bisa menahannya,"Uakhhhhh!!!!"

Gooooollllllll!!!!!!!!

Skor 1-0, dan gol ini pertanda pertandingan sudah berakhir, gol ini membawa Atlanta Warrios meraih tiga point dan menduduki posisi kedua, karena Afc Yukinoshita berhasil menang melawan Shadow dengan skor 15-0 dan Afc Yukinoshita memuncaki klasemen sementara.

Keesokan harinya, sepulang sekolah Lars pergi ke karaoke bersama Martins dan Ikuo.

Di tempat karaoke.

"Ayo siapa yang mau bernyanyi duluan~ sayang~" ucap Ikuo yang sedang mabuk karena kebanyakan minum bir.

"Hadeh, Ikuo mabuk lagi.." ucap Martins.

Lars membaca sebuah koran, lalu ia menunjukkan sebuah berita kepada Martins,"Martins, lihat ini.."

"Apa?"

"Aurora dari Club Kurama Eleven, berhasil mencetak 20 gol dalam satu laga, ini sebuah rekor.. Hal ini terjadi saat Kurama Eleven melawan Sparta Legends di Liga dunia, padahal Kurama Eleven ialah Club promosi tahun lalu dari liga amatir, tapi Kurama Eleven bisa mengalahkan Sparta Legends dengan skor 21-0. Berkat 20 gol Aurora, salah satu pemain wanita yang berada di Kurama Eleven, apalagi dia juga seorang kapten.." ucap Lars.

"Aurora ya? Aku tidak pernah melihat Liga Dunia, karena tidak pernah disiarkan di televisi jepang," ucap Martins

"Aku penasaran, cewek seperti apa Aurora itu. Sama sepertimu aku juga tidak pernah melihat Liga Dunia karena tidak pernah disiarkan di televisi jepang, aku juga terlalu malas buka live streaming di internet.." ucap Lars.

"Sudahlah, kita harus fokus di pertandingan besok saat melawan Shadow.." ucap Lars.

"Dalam laga itu, kita harus memetik tiga point lagi untuk memuncaki klasemen, target Atlanta Warriors adalah juara grup, karena juara grup otomatis masuk ke liga dunia, kalau runner up harus melewati babak playoff dengan melawan tim terbaik di Liga Dunia.." ucap Martins.

"Kalau kita Runner up, kita tidak akan beruntung 99% bila bertemu tim Kurama Eleven, karena calon tim terbaik di Liga dunia menurut berita koran disini adalah Kurama Eleven, Glorius X-Speed dan Mytich Gods.." ucap Lars.

Pertandingan Antara Atlanta Warriors melawan Shadow akan segera dimulai, para penonton dan suporter sudah tidak sabar mendukung tim mereka masing-masing.

"Lars, kita main santai saja. Jangan gegabah.." ucap Martins.

"Ya, aku takkan gegabah. Apalagi kita punya kiper hebat seperti Ikuo.." ucap Lars.

"Kita tunjukkan serangan kombo kita.." ucap Martins.

"Ya, itulah saat yang kutunggu-tunggu.." ucap Lars.

Priittttt!!!! Bel peluit tanda pertandingan babak pertama sudah dimulai, Lars langsung mengoper ke Martins.

Martins sudah dihadang oleh Nico Takahasi, striker dari tim Shadow.

"Sayang sekali kemarin kau tidak bermain saat melawan Afc Yukinoshita, sampai-sampai tim mu kalah telak.." ucap Martins.

"Aku tidak keberatan, tapi yang kutunggu yaitu saat-saat melawan Atlanta Warriors, aku akan membuat kalian diam tanpa kata.." ucap Nico.

Martins lansung mengoper ke arah Lars, lalu Lars mengoper kembali ke arah Martins, mereka berdua saling oper mengoper satu dua, untuk mengelabuhi lawan..

Sekarang mereka berdua sudah berada di di pertahanan tim Shadow dan sudah berhadap-hadapan dengan kiper Shadow, Chou..

"Satu lawan dua ya? Sangat menarik.." ucap Chou.

"Aku akan menendang bola ini dengan keras loh, kau jangan menyesal ya.." ucap Martins.

"Silahkan.." ucap Chou.

Martins mencungkil bola, lalu menendang dengan kekuatan penuhnya,"Tornado Ball!!!" Martins menendang bola sembari mengeluarkan angin tornado.

"Menarik sekali ya.." Chou mengulurkan telapak tangannya."Telapak Dewa.." Tiba-tiba munculah tekanan udara berbentuk telapak tangan dan langsung menghempaskan bola tersebut ke arah Nico.

"Chou, kau bagus sekali.." Nico mendapatkan bola,"Sekarang saatnya melakukan pergerakan seperti cahaya kilat!!"

"Lighting McSpeed!!!"

Nico menggiring bola dengan kekuatan kilatnya, hingga para pemain Atlanta Warriors tidak melihat pergerakannya..

"Gawat, Nico mendapatkan bola. Sekarang tim kita sedang terdesak, aku harus segera mundur!!" batin Lars dengan sangat panik.

Tiba-tiba.....

Goooolllll!!!!!!!!!!

Bahkan kiper seperti Ikuo pun tak melihat pergerakannya, Dengan kecepatan kilatnya...

"A-apa? Sejak kapan dia?!!" batin Ikuo.

Beberapa saat kemudian...

"Ya, babak kedua sudah berakhir!! Tim Shadow memenangkan pertandingan melawan Atlanta Warriors dengan skor 3-0!!" ucap Komentator.

Keesokan harinya, tepat saat Lars bersekolah. Saat jam istirahat, Lars duduk di atap sekolah sambil menikmati makan siang..

Lars merenung karena kekalahannya kemarin..

"Lama kelamaan aku jadi tidak berguna pada tim, sebaiknya aku mengundurkan diri saja ya dari tim.." ucap Lars sambil menunduk.

"Mengundurkan diri dari tim? Apa kau sudah menyerah?" Tiba-tiba Jasmine datang menghampiri Lars di atap sekolah.

"Kau? Sebaiknya kau diam saja, kau cuma seorang wanita yang tak tahu apapun tentang sepak bola.." ucap Lars dengan nada kesal.

"Kau meremehkanku ya, Lars Senpai?" Jasmine mengeluarkan bola,"Aku akan menendang bola ini, dan kau harus menangkapnya.."

"Seorang wanita sepertimu, apa bisa menendang hah?!" geram Lars.

Gubrakkkk!!! Jasmine menendang bola tepat mengenai kepala Lars hingga terjatuh.

"Uakhh!! Kau!! Baiklah aku akan menangkap bola yang kau tendang! Coba tendang sekali lagi!!" teriak Lars.

"Baiklah.." Jasmine menendang bola.

Tiba-tiba, saat Jasmine menendang bola, Lars merasakan hal yang aneh,"Aura apa ini? Sangat mengerikan.." Lars terdiam.

Lars terkena bola tepat di perutnya hingga terpental,"Ukhhh!!!"

"S-sakit sekali.. Tendanganmu seperti seorang pro saja.." ucap Lars kesakitan.

Jasmine membalikkan badan,"Kau meremehkanku kan? Karena kau belum tahu siapa aku yang sebenarnya.."

"Kau siapa? Kau hanya gadis kelas satu kan!!"

"Aku, Aurora.."

"A-apa?" Lars hanya melongo.

Keesokan harinya, Atlanta Warriors melawan Rhyo 1897, dan sekarang pertandingan sudah melewati menit 75.

9 pemain Atlanta Warriors sudah berada di Zona pertahanan Rhyo 1897.

"Sembilan lawan satu ya? Kalian semua cobalah lesatkan bola tersebut kepadaku.." ucap Max Schaweinhearnetz, dia adalah kiper terhebat.

Silva, gelandang tengah Atlanta Warriors langsung menendang bola ke arah gawang Max."Rasakan ini, Shark Blue!!"

Tiba-tiba tendangan Silva langsung diblok oleh sebuah tangan raksasa dan langsung memantulkannya ke arah Silva hingga terlempar."Uakhhh!!!"

"Satu orang sudah kubereskan..." ucap Max.

"Sialan kau!!" Pemain Atlanta Warrios langsung melakukan tendangan ke arag gawang Max secara bertubi-tubi.

"Uakjhhh!!"
"T-tolong aku!!"
T-tidak!!!"

Sekarang, yang tersisa hanyalah tinggal Lars seorang saja."S-sialan delapan pemain telah dikalahkan dengan satu kiper saja?!! Sialan!!" geram Lars.

"Kenapa? Kau marah? Huahahaha!! Silahkan, keluarkan semua amarahmu!!!" teriak Max.

"Sialan kau!! Rasakan ini, Meteorit Shottt!!!!" Lars menendang bola dengan kekuatan meteor yang berapi-api.

Dan langsung saja munculah sepuluh tangan raksasa yang mengeblok tendangan Lars dan langsung bola tersebut memantul dan menabrak Lars hingga terlempar..

"Uakhhh!!"

"Aku, Aurora.." tiba-tiba Lars ingat dengan kata-kata Jasmine kemarin.

"A-apa benar? Yang dikatakan Jasmine saat itu bukan kebohongan?" pikir Lars.

"Ya, skor sekarang 1-0 untuk kemenangan Rhyo 1897!! Lagi-lagi Atlanta Warriors kehilangan permainannya kembali setelah menelan dua kekalahan beruntun!!" ucap komentator.

Keesokan harinya, Lars kembali bersekolah untuk mengikuti pelajaran seperti biasa, jam pelajaran ia bengong, saat istirahat ia pun bengong sampai-sampai sepulang sekolah ia pun bengong.

"Duh, dua kali kalah, aku harus memenangkan sisa pertandingannya.." ucap Lars sambil melamun.

Tiba-tiba Jasmine lewat di depan Lars, Lars yang memyadari hal itu langsung memegang tangan Jasmine."Tunggu, Jasmine.."

"Ada apa Senpai?" tanya Jasmine.

"Apa benar kau itu Aurora?" tanya balik Lars.

"Iya, itu benar.." ucap Jasmine,"Suaramu pelan-pelan saja, jangan keras-keras nanti semua orang tahu.." ucap Jasmine.

"B-baiklah.."

"Ada perlu apa?" tanya Jasmine.

"Tolong latihlah aku! Walaupun kau masih muda dua tahun dariku, tapi kau sangat hebat.." ucap Lars sambil membungkuk dan memohon.

"Mau menjadi muridku ya? Apa kau bisa melakukan Teknik Ultra Power Shoot?" tanya Jasmine.

"Ultra? Power? Shoot?" Lars memiringkan kepala.

"Itu adalah satu tendangan yang bisa menghasilkan sebuah gol.." ucap Jasmine.

"W-wooowww!!" Mata Lars berbinar-binar.

"Tapi teknik akan menguras tenaga, mungkin kau hanya bisa bertahan satu babak, kalau kau ingin memakai teknik ini kusarankan untuk bermain di babak kedua.." ucap Jasmine.

"Baiklah.."

Keesokan harinya, tepat saat Atlanta Warriors vs Hentai Team.

"Ya, baiklah!! Inilah saat-saat yang ditunggu-tunggu!! Atlanta Warriors vs Hentai Team, apakah Atlanta Warriors bisa kembali dalam kondisi keterpurukannya?!!" teriak komentator.

Baiklah babak pertama akan segera dimulai, semua pemain masih mengatur posisinya masing-masing..

"Lars tidak dimainkan ya? Apalagi Martins juga.." batin Vicky Asperilano."Sepertinya Atlanta Warriors sudah menyerah ya dalam kualifikasi ini?"

Priitttt!!! Babak pertama telah dimulai, Vicky langsung menggiring bola dan mengocek lawan dengam gesit bagaikan ular cobra,

Vicky berhasil melewati satu, dua, tiga, empat wow hingga sembilan pemain, dan sekarang Vicky sudah berada di depan gawang Ikuo.

"Apa maksud dari Lars agar ia ingin bermain di babak kedua?! Cih!" geram Ikuo.

"Snake shoot Duradum!!" Vicky menendang bola ke arah gawang Ikuo dengan sangat keras hingga muncul aura ular Cobra.

"T-tidak!! Gawat!! Tendangannya seperti ilusi!! Gesit seperti ular sepertinya aku tidak bisa menangkapnya?!" Ikuo panik.

Gooooolllllll!!!!!

1-0 untuk Hentai Team.

Beberapa saat, Hentai Tim terus menekan gawang Ikuo secara beruntun akhirnya Atlanta Warriors kebobolan 9 gol lagi, babak pertama keunggulan buat Hentai Tim, 10-0!!

"Cih, kalau gini sih, kemenanganku sudah berada di depan mata.." ucap Vicky dengan nada sombong.

Lima belas menit kemudian, babak kedua telah dimulai, dan sekarang Lars langsung dimasukkan untuk melakukan tendangan mulainya pertandingan.

"Apa kau siap?" tanya Lars.

"Siap menang ya?" ucap Vicky dengan nada sombong.

"Maksudku kau siap menangis.." ejek Lars.

Priiittt!!! Babak kedua telah dimulai,

Lars langsung menendang bola ke arah gawang Hentai Tim, tendangan kilat yang cepat, keras dan spektakuler..

Kiper dari Hentai Team, Marco, hanya bengong dan tak melihat pergerakan bola, gol pertama pun diciptakan oleh Lars.

"A-apa? K-kenapa bisa?!!" keringat Vicky bercucuran,"G-gooll??"

Sekarang Vicky mulai mengoper bola kepada rekannya untuk memulai kembali pertandingan, tetapi dengan cepat Lara merebut bola dan langsung menendang bola ke arah gawang Hentai Tim.

Dan tendangan Lars tersebut membuat Atlanta mencetak dua gol.

Beberapa saat kemudian, babak kedua telah selesai. Atlanta Warriors dengan sangat mengejutkan berhasil mencetak 50 gol di babak kedua.

Sekarang Atlanta Warriors memenangkan pertandingan dengan skor 50-10.

"Osh.. Osh.. Osh.. S-sialan banget si Lars.." gumam Vicky ngos-ngosan.

Semua pemain Hentai Tim tergeletak karena kecapekan.

"Kalian semua, para pemain dari Hentai Team, sangatlah payah.." ucap Lars.

14 jam sebelum pertandingan Atlanta Warriors vs Hentai Tim.

Di sebuah lapangan sepak bola yang sepi, terlihat Jasmine sedang bersama Lars, dan terlihat banyak bola di sekitar mereka.

"Lars, sebelum kau kulatih menggunakan Ultra Power Shoot, aku punya syarat untukmu.." ucap Jasmine.

"Syarat apa?" tanya Lars.

"Syaratnya kau harus jadi pembantuku selama setahun, sampai kau lulus dari sekolah, setuju?" Jasmine membuat kesepakatan.

"P-pembantumu? Cih, masa seorang guru memperlakukan muridnya seperti pembantu sendiri!!" teriak Lars.

"Aku tidak pernah menganggapmu sebagai muridku.." ucap Jasmine.

"L-lalu?! Bagaimana dengan latihannya?!!" tanya Lars.

"Ya, aku akan melatihmu bila kau mau menjadi pembantuku.." ucap Jasmine.

"C-cih, s-sialan kau.. Baiklah!! Aku akan jadi pembantumu.." ucap Lars.

Dan sekarang, saat di kantin sekolah...

"Pembantu Lars, mana makanannya!!?? Aku sudah lapar nih!!" teriak Jasmine.

"W-woi!! Woi!! Tak perlu teriak-teriak juga!!" Lars nampaknya terlihat sangat kesal,"Kepopuleranku di sekolah jadi... Ah sudahlah.."

Melihat Lars yang seperti pembantu, fans-fans ceweknya pun berkoar.

"Lars jadi pembantu cewek kelas satu ya?"
"Dimana harga diri sebagai seorang bintang?"
"Lembek banget si Lars.."

"S-sialan.." Lars pundung.

Sekarang, pertandingan Kualifikasi Liga Dunia antara Afc Yukinoshita versus Atlanta Warriors.

Semua pemain dari dua kesebelasan sudah memasuki lapangan...

"Aries Kabasutki, aku akan waspada terhadapmu.." ucap Lars.

"Kau Lars ya? Aku sangat kagum kau telah mencetak sejarah bagi klub amatiran karena menjadi top skors di kualifikasi ini.." ucap Aries.

"Priiiitttt!!!" bel peluit tanda pertandingan babak pertama telah dimulai.

"Lars, aku sarankan kau berhati-hatilah pada serangan tim kami, karena akan banyak pemainmu yang akan patah kaki..." bisik Aries.

Bobocan rekan Aries, melakukan umpan ke Aries. Aries menggiring bola kedepan, lalu Aries mengumpan bola ke Zico ke area sayap kanan.

Zico menerima bola lalu menggiring bola ke sudut lapangan karena ia dikejar oleh dua pemain bertahan milik Atlanta Warriors.

Zico berhenti lalu mencoba mengelabuhi dua pemain bek Atlanta Warriors.

Martins berlari dengan sangat kencang ke arah Zico dan mencoba merebut bola, tetapi Zico mencungkil bola dan langsung melewati tiga pemain sekaligus.

"A-apa?! S-skillnya diatas rata-rata!!" Martins terkejut.

Zico menggiring bola ke dalam pertahanan Atlanta Warriors, dia sudah dihadang dua pemain, tetapi Zico kembali mengocek bola dan berhasil mengelabuhi dua pemain bek Atlanta Warriors.

Sekarang Zico berhadapan satu lawan satu dengan kiper Atlanta Warriors, Ikuo.

Melihat hal itu, Lars sudah berpikir kacau,"Aku harus segera merebut bola dan akan ku tendang dari jarak jauh, dan gawat Zico membuat formasi Atlanta Warriors menjadi kacau.

"Lars, apa kau belum tahu? Zico adalah pemain yang di transfer dari klub Glorius X-Speed. Dia seperti seorang dewa dribel.." ucap Aries.

Sekarang, saat Zico hendak melakukan tendangan, Ikuo kiper dari Atlanta Warriors dengan sigap melakukan tackel bersih dan langsung menangkap bola...

Lars langsung berlari maju ke pertahanan Afc Yukinoshita, melihat itu Ikuo langsung mengumpan lambung ke arah Lars.

Lars menerima bola, saat ia hendak menendang tendangan Ultra Power Shoot. Tiba-tiba...

"Lars, kau cuma terlalu waspada terhadap Aries sehingga kau tidak waspada terhadapku, maaf aku akan melakukan ini.." ucap Marck Alfarez, seorang bek dari tim Afc Yukinoshita.

"Kau mau melakukan apa?" tanya Lars.

"Tackle No Eyes Run.."

Tiba-tiba Marck menghilang, lalu Lars terjatuh.

Lars pun kesakitan langsung memegang kakinya,"Uaghh!!"

Tiba-tiba Marck muncul dengan sedikit kepulan asap,"Inilah jurus pamungkas yang kuciptakan sendiri.."

"Tamatlah riwayatmu, Lars! Pensiunlah dari dunia sepak bola di usia mudamu ini.." batin Aries.

Wasit tidak menganggap hal itu pelanggaran. Karena wasit tiba melihat tackle Marck dan menganggap Lars hanya melakukan akting.

"Woi wasit!! Itu pelanggaran!! Dia melakukan tackle keras!!" Martins langsung datang ke arah wasit sambil berteriak dengan nada kesal.

"Itu tidak pelanggaran, aku tidak melihat pergerakan kakinya, kalau kau mengganggap itu pelangggaran, apa buktinya? Dia tiba-tiba terjatuh.." ucap wasit.

"Woi!! Kau wasit yang disogok ya?!!!" Martins langsung mencekik wasit.

Dan dengan spontan wasit menendang dan langsung memberikan kartu merah kepada Martins."Keluar lah kau, sampah!"

"Cih! Awas saja kau!! Aku mengutuk kalian semua!!" teriak Martins sembari keluar dari lapangan pertandingan

Lars yang masih kesakitan langsung dibawah ke rumah sakit dengan ambulan karena diduga Lars mendapatkan luka yang serius..

"Sekarang Atlanta Warriors sudah hancur.." ucap Aries sambil tersenyum licik.

Karena tindakan Martins yang egois dan tidak bisa mengontrol emosinya, akhirnya itu pun berdampak pada Atlanta Warriors.

FIFA mengecam keras dan menindak tegas dengan mendiskualifikasi Atlanta Warriors dari Kualifikasi Liga Dunia.

Presiden Atlanta Warriors pun membubarkan Klub Atlanta Warriors dan berencana membeli klub Immortal Kyo Atlantis.

Saat dirumah sakit, akhirnya Lars pun terbangun. Saat terbangun ia sudah melihat Jasmine telah menjenguknya.

"Pembantu Lars sudah bangun ya? Tak kusangka, cuma karena patah tulang, kau sampai pingsan selama tiga hari.." ucap Jasmine.

"T-tiga hari?" tanya Lars dengan nada lemas.

"Apa kau sudah mendapat kabar?" tanya Jasmine.

"Kabar apa?"

"Kabar bahwa klubmu Atlanta Warriors terkena sanksi dan telah dibubarkan.." ucap Jasmine.

"A-apa?!!!" Lars terkejut.

"Tenang saja, kau telah ditawar oleh satu klub baru yang dibentuk tahun ini, nama klubnya adalah Titania FC.." ucap Jasmine.

"Kenapa kau bisa tahu?" tanya Lars.

"Aku mendapat berita itu dari koran harian, dan seminggu lagi aku akan pergi ke Jerman untuk berlatih dengan guruku.." ucap Jasmine.

"Jadi begitu ya, kau akan pergi jauh.."

"Kau mau ikut denganku ke Jerman? Untuk latihan. Buat persiapan Turnament musim depan yaitu turnamen Sakura Champion Cup.." ucap Jasmine

"Baiklah!!!"

"Sekarang mari lihat dulu pertandingan antar Wolferhampton Jazz melawan Afc Yukinoshita, sepertinya Afc Yukinoshita sudah kebobolan sembilan gol.."

Di pertandingan antara Wolferhampton Jazz melawan Afc Yukinoshita..

"Rasakan ini, Full Power Eagle!!!" Aries melakukan tendangan keras ke arah Fernandez Julio, kiper dari Wolferhampton Jazz..

"Defense of Lose.." Julio menepis bola dengan satu jarinya lalu Julio mengeluarkan aura devil,"Attack of Lose!!" Julio menendang bola dan membobol gawang Afc Yukinoshita dalam satu lemparan. Gol tersebut membuat gawang Afc Yukinoshita meledak dan terbakar, dan membuat kedudukan 10-0 dengan kemenangan Wolferhampton Jazz.

"Lihatlah kekuatan Julio itu.." ucap Jasmine

"Sangat over power.." ucap Lars.

"Dia sudah mengaktifkan Ultra Devil.." ucap Jasmine.

"U-ultra Devil? Menepis bola dengan satu jari lalu memantulkannya dan membuat gol hingga gawang lawan meledak dan terbakar, kau harus mengasah skillmu lagi untuk berjaga-jaga kalau kau melawan seseorang seperti dirinya.." ucap Jasmine.

"Baiklah, aku juga harus memulihkan kondisiku agar bisa pergi ke Jerman bersamamu.." ucap Lars.

Seminggu kemudian, Lars dan Jasmine pergi ke Jerman untuk menemui guru Jasmine yang masih dirahasiakan identitasnya..

Next OS : Sakura Champion Cup!!!

T
A
M
A
T


Yukki Amatsu
2017-12-01 16:30:44
Jadi cerita berseri ya.... keren lah....
Bocah Redoks
2017-11-25 20:42:58
Jepang. Jadi ingat Tsubasa
Zen Kureno
2017-11-25 12:31:44
Kaya ngembayangin salah satu anime aja, itu loh anime yang bercerita tantang bola juga.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook