VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Panel Admin - Chapter 16 Padang Rumput

2017-11-11 - NicoRock
59 views | 4 komentar | nilai: 9.67 (3 user)



Ketika Jun keluar dari hutan, sebuah sosok yang menjadi tunggangan Jun membuat Agnes dan Zgard tersentak kaget hampir jatuh dari gerobak.

Rusa putih besar yang anggun dengan tanduk yang bermekaran bunga kecil cantik seolah menggambarkan itu bukan mahluk dari dunia ini, telinga hijau yang membawa ke tenangan hutan membuat ilusi sendiri bagi yang melihatnya. Sementara aura lembut seperti asap yang mengikutinya menjadi irama dalam setiap langkah rusa itu.

"Rusa apa ini? Aku belum pernah melihatnya." Zgard berkata dengan kagum oleh sosok rusa putih indah di depannya.

"Ini cantik sekali, apa kamu yang menundukan rusa ini?" Agnes bertaya dengan kekaguman akan keindahan dari sosok rusa.

"Ini adalah White Eos Deer, kamu bisa memelihara yang kecil ini." Jun menyerahkan Rusa kecil yang masih terlelap dalam pangkuannya kepada Agnes.

Agnes juga menatap sosok rusa kecil dalam pelukan Jun dan gemas karena kelucuan dan kecantikannya.

"White Eos Deer, aku belum pernah mendengar nama hewan ini sebelumnya." Zgard bisa di bilang memiliki wawasan luas tentang hewan-hewan liar di hutan, namun dia tidak tau ada rusa yang begitu cantik di tengah hutan.

"Itu tidak penting, ayo lanjutkan perjalanan sebelum malam tiba kita harus sudah sampai di padang rumput." Jun berkata lalu mengerakan Rusa putihnya berjalan lebih dulu.

"Kamu gila, padang rumput berjarak 2 hari perjalanan, dan kita baru setengah jalan untuk memulai perjalan dari desa." Zgard sudah sering pergi ke kota jadi dia bisa tau jarak antara padang rumput dan desanya.

"Kamu bisa menggunakan kudaku untuk menarik gerobak, jika kamu masih tertinggal maka jangan salahkan kuda ku, karena mungkin saja kamu yang terlalu berat." Ucap Jun berlalu seperti angin meninggalkan asap putih lembut di udara, sisa dari aura Mythical White Eos Deer.

Sementara Agnes hanya memandang rusa kecil di pangkuannya dan membelai lembut membuat rusa kecil menjadi sangat nyaman.

Zgard yang cemburu dengan kuda Jun sebelumnya cepat mengganti penarik gerobaknya dengan kuda hitam kekar milik Jun, lalu ketika Zgard mengerakan tali untuk menjalankan kuda, kuda itu berjalan cepat hingga sulit bagi Zgard melihat jalan di depannya.

"Apa-apaan kuda ini? Sangat tidak masuk akal, dimana Jun mendapatkannya?" Zgard mengerutu kesal karena mengetahui kuda milik Jun ternyata sangat cepat, jika dia harus membandingkan kudanya dengan kuda Jun maka akan terlihat seperti seekor siput.

Dengan cepat Zgard mengemudikan kudanya, gerobak kereta berdecit karena kuda berjalan terlalu cepat namun itu masih bisa di tahan untuk saat ini. Namun seberapa cepat Zgard mencoba mengejar Jun, dia masih tidak bisa menemukan bayangan Jun, hingga di sore hari Zgard benar-benar telah tiba di padang rumput.

Zgard dan Agnes sangat terkejut dengan yang terjadi padanya, ini di luar perkiraan mereka. Waktu yang harusnya mereka tempuh dalam 2 hari ternyata bisa mereka lalui hanya dengan 9 jam saja.
Lalu dengan cepat mereka bisa menemukan sosok Jun yang duduk di atas batu sedang memberi makan Mythical White Eos Deer dengan daun berwarna ungu.

"Apa yang terjadi? Kenapa kita sudah sampai padang rumput paman Zgard?" Agnes bertanya heran karena menurut ayah dan orang desa lainnya, jarak untuk sampai padang rumput adalah 2 hari, tapi sekarang dia bisa sampai di sini hanya dalam waktu satu hari.

"Entah lah, padahal aku mengerakan kuda dengan kecepatan normalnya karena takut jika terlalu cepat gerobak akan rusak, tapi dengan kecepatan normal kuda ini bisa sampai di sini dalam waktu satu hari, bagaimana jika aku memacunya dengan cepat. Mungkin kita sudah sampai kota sekarang." Zgard merinding saat memikirkannya lalu dia memarkir kudanya di dekat Jun yang masih dengan santai memberi makan rumput ungu pada Mythical White Eos.

Setelah mencium aroma rumput ungu, rusa kecil di pangkuan Agnes segera melompat dan berlari ke arah Jun, lalu menggoyangkan ekornya seolah dia meminta bagiannya. Jun santai memberikan beberapa lembar rumput ungu pada rusa kecil dan dengan senang rusa itu memakannya.

"Bagaimana kudamu bisa secepat ini? Apa nama jenis dari kuda ini?" Zgard tidak tahan bertanya pada Jun.

"Itu hanya kuda liar yang aku dapat di hutan, aku tidak tau apa jenisnya." Jun berpaling pada Zgard lalu turun dari batu tempatnya duduk dan menepuk kudanya lalu memberikan rumput ungu pada kuda sebagai bentuk penghargaan untuk kerja kerasnya.

"Rumput ungu apa itu?" Agnes bertanya penasaran karena dia belum pernah melihat rumput ungu itu sebelumnya.

Jun mengambil rumput ungu dari item mallnya sehingga tidak heran Agnes bertanya penasaran, karena memang rumput ini sangat sulit di dapatkan.

"Rumput ini bisa membantu hewan untuk naik level, rumput ini juga memberikan status positif yang sangat bagus untuk hewan petarung dan peliharaan." Ucap Jun menerangkan beberapa kelebihannya, tapi jika dia harus menerangkan lebih banyak malah akan mmbuat Agens dan Zgard tercengang dengan mulut terbuka lebar.

"Dimana kamu mendapatkannya?" Agnes bertanya penasaran.

"Aku kebetulan mendapatkannya tidak sengaja. Apa kita akan bermalam di sini?" Jawab Jun pada Agnes, lalu berpaling pada Zgard bertanya.

"Kita akan membuat tenda di sini, kita juga bisa berlatih di tempat ini, tapi kita akan berjalan untuk menemukan tempat yang aman dan dekat aliran air." Zgard sudah sering datang ke sini jadi dia tau tempat yang bagus untuk mendirikan tenda.

Ketika rombongan Jun melewati padan rumput, banyak orang yang juga berlatih dan berburu hewan atau monster di sekitaran mereka. Beberapa bahkan berparti dalam kelompok 8 sampai 10 orang untuk bertarung dengan monster level 5 sampai 10.

"Wahh.. aku tidak tau kalau padang rumput seramai ini? Oh.. apa itu orang-orang kerajaan? kenapa mereka bisa sampai ke sini?" Agnes terkejut dengan suasana padang rumput yang cukup ramai, dia bisa menemukan satu atau dua kelompok dalam perjalanannya menuju tempat yang sudah Zgard tentukan.

"Orang-orang kerajaan biasa melatih keluarganya disini, dengan puluhan pasukan kerajaan mereka biasanya akan berburu monster tingkat tinggi agar bangsawan kerajaan bisa cepat naik level." Zgard juga sering melihat orang-orang kerajaan berburu di tempat ini.

"Bukankah itu curang, prajurit kerajaan membuat monster itu kelelahan lalu bangsawan yang menerima ganjaran karena membunuh monster tersebut." Dengus Agnes kesal karena berpikir dia juga mungkin cepat naik level jika menggunakan hal yang sama.

"Bukankah kamu juga curang, meminta bantuan Jun dan Stone skill untuk naik level." Zgard berkata sambil mengetuk kening Agnes yang lupa bahwa dia melakukan hal yang sama sebelumnya.

"Itu hanya kebetulan, benarkan Jun, kebetulan." Bantah Agnes yang di samakan dengan bangsawan manja yang menggunakan cara curang untuk naik level.

Sementara itu Jun tidak memperhatikannya dan terus berjalan, tak lama kelompok Jun tiba di dekat sebuah danau kecil yang jernih, air mengalir dengan lembut dan ikan sesekali melompat ke permukaan.

Di sisi lain danau, terdapat tenda besar yang bisa menampung 8 orang, bisa di pastikan mereka adalah pemburu atau petarung yang sedang berlatih di padang rumput ini. Kelompok mereka terdiri dari 3 warior, satu Paladin, satu mage, satu berserker, hunter dan terakhir priest.

Mereka juga baru saja tiba dan masih mendirikan tenda dan menyiapkan peralatan berkemah mereka, sementara Zgard menurunkan barang-barangnya dan menyiapkan tenda kecil yang hanya bisa menampung 2 sampai 3 orang saja.

Agnes merasa terkalahkan karena tenda mereka terlalu kecil namun itu malah membuatnya lebih mudah dan cepat mendirikan tenda, lalu ketika Agnes dan Zgard berniat berlatih mereka mencari sosok Jun yang entah bagaimana dia sedang berburu ikan di dalam danau.

Kelompok 8 orang itu pun menatap Jun dengan aneh, biasanya kebanyakan orang yang datang kesini memiliki sikap siaga penuh karena monster bisa saja menyerang kapan saja, tetapi melihat Jun yang hanya bermodalkan tombak kayu yang ujungnya di buat tajam lalu berburu ikan seolah melihatnya sedang bermain di kolam ikannya sendiri.

"Jun kita akan berburu, kamu ingin ikut atau tinggal." Zgard berteriak keras membuat Jun menoleh ke arahnya.

"Aku serhkan daging kambing dan kelinci pada kalian." Jun membalasnya lalu melompat lagi kedalam danau untuk mengejar ikan.

"Kita tidak berburu binatang, tetapi monster." Gumam Zgard yang hanya bisa di dengar oleh Agnes dan kelompok lain di seberang danau.

"Kalau begitu biarkan saja, lagian dia juga sudah memiliki level yang tinggi." Ucap Agnes dan mengambil busurnya.

Zgard dan Agnes berjalan di sudut lain padang rumput, sementara kelompok 8 orang itu juga berburu tidak jauh dari tempat mereka.

Alien Queen
2017-12-14 10:19:01
Jadi tempat itu tempat populer, banyak orang disana.
Bocah Redoks
2017-11-12 19:46:33
Kok datar abis Yach. Tapi tetap d tunggu sich
Grim Rieper
2017-11-11 14:12:31
ane pikir crita nie gk dilanjutin
Shadexz fahrhezi
2017-11-11 14:05:59
Chapter ini gak ada yg begitu bikin greget.. Lanjut om
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook