VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Panel Admin - Chapter 14 Disegani

2017-11-05 - NicoRock
47 views | 6 komentar | nilai: 10 (2 user)



Di malam hari, api unggun menyala menerangi desa kecil yang masih berantakan akibat pertarungan sebelumnya, namun orang-orang bahagia karena mulai saat ini tidak perlu lagi bertarung atau takut monster menyerang desa mereka.

"Mulai sekarang kita tidak perlu khawatir para monster akan menyerang desa," Ride selaku kepala desa mulai berdiri dan berbicara di depan kerumunan orang, "dengan adanya item penolak, perlahan desa kita bisa berkembang menjadi makmur." Ucapnya membuat semua orang merasa senang sekaligus terpesona.

Ride tidak terlalu mengharapkan item penolak memiliki jangkauan 200 sampai 300 karena dia tau item penolak yang memiliki jangkauan tersebut sangat langka dan sangat mahal harganya, bahkan seorang bangsawan tidak mampu untuk membelinya.

"Namun bukan berarti karena ada item ini kalian menjadi bermalas-malasan," Ride masih berpidato seolah dia ingin mengatakan ayo kita bangkit namun dia harus mengatakan dengan gaya orang dewasa yang rumit untuk mengucapkannya, "kita juga harus berterimakasih berkat Jun desa kita bisa selamat dari serangan monster."

Orang-orang desa mulai bertepuk tangan dan tersenyum kearah Jun yang duduk di sebelah Zgard, sementara Jun hanya melirik ketika namanya di sebut lalu tersenyum canggung pada orang-orang desa.

"Ada tiga hal yang ingin aku umumkan kepada kalian, salah satunya tentu saja tentang item penolak dan kemudian kita akan memeriksa berapa jauh jangkauan yang bisa di jangkau oleh item ini," Ride tersenyum menyuruh orang untuk mengambil Kertas Pemeriksa, "lalu selanjutnya kenaikan Level Agnes yang sekarang sudah ada di tingkat tiga dan memiliki sebuah skill pemanah pertamanya."

Orang-orang mengucapkan selamat kepada Agnes, meskipun Agnes memiliki separuh darah Elf tapi penduduk desa sudah menganggapnya seperti kerabat mereka sendiri.

"Bagaimana kamu bisa naik tingkat secepat itu? Seperti apa skill memanahmu?" Bernard bertanya pada Agnes yang penasaran.
Orang-orang desa yang juga sangat penasaran menatap Agnes dengan telinga yang di tajamkan.

"Ah itu, aku mendapat bantuan dari Jun," Agnes tersipu malu, "Jun memberiku Stone skill dan memberikan salinan skill memanahnya, saat aku mempelajarinya dan menyerapnya tiba-tiba saja aku sudah ada di level tiga." Agnes berucap hingga membuat pandangan orang-orang desa kembali ke arah Jun.

"Bagaimana caramu melakukannya?" Zgard juga penasaran bertanya kepada Jun.

"Mungkin karena Stone skill kualitas bagus." Jun segera menjawab lalu meminum, jus buah di gelasnya.

Zgard pernah mendengar tentang Stone skill kualitas bagus tapi harganya yang mahal membuatnya mengurungkan niatnya, dia mendengar Stone skill kualitas bagus memiliki mana yang bisa membuat orang naik level dengan mudah, tapi siapa sangka itu bisa menaikannya dalam sesaat.

"Bisa tolong tunjukan skill memanahmu pada kami?" Bernard bertanya dengan mata berbinar, meskipun dia level 2 dia belum menciptakan satu skillpun, jadi setelah mendengar Agnes yang seusia nya memiliki sebuah Skill membuatnya sangat bersemangat.

Agnes memalingkan wajah ke arah Jun sementara Jun hanya menggaruk pipinya dan tersenyum kaku.

Tiga buah sasaran disiapkan dan di letakan secara random oleh Bernard, satu di kiri dua di tenggara yang memiliki jarak berbeda. Agnes berdiri diam karena waktu pelepasan adalah sepuluh detik hingga dia hanya focus menyiapkan Mananya(MP) agar skill tidak gagal dan merugikan tubuhnya.

Dan ketika waktu pelepasan sudah terlewati, Agnes dengan cepat meletakan anak panah pada senar dan sebuah cahaya merah api muncul menyembunyikan anak panah.

Orang-orang desa yang melihat langsung kaget dan memfokuskan matanya pada Agnes, dan ketika Agnes melepaskan anak panahnya menuju satu sasaran di tenggara, dua buah panah mulai membelah diri dari panah tunggalnya dan satu mengincar sasaran di kiri.

Di mata penduduk desa, anak panah itu seperti meteor kecil yang bisa berbelok sendiri. mereka sangat kaget mengetahui ada skill unik yang bisa mengunci sasaran mereka sendiri.

-GEEERRRRRUUUUZZZZzz..!!

Dengan suara keras benturan, tiga target langsung terbakar hangus dalam sekejap, wajah semua orang hanya membeku tanpa berkedip, itu benar-benar di luar ekspektasi mereka.

Ride juga hanya berpikir mungkin Agnes hanya akan menembakan panah secara asal atau sesuatu sejenisnya, namun melihat skill milik Agnes yang sangat kuat membuat Ride sedikit cemburu pada putrinya.

Zgard masih dengan wajah terkejutnya berpaling ke arah Jun membuatnya seperti orang bodoh yang terlihat tersedak serangga.

Semua orang hening karena masih terpesona tapi kemudian Bernard berteriak seperti orang kesetanan.

"WOOOOOAAAAHHH..!!, bagaimana cara kamu melakukannya? Cahaya merah apa itu tadi? Itu sangat luar bisa, tolong ajarkan padaku juga."

"Aku juga mendapatkannya dari Jun." Agnes ringan menjawab hingga membuat Bernard cepat berlari ke arah Jun.

"Jun, tidak. Bos Jun tolong ajarkan aku skill yang barusan, aku akan membayarmu dengan uang yang sudah ku kumpulkan." Bernard memohon ke arah Jun.

"Berapa banyak uang yang sudah kamu kumpulkan?" Zgard bertanya kepada Bernard.

"18.000 col."

"Itu tidak cukup, Stone skill kualitas rendah saja harganya sampai puluhan juta." Ucap Zgard menggelengkan kepalanya.

"Tidak mungkin, Bos Zgard pinjami aku uang mu." Bernard terkejut dengan mata terkaca-kaca.

"Bukankah kamu barusan memanggil Jun Bos, yang mana bos mu?" Zgard menggoda Bernard.

"Anda salah paham Bos Zgard, orang - orang yang aku kagumi dan segani akan aku panggil sebagai bos, bukan berarti aku anak buahnya. Dan satu satunya bos ku tentusaja anda." Bernard menjelaskan.

"Lupakan saja, aku juga tidak punya uang sebanyak itu."

"Tidak mungkin.." Bernard berjalan lemas dan sedih, kembali ke tempanya semula.

Ride hanya tersenyum dan kemudian mengangguk pada Agnes menyuruhnya mundur lalu dia mulai meninggikan suaranya kembali.

"Dan hal ketiga yang ingin aku sampaikan adalah, perjalanan yang akan di tempuh untuk menuju kota besok pagi."

"Aku dan Agnes akan pergi ke kota untuk menjual Herbal dan bahan-bahan hasil buruan desa sekaligus mengantar Jun untuk mengurus beberapa hal." Zgard segera berdiri dan menyangkutkan nama Agnes, membuat Agnes kaget sekaligus senang karena dia belum pernah ke kota sebelumnya.

"Jalan menuju kota sangat berbahaya, Zgard memang sudah hebat, dan Jun juga hebat, tapi Agnes baru naik level dia tidak akan bisa bergerak cepat jika hal buruk terjadi." Seorang yang sudah tua bertanya dengan khawatir, orang tua ini adalah orang yang sebelumnya menjabat sebagai kepala desa, tapi karena dia sudah terlalu tua dia menyerahkan posisi itu kepada Ride.

Semua orang desa juga menyetujuinya, jalan dari desa sampai ke kota terdekat membutuhkan waktu 7 hari, bukan hanya itu monster-monster dan bandit sering muncul di jalan membuat desa mereka sering terputus dengan dunia luar.

"Justru karena Jun mau membantu kita, jadi kita bisa pergi ke kota segera," Ride berkata menenangkan suasana, "Jun orang yang memiliki level tinggi yang pernah saya temui selain, kesatria kerajaan dan bangsawan dengan level saat ini 27. Setingkat dengan Marquess Frode Andersen." Ucap Ride membuat orang tersentak kaget.

Ketika Ride dan Zgard mengetahui level Jun pertama kali, mereka memiliki ekspresi yang sama dengan penduduk desa.

Penduduk desa tercengang melihat pemuda di depannya memiliki level yang setingkat dengan seorang Marquess kerajaan, mereka mulai mengangkat tinggi sosok Jun dalam hati mereka seolah seorang keturunan raja datang di desa kecil mereka.

Bernard tercengang dengan mulut terbuka selebar kepalan tangan, dia tidak pernah berpikir Jun memiliki level yang sebegitu tingginya meski mereka di usia yang sama.

Belum selesai orang terkejut dengan Jun, orang yang Ride suruh mengambil Kertas Pemeriksa segera kembali dan meletakan kertas itu di atas Item Penolak lalu dengan cepat kertas itu mulai menuliskan informasi dari item yang di sentuhnya.

[Charm Repellent-kualitas rendah
Syarat penggunaan : -
Penolak : monster lvl 1-50
Daya tahan : 632/663
Debuff monster : pusing, lemas, gelisah, takut, keracunan, dll.
Buff pengguna : +15% demage (siang hari) +20% demage (malam hari)
Jangkauan : 1 Kilo meter
...]

"Oh dewa apa kamu bercanda. Satu kilo meter, kamu ingin menjadikan desa kami menjadi kota kelas satu atau ibu kota kerajaan!" Sesepuh desa berguman dengan suara yang bisa di dengar ke seluruh sudut desa, membuat kaki orang desa lemas dan terjatuh di atas lututnya.

"Stat ini benar-benar di luar akal sehat, bagaimana bisa item penolak, menolak monster lvl 15 ke atas." Seorang juga bergumam, umumnya item penolak hanya bisa mengusir monster level rendah dari level 1 sampai 15.

"Apa-apaan dengan daya tahan ini? 632 tahun. Sebuah item yang harusnya ada di tingkat diamond." Seseorang juga bergumam karena tidak percaya dengan daya tahan yang begitu tingginya.

"Item ini juga memiliki efek debuff untuk monster, ditambah mereka memiliki lebih dari satu atribut, apa aku sudah menjadi gila?"

"Item ini memberikan poin tambahan untuk serangan di sing dan malam hari, aku pasti sedang bermimpi?"

Semua yang mereka ucapkan adalah hal yang memang tidak mungkin terjadi di dunia ini, tapi sekarang mereka melihat item yang sangat suci dan legendaries ada di depan mereka, seolah langit menjatuhkan salah satu permatanya ke dunia.

Alien Queen
2017-12-07 11:11:07
Bukannya jika melewati batas waktu,skillnya akan gagal juga.
Shadexz fahrhezi
2017-11-05 17:26:26
Hahaha bersyukurlah kalian orang desa karna kedatangan sang dewa dunia
Yukki Amatsu
2017-11-05 17:25:43
Numpang baca lagi om Sovaren
Bocah Redoks
2017-11-05 14:37:11
Mungkin karena mereka orang desa jadi segala sesuatunya terlihat wah
Grim Rieper
2017-11-05 09:02:09
apa jun tidak berlebihan memberi item penolaknya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook