VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
War of the Prince #6

2017-11-01 - Adam Beneath Us
49 views | 6 komentar

Judul: WAR OF THE PRINCE
Genre: Action, Adventure, Fantasy, War, Politic (?)

Chapter 6

.
.

Pertemuan Terbatas Panglima Perang Summerdome,

Meja bundar, dengan 12 orang pria yang duduk disekelilingnya. Termasuk King Bush, Ryder, Robert dan Robin. Kekalahan Prince Raw telah membuat gempar seisi kerajaan, karna baru kali inilah Summerdome kalah dalam perang yang sebelumnya selalu mereka menangkan. Kekalahan ini sekaligus membuat mereka memutar otak untuk menyusun strategi baru, yang termasuk didalamnya ialah cara untuk menyelamatkan Prince Raw dari genggaman para Rashford di Windwinter.

"Wilayah utara sekarang adalah tujuan utama kita. Aku ingin Windwinter hancur dalam waktu dekat. Atau terpaksa harus kukirim seluruh Knightsealku untuk menghancurkannya jika beberapa tidak sanggup." ucap King Bush disertai amarah.

"Kita harus mengontak sekutu kita untuk bantuan, yang mulia. Kita tidak bisa menguasai utara dengan hanya pasukan kita. Mereka menang dalam segi lingkungan, mereka unggul karna mereka menguasai daratan bersalju dibanding pasukan kita."

"Itu benar, yang mulia, kita butuh pasukan lebih untuk menguasai Windwinter."

"Bagaimana dengan Klan Blackburn?" tanya sang Raja.

"Sebuah surat baru diterima tadi pagi. Prince Osyris Blackburn berkata ia akan segera bergabung dengan koalisi kita setelah pernikahan Prince Ryder dengan Princess Vera Springer."

Batin Ryder bimbang. King Bush memandang kearah putra sulungnya tak lama berselang dan berucap, "Lupakan dulu soal keinginanmu menyelamatkan adikmu, Ryder. Kau memiliki tugas yang lebih penting daripada si idiot itu. Bagaimana kesiapan pernikahanmu?"

"Sejauh ini, mungkin sudah 75%, ayah." jawab Ryder sedikit malas.

"Kau dengar itu, gentlemen. Kabari Osyris bahwa pernikahan akan segera dilangsungkan besok lusa. Aku ingin dia mengirimkan 6.000 pasukannya kepadaku untuk merebut Windwinter dari tangan Fayres sialan itu." titah King Bush.

"Apakah perkataan Osyris Blackburn bisa dipegang, yang mulia?" Robert bergabung dalam diskusi, Robin disebelahnya juga terkejut.

"Anak haram, jangan beraninya kau ikut campur-"

"Diamlah, anak bodoh. Kau yang tak bisa bertarung memangnya bisa apa, hah?" King Bush memotong ucapan Robin, Robin langsung menciut ketakutan.

"Aku setuju dengan Robert. Bagaimana kau bisa yakin kalau Blackburn itu bisa dipercaya, ayah?" timpal Ryder.

"Blackburn dan Springer adalah dua klan bersaudara yang telah membantuku mengalahkan Andres 19 tahun lalu. Mereka takkan mengkhianatiku. Aku bisa memastikannya. Jika memang mereka berniat melakukannya, maka aku pasti akan menghancurkannya." jawab King Bush angkuh.

Ryder dan Robert diam saja. Mereka sadar sudah tak ada gunanya lagi menasehati raja mereka yang sudah menjadi sekeras batu.

"Sekian dulu rapat hari ini. Bubar."

.
.
.

"Sejak kapan kau memiliki posisi untuk bicara di rapat, huh?" Robin mendekati Robert begitu keluar dari ruang rapat. Ryder sang kakak tertua hanya diam memperhatikan mereka.

"Apakah itu salah, saudaraku?"

"Tentu saja, anak haram! Kau mempermalukanku didepan ayah!" bentak Robin.

"Bukannya itu salahmu sendiri, adikku?" balas Ryder.

"Kau membelanya, kak Ryder?!"

"Aku sedang mencoba jadi objektif disini. Aku tak ingin membela siapapun." sanggah Ryder.

"Yang jelas, aku tak ingin kau, anak haram, untuk bicara lagi sewaktu rapat, kau mengerti?" Robin menyentak bahu Robert kasar.

GREPP!

Robert langsung mencengkram lengan Robin keras. Robin kesal, ia mencoba melepasnya, namun cengkraman makin kuat, ia jadi kesakitan.

"Lepaskan aku, sialan!" Robin memukul Robert, namun Robert tak bergeming sedikitpun.

"Kau akan menjadi Raja dari Summerdome kelak setelah ayah meninggal, saudaraku. Cuma inikah yang kekuatan yang kau miliki?" tanya Robert remeh.

"Beraninya kau menghinaku, anak haram. Mari kita duel satu lawan satu yang ad-Gwaahh!!"

Robin tak mampu menyelesaikan kalimatnya karna kuatnya genggaman Robert.

"Lepaskan aku, anak haram!"

"Cobalah jika kau bisa." ejek Robert menikmati pembullyiannya.

Cengkraman Robert makin kuat. Saking kuatnya, kedua mata Robin mulai berkaca-kaca, siap untuk mengadu pada ayahnya yang masih berada di ruang rapat. Namun,

"Cukup, Robert." Ryder menghentikan aksi 'kejam' Robert dengan segera.

Robert langsung melepas cengkramannya reflek mendengar nada serius di mulut sang kakak.

Tangis Robin akhirnya pecah, ia langsung pergi dari tempat itu dan berlari menjauh dari Ryder dan Robert disana. Rengekan tangisan Robin bahkan masih terdengar ketika ia sudah tidak terlihat lagi di lorong. Robert tertawa.

"Jangan berlebihan, Rob. Bagaimanapun, dia adalah adikmu." Ryder menasehati sebagai kakak yang bijak.

"Benarkah, Kak Ryder?"

Ryder langsung menoleh, "Soal?"

"Apakah Robin benar-benar adikku?"

"Ya, dia adalah adik tirimu, tentu saja dia adalah adikmu, Robert."

"Kupikir kita tidak memiliki hubungan darah sedikitpun, kakak."

Ryder tersentak, ia langsung menahan bahu Robert yang hendak pergi dari tempat itu. Wajah Ryder serius, sama seriusnya dengan wajah Robert. Ryder lantas bertanya,

"Apa maksudmu?"

"Aku yakin kau mengerti maksudku, kakak." ucap Robert. "Jati diriku, kau telah menyembunyikannya dari semua orang. Kebenaran mengenai diriku sebagai-"

"Hentikan." Ryder memotong.

Robert berhenti bicara.

"Kau sudah mengetahuinya, ya." Ryder mendesah, "Sudah kuduga, rahasia seperti itu tidak akan bertahan lama."

"Jadi itu memang benar? Mengenai diriku sebagai putra dari Prince Gerard Lindegard, dan juga Princess Feliza Rashford?" tanya Robert.

"Itu benar." jawab Ryder.

Robert menunduk.

"Apa yang akan kau lakukan, setelah mengetahui ini, adikku?"

Robert mendongak lagi, menatap wajah sedih di wajah kakaknya.

"Apakah kau ingin mengambil hakmu sebagai pewaris dan mengobarkan perang pada ayah?" Ryder tertunduk, "Apakah kau akan melakukan sesuatu yang nantinya akan membuatku, sebagai putra sulung raja, harus membunuhmu? Apakah kau akan membuatku melakukannya?"

Robert muram. "Tidak."

"..."

"Aku tidak akan melakukan itu, kakak." Robert mencoba tersenyum, ia menaruh tangannya dibahu sang kakak, "Disamping itu, apa yang kucari adalah saat dimana kita bisa bertarung bersama, kelak setelah kau menjadi raja dari Highspring, Karna disaat itulah aku bisa keluar dari tempat menyebalkan ini."

Ryder ikut tersenyum, "Aku juga menantikan itu, adikku."

"Lagipula, jika aku benar-benar melakukan pemberontakan, maka kau akan jadi orang pertama yang kubunuh, kakak..." ucap Robert.

Ryder terpaku. Wajah Robert berubah datar.

"Wahahahaha!"

Dan keduanya tertawa terbahak-bahak.

.
.
.
.

Di Sebuah Bar di wilayah Springbliss, Highspring.

Prince Osyris Blackburn beserta rombongan Klan Blackburn tengah berpesta pora di bar dipinggir danau. Mereka sudah 3 jam berada ditempat itu dan tidak sekalipun memiliki keinginan untuk beranjak pergi. Apalagi, mereka berhasil membuat pelanggan-pelanggan lainnya di bar itu takut dan pulang. Si pemilik bar juga sama-sama takut, hingga Prince Osyris dibiarkan melakukan apapun yang ia mau disana.

"Kau benar-benar yakin kalau aku akan membantu si tua brengsek dari Rivermont itu, hah? Tidak mungkin terjadi, jalang!" Prince Osyris mabuk berat. "Aku akan menaruh burungku di resepsi pernikahannya. Tunggu saja nanti!"

"Hahahaha!!"

Pria bersetelan putih berjalan memasuki bar.

"Hei, kau, tempat ini sudah dipesan untuk 2 hari 2 malam kau paham?" salah satu anak buah Osyris yang mabuk mencoba menghentikan langkah pria itu.

"Aku mencari Prince Osyris."

"Oooh, ada perlu apa kau dengannya?"

"Sesuatu yang penting." jawab pria itu singkat.

"Katakan dulu padaku, brengsek!" anak buah Osyris itu mencengkram kerah kemeja sang pria.

BRUAAKKK!!!

Beberapa meja dan kursi hancur porak poranda ketika dihujam oleh tubuh pria itu. Osyris dan rombongan terkejut.

Pria bersetelan putih itu merapikan lagi kerah kemejanya.

"Kurang ajar, habisi dia!"

Pria itu akhirnya dikeroyok. Namun, sebagai pria yang penuh dengan kehormatan. Pria itu melawan mereka semua. Berbagai tendangan, pukulan, dan sundulan yang dilancarkan para penyerangnya tak berarti apapun bagi pria itu. Ia bisa mengelak dari serangan itu kapan saja. Tak ada satupun yang mengenai tubuhnya sedikitpun.

"Orang ini monster!"

BUAKK!!
DUAKK!!!

Pria itu menyerang balik semua yang menyerangnya. Menghantam mereka semua dengan mudahnya bagai menyapu debu di pojok ruangan. Sang pria menghabisi mereka semua dengan teknik beladiri yang memukau, yang sanggup membuat Prince Osyris terdiam, dan seakan tersadar lagi dari mabuk beratnya.

"Prince Osyris." Pria itu memanggil dengan santai. Tepat setelah ia menghabisi semua orang.

Tak bisa dibayangkan kerusakan yang terjadi dalam bar sekarang.

"Oh." Osyris menarik senyum, "Kurasa aku kenal denganmu sebelumnya, tuan."

Pria itu tersenyum.

Osyris bangkit dan menghampirinya. "Sir Arthur Aenom, bukan?"

"Ya." jawab pria itu, Sir Arthur Aenom. "Anda pasti tahu maksud kedatangan saya kemari, bukan?"

"Yeah, maaf atas gangguannya, Sir Arthur. Salahkan saja aku. Silahkan duduk." Osyris mempersilahkan. "Sesuai rumor yang beredar, kau punya kekuatan monster."

Osyris dan Sir Arthur duduk berhadap-hadapan ditengah-tengah tumpukan orang-orang yang babak belur dihajar.

"2 hari lagi adalah upacara pernikahan Prince Ryder Rivermont dengan Princess Vera Springer." kata Sir Arthur, "Apakah kau sudah melakukan apa yang kuminta, pangeran?"

"Ya, tentu saja. Aku sudah katakan pada si tua Bush kalau aku akan menerima perjanjian aliansi setelah pernikahan mereka. Dan dia termakan omonganku begitu saja." Prince Osyris duduk dengan kaki yang terangkat diatas meja. Berbeda dengan Sir Arthur yang duduk penuh wibawa.

"Kau sudah berkoordinasi dengan para Springer?" tanya Sir Arthur lagi.

"Aku ini pria yang menyukai kesempurnaan, Sir Arthur. Tentu saja aku sudah melakukannya. 2 hari lagi, kami akan mempersembahkan awal dari pengabdian kami kepada Lady Venicia."

Sir Arthur tersenyum.

"Kami akan membawakan kepala RYDER RIVERMONT tepat setelah pesta pernikahannya."

Prince Osyris menyeringai penuh kelicikan.

.
.
.

PESTA BERDARAH AKAN SEGERA TERLAKSANA
.
.

TBContinued


Alien Queen
2017-11-25 11:33:31
Robet bener tuh.
Hiatus
2017-11-03 12:52:32
Next
Yukki Amatsu
2017-11-03 02:34:37
Hufft... baru sempet komen, btw, si Robin umur brapa tuh, udah brani bgt nantang si Robert...
Bocah Redoks
2017-11-02 21:17:36
Karena musuh terhebat adalah orang yang paling dekat dan paling mengerti kita
Kakek
2017-11-02 02:09:15
Oh iya?? Bagaimana ceritanya Robert di panggil anak haram? Dia kan bukan anak dari king bush
Sqouts Shadows
2017-11-01 14:29:56
Ditunggu chapter berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook