VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
War of the Prince #5

2017-10-31 - Adam Beneath Us
40 views | 5 komentar | nilai: 10 (2 user)

Judul: WAR OF THE PRINCE
Genre: Action, Adventure, Fantasy, War, Politic (?)

Chapter 5

.
.

Ryder menghampiri Sir Edward yang masih terbujur menyandar pada bebatuan. Ia telah bersimbah banyak darah, bukan tidak mungkin ia akan mati dalam beberapa detik lagi.

"Itu adalah pertarungan yang hebat, Sir Edward." ucapnya.

Sir Edward tak bisa bergerak lagi, ia menggumam dengan nafas berderu tak beraturan,

"Bunuh... aku..."

Ryder menunjukkan belati miliknya, "Aku juga bermaksud begitu."

Sir Edward tertawa, "Bagus... gunakan itu... untuk mengakhiri nyawaku... Cepat. Aku sudah tak kuat lagi."

Ryder memejamkan matanya, "Aku akan selalu mengingat anda, Sir Edward. Anda adalah petarung yang sangat kuat."

Disaat belati Ryder hendak menghujam jantung Sir Edward, Zack menghentikannya. "Jangan lakukan itu."

"Sir Edward sudah tak sanggup bertahan lagi. Lebih baik membunuhnya sekarang daripada dia tersiksa dengan lukanya." ucap Ryder terheran dengan tindakan Zack barusan.

"Biarkan dia mati tersiksa dengan luka-lukanya itu, Ryder. Dia pantas menerimanya."

"Keparat kau... Rashford... brengsek. Rashford sepertimu adalah...keluarga yang hina!"

"Cuh!" Zack meludahi Sir Edward seakan menikmati kesengsaraannya.

Ryder terdiam.

"Kalian berdua! Princess Feliza ada didalam! Kondisinya KRITIS!!" Vicius memanggil mereka dari atas bangunan tua itu. Zack mendongak, dan dengan segera ia berlari menyusul Vicius, meninggalkan Ryder yang masih berdiri disana didekat Sir Edward.

"Ayahku benar-benar tak segan-segan untuk menghabisinya." Ryder bercerita.

"Siapa?" tanya Sir Edward.

"Prince Gerard." jawab Ryder, "Setelah ayahku memenangkan duel dengan beliau, ia menghujam wajahnya berkali-kali dengan palu. Sekarang, wajah dari Prince Gerard mungkin tidak akan dikenali lagi."

"Keh... aku sudah bilang... kalau Seven Guards hadir di medan perang, sudah pasti... ayahmu akan mati lebih cepat..."

"Ayahku dan pasukannya sedang bergerak menuju ibukota dengan membawa mayat Prince Gerard. Ia bermaksud memberi ultimatum pada King Andres agar segera menyerah. Demi menghindari peperangan lagi."

"Kekalahan... dari King Andres sudah bisa dipastikan..."

"Ayahku akan menduduki takhta Summerdome sebentar lagi."

"Kau tahu... apa yang memicu perang ini, pangeran?"

"Apa itu, Sir?"

"Feliza Rashford." jawab Sir Edward, Ryder mengernyit tak paham.

"Apa maksudnya?"

"Dulu, Bush Rivermont, ayah anda... Ialah seseorang yang harusnya menikahi Princess Feliza Rashford dari Windwinter. Tapi, keluarga Lindegard, Prince Gerard Lindegard... dari Summerdome... menghalangi pernikahan mereka... sebagai akibatnya, Feliza Rashford menikah dengan Prince Gerard... Bush mendendam...."

Ryder diam mendengarkan,

"Setelah 12 tahun lamanya mereka menikah.... Princess Feliza akhirnya hamil... dan kabar itu sampai ditelinga ayahmu... Ia memantik perang karna hal itu... yang dia kobarkan sendiri karna dendam pribadinya pada Prince Gerard, ironisnya, seluruh klan besar mendukung langkah Bush... Tentu saja dengan tujuan yang berbeda... Bush hanya menginginkan Princess Feliza... Para klan membantunya karna berfikir tujuan Bush adalah mengakhiri rezim Andres Lindegard yang brutal..."

"Jadi, ayahku..." Ryder tak percaya.

"Dia tak tertarik untuk menduduki takhta Summerdome, dia tak tertarik... dengan kekejaman King Andres... Dia memulai perang... hanyaa karna... cinta butanya kepada Princess Feliza... Uhuk!"

Ryder terdiam seribu bahasa.

"Prince Ryder... Princess Feliza tidak sanggup bertahan lebih lama..."

"Apa maksudmu?"

"Luka yang ia dapat setelah melahirkan... Tidak bisa diatasi lagi... Beliau tak akan selamat."

"A-Apa?"

Ryder yang terkejut mendengar itu, segera bangkit berdiri untuk pergi menuju bangunan tua dihadapannya. Namun, Sir Edward menghentikannya. Menyuruhnya untuk mendengarkan ucapannya sekali lagi.

"Setelah ini, lindungilah... putra dari Princess Feliza... Lindungi beliau dengan segenap kemampuanmu... Bayi kecil itu, kelak akan menjadi penguasa dari Summerdome... Lindungi dia dari tangan ayahmu... Jika dia sampai tahu.... Bayi itu mungkin akan di bunuh..."

Ryder mengangguk paham. Ia lantas pergi dan meninggalkan Sir Edward disana. Ia masuk kedalam ruangan Princess Feliza bersalin, yang ia lihat begitu masuk kesana adalah pemandangan Zack yang sedang menangis, dengan disampingnya ialah Princess Feliza yang sekarat. Menunggu ajal dengan sebuah senyuman.

"Prince Ryder." panggil sang Puteri.

"Princess Feliza." balas Ryder. "Bagaimana keadaan anda?"

"Seperti yang kau lihat." Princess Feliza tertawa, Ryder muram.

"Tidak perlu bersedih, Prince Ryder." Sang puteri tersenyum, "Andai saja waktu itu aku menerima pinangan Bush. Perang sia-sia ini pasti tidak akan terjadi. Kau tidak akan perlu kehilangan paman-pamanmu dimedan perang."

"Jangan berkata begitu, tuan puteri."

"Prince Ryder, kemarilah, mendekat padaku."

Ryder lalu melakukan apa yang ia minta, ia mengambil kursi dan duduk disebelah Princess Feliza. Ryder sedikit membungkuk, agar mulut sang puteri sampai ke telinganya.

"Aku ingin kau membawa bayiku bersamamu."

"T-Tapi." Bola mata Ryder melebar. "Ayahku pasti akan marah jika tahu dia adalah putra anda dengan..."

"Keluarga Rashford tidak menginginkan bayi dari keturunan Lindegard. Bayi ini tidak akan diterima di kampung halamanku, karna itu, hanya kaulah satu-satunya yang bisa kupercayai untuk melindunginya, Ryder. Kumohon padamu."

Ryder bimbang.

"Baiklah."

"Terima kasih." Princess Feliza menangis, "Aku berhutang banyak padamu, pangeran. Tolong, sampaikan maafku kepada ayahmu. Katakan padanya, kalau aku sangat menyesal."

"Aku akan menyampaikannya." janji Ryder.

"Satu hal lagi..." ucap Princess Feliza, "Nama putraku adalah ROBERT, ROBERT LINDEGARD."

Ryder mengangguk paham, "Aku pasti akan merawat dan menjaga Robert, akan kulindungi dia dengan taruhan nyawa."

"Terima kasih..."

Princess Feliza tersenyum, senyum terakhir dalam hidupnya.

.
.
.

FLASHBACK END

.
.
.

Queen Brianna menghampiri suaminya yang melamun didepan perapian.

"Makan malammu sudah siap, sayangku."

"Ya." sahut King Bush pelan.

"Apa yang sedang kau pikirkan?"

"Feliza."

Queen Brianna tersentak. "Wanita itu lagi? Sadarlah, Bush. Dia sudah lama mati!"

"19 tahun yang lalu, aku memulai perang hanya untuk merebutnya kembali dari si brengsek itu." King Bush meremas cangkir alumunium yang ia genggam hingga membuatnya penyok, Queen Brianna hanya terdiam, tidak ingin menjadi sasaran pelampiasan emosi sang suami, "Dalam mimpiku, aku membunuh Gerard sialan itu tiap malam. Menghancurkan wajahnya berkali-kali dengan sekuat tenagaku. Aku berharap bisa melakukan itu lagi padanya."

"Tenanglah, sayangku."

"Kalau aku bisa, AKU INGIN SEGERA BERTEMU DENGAN PUTERANYA, dia adalah puteranya Gerard. Dengan senang hati aku pasti akan membunuhnya."

Ryder mendengar ucapan ayahnya itu begitu ia masuk kedalam kamarnya yang terbuka.

"Ayah." panggilnya.

"Ada apa lagi, Ryder?" bentak King Bush tak lama kemudian.

"Ada dua informasi yang ingin kusampaikan padamu. Pertama, mengenai Venicia Lindegard."

"Gadis Lindegard itu, heh? Ada apa? Dia sudah mati?"

"Sayangnya belum." jawab Ryder, "Tapi, sepertinya kau pernah punya kesempatan untuk membunuhnya."

"Apa maksudmu?"

"Venicia telah bekerja sama dengan mantan ksatria The Seven Guards, Sir Arthur Aenom. Ia dan Venicia masuk ke wilayah kerajaan kita beberapa hari yang lalu."

"Dia kesini dengan sebuah tujuan." Gumam King Bush.

"Benar."

"Apa yang dia inginkan?"

"Dia ingin kau menyerahkan takhta kepadanya, dia adalah pewaris yang sah. Dan, dia juga menyampaikan bahwa ia memiliki 22 ekor naga yang siap untuk membakar Summerdome jadi abu."

King Bush tertawa remeh. "Heh, coba saja."

"Dan yang kedua..."

Pandangan mata King Bush menajam. "Kuharap kabar yang bagus, atau aku akan menghancurkan meja besi didepanku ini."

"Raw telah gagal." ucap Ryder, ia sempat ragu untuk mengatakannya, "Dia ditangkap oleh pasukan Zack di Wintershell."

BRAKK!!

Meja itu hancur sesuai perkataan sang raja.

.
.
.

Wintercastle, Kerajaan Windwinter.

King Fayres, para pangeran Windwinter, dan ratusan prajurit dan ksatria berdiri di gerbang Wintercastle, istana kerajaan. Hadir pula ribuan masyarakat Windwinter yang berdiri berjejer disepanjang jalan menuju istana. Mereka tengah menunggu sesuatu, sesuatu yang sedang menuju ke tempat mereka.

"Prince Zack sudah terlihat!" seru seorang ksatria.

King Fayres tertawa. "Hahaha. Berikan dia tepuk tangan begitu sampai disini. Kalian paham?!"

"YEAH!!" jawab para prajurit.

Prince Zack dan rombongan berpacu lebih cepat begitu memasuki daerah alun-alun menuju ibukota.

"Aku yakin sesuatu yang besar sedang menunggu." gumam sang pangeran dengan sebuah seringaian yang muncul.

Dan ketika ia telah terlihat dari ujung gerbang Wintercastle, ribuan tepuk tangan bergemuruh. King Fayres bertepuk tangan dengan girang melihat kedatangan putra sulungnya yang barusaja memenangkan perang besar.

Zack terkesan dengan penyambutan yang dilakukan ayahandanya tersebut. Ini adalah pertama kalinya ia dan pasukannya disambut oleh raja dan para masyarakat secara langsung. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi diri Zack.

"Kau berhasil, putraku." King Fayres mengelus puncak kepala sang putra sulung.

"Berkat doamu, ayahku." balas Zack. Ia menoleh kearah para pasukannya yang berdiri dibelakang. Ia mengangguk. Seakan tahu maksudnya, beberapa prajurit langsung berlari kearah raja sembari menggotong sebuah gerobak besar.

King Fayres tersenyum senang. Menyadari itu adalah 'hadiah perang' sang anak kepada dirinya.

"Keluarkan hadiah itu sekarang!" seru sang raja bersemangat.

BRUKK!!

Para prajurit melempar 'hadiah' itu dengan kasar ke tanah. Sebuah 'hadiah', berupa Prince Raw Rivermont, terikat kencang dengan sebuah tali tambang disekujur tubuh. Tepuk tangan bergemuruh lebih kencang. King Fayres melompat-lompat kegirangan. Prince Zack hanya berdiri melipat tangannya kalem disamping ayahandanya.

"HADIAH YANG BAGUS, ANAKKU!! HAHAHAHA!!"

Raw Rivermont yang penuh luka dan darah tersenyum tipis,

"Nampaknya aku berada jauh didalam wilayah musuh, ya." gumamnya

.
.
.
.

TBContinued~~


Alien Queen
2017-11-22 20:38:44
Hubungan robert dan venicia apa?
Bocah Redoks
2017-11-02 21:09:37
Jadi pewaris takhta sebenarnya Robert atau venicia
Kakek
2017-11-02 01:55:02
Jadi Robert itu anak putri Feliza dengan Raider? Atau ane yang gagal paham di percakapan feliza dan rayder
Yukki Amatsu
2017-11-01 16:06:29
Gak sempet baca, nice gan, lanjutkan...
Sqouts Shadows
2017-10-31 22:44:19
Ditunggu chapter berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook