VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
School of Magic #Prologue

2017-10-31 - Chiko Plaks
57 views | 6 komentar | nilai: 10 (1 user)

Seorang pemuda yang kira - kira berumur 18 tahun dengan surai hitam menghela nafas untuk kesekian kalinya.

"Oh ayolah ini pasti bercanda kan?".Ucap pemuda tersebut yang entah bertanya pada siapa sambil melihat sebuah surat ditangan kirinya dengan heran.

Melirik kembali surat yang dipegangnya itu, pemuda tersebut mengacak - ngacak rambutnya pusing, oh ayolah dirinya bahkan tidak mendaftar sekolah lagi, kenapa dirinya malah mendapat surat pindah ke Kyoto Akademi?, dan lagi bukan kah Kyoto Akademi itu sebuah sekolah sihir?.

Kriing .. Kriing ..

Dering bunyi ponsel menghentikan kegiatan yang dilakukan pemuda tersebut, mengambil ponsel yang berada dimeja tak jauh darinya itu, pemuda tersebut mengernyit kesal saat melihat nama kontak yang bertuliskan 'Habareno - sama' diponselnya.

"Moshi moshi, ada apa Kaa - san?".Ucap pemuda tersebut malas.

"Moshi moshi Hotaru, kau sudah menerima surat dari Kyoto Akademi itu kan?".Balas suara wanita yang terdengar antusias ditelinga Hotaru itu.

"Ya ampun, jadi ini ulah Kaa - san?".Tanya Hotaru sambil mengelap wajahnya menggunakan tangan kiri yang masih memegang surat dari Kyoto Akademi.

"Te ~ he ~, tidak apa - apa kan? lagipula kau sudah cukup pintar untuk urusan pelajaran Akademik, sekarang kau harus mulai belajar juga menggunakan kekuatan sihirmu itu yaa?".Ucap Kaa - san Hotaru yang masih menggunakan nada yang terdengar antusias di telinga Hotaru.

"Tapi Kaa - san, aku tidak mau jadi penyihir seperti Tou - san dan Kaa - san, aku mau jadi orang biasa saja".Balas Hotaru yang mencoba memberikan pengertian pada Kaa - san nya .

"Pokoknya kau harus belajar sihir di Kyoto Akademi, Kaa - san tidak mau tahu, Kaa - san sudah menyuruh Kazuto untuk menjemputmu di appartementmu, jadi untuk hari ini kau jangan kemana - mana ya".Ucap Kaa - san Hotaru dengan nada yang kali ini sedikit memaksa.

"Ta-tapi Kaa - san aku tid-"

"Tidak ada tapi - tapian, pokoknya kau harus pindah sekolah kesana, Kaa - san juga sudah menyuruh Kazuto untuk mengurus semua berkas perpindahanmu ke Kyoto Akademi, jadi jangan membantah lagi oke?, jaga dirimu baik - baik ya Hota, Kaa - san menyayangimu daahh~"

Tuutt .. Tuuuttt ..

"Cih, menyayangi darimananya coba, memaksa anaknya sendiri untuk belajar sihir".Umpat Hota kesal.

Kyoto Akademi merupakan salah satu sekolah sihir terbesar di jepang, banyak anak yang ingin sekali masuk ke Akademi tersebut.

"Ya ampun, apa enaknya sih jadi penyihir, kenapa juga aku harus punya energi sihir sih?!".Lanjut Hotaru sambil menidurkan kepalanya diatas meja.

Hotaru menghela nafas lelah, mengadahkan tangan kanannya kedepan, tak lama kemudian muncul sebuah lingkaran sihir berwarna kuning berdiameter 30cm didepan telapak tangan Hotaru.

"Apa bagusnya ini coba?".Tanya Hotaru pada dirinya sendiri.

Ting .. Tong ..

Terdengar bunyi bel yang membuyarkan lamunan Hotaru, tak lama kemudian lingkaran sihir yang tadi Hotaru buat menghilang, mengurai menjadi partikel - partikel kecil.

"Ha'i ha'i, tunggu sebentar".Teriak Hotaru sedikit kesal karena tamunya terus memencet tombol bel appartementnya berkali - kali, dengan malas Hotaru berjalan dengan gontai kearah pintu masuk appartementnya.

Cklekk ..

Hotaru membuka pintu appartementnya dengan malas, melirik tamu menjengkelkannya yang ternyata adalah Kazuto, seorang pria berumur 27 tahun yang mempunyai rambut silver mirip uban dan yang membuat Hotaru semakin jengkel adalah Kazuro yang kini tetap memencet tombol bel appartementnya.

Ting .. Tongg.. Tingg .. Tong ..

Braakk ..

Hotaru menutup pintu appartementnya dengan kesal.

"Dasar tamu tak diundang".Ucap Hotaru jengkel, lalu berbalik menjauhi pintu appartementnya sambil menghela nafas lelah.

Cklekk ..

"Oh ayolah Hotaru jangan marah begitu, aku ini tamu mu loh".Ucap Kazuto yang kini berjalan masuk ke appartement Hotaru sambil menenteng sebuah koper ditangan kanan nya.

"Yahh, tamu ti-dak di-un-dang".Balas Hotaru malas sambil kembali menidurkan kepalanya di meja makan.

"Ngomong - ngomong, itu apa isinya Kazuto - Nii?".Tanya Hotaru sambil melirik koper yang dibawa Kazuto.

"Oh ini, tentu saja ini seragam dan perlengkapanmu untuk tinggal di Kyoto nanti".Balas Kazuto sambil mendudukan dirinya dikursi yang bersebrangan dengan Hotaru, yang membuat Hotaru menghela nafas atas persiapan kaa-san nya yang sangat matang.

"Aahhh lelahnya".Ucap Kazuto sambil meregangkan tubuhnya diatas kursi.

"Aku tidak mempersilahkanmu untuk duduk Kazuto - Nii".Ucap Hotaru sinis.

Sedangkan Kazuto yang mendengar ucapan sinis Hotaru hanya tertawa pelan.

"Hahaha, kau tidak menawariku teh, jus atau apa Hotaru?".Tanya Kazuto sambil memberi isyarat bahwa dirinya haus.

Hotaru memutar matanya bosan.

"Ambil sendiri sana".Balas Hotaru yang nampak tidak peduli.

"Ya ampun, kau ini tidak berubah ya".Ucap Kazuto tersenyum kecil, sambil mengacak - ngacak rambut Hotaru pelan, lalu beranjak ke dapur untuk mengambil minum.

"Oh ya Hotaru , Kaa-san mu menyuruhku untuk membawamu ke Kyoto sekarang, katanya agar kau tidak kabur".Ucap Kazuto yang baru saja datang dari dapur sambil membawa dua gelas jus jeruk ditangan nya.

"Haahh, dasar ibu durhaka".Umpat Hotaru kesal sambil mengadu keningnya dengan meja lalu menghela nafas pasrah, sedangkan Kazuto yang melihatnya hanya menggeleng pelan, sambil tersenyum kecil.

"Cih, dasar jones ubanan sialan !".Umpat Hotaru menggerutu pelan saat dirinya sama sekali tidak menemukan batang hidung Kazuto digerbong kereta.

Tak lama setelah Kazuto datang ke rumahnya, dirinya bersama Kazuto memang langsung berangkat ke stasiun untuk jadwal pemberangkatan kereta pukul satu siang tadi, dan kini Hotaru hanya menggerutu pelan karena dirinya berpisah dengan Kazuto saat memasuki gerbong kereta, dan yang tambah membuatnya kesal adalah dia tidak mendapatkan tempat duduk.

"Haahh, hari minggu yang benar - benar buruk !".Umpat Hotaru sambil melonggarkan dasi yang menggantung di kemeja putihnya dengan asal, dirinya kini memang memakai pakaian formal layaknya pegawai kantoran, salahkan Kazuto yang dengan seenaknya memaksanya memakai pakaian itu.

"Permisi, maaf nona bisakah anda menyingkir sebentar".Ucap Hotaru sopan kepada sesosok gadis bersurai orange panjang didepan nya, gadis tersebut nampak seumuran Hotaru, mengenakan dress putih selutut yang sangat kontras dengan rambutnya.

Namun nampaknya gadis tersebut hanya diam tak bergeming sambil terus memainkan smartphone nya.

"Permisi nona?!".Ucap Hotaru dengan nada yang sudah naik satu oktaf, oh ayolah dirinya ingin segera ke toilet dan berganti baju sekarang.

Hotaru mendesah kesal saat gadis tersebut hanya diam mematung seperti sebelumnya.

Merasa panggilan nya sia - sia, Hotaru pun memegang pundak gadis tersebut yang membuat si gadis menoleh kearah Hotaru dengan sedikit kaget.

Braakk .. Cup ..

Terjadi guncangan di gerbong kereta untuk sesaat, yang membuat Hotaru secara tidak sengaja mengecup bibir gadis yang sedang menoleh tersebut.

"Ahh maaf".Ucap Hotaru santai, kemudian berniat melanjutkan perjalanan nya ke toilet.

Greepp .. Braakk ..

Dan tanpa aba - aba, gadis tersebut langsung memegang pergelangan tangan Hotaru yang tadi menepuk pundaknya lalu membantingnya ke lantai gerbong kereta, yang membuat para penumpang terkaget sesaat lalu sedikit menjauh dari mereka.

"Aww, apa yang kau lakukan ?".Ucap Hotaru kesal sambil memegang punggungnya yang sakit akibat bantingan gadis tersebut.

"Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, mesum!".Balas gadis tersebut dengan wajah marah.

"Ha?! tadi itu tidak sengaja, lagipula hanya kecupan, kenapa terlalu dipermasalahkan sih?".Balas Hotaru sambil duduk, lalu menepuk - nepuk baju kemejanya.

"H-hanya kau bilang hah?!".Ucap gadis tersebut sambil berjongkok lalu menarik kasar kerah kemeja yang Hotaru pakai.

Hotaru memutar matanya bosan.

"Oke oke aku minta maaf, asal kau tahu saja, kau pikir aku suka mengecup gadis liar sepertimu?".Balas Hotaru sinis.

"K-kau, beraninya kau bilang begitu padaku, kau tidak tahu siapa aku ha?!".Balas gadis tersebut marah.

"Maaf aku sama sekali tidak mengenalmu, dan sama sekali tidak ingin mengenalmu, kau dengar gadis liar?".Balas Hotaru sambil menatap gadis yang kini terlihat tambah marah itu.

"K-kau !".Teriak gadis tersebut dengan kesal.

Plukk ..

"Sudahlah nak, memangnya pacarmu kenapa hingga kau banting seperti itu?".Ucap seorang pria tua sambil menepuk bahu gadis tersebut pelan.

"Ha?!, dia bukan pacarku !".Balas gadis tersebut kesal, sedangkan Hotaru hanya diam tak peduli.

"Ya ampun dasar anak muda, tak usah malu - malu begitu, sudah - sudah cepat baikan sana".Ucap pria tua tersebut sambil tersenyum maklum.

"Maaf jii - san, dia memang bukan pacarku, siapa juga yang mau pacaran dengan gadis kasar sepertinya".Ucap Hotaru sambil berdiri dari duduknya, tak lama kemudian dia berlalu ke toilet, meninggalkan para penumpang yang bengong dan gadis tadi yang menatap marah kearahnya

To Be Continued

Takashi
2018-01-15 18:53:08
Jadi ini copas ya? memang nya kalau copas cerita sendiri salah??
KazutoWalker
2017-12-29 16:00:30
Gak ad lanjutannya ya
Alien Queen
2017-11-22 16:38:53
18 tahun masuk sekolah?
Hiatus
2017-11-03 15:12:44
Ko sama plek y dengan fanfic bikinan al-kun666 cuma d ganti doang nm tokohx tapi g tau ding endx sama apa gk
Jack El Jacqueline
2017-10-31 23:49:38
Apa kamu juga mau mengcopas cerbungmu sendiri dari komunitas kutipdua ke versiteks?,
Jack El Jacqueline
2017-10-31 23:47:48
Apa kamu juga mau mengcopas cerbungmu sendiri
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook