VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Black Angels 03 - The Boys II

2017-10-27 - Sovaren DF F
28 views | 2 komentar | nilai: 10 (1 user)

Ruang Makan

"Kita ada syting hari ini, jadi kita harus bergegas." Yoona terlihat sangat bersemangat atau memang ia adalah wanita yang paling energik diantara yang lainnya.

"Apa cuma kita berdua?" Yuri mengambil makanannya dan bertanya pada Yoona.

"Hmm.." Yoona menanggapi dengan mengangguk.

"Sepertinya kalian berdua sibuk untuk hari ini yah." Hyoyeon meregangkan tubuhnya dan menggerak-gerakan kepalanya.

"Sudah jelas bukan, hari ini mereka ada jadwal dari Presdir." Sooyoung menanggapi.

"Makan." gumam Seohyun.

"Sudahlah, kita urus hal itu nanti, lihat maknae kita sudah layu." sela Taeyeon melirik kearah Seohyun yang sudah memeluk boneka kesayangannya lagi, entah sejak kapan.

Waktu sarapan pun telah usai, Yoona dan Yuri memulai kegiatan mereka bersama. Keduanya mengendarai mobil menuju lokasi syting.

Sementara yang lainnya, ada yang menghabiskan waktunya di apartemen, ada yang belanja dan ada yang latihan dance, ya. Hyoyeon berangkat dan pergi ketempatnya latihan Dance,

Tempat Syuting.

Terlihat Yoona dan Yuri memakai pakaian serba hitam dan memegang dua buah senjata api.

"Kali ini dimana kemunculan monsternya?" tanya Yuri, keduanya sedang berlari menyusuri kota yang hancur.

"Wow, mereka benar-benar menghayati peran mereka." gumam Chen yang saat itu menyaksikan langsung syuting mereka.

"Sebaiknya kau segera bersiap-siap, sebentar lagi bagianmu." bisik Baekhyun sambil menyikut pelan Chen.

"Benar juga."

Kembali ke adegan, seekor monster muncul menembus bangunan hingga hancur. Yoona dan Yuri melompat tinggi menghindar kebelakang, tentu saja menggunakan alat tali bantuan.

"Datang.." keduanya bersiaga.

"Aku akan mengalihkan perhatian." Yuri melompat kekiri kemudian menembaki makhluk tersebut. Sementara Yoona langsung berlari maju kedepan.

Ia melompat setinggi 10 meter dan menembaki mata monster tersebut di udara.

"Sekarang.!" teriak Yuri melompat mundur.

Yoona pun mendarat tepat diatas kepala makhluk itu, monster tersebut mengayunkan antena yang tajam kearah Yoona, ia hendak melompat mundur namun tiba-tiba saja tali yang mengait pinggangnya putus sehingga serangan monster buatan tersebut tepat mengenai Yoona,

"Kyaa.." bersamaan dengan hal itu Chen datang dan menghantam makhluk itu.

Yoona pun jatuh ketanah.

"Cut.." beberapa orang langsung menghampiri Yoona termasuk Chen dan Yuri.

"Apa-apaan ini? Kenapa talinya bisa putus?" teriak seorang pria yang sepertinya sutradara.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Yuri.

"A-aku baik-baik saja, hanya saja i.."

"Kamu terluka, sebaiknya kita obati lukamu." Chen pun datang.

"Siapa?"

"Ah iya, seharusnya aku muncul di adegan berikutnya. Kenalkan Aku Chen, di latihan sebelumnya aku tidak datang. Jadi wajar saja kalau kalian belum kenal aku. Ah nantikan saja perkenalan ini. Sebaiknya kita urus dahulu lukamu."

Yoona pun segera dibawa pergi. Orang-orang mempertanyakan kenapa tali itu bisa putus, semua personel pun mengecek segala peralatan dan setting.

Yuri pun teringat dengan mimpinya.

"Chen? Scorpions, ke-kenapa bisa kebetulan, kenapa bisa hal ini terjadi? Dalam mimpi, malaikat hitam menyerupai Yoona terluka dan malaikat hitam menyerupai wajahku bersamanya. Kemudian mereka berdua berjumpa seorang pria bernama Chen."

"Ada apa? Apa kamu syok dengan kejadian tadi?" tanya asisten Yuri yang membawa sebotol minuman.

"Ti-tidak ko, aku tidak apa-apa." Yuri memberikan kedua pistolnya kemudian meminum air yang dibawakan asistennya.

"Jika mimpiku dan kejadian ini sama, maka kita berdua akan bertemu pria lain. Unicorn." pikirnya, ia pun teringat kembali tentang mimpinya, setelah kedua Black Angels pergi mengikuti Scorpions.

Dark South Korea
Sosa-ro, Wonmi-gu, Bucheon City.

Rumah Sakit Haesung, tempat yang terlihat telah rusak hancur berantakan. Diatas puing-puing bangunan tersebut terlihat seorang pria tengah menatap langit gelap.

Pada punggung tangannya terdapat lambang kuda bertanduk.

"Kita sampai." Chen pun menghampiri pria tersebut.

"Siapa lagi kali ini?" gumam Yuri.

"Unicorn ada ya.."

"Ada yang terluka yah, biar kubantu." pria itu segera menghampiri Yoona dan mengabaikan Chen yang hendak berbicara.

"Siapa lagi kau ini? Ada pria lain yang berkeliaran di dunia gelap ini."

"Aduh." Yoona terlihat menahan sakit, terlihat pada luka nya muncul asap hitam.

"Biar kutangani." pria itu segera menyentuhkan tangannya ke luka Yoona, cahaya pun muncul lalu menghilang.

"Sudah."

"Ce..cepat sekali, aku sudah tak sakit lagi." gumam Yoona.

"Secepat itu kah?" Yuri terkejut.

"Aku hanya menghilangkan rasa sakit dan efek Divine saja, lukanya tak akan langsung sembuh."

"Sepertinya aku diabaikam dan dilupakan." gumam Chen yang murung.

"Lambangmu itu?"

"Oh ini. Ya. Namaku Lay, mereka memanggilku Healer Unicorn."

Kembali ke waktu sekarang.

"Jika mimpi itu sama, maka kami akan bertemu dengan pria bernama Lay." pikir Yuri.

"Aku akan menyusul Yoona, dia dibawa kemana?"

"Hmm rumah sakit terdekat disini hanya rumah sakit Haesung saja, kurasa.."

"Aku pergi dulu, ada hal yang ingin kupastikan." sela Yuri yang segera pergi.

"Ta..tapi anda belum ada izin da.." Yuri pun terlihat sudah jauh.

"Hah, sulit diatur, keras kepala dan sesukanya. Apa nona terlalu menghayati perannya sebagai Blackpearl?" keluh wanita tersebut. Dalam syutingnya ini, Yuri berperan sebagai Blackpearl, nama yang sama seperti nama Black Angel di dunia kegelapan.

Rumah Sakit Haesung.

Karna jaraknya yang tak jauh, mereka pun telah sampai di rumah sakit tersebut.

"Aduh.. Padahal kan disana juga ada tempat pengobatan, kenapa juga harus kerumah sakit." gerutu Yoona.

"Sebenarnya para petugas disana sedang istirahat makan siang, jadi kita kemari saja." Chen menerangkan, entah hal itu bohong atau tidak. Logikanya, tak mungkin petugas yang bertanggung jawab untuk mengobati aktor yang bisa kapan saja kecelakaan karna adegan berat istirahat seenaknya. Kecuali kejadian tadi memang sudah direncanakan seseorang.

Sebuah ruangan.

Lay terlihat sedang membaca buku yang berisi panduan pertolongan pertama.

Yoona dan Chen pun sampai, yang lainnya tak mengikuti karna Chen mengatakan agar semuanya percayakan saja padanya.

"Hei kawan, disini ada ya.."

"Kamu terluka, serahkan padaku." Lay segera menarik Yoona dan mengambil beberapa peralatan yang sudah tersedia, ia mengabaikan Chen.

"Eh?" Yoona pun terkejut, ia tak menyangka ada pria yang sama gesitnya dengan dirinya. Bersamaan dengan hal itu. Yuri pun tak lama datang,

"Benar-benar seperti dalam mimpiku." pikir Yuri, terlihat luka Yoona telah dibersihkan dan di sirami obat anti bakteri dan alkohol penghilang rasa sakit.

"Apa namamu Lay?" tanya Yuri.

Ketiganya melirik kearah Yuri.

"Benar." jawab Lay yang kembali fokus merawat luka Yoona.

"Kenapa kau bisa tahu namanya?" tanya Chen berjalan kearah Yuri.

"Aw.. Aw.. Itu perih." rintih Yoona pelan.

"Maaf,maaf. "

"Hm, kamu ahli juga dalam pengobatan," puji Yoona.

"Bukannya kamu itu salah satu aktor pemeran film ini." Yuri berjalan kearah kedua orang itu.

"A-aku diabaikan." gumam Chen. Ia pun pergi dengan tertunduk lesu.

Alien Queen
2017-11-19 08:04:20
Mampir nya baru sekarang kak.
Kakek
2017-10-27 22:15:50
Mungkin sutradara flimnya punya mimpi yang sama seperti yuri
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook