VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Cinta Halal Chapter 13

2017-10-25 - Newbie Karbitan
24 views | 3 komentar | nilai: 10 (1 user)

Arc Yunianti Fitri Bagian 1

. . . . . . . .

'Saya terima nikahnya Yunianti Fitri binti Ahmad Zainudin dengan seperangkat alat shalat dibayar tunai'

'Bagaimana para saksi, sah?'

'Sah!!!!'

Sebenarnya itu bukan Ijab Kabul sungguhan. Kami hanya bermain-main saja.

Saat itu umurku masih 6 tahun. Aku bersama teman-temanku bermain Nikah-nikahan.

Aku dan Fitri yg jadi mempelainya. Meskipun itu hanya main-main saja. Semenjak saat itu aku dan Fitri sering dipanggil Suami Istri.

Aku rasanya risih juga dipanggil begitu. Tapi Fitri terlihat biasa saja seolah dia senang dipanggil begitu.

Memang aku dan Fitri berteman sejak kecil. Kami juga bersekolah di sekolah yg sama sejak SD hingga SMA. Kami selalu bersama, bahkan kami juga pergi dan pulang bersama. Itulah kenapa kami sering dipanggil Suami Istri.

Fitri satu tahun lebih muda dariku. Kami sebenarnya tetanggaan. Sejak kecil kami sering bersama. Bahkan kami pernah mandi bersama saat kecil.

Banyak sekali kesamaan diantara kami. Diantaranya sama-sama menyukai warna biru, suka menonton anime, menyukai Novel Sherlock Holmes, dan kami juga sama-sama menyukai Mir Ayam.

Sebelum aku dipanggil Yuki. Hanya Nenekku dan Fitri yg memanggilku dengan nama depan, orang-orang biasanya memanggilku dengan nama belakang. Meski sekarang dia juga ikut-ikutan memanggilku Yuki.

Sama halnya denganku. Orang-orang memanggilnya dengan nama depannya (Yuni). Hanya Neneknya dan aku yg memanggilnya Fitri.

Sepertinya bukan hanya kami, Nenek kami juga punya kesamaan.

Sejak SMA, kami tidak lagi dipanggil Suami Istri. Kami juga sudah tidak lagi pergi ke sekolah bersama.

Dulu dia selalu menempel padaku, sekarang dia sudah menjaga jarak padaku. Bahkan di sekolah pun kami jarang berbicara.

Lagipula kami bukan anak kecil lagi. Kami tak bisa selalu bersama terus menerus kaena itu akan membuat orang lain salah paham.

Di sekolah dia lumayan mendapat perhatian.

Fitri memang cantik dan imut ditambah tubuhnya yg kecil hingga orang-orang mengira dia masih SMP.

"Yuki, siapa anak kelas satu itu, apa dia temanmu?"

Salah seorang temanku menghampiriku.

"Dia temanku, memang kenapa?"

"Apa kau punya pin BB-nya?"

"Aku tak punya BBM."

"Bagaimana dengan nomor Hpnya?"

"Tidak ada..."

"Kau pelit sekali."

"Kenapa kau tidak minta langsung padanya."

"Dia sulit sekali didekati. Aku tidak bisa memintanya langsung."

Rizky tiba-tiba datang entah dari mana. Padahal dia tidak sekelas denganku.

"Hei... Hei... Jangan coba-coba mengganggu Yuni. Dia itu Istrinya Yuki."

Si kampret satu ini memang suka asal bicara. Orang-orang bisa salah paham nantinya.

"Istrinya? Aku tidak tahu itu. Aku tidak menyangka Yuki yg pendiam ini pacaran dengan gadis cantik itu."

"Jangan sembarangan bicara, dia itu bukan pacarku."

"Tapi kau sering bersama dengannya sejak SD. Apa sekarang kau sudah putus?"

"Sudah kubilang dia bukan pacarku!!!"

"Yuki, ini dari Yuni untukmu."

Hestia datang menyerahkan nasi bungkus dari Fitri.

Aku mengambil nasi bungkus tersebut. Hari ini kebetulan aku tidak membawa bekal.

"Lihat, bahkan dia membawakan bekal untuk Yuki."

"Kau beruntung sekali Yuki."

Hestia tersenyum padaku.
"Apa dia pacarmu?"

"Bukan, dia temanku."

"Hm, benarkah? Kurasa dia menyukaimu."

Mereka jadi salah paham. Kami memang sering seperti ini. Bahkan saat SMP, Fitri juga sering membawakanku bekal. Itupun sebenarnya karena dia disuruh Ibunya, karena Ibunya mempunyai warung. Kadang dia membawakanku nasi bungkus, kadang juga kue. Jadi itu sudah biasa.

Lagipula Fitri itu sudah kuanggap Adik sendiri.

Aku pikir mencintai teman masa kecil cuma ada di manga dan light novel saja.

Meski secara logika bisa saja tumbuh benih-benih cinta. Tapi itu kemungkinannya sangat kecil.

Sejak kecil hubungan kami memang sangat dekat. Kurasa kami lebih mirip Kakak Adik. Seiring beranjak dewasa, aku berusaha untuk menjaga jarak darinya. Aku tidak bermaksud untuk menjauhinya, hanya saja akan timbul fitnah jika kami selalu bersama.

Lagipula aku tidak tertarik pacaran. Tidak ada manfaatnya, hanya mendatangkan mudharat saja.

Aku sangat membatasai pergaulanku dengan wanita, meskipun dia teman masa kecilku. Bahkan di Hpku tindak ada nomor kontak perempuan selain keluargaku.

Banyak yg bilang aku orangnya pemalu. Sangat dingin dengan perempuan.

Sebenarnya aku juga bisa bergaul dengan perempuan, bercanda bahkan tak jarang aku menjahili mereka. Tentu ada batasan dalam pergaulan antar lelaki dan perempuan.

Pulang sekolah akilu melihat Fitri di depan gerbang sekolah.

"Apa kau menunggu jemputan?"

"Aku menunggu Ibuku..."

"Kenapa tidak jalan kaki saja, bukannya rumah kita tidak terlalu jauh."

Fitri menatapku dengan curiga. Ia sepertinya mencurigai sesuatu dariku.

"Apa?"

Dia masih menatapku dan terlihat waspada.

Ada apa dengannya?

"Kau tidak menyembunyikan sesuatu kan?"

"Apa maksudmu?"

"Tidak apa-apa...."

Sebenarnya ada apa sih?

"Mau pulang bareng?" Aku menawarinya pulang bareng.

Tanpa mengatakan apapu Fitri mengikutiku.

Dalam perjalanan pulang kami tidak banyak berbicara. Entah mengapa jadi terasa canggung. Apa karena kami akhir-akhir ini jarang berbicara.

"Bagaimana hari pertama setelah MOS? Apa kau dapat teman baru?"

"Ya, Sebenarnya banyak teman SMPku yg juga bersekolah disini."

"Begitu kah... Apa kau yg menulis surat untukku saat MOS?"

"Bukan aku..."

Jelas sekali dia berbohong. Dia sengaja menulisa surat itu, meski menggunakan amplop warna pink yg ditunjukan untuk senior yg paling disukai, tapi isinya justru mengejekku.

"Kau juga yg menulis surat untuk Rizky kan?"

Saat MOS Rizky mendapat amplop warna hitam, untuk senior yg paling dibenci. Aku yakin dia pelakunya juga.

"Aki tidak menulis surat apapun..."

Dia masih saja tidak mengaku.

Dia juga tidak sadar kalau Rizky memgikutinya dari belakang. Aku berpura-pura tidak tahu.

"...." Aku hanya diam menatapnya saja. Tak lama kemudiam ia tertawa.

Sudah kuduga dia pelakunya.

"Tuh kan memang kamu yg menulisnya. Sebagai hukumannya kau harus mentraktir makanan. Bagaimana, Rizky?"

"Aku setuju..."

Fitri begitu kaget ketika mengetahui Rizky ada di belakangnya.

"Kau membuatku kaget saja."

"Yuki benar, kau harus mentraktir kami. Lagipula hari ini kau ulang tahun."

"Jadi hari ini Fitri ulang tahun? Aku baru ingat..."

Fitri cemberut padaku.

Aku lupa kalau hari ini ulang tahunnya. Pantas saja dia terlihat waspada padaku. Karena biasanya aku selalu menjahilinya dengan tepung.

Kalau saja aku ingat, pasti aku akan membawa tepung ke sekolah, kalau perlu dengan telur juga.

"Tidak mau... Harusnya kalian yg memberikanku hadiah."

"Itu sudah tradisi. Orang yg berulang tahun harus mentraktir makan. Benarkan, Yuki?"

"Kalau begitu biar aku yg mentraktir..."

"Kenapa jadi kau yg mentraktir? Yg ulang tahun kan, Yuni?"

"Karena aku tak bisa memberi hadiah. Sebagi gantinya biar kutraktir makan."

"Tumben kau berbaik hati." Fitri terlihat senang.

"..." Aku hanya tersenyum padanya.

Rizky pun begitu bersemangat.
"Kalau begitu kita makan Mie Ayam..."

"!!!!!"

Oh tidak!!!

Aku lupa kalau uang sakuku sudah habis.

Aku dengan berat hati membatalkannya.

"Sorry, sepertinya aku tidak jadi mentraktir. Soalnya uangku sudah habis. Kalau begitu Fitri saja yg mentraktir, kau kan yg ulang tahun..."

"Apa!!!!?"

.
.
.

Alien Queen
2017-11-16 08:26:06
Menurutku kehidupan yuki enak banget, dia aja yg nggak nyadar. Padahal banyak orang yang mendambakan kehidupan normal itu.
Newbie Tamvan
2017-10-28 22:20:26
Ada loli
Bocah Redoks
2017-10-25 23:36:14
Ntar d bilang mister php jg nich orang
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook