VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Dewi Hujan

2017-10-23 - Alien Queen
45 views | 4 komentar | nilai: 10 (8 user)

Akari dan Yuuki sedang memasak, itu adalah rutinitasnya bersama saudara satu-satunya.

Wanita itu memasak, sedangkan Akari hanya memberikan instruksi saja. Ia selalu mempunyai resep baru dan dalam tahap percobaan, selalu berhasil. Ia selalu menciptakan resep makanan yang baru.

"Yoriku, apa kau sudah berangkat?" terlihat Akari sedang menelepon seseorang.

"Tidak pak, saya masih ada dirumah. Maaf, ada apa ya?"

"Bisa kah kau datang kerumahku dan sarapan bersama...."

"Waaaah..enaknya.." Yuuki terlihat sangat gembira ketika masakannya terasa sangat enak.

"Aku ada resep baru, kita mungkin bisa mencoba bersama."

"Baiklah, saya akan segera kesana."

"Ya kutunggu." Akari pun menutup teleponnya.

"Baiklah, siapkan tiga porsi menu spesial kita hari ini." Akari semangat membawa tiga buah piring.

"Siap bos. Telurnya juga sudah siap dihidangkan."

"Apa menu spesial selalu pakai telur yah?" Akari sepertinya keberatan.

"Ah maaf akari, akan kupisahkan bagianmu. Aku lupa kalau kamu nggak suka telur."

Waktu berlalu, ketiga orang itu sarapan bersama.

"Waah, bos ini enak sekali. Saya akan memasukkannya kedalam menu spesial jika anda mau."

"Syukurlah kalau kalian suka, yosh, hari ini resep bertambah lagi. Nanti setelah kuliah, aku akan mencatat bahan-bahan dan cara memasaknya."

"Padahal aku sendiri yang masak, tapi aku lupa." Yuuki kemudian minum air putih.

"Lalu apa nama resep baru ini pak?" tanya Yoriku.

"Emm... Itu belum kupikirkan, tapi setelah nanti resep nya selesai kubuat, aku akan membuat namanya juga."

Dihalaman rumah.

Yuuki terlihat sedang mengunci pintu rumah.

"Terimakasih banyak atas makanannya bos. Ini sebuah kehormatan bagi saya." Yoriku membungkuk memberi hormat.

"Ah jangan terlalu formal seperti itu, lain kali kita makan bersama lagi bagaimana?"

"Dengan senang hati saya akan melakukannya. "

"Hmm."

"Akari ayo berangkat."

"Ya."

"Kalau begitu saya permisi dahulu. Banyak hal yang harus saya kerjakan."

"Hmm, maaf merepotkanmu."

"Tidak, tidak. Ini memang bagian dari tugas saya."

"Kalau begitu aku juga pergi. Sampai jumpa."

Yoriku pun memasuki mobilnya, sedangkan Akari dan Yuuki berjalan kaki berdampingan.

...

.
Pagi-pagi ada kuliah dan harus bersama pria yang membosankan, sungguh membuat mood Sayaka menjadi buruk.

Terlihat Sayaka dan Kazami berjalan berdampingan, pria itu terlihat begitu menempel pada wanita cantik calon pacarnya. Risih dengan hal itu, Sayaka pun menghentikan langkahnya.

"Ada apa? Kenapa berhenti?" tanya Kazami yang menengok kearah Sayaka.

"Kau duluan saja, aku ada urusan lain." Sayaka berbalik dan berjalan kearah tangga.

"Tunggu dulu." Kazami memegang pergelangan tangan kanan Sayaka. Bersamaan dengan hal itu, Akari bersama Yuuki dan diikuti Osawa turun dari tangga hingga mereka pun saling bertatapan.

"Akari.."

"Sayaka." melihat hal itu, Yuuki langsung menarik Osawa dan turun dengan cepat dan menabrak Kazami.

"Hei apa-apaan kalian?" bentak Kazami.

"Sorry." Yuuki tersenyum tipis, karna rencananya berhasil.

"Tuhkan, nabrak orang." gumam Osawa.

"Akari ayo." Sayaka langsung menarik tangan Akari lalu pergi dari sana.

"Sayaka, tunggu aku.." Kazami hendak mengejar, namun kaki Yuuki mengait kaki Kazami hingga membuat pria itu jatuh.

"Ups, Sorry lagi, kakiku bergerak sendiri." dengan tatapan santai. Yuuki berjalan pergi.

"Kaaau.. Aku yakin kau sengaja."

"Tu-tunggu aku Yuuki." teriak Osawa mengejar Yuuki.

"Awas saja kau, akan kubalas kau nanti." Kazami segera beranjak dari tempatnya, ia mulai malu karna ternyata ia jadi tontonan.

Kuliah telah dimulai, Sayaka dan Akari membolos, mereka berdua sedang berada di taman belakang kampus. Keduanya duduk berdampingan diatas rumput.

Pemandangan langit kelam diselimuti awan hitam melengkapi keheningan. Ya, sejak tadi tak ada kata-kata yang terucap dari keduanya.

"Pertemuan pertama kita memang biasa-biasa saja, hanya karna saat itu terjadi hujan yang membuat hal itu seolah indah dan membuatku tak dapat melupakan wajahmu Akari."

"Aku merasa ada sesuatu hal yang kurasakan, entah perasaan apa ini. Aku selalu ingin melihatmu, aku merasa bagai bunga yang tak disiram air apa bila tak melihatmu selama sehari."

"Akari, apa kamu juga mera...."

"Hujan mengantarkan pada keindahan, mempertemukanku pada malaikan kesejukan yang tengah menikmati indahnya hujan. Perasaan ini tak dapat kukendalikan dan tak dapat di utarakan melalui apapun ketika aku melihat sang dewi hujan." sela Akari yang membuang pandangannya pada Sayaka.

"Namun sampai kapan rasa ini bertahan, aku harap hujan akan terus turun dan menyirami benih cinta ini. Jangan sampai hujan turun dan membuat benih ini mati."

"Tapi tetap saja, apabila benih itu tumbuh dan ditumbuhi tumbuhan parasit dan membunuh benih itu, dewi hujan pun tak dapat melakukan apapun." balas Sayaka.

"Asalkan Dewi Hujan selalu memberikan kesejukan dan indahnya senyumannya itu. Benih ini akan terus tumbuh menjadi besar, sekalipun banyak tanaman tubuh menutupinya, banyak tanaman parasit menempel padanya. Asalkan hujan turun. Benih ini tak dapat dihentikan."

"Akari.."

"Hmm.."

"Aku sudah dapat jawaban dari pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu, tapi aku hanya ingin kepastian."

"Kepastian apa?" Akari melirik kearah Sayaka.

"Apa yang akan kau lakukan jika dewi Hujan tak turun lagi dan menghilang dari muka bumi ini. Hujan tak akan pernah turun lagi.?"

"Aku akan mencarinya dan memanggilnya, aku ingin memintanya selalu turun ke muka bumi ini dan memberikan senyuman terindahnya. Lalu akan turun hujan yang menakjubkan dan memberikan kesejukan."

"Lalu bagaimana caranya kau mencari Dewi hujan itu dan bagaimana caranya kau membuat dia akan selalu datang kepadamu dan memberikan senyuman terindahnya.?"

"Hal itu tak perlu ku jawab, semua akan terungkap seiring berjalannya waktu. Seperti halnya benih yang terus tumbuh menuju arah datangnya sinar matahari karna naluriah dan kemampuannya untuk terus tumbuh. Seperti itulah aku juga akan menemukan dewi hujan dan tak akan pernah membiarkannya pergi dari hadapanku."

"Memangnya kau punya apa untuk diberikan pada dewi hujan?"

"Sesuatu yang tak dimiliki pria manapun."

"Hmm, Akari. Sepertinya akan turun hujan." Sayaka memandang langit mendung.

"Kamu benar, baiklah." Akari beranjak dari duduknya.

"Aku akan menikmati hujan dan melihat Dewi Hujan yang sangat cantik turun dan menemaniku untuk berbagi indahnya hujan."

Tak menanggapi, Sayaka beranjak dan mengikuti Akari yang berjalan pergi dari tempat tersebut.

Bersambung..

Semakin gaje aja cerita ini, yah padahal udah 1 tahun. Aku plinplan sepertinya. Ini juga cuma iseng aja lanjutin, berusaha keras menghayalkan tentang kisah romantis biar bayangan tentang adegan berdarah bisa lupa. Tapi sepertinya aku terlalu tumpul kalau membuat kisah berbau romance.

Tatsuya
2017-12-29 06:12:43
tidak tau mau komen apa
Bocah Redoks
2017-10-24 18:10:54
Ini udah bagus banget lho. Meskipun terasa agak d paksakan endingnya
Yukki Amatsu
2017-10-24 07:13:54
Kak Aeri kayaknya gak cocok bikin OS tipe romance dech, jujur ajah, aku pusing baca ini, berkelit* Sorry ya kritik senpai
Shin Zahara
2017-10-24 02:47:07
Ini udah bagus, Qaqa. Dan ... melupakan bayangan adegan berdarah, apa terjadi sesuatu?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook