VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Megami no sōzō no gensō no sekai !! Chapter 1 : Awal Bencana

2017-10-22 - Yukki Amatsu
37 views | 3 komentar


Cuit... Cuit....Cuit...
Suara burung menyambut indahnya pagi ini,, terlihat seseorang tengah berjalan ,, ntah hendak pergi atau pulang,, ia terlihat ketakutan sekali,, terlihat dari mimik wajahnya,,...

" Tidak... Tidak, Tidak.. aku tidak boleh takut,, trust your insting,, jangan takut Riku,, kau pasti bisa,,, " gumam orang yang bernama Riku,, dari tampangnya,, ia cukup gagah,, ia memiliki rambut coklat cepak yang berkilau tiap kali tertimpa sinar mentari,,
Ia berjalan perlahan - lahan, ia memasuki sebuah bus kota,, mungkin ia hendak pergi kesuatu tempat.

" Hufftt,, akhirnya,, aku berhasil,, ehhh ? " ucap Riku lega karena ia berhasil memasuki sebuah bus.
Entah apa penyebabnya,, ia begitu ketakutan sampai - sampai hampir buang air kecil dicelananya.

" Hampir saja keluar tadi,, kalau sampai keceplosan tadi,, huu,, bisa gawat deh.. " gumamnya pelan sambil memeriksa barang bawaan-nya,.

" Hmm, ada,, ada ,, yup,, sudah semua,, aku hanya tinggal membeli makanan untuk malam ini.. " ucapnya.

~~ 15 MINUTES LATER ~~
~~ Scene beralih ke sebuah toko ~~

" Yups,, sudah komplit,, sekarang tinggal kembali ke kasurku yang nyaman,, ditemani oleh cemilan ini,, hihi.. " ucap Riku senang sambil memeluk - meluk belanjaannya.

~~ 30 MINUTES LATER ~~
~~ Diperjalanan pulang ~~

Terlihat Riku tengah berjalan santai ( tidak seperti tadi pagi,, ia terlihat ketakutan ),, ia melewati sebuah gang,, ia berpapasan dengan seorang cewek,,
Wuusstt...
Tiba -tiba angin berhembus pelan,, Riku mendengar sesuatu..
GUBRAKK...
Rupanya gadis yang berpapasan dengannya tadi tergeletak pingsan,, ia ingin menolong tapi ia berfikir dua kali untuk melakukannya.

" Mungkinkah gadis ini hanya berpura - pura ? aku tidak terlalu percaya " . " Ah,, persetan,, kalau aku mati,, setidaknya niatku menolong seorang gadis.. " pikirnya.
SSSEEETTT..
Riku membangunkan gadis itu sambil menaruhnya dipangkuannya.

" Hei nona ? apa kau baik - baik saja ? Hei.. hei.. " ucap Riku sambil menepuk - nepuk wajah gadis itu.

" Hmm,, saat yang tepat untuk memberikan nafas buatan,, eh,, aku tidak boleh ngeres ah,, mungkinkah ? " ucapnya sambil meraba dada dan leher gadis itu. ( jangan ngeres dulu )

" AH betul... ia lemah sekali,, denyutnya,, sangat lemah.... " aku harus menghubungi kelua-- tapi gimana ? ah,, aku harus membawanya kerumah sakit dulu,, nanti baru keluarga.. " ujarnya sambil menggendong gadis itu,,

~~ 15 menit kemudian ~~

Riku segera berlari walaupun kakinya sudah lemas,, ia berusaha untuk berlari membawa gadis yang ia gendong itu.

" Susterrrrr !! tolong aku !! ada pasien yang butuh pertolongan disini... !! " ucap Riku setengah berteriak.

" Ahh, baik - baik,, OB, tolong ambilkan kereta dorongnya,, cepat !!

" jawab seorang suster yang keliatannya, sedikit cekatan,,
Riku yang melihat hal itu segera saja kebingungan,, yang disuruh duduk malah dirinya..

" Silahkan duduk,, kami akan mengurus anda ! " ucap seorang perawat laki - laki yang cekatan,, tapi GUOBLOG..

" Bukan aku BAKKA !! gadis ini !! " ucap Riku bingung dan menjerit keras,, sontak semua orang yang ada di RS langsung menaruh perhatian pada Riku,,

" Owhh,, maaf,, ayo cepat letakan disini..! " jawab suster.
" Ah ini terbalik,, " ucap seorang perawat lelaki.

" Baik,, putar sekarang,, arahkan ke arah kepala pasien ! " perintah suster.

" Sudah,, letakan seka-- eh ? " mereka kebingungan,, Riku duduk memandang mereka,, ia bingung,, di RS sebesar dan se-elit ini,, perawatnya,, bego semua..

" Sudah ? " Tanyanya sambil memasang wajah bingung.

" Ahh,, ummt,, sudah,, ayo angkat pasiennya kemari teman - teman,, apa yang kalian lihat !! OOOiiiii... " teriak suster itu membangunkan lamunan teman - temannya.

" Ahh,, i-iya.. " mereka menjawab serempak dan langsung menggendong gadis itu, dan..
TUUNNGGG,,
kepala gadis itu membentur palang bagian kepala di kereta dorong tersebut. Sontak ,, mereka makin panik dan langsung meletakan gadis itu. Saat suster tadi berbalik,, Riku melihat sesuatu yang tidak ingin ia lihat,, Resleting suster itu belum ditutup,, sehingga terlihat bokongnya yang seksi,,

" Ah,, aku mau melihat keadaanya dulu, terima kasih atas bantuannya.. " ucap Riku sambil melakukan ojigi.
Suster itu hanya tersenyum,, Riku yang tengah berjalan mengikuti kereta dorong tadi berpikir lucu.

" Pantas saja mereka diam tak bergeming tadi,, suster itu toh penyebabnya,, lagipula,, keliatannya mereka orang baru,, gak ada profesional-nya sama sekali,, hmm " pikir Riku.

~~ Diruangan rumah sakit > kamar pasien < ~~

" Terima kasih,, jika bukan karena kamu,, mungkin aku akan... " ucap gadis itu sambil membenamkan wajahnya kedalam selimut.

" Kau,, tidak apa - apakan aku tadi kan ? " ucap gadis itu bertanya,, pipinya terlihat memerah. Sontak Riku kaget akan pertanyaan itu,, ia hanya manggut - manggut sambil cengar - cengir.

" Hehe,, tadi sih... gak,, aku orang baik kok,, ngomong - ngomong,, siapa namamu nona ? " jawab Riku sambil mencoba mengganti topik pembicaraan.

" Huufft,, syukurlah,, namaku Shuvi,, panggil saja begitu,, namaku terlalu panjang untuk dihafal.. hihi " jawab gadis itu sambil tersenyum.

" HHmm, memang siapa nama aslimu no- Shuvi > maaf aku hampir memanggilmu nona lagi,, khehe.. " tanya Riku menggoda.

" Memang kau mau mengingatnya,, nama asliku cukup panjang... " ucap Shuvi malu - malu meong.

" tak apa,, mungkin aku akan mengingatnya, " jawab Riku dengan wajah ramah.

" namaku.. baiklah kalau kau memaksa... namaku MAGENTA AKARU MARIA SHUVI AMARU.. faham sekarang ? jangan tertawa lho .. " ucap Shuvi sambil kembali membenamkan wajahnya kedalam selimut.
Riku yang melihat kejadian itu hanya tertawa kecil.
Gadis itu kembali memasang wajah malu sembari menyembunyikan wajahnya dibalik selimut lagi.

" Namamu bagus, tapi kenapa kau malu begitu,, perkenalkan, namaku Riku Amaru,, nama belakang kita sama,, tapi namaku terlalu pendek deh kayaknya.. " ucap Riku kembali tertawa kecil.
Mereka tertawa bersama- sama, tawa itu dipecah oleh suara seorang wanita lagi..

" Magenta ? Magenta !! " ucap wanita itu yang ternyata Ibunda Shuvi. Ibunda Shuvi terus mengecup kening Shuvi sambil terus mengelus kepalanya.

" Bunda..? aku tidak apa - apa kok.. berkat orang ini ." ucap Shuvi sambil menenangkan Ibundanya.

" Terima kasih banyak,, anakku sekarang bisa terbaring dimana saja akibat penyakitnya.. dia,, terkena leukimia,, penyakit itu menggerogotinya setiap saat,, aku tidak bisa melihat anakku begini terus,, sebagai balasan,, apa yang harus aku berikan padamu nak ? ah dimana kamu tinggal,, mungkin aku bisa memberimu makanan ?

" ucap Ibunda Shuvi sangat khawatir dan berterima kasih pada Riku.
Riku yang mendengar makanan langsung tergiur,, tapi ia tetap pada pendiriannya,, ia lelaki harus menolak hal itu dengan bijak.

" Hahaha,, imbalan ? aku tidak butuh itu,, yang aku butuhkan hanya,, bisa pulang untuk saat ini,, aku capek sekali,, terima kasih atas tawaran imbalan itu tapi, aku harus menolong tanpa pamrih kan ? aku sudah cukup bahagia melihat kalian kembali bersatu.. " ucap Riku,, padahal dalam hati ia berkata..

" SIIAALL,, makananku kan tadi untuk makan oleh gadis ini,, aku benar - benar harus kembali ke minimarket,, apalagi uang untuk bulan ini tinggal sedikit,, aku juga sudah tidak ikut turnamen lagi,, jadi jarang uang yang mengalir padaku !!" batinnya bertempur.

" Ah.. kau baik sekali nak,, kami benar - benar menghargai keputusanmu itu.. " ucap seorang lelaki,, saat Riku berbalik, ia melihat orang itu tersenyum kecil padanya,,

" Haha, terima kasih,, a-anoo,, aku pamit pulang paman,, bibi,, aku benar - benar harus sekolah esok.. " ucap Riku

" Siallll,, sekolah ? alasan macam apa itu ? aku ini NEET,, bagaimana kalu mereka melihat kerumahku ? aduhhh " Batinnya kembali bergejolak.

" Ah begitu rupanya,, hati - hati dijalan ya, tapi ngomong - ngomong, siapa namamu nak ? " tanya laki - laki itu yang ternyata Ayahanda Shuvi.

" Namanya Riku ayah,, ia orang yang sangat baik kok, buktinya ia tidak meminta imbalan atas penyelamatan yang ia lakukan kan ? ia-- ia benar - benar orang baik " ucap Shuvi kembali memuji Riku.

" SIIIAALLL,, orang baik dari mananya..!! aku lapar gadis manja !! " batin Riku,, dari wajahnya ia membuat senyum kecil namun itu tandanya ia tak senang.

" Aku pulang dulu ya.. bye.. " ucap Riku

" Ah iya,, hati - hati dijalan ya, Riku.. " ucap Ibunda Shuvi mengingatkan. Riku hanya mengangguk dan tersenyum. Ia segera berlalu meninggalkan tempat itu,,

" Siall,, aku harus bagaimana ? ini sudah malam,, ahhkk,, aku pulang saja dan main game lagi,, mungkin, ada turnamen baru.. " gumamnya sambil berjalan.
Belum sempat berjalan jauh,, Riku berpapasan dengan seorang wanita lagi,, dari baunya,, wanita itu kelihatannya mabuk dan,, bau rokok juga.
Saat Riku mengalihkan pandangannya,, ia mendengar suara lagi,,
BRRUUGG..
Wanita tadi terjatuh pingsan,, Riku yang melihat kejadian itu memasang wajah kesal.

" AAAAKKKHHHH,, JANGAN LAGIIIII " ucapnya sambil memegang kepalanya,,
Ia kemudian berfikir,, kalau ia meninggal wanita ini,, ia akan dianggap biang-nya,..

" Sebaiknya kutolong dia,, lagipula, dia kan dirumah sakit,, tapi koridor ini sepi sekali,, dia wanita dewasa lagi,, wahh " ucap Riku sambil mengamati tubuh wanita itu,, ia kemudian berkedip.

" Riku,, jaga nafsumu,, ayo bantu wanita ini !!" ucapnya sambil menghentak - hentakan kakinya kelantai.

" TOOOLLOONNGG----!! " teriak Riku,, ia sebetulnya kuat mengangkat wanita ini ke arah para perawat amatir tadi,, namun,, ia tak mau dianggap tak sopan.

~~ Ruangan kamar wanita yang pingsan tadi ~~

" Ahh,, dimana aku ssshhh,, kepalaku sakit,, " ucap wanita itu.

" Anda tadi pingsan dan ditolong oleh seorang pemuda nona,," ucap seorang suster yang sudah menanti dikamar itu dari tadi.

" Siapa nama anak itu sus... " tanya wanita itu.

" Entahlah,, ia tidak memberitahu namanya,, ia langsung pergi begitu saja,, ngomong - ngomong,, siapa namamu nona ? " tanya suster itu sambil meng-kompres wanita itu.

" Kana,, Kana Anami,, itu namaku sus,, boleh aku pergi sekarang sus ? aku harus menemukan pemuda itu." ucap wanita yang bernama Kana itu,,
Suster menggeleng,, ia bilang kalau Kana harus istirahat lebih banyak lagi dan mengurangi minum - minuman beralkohol.
Kana yang mendengarnya tersenyum dan kembali berbaring..
SIAPA ORANG ITU YA ? PEMUDA YANG BAIK. pikirnya.
~~ Disisi Riku ~~

" A-kkuu,, p-pulang... " ucap Riku yang sudah sampai rumah. Kondisinya mengenaskan,, ia sangat lemas dan pucat,, matanya sayu dan cekung,, badannya lemah sekali.
Ia menuju tangga lantai dua,, ia langsung masuk kedalam sebuah kamar,, itu kamar Riku.

~~ 20 MINUTES LATER ~~

" AMM FEIIDEEEDDDD...!! " terdengar suara orang teriak - teriak malam hari begini.

" YEAAHH,, AMM FEEIIDDEDDD,,, SOO LOONGG,, AM FEIIDDEEDD...!! " teriak orang itu yang ternyata Riku.

" Alan Walker memang hebat !! lagunya selalu bergema dikepalaku !! wohhh " ucap Riku terlihat segar kembali,,
Pukul 09.48 Pm, ia baru mandi,, kebayang gimana bau tubuhnya :D

" Ah,, hari iini aku sudah menolong dua orang sekaligus,, yang satu karena penyakit,, yang satu karena mabuk,, aku bingung,, itu sebabnya aku tidak pernah keluar rumah,, aku benci kalau bertemu hal seperti ini lagi setiap kali keluar rumah,, TIME TO OPEN ALAN WALKER AGAIN !! AMM FEIIDDEEDD !!" gumamnya sambil kembali teriak - teriak kaya orang gila.

" Hmm,, turnamen ini,, wooohh hadiahnya 300.000 Yen !! keren,, aku harus ikut,, lagipula namaku kosong. hmm daftar..! sudah selesai,, saatnya menunggu giliran.. " ucapnya kembali,,

" Kira - kira lawanku berat tidak ya ? aku harus segera latihan untuk itu,, Yosh !! mulai,, game start...!! " ucapnya sambil mengklik sebuah icon game dikomputernya.

TO BE CONTINUED TO NEXT CHAPTER...
THANK'S FOR READ.... :)

Baca juga (url)http://versiteks.com/baca/4502872(/url)Another

KazutoWalker
2017-12-31 11:09:26
Gaje
Alien Queen
2017-10-30 14:59:09
Jujur aku belum baca, tentang judul tuh. Apa artinya "dewi pencipta dunia ilusi"? Itu salah ngetik loh. Dalam satu kalimat, partikel no. Cuma 1 aja, adapun 2, sebagai penghubung kata benda dan kepemil
Chiko Plaks
2017-10-22 07:38:24
Yang paling bawah itu link apaan????
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook