VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
The Killers Chapter 08

2017-10-24 - Alien Queen
48 views | 6 komentar | nilai: 10 (9 user)

Beberapa menit berlalu, terlihat Wanita yang diketahui adalah Claire itu telah diikat pada sebuah kursi dengan posisi duduk.

Brave pun berdiri disamping kanan Johan yang membungkuk memperhatikan wajah wanita tersebut. Aldora dan Keana juga berada disana.

"Itu terlalu dekat woy." terlihat memang hidung mereka hampir bersentuhan saking dekatnya. Johan pun memundurkan wajahnya beberapa centi.

"Kalau dilihat-lihat gadis ini memang cantik, tubuhnya juga bagus. Sayangnya dia seorang pembunuh kejam. Padahal aku ingin sekali berkencan dengan wanita ini." Johan memegang dagunya.

"Kalau itu terjadi, mungkin akan menjadi kencan pertama dan terakhirmu." ketus Brave.

"Benar juga, mungkin dia akan memutilasiku setelah kencan berakhir."

"Ya, dan dagingmu akan diberikan pada anjing gila untuk dikoyak-koyak saja."

"Baiklah, jangan lanjutkan, itu mulai membuatku ketakutan."

"Ingat, jangan lakukan hal aneh padanya oke." Aldora keluar ruangan.

"Meskipun dia tawanan, jangan berani-beraninya melecehkan wanita. Awas jika kalian berani melakukannya." Keana mengambil barang-barang miliknya yang seperti alat bedah.

"Hai,hai, tenang saja. Aku tak akan melecehkannya ko." Brave melambai-lambaikan tangannya isyarat agar wanita itu segera pergi.

"Hmmh.. Dasar lelaki."

"Jadi apa yang akan kita lakukan selama menunggu dia bangun?" Brave berada dibelakang wanita itu, ia memegang kedua pipi Claire dan memainkannya seperti menjahili anak kecil, mengelus-elus serta menarik-narik pipinya.

"Brave, bukannya kau sudah bilang tak akan melecehkannya?"

"Ya. Tapi aku tidak bilang kalau aku tak akan menyentuhnya bukan?"

"E..eh benar juga." Johan kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Claire begitu dekat, namun tiba-tiba wanita itu membuka matanya dan

Bugh..

Johan terlempar setelah Claire membenturkan keningnya dengan kening Johan dengan cukup keras.

"Apa yang kau lakukan?" teriak Claire.

"Reflekmu sangat jelek, besok kita latihan lagi untuk melatih reflek dan instingmu." gumam Brave santai, tanganya tak berhenti memainkan pipi Claire, ditekan-tekan, diputar dan sebagainya.

"Kau juga. Apa-apaan ini? Jangan menyentuhku bajingan. Pipiku bukan mainan." teriak Claire pada Brave, Johan pun bangkit.

"Baiklah kapten, sepertinya aku memang terlalu lamban." gumam Johan mengusap-usap keningnya.

"Baiklah." Brave pun menghentikan aktivitasnya.

"Tcih, kenapa tak membunuhku saja hah? Percuma jika kau ingin memaksaku untuk berbicara dan mengungkapkan semua informasi yang ku..."

"Tidak juga." sela Brave.

"Aku tak ingin mengetahui apa rencana kalian dan apa tujuan kalian, aku hanya mendapat perintah agar menghentikan para Killer yang meneror kota ini. Jadi tenang saja. Aku tak akan memaksamu untuk buka mulut."

"Brave, bukannya kita mau menginterogasinya.?" tanya Johan.

"Ah benar juga, tapi ogah ah. Bakal sulit membuat dia buka mulut, lebih baik para polisi saja yang menanganinya besok."

"Tapi Brave, bukankah a..."

"Apa? Kau tak mendengarku?" Brave terlihat berbeda dari ekspresi sebelumnya.

"Ti-tidak ko. Kata-katamu adalah mutlak, aku tak bermaksud melawanmu ko." Johan terlihat ketakutan.

"Serem banget." pikir Johan.

"Yaaah senang mendengarnya, kalau begitu kita tidur saja. Aku sudah ngantuk." Brave kembali ke ekspresi sebelumnya dan merangkul Johan.

"Tunggu dulu." ucap Claire menatap kearah Brave.

"Eng?" keduanya menatap kearah Claire.

"Namamu Brave Frauenfeld bukan?"

"Benar." Brave mengangguk pelan.

"Ko, kau tahu nama lengkap Brave? " tanya Johan.

"Apa kau mengenalnya Brave?"Johan melirik kearah Brave, namun ia menggeleng sebagai jawaban.

"Sudah kuduga, apa kau bisa melepaskanku. Sebagai gantinya aku akan memberi sesuatu yang besar."

"Ow kau mau bernegosiasi?" Brave melepaskan rangkulannya dan berjalan kearah Claire.

"Jadi kau mau memberikan keperawananmu sebagai gantinya?" tanya Johan.

"Bukan.!" teriak Claire.

"Sudah kuduga, semua pria itu bejad dan bajingan." Claire terlihat menahan kekesalannya.

"Jadi apa yang akan kau berikan padaku? Sebaiknya itu membuatku tertarik." Brave berjongkok dihadapan Claire.

"Aku dikatai bejad lagi. Padahal cuma bercanda." gumam Johan.

"Informasi,"

"Sepertinya kita tak butuh itu. Brave kita tinggalkan saja dia. Dia hanya membuang waktu, sebaiknya kita bersiap jika ada bantuan yang datang." Brave merentangkan tangan kirinya isyarat agar Johan diam saja. Johan pun berdiri tegak dan melipat tangannya kebelakang. Ia mematung.

"Katakan saja, aku berjanji akan melepaskanmu jika informasi mu berguna."

"Baiklah."

"Apa kau mengenal Jill Carvoriline? Aku yakin kau tak asing dengan nama itu kan?." Brave pun tersentak dan begitu kaget.

"Apa? Apa yang kau ketahui tentang Jill? Cepat katakan padaku?" bentak Brave.

"Tenanglah, seperti yang sudah kukatakan, lepaskan aku dulu." Tanpa ragu Brave mengambil pisau dan memotong ikatannya. Keduanya pun berdiri.

"Ah ini lebih baik." Claire menggerak-gerakan tangan dan kakinya yang sepertinya ia pegal. Johan diam saja, perintah Brave agar ia tetap diam membuatnya tak melakukan apapun, bahkan tak berbicara apapun.

"Sekarang katakan apa yang kau tahu tentang Jill?" tegas Brave.

"Jill yah, dia masih hidup dan dia adalah pembunuh terkejam, dia juga temanku yang akan segera menendang wajahmu." bersamaan dengan hal itu. Jill masuk melalui jendela yang terbuka dan menghantamkan tendangan tepat kewajah Brave.

Tendangan telak mengenai Brave hingga membuatnya mundur beberapa langkah, dan terjatuh.

"Kapten." Johan menghampiri Brave.

"Kau tidak apa- apa Claire?" Claire mengangguk.

"Kita mundur, dia terlalu kuat untuk kita hadapi sekarang. Lagipula peralatanku sudah dirampas," ucap Claire pelan.

"Memang melawan dua lelaki yang kuat bukanlah waktu yang tepat, apalagi keadaan Claire seperti ini." pikir Jill yang merasakan kakinya sakit,

"Kita pergi." keduanya pun melompat keluar jendela. Brave yang tergeletak ke lantai tak sempat melihat Jill, ia pun bangkit.

"Kau juga sama, reflek dan instingmu berkurang." ejek Johan yang membantu Brave berdiri.

"Cih, untuk sesaat pandanganku kabur, tendangannya sekuat tendangan kak Austina, sakit sekali."

"APAAA?" kaget Johan.

"A-ada monster lain disini."

"Selain itu, aku benar-benar tak merasakan hawa keberadaan mereka. Jadi serangan tiba-tiba seperti tadi membuatku tak apat menghindar."

"Apa yang terjadi?" keana datang dan membuka pintu.

"Tawanannya kabur." jawab Brave seadanya,

"Apa sih yang kalian lakukan? Menjaga wanita saja kalian tak mampu." bentak Keana.

"Brave memerintahkanku untuk diam."

"Dan aku mendapat serangan kejutan." tambah Brave.

"Dasar bego."

Di tempat Alice, ia bersama Aldora dan Sea.

"Dapat, aku berhasil menemukan si Cybercrime."

"Benarkah?" tanya Sea yang memperhatikan layar.

"Hmm...Oh tidak, aku harus segera memutus pencarian." Alice segera memutuskan jaringan dan mematikan softwarenya. Ia bahkan langsung mematikan komputernya dan mencabut listriknya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Aldora.

"Ya, bukannya tadi sudah dapat." tambah Sea.

"O-orang itu adalah Cybercrime pro. Dia sangat hebat, jika tadi aku melanjutkan dan memaksa membuka data. Maka komputerku akan terkena virus dan rusak permanen. " Alice terlihat berkeringat, tindakkannya cukup cepat.

"Apa?"

"Orang itu sudah menyiapkan ranjau apabila ada yang berniat masuk kedalam wilayahnya. Dia sudah mempersiapkan diri apabila dia dapat dilacak." tambah Alice, ia telah berkeringat dan semua jari- jarinya lemas dan bergetar. Perjuangan panjang yang menghabiskan tenaga itu berakhir sia-sia.

"Padahal tadi aku berhasil menembus pertahanan anti jaringan dengan baik. Aku yakin orang itu tak mengetahuinya, tapi kenapa bisa." kesal Alice memukul meja.

"Sepertinya hari ini kita gagal." Keana masuk ruangan diikuti Brave dan Johan yang mendapat luka pada wajah mereka, keduanya tertunduk.

"Ada apa dengan wajah kalian?" tanya Aldora.

"Aku tak ingin membahasnya." johan terlihat murung dan ketakutan.

"Aku juga." seperti biasa. Sekuat apapun Brave, ia tak akan melawan apabila ia dihajar karena kesalahannya.

"Haaah, hari ini kita gagal total." keluh Aldora yang merebahkan diri diatas sofa.

"Aku dengar, merobek pakaian dan mengikatku diranjang bukan dari rencana. Nona Keana, apa aku boleh minta keadilan,?" pinta Sea tersenyum manis.

"Ga..gawat.."pikir Brave.

"Oh iya, aku baru ingat. Sejak kau bertemu polisi cantik ini kau jadi pria bejad. Akan ku jernihkan lagi otak mesummu Brave." Keana memasang tatapan menakutkan, ia sudah mengepalkan tangannya.

Glek..

"Aku akan masuk UGD." pikir Brave, ya. Selain tak akan melawan, ia selalu menerima hukuman dan tak akan melarikan diri. Karna prinsip Brave adalah

"Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Itu yang kau katakan kan, kapten?"

Sehingga sudah jelas ia akan mendapat luka yang serius malam ini. Brave pun panik dan menghela napas.

"Lakukan apapun yang kau inginkan." Brave mengangkat kedua tangannya.

Bersambung.

Sovaren DF F
2017-10-27 15:55:28
Sebaiknya adegan vulgar dikurangi dan lebih banyak adegan pertarungan dan pembunuhannya
Zen Kureno
2017-10-25 16:19:54
Pertarungan yang sulit untuk dilanjutkan and akankah ada CLBK yang terjalin antara Brave ^Jill.
Grim Rieper
2017-10-24 22:46:56
wah padahal udah ketemu jill tapi yah gitu s ,semua cerita pasti bikin orang penasaran dulu
Hiatus
2017-10-24 21:55:05
Oh yeah baby brave pasrah pada 2 wanita cantik oh baby
Sqouts Shadows
2017-10-24 20:53:05
Ditunggu chapter berikutnya
Yukki Amatsu
2017-10-24 20:42:42
Wkwk, itu bukan prinsip namanya, tapi pasrah akan keadaan sorry baru baca yg ini.. yg lain nyusul
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook