VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Gara Gara Tiramisu 09

2017-12-02 - Green Bull
22 views | 1 komentar



Tampak ia memegang sebuah cincin dengan hiasan gambar emotikon Straight face, lalu ia kenakkan ke jari manis tangan kiri Kid.

"Sudah selesai, sekarang buka matamu Honey." ucap cewek itu.

Kid perlahan membuka matanya lalu ia melihat ke arah jari manis sembari berkata.

"Buat apaan ini cincin?" tampak Kid melihat bagian permata cincin di jari manisnya itu.

"Cincin ini ada padaku sejak pertama kali kita ketemu, Honey kalau suatu hari nanti kita terpisah atau aku mati aku harap kamu akan tetap selalu ingat padaku." jelasnya.

"Terserah kamu saja dan terima kasih pemberiannya." ucap Kid datar.

"Sama-sama." jawab Si cewek sembari tersenyum.

SET..

GREP...


Cewek itu menarik tangan Kid.

"Mau ngapain lagi sih?" tanya Kid.

"Sekarang sudah jam 11 malam nggak baikkan kita diluar keluyuran begini apa lagi menghirup karbon dioksida dalam jumlah yang banyak seperti ini, kata Mama nggak baik buat kesehatan, sekarang ayo kita pulang." jelas Si cewek yang terus melangkah sembari menarik tangan Kid.

"Aku juga sependapat denganmu, kebetulan sekali aku juga mau pulang badanku serasa remuk semua." ucap Kid tanpa protes walau tangannya di tarik oleh cewek itu.



SCENE

Di rumah jam dinding menunjukan pukul 23 : 45 tampak Kid terbaring di ranjangnya sudah terlelap tidur karena kecapean.

Sedang Si cewek duduk di kursi yang menghadap ke arah meja dan jendela, tampak tangannya memegang sebatang pena.

"Aduh.. Apa yang aku pikirkan? Kenapa hatiku merasa gelisah begini? Biasanya ini tidak pernah terjadi." gumamnya pelan.



Detik demi detik berlalu tampak jarum jam dinding sudah menunjukan pukul 00 : 00.

KRING..

Si cewek menoleh ke arah jam itu.

'Waduh sudah tengah malam nih lebih baik aku juga tidur, agar besok bisa bangun pagi.' batinnya.

Dengan segera ia beranjak dari kursi itu tiba-tiba.

SHHH..

Tubuh Si cewek mengeluarkan cahaya berwarna putih terang dan perlahan-lahan menguap seperti serbuk cahaya.

"Ke-kenapa ini?" ucapnya kaget melihat kondisi tubuh mengeluarkan cahaya putih yang aneh.

SHHH...

Kondisi itu terus menerus menggerogoti tubuhnya seolah-olah ia akan segera hancur menjadi serbuk cahaya.

"Sepertinya aku akan kembali keasalku." ucapnya yang mulai menyadari keadaan sebenarnya yang terjadi.

Dengan segera ia mengambil pena yang tergeletak di meja dan membuka lembaran buku yang masih kosong.

Cewek itu pun menulis sesuatu sehingga sampai kesebuah kalimat yang berbunyi diakhir dari tulisannya "Decimonoveno" setelah itu ia berjalan ke arah Kid yang masih tertidur pulas.

Dengan segera ia menunduk dan memegang lembut pipi Kid.

"Sayang sepertinya aku akan segera pergi dari sini untuk selamanya, sekarang aku mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua usaha kamu yang telah membuatku bahagia hari ini." ucap si cewek, tampak dari celah matanya butiran-butiran bening mulai berjatuhan.

"A-aku.." ia tidak mampu untuk melanjutkan ucapannya tidak tahan dengan apa yang akan terjadi, tampak ia tidak mampu bertahan lebih lama lagi kini air matanya mengucur deras membasahi pipinya.

SHHH..

Tubuhnya semakin lama semakin bersinar putih dan menyilaukan.

"Sa-sayang untuk yang terakhir izinkan aku mengatakan ini padamu."

"Aku benar-benar mencintaimu." ucap cewek itu lalu perlahan wajahnya mendekat ke arah wajah Kid yang masih tertidur.

CUP...

Ia mengecup kening Kid dengan lembut tiba-tiba.

KHAATSSS...

Tubuhnya mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan dan seketika itu juga ia lenyap dari samping Kid.





To Be Continued

Bocah Redoks
2017-12-03 18:22:34
Akhirnya waktu nya habis. Penasaran jadinya
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook