VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Gara Gara Tiramisu 05

2017-11-01 - Green Bull
34 views | 1 komentar | nilai: 10 (1 user)



'Aku tidak percaya semua ini akan terjadi.' batin Kid yang masih ragu-ragu.

"Honey ayo donk suapin." rengek cewek itu manja.

Dengan sangat terpaksa Kid harus menyuapi cewek itu kerena sudah terlanjur ngomong akibat lidahnya keseleo.

"Aaa.." Si cewek membuka mulutnya manja menunggu suapan sendok berisi Tiramisu dari Kid.

"Amp.. Nyam..nyam.. Hoeney suoapanmue eanak buanget." ucap Si cewek sembari mengunyah Tiramisu itu, tampak dari wajahnya bahwa ia disaat ini sangat senang di manjakan oleh Kid.





Setelah beberapa lama tampak Kid menaruh sendok itu kembali ke dalam piring, dengan perlahan ia menoleh ke arah Si cewek sedangkan cewek itu sibuk mengunyah Tiramisu yang masih tersisa di mulutnya.

"Aku inggin bertanya satu hal boleh?" tanya Kid yang mencoba memulai pembicaraan.

"Hum.. Honey mau tanya apa?" jawabnya sembari menoleh ke arah wajah Kid.

"Kamu itu tinggal di mana?" tanya Kid yang sedikit kaku.

Si cewek yang mendengar itu hanya terdiam raut wajahnya yang ceria tiba-tiba murung, ia pun memalingkankan wajahnya dari Kid.

"Loh? Kenapa kamu diam? Kemana energi ceriamu barusan?" tanya Kid yang heran melihat tingkah Si cewek yang tiba-tiba berubah.

"Ayo di jawab, jangan hanya diam saja, aku serius nih bertanya." kata Kid yang sedikit memaksa.

"Ma-maaf Ho-honey, aku tidak tau." jawab Si cewek sembari menundukan kepalanya.

"Ya sudah, aku nggak akan memaksa kamu lagi untuk menjawabnya walau pun aku sangat penasaran banget dengan identitas kamu yang sebenarnya, sejujurnya aku juga khawatir kalau seandainya orang tuamu panik atau gimana-gima dengan kondisi kamu sekarang, sebab kamu sudah lama tinggal di rumahku dan tidak pernah mengabarkan kondisi kamu pada mereka." kata Kid tampak wajahnya menjadi sangat serius.

"I-iya Honey aku akan segera mengingat segalanya, jangan cemas kalau suatu hari nanti aku tau semua itu aku akan segera kasih tau kok." jawabnya mencoba menyakinkan Kid.

"Ya sudah, sekarang ayo kita lanjut makannya." ajak Kid.

KLUK..

Si cewek mengangguk menandakan ia setuju dengan ajakan Kid.

Pada hari itu mereka pun menjadi lebih dekat di mulai dari sebuah insiden napas buatan yang tidak sengaja menjadi sebuah ciuman dan sepiring Tiramisu. Mereka terlihat sedikit mesra karena mereka secara bergantian saling suap menyuapi Tiramisu itu seperti sepasang kekasih, kejadian itu berlangsung selama Tiramisu itu masih tersisa di piring mereka setelah itu semuanya kembali normal seperti biasanya.



Esokan harinya.

"Honey.. Air hangatnya udah siap saatnya kita mandi." kata Si cewek.

Terlihat cewek itu berdiri di samping Kid yang sedang duduk di kursi yang tidak jauh dari sebuah meja.

"Air hangat? Maaf aku tidak suka mandi pakai air hangat aku lebih suka mandi pakai air dingin biasa, kalau mau kamunya saja yang mandi pakai air hangat itu."

"Loh kok kamu gitu sih sama aku? Hargai donk usaha aku, aku sudah capek-capek menyiapkan air hangat itu untuk kamu." tampak wajah Si cewek kecewa berat dengan sikap Kid yang menolak mandi pakai air hangat yang sudah disiapkan oleh cewek tersebut.

"Iya sih.. Aku hargai usahamu itu tapi?"

"Tapi apa?" tanya cewek itu sedikit tegas.

"Kamu kan tau bahwa aku dan kamu itu bukan pasangan(belum nikah) masa' harus sama-sama mandi, apa kamu sakit atau bagai mana?" jelas Kid sembari melipat kedua tangannya di dada.

Cewek itu pun terdiam sejenak (berpikir) dan setelah beberapa lama.

"Owh Iya-ya kita belum nikah jadi nggak bisa mandi bareng ya? kalau begitu ayo kita coba mandi bareng anggap aja kita sudah nikah." kata Si cewek mengungkapkan sebuah ide cemerlang.

"Kepala kamu nggak habis kepentok tembok kan? Atau kamu sekarang sedang sakit parah." kata Kid tampak wajahnya swetdrop.

"Aku sehat kok, kamu harus janji satu hal sama aku." pinta si cewek.

"Janji apaan?" tanya Kid.

"Berjanjilah kalau kita nikah nanti kamu akan terus mandi bareng sama aku, agar kehidupan rumah tangga kita tetap harmonis." jawab Si cewek dengan penuh semangat.

Kid yang mendengar itu langung tubuhnya membatu dan terlihat wajahnya super sweatdrop untuk kedua kalinya.



Setelah beberapa detik.

"Kamu menghayalnya terlalu kejauhan, belum tentu kita akan menikah, udah ah pergi kamu duluan mandinya." ucap Kid kesal sembari memberi perintah agar cewek tersebut untuk pergi duluan mandi tapi.

"Aku yakin suatu hari nanti kita akan menikah." kata Si cewek dengan penuh semangat.

Tampak Kid menjadi lemas mendengar semua itu.

"Terserah deh mau bilang apa toh Mamaku juga nggak melihat wujudmu, bagai mana bisa dia mengenal kamu?"

"Eh. Iya-iya Mama nggak bisa melihatku yang sekarang jadi bagaimana nih?" tanya Si cewek serius terlihat ia sedikit panik memikirkan apa yang di katakan Kid sebelumnya.

"Ya pasrah saja dan terima kenyataan bahwa kita tidak akan pernah besama." jawab Kid.

"....!!!!"





To Be Continued

Bocah Redoks
2017-11-02 07:47:53
Si mn mn cewek sama aja. Gk mau ngalah
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook