VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Ahmadnoorian SC C5 - Orang-orang yang Tidak Biasa

2017-01-11 - Question Of Life
31 views | 3 komentar | nilai: 10 (1 user)

Ahmadnoorian Super Crossover CH 5
Orang-Orang Tidak Biasa

"Waw kau hebat bisa menemukan mayat Sandy secepat itu" ucap Reena kagum kepada Nike
"Selanjutnya adalah mencari temanku dan juga tentunya Erriannoor" ucap Nike
"Mencari siapa?" ucap Erriannoor yang tiba-tiba saja datang, tidak sebenarnya dia adalah eksistensi peniru yang lebih dikenal sebagai doppelganger
"Erriannoor!" seru teman-teman Erriannoor serempak
Arhandi kemudian tiba dan membuat si doppelganger agak terkejut
Kedua musuh lama ini akhirnya bertemu kembali
"Reena, aku serahkan padamu" ucap Nike
"Aku ini seorang judgments, masih belum saatnya untuk para polisi mengetahu identitasku" ucap Nike

***

"Ahmad, kau tahu mengapa aku mengajakmu untuk ikut ke kampung halamanku, itu karena aku tahu hari ini adalah ulang tahunmu, jadi saat menjelang tengah malam nanti kita bisa merayakannya, lalu saat jam 12 berikutnya adalah ulang tahunku" baca Ahmadian akan pesan yang diterimanya dari Misha
Sementara itu ersa mengintip pesan Ahmad, melihat kelakuan Ersa, Ahmadian lantas menegurnya
"Tidak baik menstalker SMS orang" ucap Ahmadian
"hehhehe aku yang lebih lama kenal denganmu saja, baru tahu tanggal lahirmu" ucap Ersa
"jangan mengatakan seolah-olah kita seakrab itu, lagian mengapa kau terus mengikutiku sih" kata Ahmadian
"Kejam, aku tidak percaya kau bisa sekejam itu pada perempuan secantik aku" cemberut Ersa
"Ersa, kenapa kau tidak kembali saja" kata Ahmadian
"Tuh kan kau begitu lagi, dasar kejam" rengek Ersa
"pokoknya kamu harus pergi dari sini, aku tidak ingin terlihat menyedihkan oleh orang lain" kata Ahmadian
"a-apa maksudmu?" bingung Ersa tidak mengerti, kemudian dia menyadari seekor kucing hitam yang mengarah kepada mereka
"ya… ya… intinya aku mengerti, kau tidak ingin aku mengganggu kalian pacaran kan" ejek Ersa
"Kau tahu hanya santi yang bisa membantu kita menemukan Errinnoor" ucap Ahmadian pelan

***

Sementara itu di tempat lain, disaa doppelagnager yang meniru Erriannoor hanya sendirian saja, Arhandi datang menemuinya
"Lama tidak bertemu untuk siapapun dibalik wajah ini" ucap Arhandi kepada doppelganger yang meniru wajah Erriannoor
"Apa yang kau maksud?" ucap doppelganger
"Bukan sesuatu yang penting mungkin, karena toh salah satu dari kita akan mati" ucap Arhandi lalu menusukkan sebuah pisau
Orang yang menjadi lawannya mengindar lalu mulai menyerang balik
>Gwaaaarh< rintih Ahmadian kesakitan, namun serangan masih belemu selesai, Doppelganger berwajah Erriannoor mengangkat tubuhnya dan membantingnya
"Maaf tapi pisau itu bukan mainan anak kecil" ujarnya
Arhandi lantas mengambil segenggam pasir dan menaburkannya ke mata doppelganger, si doppelganger kaget dan menutup matanya
Arhandi memukul dan kemudian memukul lagi, namun doppelganger itu menangkap tanganya dan memilin hingga arhandi meringis kesakitan
Arhandi mengingat pisau yang dipegang tangan kanannya
Kemudian berusaha menusukkan lagi, sedikit meleset, meski berhasil menggores kulit perut lawannya namun hal itu idak mengantarkannya kepada kemenangan
Malahan dia semakin menjadi bulan-bulanan serangan si doppelganger
"Cieeh sepertinya yang akan mati itu adalah aku" batin Arhandi
Si doppelganger merebut pisau di tangan Arhandi dan menggunakan
Darah segar menetes dari tangan Arhandi, ya dia menggornakn tangannya untuk melindungi jantungnya dari tikaman, lalu menggunakan tangan yang lain menarik kaki si doppelganger
Doppelganger itu terjatuh, Arhandi bangun untuk menindihnya, namun sebuah tendangan mendarat di wajahnya
Arhandi menyapu darah di kening dan bibirnya kemudian menghindar dari tendangan doppelganger yang sudah bangun
Arhandi memegang kaki doppelganger itu, namun lawannya melompat dan menendang menggunakan kaki yang lainnya
Semakin banyak darah yang diteteskan oleh Arhandi tidak membuatnya menyerah juga
"Meskipun aku masih ingin hidup, tapi sudah tidak bisa dihindari lagi, aku akan mati disini" pikir Arhandi lalu melepas sabuknya dan menggunakannya sebagai cambuk, >Claaank< berkat itu dia berhasil membuat doppelganger yang meniru Erriannoor itu melpaskan pisaunya
Si doppelganger menangkap sabuk Arhandi, Arhandi menarik sabuknya dan mendaratkan sebuah pukulan ke arah musuhnya hingga berdarah
"Sudah kubilangkan akan ada yang mati di antara kita" kata Arhandi tersenyum
Sebelum dia kembali menyerang seorang pria berpakaian polisi membekuknya
"Satu orang anak buah tuan Risandi berhasil ditangkap, dia ketangkap basah menyerang saudara Erriannoor" ucap polisi itu berbicara kepada rekannya lewat walkie talkie
"Baiklah kurasa sudah cukup permainanmu anak muda, sebaiknya kau katakan dimana teman-temanmu berada" ucapnya kepada Arhandi
"Kau salah, dia bukan Erriannoor" kata Arhandi
"Dasar bodoh" pikir Ira yang menyaksikan dari jauh

***

Di tempat lain
"semua bermula dari bangunan-banguna yang dulu berdiri di bagian desa mati, konon katanya di desa ini ada tambang emas yang tersembunyi, dan sebuah swalayan yang berdiri di atasnya menyembunyikan rahasia itu, lama kelamaan tuan Risandi mengetahuinya, dan melakukan segala cara untuk merebutnya, termasuk juga hal-hal kotor eee kira-kira seperti itulah kalau aku tidak salah ingat, lalu setelah itu apa lagi yah?" ucap Reena menjelaskan kepada para polisi seperti apa yang diminta Nike namun dia sedikit tergagap mengingat semua penjelasan Nike
"Setelah itu mereka menggunakan fitnah kepada pihak swalayan dengan mengatakan mereka memproduksi uang palsu, bahkan memperkuat tuduhan pihak Risnandi dengan beberapa saksi palsu dan bukti palsu" ucap Dilla melanjutkan penjelasan Reena
"Lalu apa hubungannya itu dengan pembunuhan berantai ini, aku sedikit tidak mengerti rinciannya" ucap seorang polisi bernama Yushriel Eza Mahesa, dapat diketahui dari nametagnya
"Ito anoo oh iya, pihak swalayan awalnya kalah dan usaha mereka ditutup lalu kemudian mereka berusaha membuka kembali kasus itu dengan mengajukan satu-satunya saksi yang mendukung pihak swalayan di pengadilan adalah Sandy, bisa dibilang dia adalah saksi kuncinya, namun sayangnya dia menghilang" kata Reena lagi
"itu kalau tidak salah Sandy disekap di tambang itu hingga akhirnya Sandy berhasil melarikan diri dan sempat bertemu dengan adiknya namun dia terbunuh" kata Dilla
"eeee….? Hal itu membuat Sindy juga menjadi incaran mereka, satu-satunya alasan Sindy masih hidup karena dia masih belum berani memberi tahukannya" ucap Reena
"Lalu korban pembunuhan berantai itu?" tanay Yushriel
"Mereka adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas matinya Sandy" ujar Reena
"Begitu yah, menarik tapi bukan kaliankan yang memecahkan kasus ini, ada seseorang yang cukup pintar, orang yang sama yang telah menemukan tempatnya, kudengar dia adalah seorang lelaki, jadi siapa dia, apakah seorang Judgments" ucap seorang polisi berjas hitam dan memegang sebuah katana yang disarungkan
"Darimana kau tahu itu" kaget Reena
"Dari caramu menjelaskannya" ucap polisi berkatana itu
"Judgments? Apa itu Bayu?' tanya Yushriel
"Akhir-akhir ini beredar rumor kalau ada beberapa orang yang mengklaim dirinya sebagai detektive swasta, namun wajah serta identitas lain mereka dirahasiakan, bahkan para klien yang mennyewa mereka pun tutup mulut" ujar polisi berkatana itu
"Oh iya apakah hanya itu yang dikatakan detektivemu itu?" tanya Bayu Anggana Brama Yudha si polisi dengna katana itu
"Nike bilang kasus ini melampaui logika manusia, bahkan mungkin detektive terbaik dunia sekalipun tidak akan sanggup, karena ada kekuatan mistis yang terlibat" kata Reena
"Ternyata kemampuan mereka hanya sebatas itu yah, tapi sudah berani mengklaim diri mereka sendiri sebagai detektive" pikir Bayu
"Bayu, lihat dialah orang yang tadi aku bilang menyerang Erriannoor lewat walkie talkie" ucap polisi lain yang baru datang, Alexander Kanza Gemilang
"Berapa kali harus kubilang, dia itu bukan Erriannoor, terlalu banyak hal yang tidak masuk akal disini" ujar Arhandi berontak

***

Sementara itu di tempat lain
"Yang benar saja, tadi Arhandi janji akan mengajakku ke tempat-tempat yang bagus di desa ini, tapi malah dia menghilang begitu saja" pikir Aldiannoor
"Eh kemana perginya Rania yah, kok dia gak ada, hadeeeh kubilangkan untuk menungguku sebentar buang air kecil, loh inikan tas miliknya, kenapa sampai terjatuh begini? Apa sih yang terjadi dengan anak itu?" pikir Aldiannoor mengetahui temannya itu menghilang
"Umm maaf, apakah kau temannya gadis yang duduk disini?" tanya seorang wanita berkaca mata
"Yah benar, apakah anda tahu kemana dia?" tanya Aldiannoor
"Tadi dia ditangkap oleh beberapa pria, aku ingin menolongnya tapi jika aku keluar dari persembunyianku mungkin aku akan bernasib sama dengannya" kata wanita berkaca mata" itu

***

>Telolet< Di tempat lain hp milik Nike nampak berbunyi
"Etna dimana kau berada sekarang?" kata Nike mengangkat teleponyya
"Tenang saja, temanmu ini baik-baik saja, tadinya dia mau dijadikan sandera oleh seorang pria bernama Hendy, beruntung Law datang tepat waktu" ucap suara di sebarang sambungan
"Law? Kaukah itu? dimana Etna sekarang?" ucap Nike
"Sebelum itu Lawyakin jika kau sudah berhasil menemukan Sandy, jadi law ucapkan selamat, namun sudahkan kau menjelaskannya kepada polisi apa yang terjadi" kata pemuda dengan ikat kepala merah layaknya pendekar yang berbicara menggunakan hp milik Etna
"Apa yang kau bicarakan, sebagai sesama Judgments, kau seharusnya tahu kalau aku tidak akan melakukan itu, biar saja klienku yang menjelaskannya, hey Law, memangnya apa saja yang sudah kau ketahui?" ucap Nike
"Untuk kebaikanmu sebaiknya kau tangkap saja Haris Risnandi lalu lupakan kasus ini, mungkin temanmu akan menjelaskan apa yang sudah dia lihat tentang saudara kembar itu" ucap pemuda dengan ikat kepala merah layaknya pendekar itu
"Lalu dimana Etna sekarang?" tanya Nike lagi
"Lihatlah ke langit, apakah kau melihat asap mengepul?" kata pemuda dengan ikat kepala layaknya pendekar itu
"Baiklah bisa dimengerti" kata Nike singkat

***

"Kau sendiri apa yang akan kau lakukan Law?" ucap Etna yang masih terbaring lumpuh
"Entahlah, tapi sebelum itu bukankah Law harus membalut luka tembak yang Law dapatkan dari Hendy dulu lalu membalasnya" sahut pemuda dengan ikat kepala layaknya pendekar itu
"Tapi mengapa kau harus merobek bajuku sih untuk digunakan sebagai perban lukamu" protes Etna
"Karena Law tidak menemukan sesuatu yang lain lebih bagus dari bajumu" kata pemuda dengan ikat kepala merah layaknya pendekar itu santai lalu berdiri dan hendak pergi
"Tenang saja Nicholas akan segera datang, jadi law pergi untuk mengejar hendy dulu, Law rasa bukan waktunya untuk aku dan Nicholas bertemu" kata pemuda dengan ikat kepala merah layaknya pendekar itu dan kemudian benar-benar menghikang di balik hutan
Kemudian Nike datang menemukan sahabatnya Etna terbaring
"Etna, kau akhirnya melihatnyakan? Seperti apa rupa Law yang sebenarnya?" tanya Nike
"Tenang saja, wajahnya itu adalah tipe orang yang akan langsung kau kenali walau pertama kali bertemu" kata Etna singkat

***
Sementara itu di tempat Ahmadian Noorshine dan wanita tak terdefinisi bernama Santi itu
"Ahmad, sudah cukup, apa salahnya sih jika Sandy dan Erriannor itu saling mencintai" ucap eksistensi tak masuk akal bernama Santi itu
"Apakah itu memang yang terbaik Santi? Ataukah itu adalah sebuah kesalahan" kata Ahmadian yang tertelungkup di tanah, dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya, seperti ada tangan-tangan tak terlihat yang memeganginya, atau seperti ada gaya gravitasi besar yang menahannya untuk tetap berada di bawah
"Ahmad, apa salahnya jika kami yang dari dunia lain menyukai manusia" kata wanita bernama Santi itu berjongkok menghadap Ahmadian
"Apakah itu yang namanya cinta ataukah itu yang namanya nafsu Santi" ucap Ahmadian berusaha bangkit melawan kekuatan Santi yang melampaui akal manusia
"Ahmad kumohon berhentilah melawan, aku tidak ingin menyakitimu lebih banyak lagi, aku sungguh mencintaimu sama seperti Sandy yang tetap mencintai Erriannoor meski dia sudah mati" kata wanita bernama Santi itu
Sementara itu Ahmadian yang sudah berhasil duduk malah kemabil tertelungkup lagi karena kuatnya kekuatan Santi, semakin dia berusaha semakin dia kesakitan dan mulai mengeluarkandarah lewat hidungnya
"Ahmad kuomohon berhentilah, itu bukanlah urusan kita, kita tidak berhak mengurusi kisah percintaan mereka. Ahmad kumohon, apa salahnya jika dua mahluk berbeda alam dan jenis saling mencintai, apa salahnya Ahmad" kata wanita bernama Santi itu sambil menangis
"Santi, apa tidak apa-apa kau melakukan hal itu kepada Ahmad, bukankah kau mencintainya" kata Ersa khawatir
"Ersa kau masih ada disini?' kata Ahmadian
"Menjauhlah dari sini! Tidak ada yang memintamu untuk ikut campur" teriak wanita bernama Santi itu marah kepada Ersa
Kemudian dia menyerang Ersa dalam wujuddalam wujud binatang buasnya dan menginjak dada Ersa
"Saaaaanti! Bagaimana aku bisa mencintaimu jika kau terus membunuh orang-orang di sekitarku" teriak Ahmadian
"Ahmad, apa kau membenci bangsa kami, karena itukah kau tidak menyukai hubungan Sandy dan Erriannoor" ucap wanita bernama Santi itu
"Santi, kumohon lepaskan Ersa sekarang juga!" perintah Ahmadian
"Ahmad, kumohon jawab apa kau membenci bangsa kami? Apakah kau lebih menyukai Ersa daripadaku? Atau justru kau menyukai wanita sinting yang selalu memburu bangsa kami itu" ucap mahluk bernama Santi itu melepaskan Ersa, Ersa hanya bisa meneguk ludahnya ketakutan
"Ahmad?" kata mahluk bernama santi itu lagi
"Aku tidak tahu" kata Ahmadiian pelan
"Lalu mengapa kau berusaha memisahkan Sandy dan Erriannoor?" kata wanita bernama santi itu
"Sandy itu egois, dia hanya memikirkan dirinya sendiri, apa dia tidak pernah memikirkan adiknya walau sesaat" kata Ahmadian
"Apa maksudmu Ahmad?" kata Santi yang kini kembali ke wujud manusianya
"Sindy juga menyukai Erriannoor, apakah sandy tidak pernah memikirkan itu, dengan seenaknay dia mengambil Erriannoor begitu saja dan menukarnya dengan orang lain tanpa sepengetahuan Sindy, apakah dia tega membuat orang-orang kehilangan Erriannoor yang walau mereka tidak mengetahui kehilangan seseorang karena peniru itu" kata Ahmadian
"Ahmad lalu apakah yang harus dilakukan, tapi Sandy dan Erriannoor saling mencintai" kata wanita bernama Santi itu
"Jika itu memang keputusan Erriannoor untuk ikut pergi bersama Sandy ke alam lain apakah dia harus pergi begitu saja tanpa berpamitan dulu" kata Ahmadian

***

Sementara itu di tempat Aldiannoor, dia sedang memeriksa tas milik Rania
"Kalau tidak salah aku melihat Rania memasukkan properti klub Drama ke dalam tasnya, ah ini dia rambut palsu dan sebuah gaun yang aku gunakan ketika jadi cinderella" pikir Aldiannoor
"Anoo apa yang akan kau lakukan?" ucap gadis berkaca mata itu
"Apa kau melihat ke arah mana mereka membawa temanku?" tanya Aldiannoor
"Apa sebaiknya melapor kepada polisi saja?" kata wanita itu
"Aku tahu kalau polisi memang sedang mencari mereka, jadi tolonglah sampaikan kepada mereka, aku akan melakukan dengan caraku sendiri" Kata Aldiannoor

***

Beralih ke tempat Arhandi dan yang lainnya, terlihat Ahmadian yang baru saja datang
"Oke.. Oke… ada mempunyai beberapa pengumuman, bagi yang namanya disebutkan diharap untuk mengikutiku, Sindy, Ahmad Erriannoor, dan juga Ahmad Arhandi" kata Ahmadian
"Siapa kau, bagaimana caranya kau mengetahui namaku?" tanya Arhan
"Tidak tahu, aku juga tidak tahu siapa kau, tapi wanita aneh yang aku kenal menyebut namamu" kata Ahmadian
"Kau mengenal Ira?" kata Arhan
"Maaf , tapi kau itu memangnya siapa? Anak muda ini harus ikut kami karena menyerang saudara Erriannoor" kata Yushriel
"Maaf pak polisi yang terpaksa haru saya hormati, penjelasan lebih lanjut terlalu merepotkan, selain itu aku ragu aku sanggup menjelaskan nya agar kalian percaya, jadi mungkin aku perlu seorang polisi sebagai perwakilan" kata Ahmadian
"Bagaimana mungkin kami bisa mempercayaimu?" kata Yushriel lagi
"Bahkan aku pun tidak mempercayainya, tapi bukankah tidak ada yang perlu ditakuti dariku, helllo! Bukankah kalian punya senjata?" kata Ahmadian
"Pak polisi, gawaaat! Anak buah tuan Risnandi menculik seorang wisatawan untuk dijadikan sandera" kata wanita berkaca mata yang baru saja datang
"Kanza kaulah yang pergi bersama Erriannoor, yang lain ikut aku menyelamatkan wanita itu" kata Bayu
"Eeeeh! Mengapa harus aku?" protes Kanza

***

Sementara itu
"Aku beruntung karena mereka belum pergi terlalu jauh, ya ampun, tidak kusangka aku akan memakai gaun ini lagi, sungguh menyedihkan" pikir Aldiannoor yang bersembunyi memperhatikan beberapa orang yang menangkap Rania
"Arges, apa kau sudah mendapat kabar dari anakku, dasar detektive kurang ajar, bagaimana mungkin kita samapi kecolongan begini, sehingga dia berhasil menemukan tambang itu" kata Haris Risnandi
"Dia baru saja mengirim pesan kalau dia mungkin akan terlambat karena harus berurusan dengan seorang pria dengan ikat kepala merah layaknya pendekar" kata Arges salah satu anak buah Haris
"cieh siapa lagi orang itu, merepotkan saja" kata Haris

***

"Bukankah ini adalah rumah Sindy sebelum akhirnya pindah ke villa milik keluarga De Angela" kata Erriannoor
"Tidak lama ini kau baru saja meniru Arhandi sehingga beberapa ingatannya masih mempengaruhi kepribadianmu" kata Ahmadian
"Apa yang kau maksudkan?" kata doppelganger Erriannoor, sementara itu Arhan hanya tersenyum mendengarnya
"Ira aku serahkan dia padamu" kata Ahmadian
"Ahmad, mengapa wanita jalang ini juga ada disini?" kata wanita beranama santi
"Hahhahahihiii dasar kucing sinting, kau tak perlu takut kepadaku, karena aku tak pernah mau untuk kembali menginjakkan kaki ke duniamu hehehhahhah" kata wanita aneh yang selalu tertawa itu
"Arhandi kau tahu kan apa yang harus dilakukan agar peniru ini tidak ikut campur" kata Ahmadian
"Serahkan saja padaku, aku punya urusan pribadi dengannya" kata Arhan
"Hey apa yang kalian bicarakan, jangan coba-coba menipu seorang polisi dan melarikan diri yah" kata Kanza
"Oh iya Arhan sebaiknya kau jangan melakukan hal yang bodoh lagi hahahahhahaha karena Erriannoor lah yang memutuskannya, kau hanya perlu menahannya hahhahah kita lihat apa Erriannoor cukup pantas mendapat pertolongan kita" kata si aneh Ira
"njir aku dikacangin" pikir kanza
"Aku tidak janji" kata Arhan lalu mendorong doppelganger itu kemudian diikuti Ira, setelah itu pemandangan di sekitar Ahmadian berubah
"pak polisi yang terpaksa aku hormati sebaiknya kau biarkan saja mereka dan ikut dengan kami, aku bingung nantinya jika tidak ada anda untuk menjelaskannya nanti" kata Ahmadian
"Apa? Apa yang terjadi?" kaget Kanza
"Santi, maukah kau menjadi pemandu wisata kami yang sebenarnya, baiklah wisata yang sebenarnya baru saja dimulai, tujuan kita adalah dunia astral" ucap Ahmadian
"Ahmad, serahkan saja padaku" kata wanita bernama santi itu

***

"Ya ampun, tidak kusangka kami bisa serepot ini hanya karena pemuda pemudi yang sedang kasmaran saja, Memangnya siapa yang percaraya dengan takhayul tentang hantu di zaman modern ini sih?" gerutu Arges salah satu anak buah Risnandi, di dalam hatinya
"hantuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!"
"Apaaaa?!" kaget Arges mendengar teriakan temannya
"Di..di..dia da..da..tang" kata orang itu
"Apa siapa datang?" kata Haris
"Ha..ha..han"
"katakan dengan benar" kata Arges
"ha…han..tu"
"Ah yang benar saja, masa arwah Sandy muncul siang bolong begini" kata Haris Risnandi
"Di….di…di.."
"Diam?" kata Arges
"di..di.."
"Diafragma?" kata Haris
"di…di…di"
"Didi kempot?" kata Arges
"Di…di..belakangmu" kata orang itu kemudian berlari ketakutan
"Dibelakang? Astaga naga bonar! beneran muncul" kaget Arges bercampur takut saat dia berpaling ke belakang
"Ar..arges kau lawan dia, kaukan ahli beladiri" kata Haris mendorng anak buahnya
"Bos mending aku berhenti saja deh kerja dengan anda, aku masih sayang nyawa, bahkan tuan Radif yang lebih hebat dariku pun mati" kata Arges gemetaran, kemudian kencing di celana
"Sandy kumohon maafkan aku, aku berjanji tidak akan membunuh siapapun lagi termasuk juga Erriannoor" kata Haris
"A..a..a..ku juga minta maaf Sandy, tolong jangan bunuh kami" kata Arges
Sementara itu Rania yang diikat juga gemetar ketakutan, dengan berbagai cara dia berusaha melepaskan ikatannya
"Ya ampun apa yang harus aku katakan kepada mereka untuk membuat suasan lebih menyeramkan, tapi jika aku beruara maka penyamaranku akan ketahuan" pikir Aldiannoor yang menyamar jadi hantu memanfaatkan rumor rumor yang sedang beredar di desa itu, dia memakai gaun merah yang pernah dia gunakan saat berperan sebagai cinderella kena kutuk, lengkap dengan wig, tomat dan lumpur di sekujur tubuh guna menambah kesan seram
Kemudian dia mengambil sebuah pisau dari balik sakunya dan mengangkatnya ke langit
"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak Arges dan Haris yang kemudian mengeluarkan jurus seribu langkah
"Fyuuuuuh akhirnya aman juga" kata Aldiannoor smebari melepas wignya setelah dirasa cukup aman
Setelah itu dia mendekati Rania yang terikat dan melepas ikatannya
"Hey Rania berhentilah menangis seperti itu, ini hanya aku, kau tidak perlu takut, bagaimana aktingku hebatkan" kata Aldiannoor bangga
"Ahmad, aku akui wajahmu itu menyeramkan bahkan tanpa memakai itu, tapi bukan kau yang aku takuti" kata Rania
"Apa?" bingung Aldiannoor
"Di belakangmu" kata Rania yang setelah Aldiannoor melepas ikatanya dia langsung lari
Aldiannoor berpaling dan melihat hantu Sandy yang asli sedang berdiri di belakngnya
"A….a…ku minta maaf karena telah menirumu, kumohon jangan makan aku, aku hanya wisatawan yang sedang sial saja" kata Aldiannoor ketakutan
"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Rania tunggu aku!" teriak Aldiannoor ikutan lari, tapi karena gaun yang dipakainya membuat dia agak kesusahan tuk berlari

***

Di tempat Arhandi, Ira, dan juga si doppelganger
"Apa kau tidak ikut dengan mereka saja Ira" kata Arhan
"Hihihihi yang benar saja mana sudi Ira yang hebat ini kembali ke tempat kotor itu hehehhahahah" kata Ira
"Begitu" kata Arhan lalu menyerang doppelganger
Si doppel mengelak dan hendak memukul tengkuk Arhan, tapi arhan lebih cepat, dan menarik baju doppelagnger dan menhantam perutnya menggunakan menggunakan lututnya
Saking kerasnya serangan itu membuat doppelganger memuntahkan darah segarnya
Tapi kemudian dia balas menyerang dagu Arhan dan >bhaaaam< serangannya sukses
Kemudian dia berputar dan menendang, Arhan juga ikut menendang, kaki mereka berdua saling menghantam dengan keras
Si doppelganger kembali berputar dan menendang menggunakan kaki yang lainnya mengenai Arhan
Berputar lagi dan menendang lagi
Berputar lagi dan menendang lagi
Lagi, lagi dan lagi terus menerus
Sampai-sampai perban yang membalut luka di tangan Arhan akibat pertarungan sebelumnya lepas, mebuat darahnya kembali menetes
Si doppel kembali menendang namun kali ini Arhan berhasil menghindar, lalu mencengkram kepala doppel itu dengan tangan berdarahnya, menghantamkannya ke tembok kayu sebuah bangunan terdekat, dan terus menekannya
Si doppel meninju perut Arhan untuk melepaskan diri
Dia hanya tertawa mengejek kepada Arhan, meskipun belakang kepalanya berdarah tapi seperti yang dikatakan si aneh Ira, jika dia itu tidak bisa mati
Adapun Ira sendiri hanya duduk bersila tidak jauh dari situ memeperhatikan sambil menjilat-jilat pisau berkaratnya
Si doppel mangambil sebuah pisau dari balik bajunya, melihat hal itu Arhan sedikit takut dan menoleh ke arah Ira, Ira hanya melempar pisau yang dari tadi dipegangnya merespon maksud Arhan
"Mengapa kau tidak bertarung?" kata Arhan kemudian memungut pisau itu
"Hahhahaha itu terlalu membosankan hahahahah" kata si aneh Ira
Si doppel menyerang dengan pisau di tangannya, Arhan sigap dan menendang, bahkan dia menusukkan pisau ke lengan doppelganger itu
"Kau pikir bisa mengalahkanku?" kata doppelganger itu berputar dan menghantam Arhan dengan sikut kanannya
"Kita lihat saja" kata Arhan

***

Dunia itu begitu gelap gulita, dunia yang penuh lumpur
Erriannoor merangkak mencari cahaya, Kemdian sebuah tangan milik seorang gadis, lembut tangannya, penuh kehangatan yang dirasakan walau sebenarnya dingin
Gadis bergaun merah itu tiba membantu Erriannoor berdiri, tersenyum cerah kepada Erriannoor, disini dia begitu canti sama seperti saat dia masih hidup
Tidak ada darah hitam, tidak ada luka-luka penyiksaan, tidak ada lagi yang merusak keindahannya di dunia ini
"Selamat ulang tahun Erriannoor, hadiah dariku adalah kebersamaan kita bersama" kata Sandy berbisik lembut ke telinga Erriannoor
"Sandy, I love you" balas Erriannoor
"Yataa! Akhirnya menemukanmu juga Erriannoor" kata seorang tiba-tiba yang membuat Sandy dan Erriannoor terkejut dan menoleh
"Kakak, kaukah itu" tulis Sindy
"Sindy?" bagaimana mungkin
"Kakak, aku senang bertemu denganmu" tulis Sindy
"Meskipun kakak sering memakai tubuhku untuk menemui Erriannor" kata Sindy
"Tadinya aku berpikir tempat ini akan dipenuhi buku" gumam Ahmadian
"Bagaimana caranya kalian kesini?" kata Erriannoor
"Bukankah kau bilang tidak akan ikut campur?" kata Sandy kepada Santi
"Aku yang memaksa Santi untuk melakukannya" kata Ahmadian
"Kakak, kau tahukan aku menyukai Erriannoor" tulis Sindy di papan tulis kecilnya
"Sindy, aku hanya" kata Sandy terbata-bata
"Kumohon jangan ambil Erriannoor" tulis Sindy
"Mengapa kakak tega menukarnya dengan doppel itu?" tulis Sindy
"Sindy?" gumam Erriannoor
"Pffff…." Kikik Ahmadian menahan tawa
"Oya..oya.. maaf jika ikut campur, tapi aku punya beberapa pertanyaan, pertanyaan pertama, bisakah kalian lebih cepat karena ada seseorang yang tengah bertarung dengan doppel itu di dunia manusia? pertanyaan kedua, Erriannoor apakah kau tega meninggalkan teman-temanmu, termasuk juga Sindy pertanyaan ketiga? Sandy bisakah kau merelakan Erriannoor untuk adikmu dan pergi dengan damai karena alam kita memang sudah berbeda? Pertanyaan keempat, Apakah kau sungguh mencintai adikmu ataukah kau rela melakukan ini? Pertanyaan tambahan, njir mengapa aku jadi sok bijak sih, memangnya siapa juga aku? Pfff……" kata Ahmadian
Hening….
"Ahmad, kau tadi bilang hanya ingin membuat Erriannoor pamitan saja" kata wanita bernama Santi itu
"Erriannoor, sebenarnya keputusan terakhir ada padamu" kata Ahmadian lagi
"Kakak, kumohon!" tulis Sindy
"dulu aku rela mengalah demi kakak, tapi sekarang sudah beda"
"Kakak sudah meninggal, sedangkan"
"aku dan Erriannoor masih hidup" tulis Sindy

***

Di tempat lain di dunia manusia
Arhan ambruk ke tanah kemudian dia merangkak menjauh dari si doppel
Mengangkat sebuah balok kayu Doppelganger itu berniat untuk membunuh Arhandi, saat dia hendak memukulkannya
Sebuah tendangan mengenainya sehingga balok kayu itu terlempar
Mengetahui siapa orang yang menyerangnya, dia agak mundur ketakutan
"Hahhahahhahahhahahahahhaahahha" tawa si aneh Ira dengan kerasnya
"Mana mungkin mahluk hina sepertimu aku biarkan membunuh si malang yang menyedihkan ini grararhahahhara" kata Ira
Si doppel semakin melangkah mundur, sepertinya dia ketakutan melawan paranormal sinting ini, tapi itu wajar saja baginya
Ira hanya melihat kepadanya dengan tatapan jijik membuat doppelganger itu semakin jauh melangkah mundur hingga menabrak seseorang di belakangnya
Si doppel berbalik dan sebuah bogem mentah mempermalukannya
Gigi-giginya patah
Tidak sampai disitu Erriannoor terus memukulinya hingga bahkan tangannya saja berdarah-darah, si doppel tergeletak tidak berdaya lagi dalam kondisi yang sangat mengenaskan
"Hahhahahhah lama sekali, aku bosan menunggu tahu" kata Ira memapah Arhan
"Maaf.. maaf.." kata Ahmadian menggandeng wanita bernama Santi walau sebenarnya Santilah yang menggandengnya
Sedangkan Sindy menggandeng tangan Erriannoor
"Sial aku tidak tahu apa yang harus aku katakan kepada Bayu nantinya, alam gaib, doppelganger, roh wanita yang telah meninggal, Bayu pastinya akan mengatakan aku gila nantinya" pikir Kanza bingun dengan apa yang sedang terjadi
"dan yang lebih buruknya lagi mereka semua punya pasangan" pikir Kanza lagi
Si doppel itu rupanya masih bisa bergerak, Mengetahui itu Erriannoor menendang mukanya hingga dia jatuh terguling-guling di tanah, kemudian tubuhnya menguap, namun meski begitu dia sempat merobek udara dan kembali ke dunianya
Arhan berniat mengejarnya
"Tidak usah, kau tidak perlu mengorbankan masa depanmu untuk mahluk sepertinya" kata Ira tumben tidak berbicara dengan tertawa
Kemudian celah robekan itu lenyap

***

"hah… hah… waw beruntung sekali kita bisa selamat" kata Rania
"Kurang asem, larimu cepat sekali" sembur Aldiannoor
"Apa yang kalian baru saja lakukan sehingga ketakutan seperti itu" kata Arhan yang baru sajaa tiba
"Kau sendiri kenapa luka-luka seperti itu? Dan siapa wanita yang terlihat menakutkan ini?" kata Aldiannoor melihat si aneh Ira
"Lebih baik kau tidak usah kenal dengan wanita aneh ini" sahut Ahmadian
Skip time

***

"Hey Erriannoor apa boleh aku tidak memberikan hadian untuk ulang tahun Misha besok, soalnya dompetku sedang tipis" kata Ahmadian
"Ayolah Noorsheill jangan begitu, Misha sudah berbaik hati untuk merayakan ulang tahun kita dan aku yakin dia akan memberi kita semua kado malam ini, masa kita tidak membalasa pemeberiannya? Lagipula untuk itulah kita patungan untuk membeli kado, jujur saja aku agak kaget saat mengetahui ulang tahun kalian semua sama denganku" kata Erriannoor
"Ano, lalu bagaimana denganku? Bahkan aku tidak mengenal kalian berdua ataupun Misha, hanya Arhandi saja yang kukenal" kata Aldiannoor
"Karena kau yang paling kaya di antara kita semua, lagian ulang tahun kau juga sama kan? Aku tahu kau pergi ke desa ini bersama Rania adalah untuk merayakannya karena ayahmu terlalu sibuk sebagai duta negara, dan aku sudah meminta ijin kepada Misha, dan katanya mengapa tidak, lebih banyak orang yang senang akan lebih mengasyikkan" sahut Arhandi
"Aku yakin kau hanya memanfaatkanku saja, memangnya siapa juga mau samaan dengan kalian hari lahirnya" gerutu Aldiannoor
"kami lebih tua darimu beberapa tahun, jadi kaulah yang meniru hari kelahiran kami" kata Erriannoor
"Sedang bersenag-senang Erriannoor?" kata Hendy yang datang netah dari mana
"Siapa dia?" bisik Aldiannoor kepada Arhan
"Bukankah kau seharusnya sudah ditangkap polisi?" kata Erriannoor
"Seharusnya sih mereka dapat menemukanku tapi nyatanya tidak, oh iya saat aku melihat ayahku diborgol oleh polisi-polisi sialan itu, aku jadi merasa agak kesal, jadi kuputuskan untuk melampiaskannya kepadamu Erriannoor" kata Hendy
"Kau bisa melakukannya kepada sesama napi lain" kata Ahmadian
"Siapa yang suruh kau untuk ikutan?" kata Hendy marah
"Hmmm…. Kurasa aku sendiri" kata Ahmadian
"Ano, kurasa kita bisa membicarakannya baik-baik" ucap Aldiannoor
>Bhuuuuk< tiba-tiba saja perut Aldiannoor dipukul, melihat hal itu Arhan bergerak untuk menyerang dengan sebuah pisau di tangannya
Namun Hendy berhasil menghindar dan memukul Arhan hingga dia terdorng mundur dan mengenai Ahmadian
"Dengan luka seperti itu, apa yang bisa kau lakukan?" kata Hendy merendahkan
Kemudian Hendy mengangkat kakinya untuk menendang Erriannor, Erriannoor sempat menghindar namun keseimbangannya goyah dan terjatuh
Hendy memanfaatkan itu untuk menginjak muka Erriannoor namun Aldiannoor mendorongnya
"kau sendiri bukannya terluka, kalau boleh tahu siapa yang melakukan itu? Apakah polisi?" kata Aldiannoor terus memegangi Hendy, namun Hendy memukul punggung Aldiannoor dan melemparnya dan jatuh menimpa Arhan dan Ahmadian
"belum juga aku menyerang barang sekalipun" keluh Ahmadian
"dasar lemah" kata hendy lalu menyerang mereka bertiga dengan tendangan namun Erriannor menjadikan dirinya sebagi tameng
>Gwaaargh< erang Erriannoor
Hendy kembali melancarkan sebuah pukulan namun sebuah batu yang cukup besar mengenai kepalanya hingga berdarah
"Mana mungkin Law akan membiarkanmu kabur setelah beberapa kali menembak bahu Law" kata pemuda dengan ikat kepala merah layaknya pendekar
"Kau!?" kata hendy agak ketakutan melihat Farid yang datang karena dialah yang sebelumnya telah melukainya
Hendy lengah akibatnya dan Aldiannor mengambil kesempatan itu, mengambil pisau milik Arhan dan menusukkannya ke perut Hendy
Hendy ambruk ke tanah
>Dasar lemah, bagaimana mungkin kau mati secepat itu" kata pemuda dengan ikat kepala merah layaknya pendekar itu berjongkok di mayat Hendy
"Apa? Aku tidak menyangka kalau aku baru saja membunuh seseorang" sesal Aldiannoor
"Tidak akan ada yang menyalahkanmu jika kau hanya membela diri" hibur pemuda dengan ikat kepala merah layakanya pendekar itu lalu kemudian pergi dari sana
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Ahmadian
"panggil saja aku Law" kata pemuda dengan ikat kepala merah layaknya pendekar itu

***

Pada malam harinya
"Hey Sindy, bisakah kau memainka sebuah piano, bukankah kau hebat dalam itu, aku ingin sekali mendengarnya sebagai hadiah ulang tahunku, mungkin saja besok adalah hari ulang tahun terakhirku karena penyakit yang kuderita semakin parah saja, tapi sebelum itu aku ingin membuat semua orang di sekitarku bahagia" kata Misha berbisik kepada Sindy lalu kemudian dia pergi dan berbaur kepada yang lainnya
Mendengar hal itu Sindy lalu memainkan sebuah lagu mengalun dengan lembut di tengah pesat ualng tahun masal itu
"Selamat tinggal Sindy, aku serahkan Erriannoor kepadamu, kakak akan pergi untuk selamanya"bisik suara yang sangat dikenalnya, Sindy menetsekan air matanya karena itu pastilah terakhir kalinya dia mendengar suara Sandy
Suara jam yang menandakan jam 12 malam telah tiba yang juga artinya hari ulang tahun Ahmadian dan 3 orang lainnya berakhir kemudian disusul hari ulang tahun Misha

***

To Be Continued..?

***

Author note : Eh loh kok masih bersambung? Bukannya sudah berakhir? Kita lihat saja nanti di chapter 6 :v Chapter 5 bergenre action akhirnya selesai berikutnya genre gore mungkin :v Pfff…. Action katanya padahal adegan berkelahinya masih sedikit

Author note : sekedar info saja kalau 5 orang tokoh utama di cerita ini berulang tahun di hari yang sama yaitu 25 september, mereka adalah Muhammad Farid, Ahmadian Noorsheill De rasyid, Ahmad Arhandi, Ahmad Aldiannoor, dan Ahmad Erriannoor. Sedangkan Misha De Angela Rasta pada tanggal 26 september

Author note : oh iya info lainnya lagi, Ahmad Arhandi, Ahmadian Noorsheill De Rasyid, dan Ahmad Erriannoor kadang dipanggil dengan Ahmad

Author note : untuk yang belum membaca "PPJ:Law" mungkin akan bingung dengan adegan yang ada pemuda dengan ikat kepala layaknya pendekar itu, serta semua yang berkaitan dengan cerita itu :v untuk yang belum membaca OS "The Only 1 In The World" mungkin akan bingung dengan doppelganger yang dicari Arhan :v yang belum membaca "Santi" atau OS "Perpustakaan hantu" mungkin akan bingung siapa Santi itu :v cerita lainnya lagi adalah "Klub Drama" ceritanya Aldiannoor

Author note : sekedar spoiler aja chapter 6 nantinya flashback tentang kematian Sandy, ups keceplosan :v misteri tetaplah misteri sebelum sepenuhnya terpecahkan

chichay
2017-01-12 11:02:29
smuanya ahmad
Gouenji Shuuya
2017-01-12 06:04:32
Njirr ultahnya sama
Bocah Redoks
2017-01-11 23:16:02
menarik. karakter dri cerita berbeda di satukan. kayak gado gado
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook