VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Episode 2: Cinta Sebatas Patok Tenda

2017-01-09 - Sunrise
46 views | 8 komentar | nilai: 9.5 (2 user)

[20 Desember 2016. 09.00 PM]
-
Setelah tiga hari terakhir melakukan survival, akhirnya api unggun ketiga yang spesial menjadi penghujung sebelum upacara penutupan besok. Kami menyebut api unggun yang ketiga ini dengan nama 'Api Unggun Akbar'. Karena api unggun kali ini 2 kali lebih besar dari api unggun pertama dan kedua, maka kami menyebut api unggun yang ketiga ini dengan nama Api Unggun Akbar.
-
Memang waktu terasa begitu cepat, ya. Hubungan pertemanan kami sudah cukup dekat setelah lalui beberapa rintangan yang mengharuskan kerjasama tim. Seperti yang sudah kukatakan kemarin lusa, kelompok kami adalah kelompok tergila di perkemahan ini. Kelompok kami dianugerahi julukan Kelompok Paling Berisik pada api unggun kedua. Apalagi Aden, dia menampilkan dance modern dan tarian tradisional lengger Banyumas dengan sangat baik-- dan jangan lupa gilanya! Iya, gila. Awalnya, tarian tradisional yang ia bawakan begitu luwes. Setelah pemain musik bermodalkan kayu menabuh dengan irama cepat, Aden mengubah tariannya menjadi dance modern asal-asalan yang sukses membuat hampir semua orang tertawa.
-

Setelah beberapa acara inti apel penyalaan api unggun akbar ini, pentas seni dimulai! Pembawa acara yang menggunakan toa sebagai pengeras suara menyapa riang kepada semua peserta.
"SALAM PRAMUKA!!"
Kami kompak melakukan sikap hormat menjawab salam tersebut.
Setelahnya, pembawa acara mempersilakan peserta untuk mengisi pentas seni malam ini dengan harapan lebih ramai dari kemarin.
-
Seseorang berdiri. Seorang gadis mungil berpipi tembem. Memperkenalkan diri dengan riang, lalu maju ke depan mengambil gitar yang telah panitia siapkan.
-
Sejenak dia mengambil nafas, tersenyum dengan pipi bersemu merah, lalu mengedarkan pandangan seperti sedang mencari seseorang. Entah aku yang terlalu imajinatif atau memang nyata, dia berhenti saat pandangannya menuju padaku sambil tersenyum.
-
Kau tahu siapa dia? Gadis mungil itu adalah Endah!
Dia mulai memetik senar gitar. Menarik nafas, mulai bernyanyi.
"Berawal dari kutatap matamu ..."
Suaranya mengalun lembut diiringi petikan gitar akustik yang ia mainkan. Mata indahnya seperti menatap lurus ke arahku. Ataukah aku terlalu imajinatif?
"... dan kau jabatkan tanganmu tuk saling berkenalan"
Sambil bernyanyi, senyum merekah dari bibir Endah. Peserta lain mulai ikut bernyanyi bersama sambil tepuk tangan berirama yang menjadi tambahan musik pengiring lagu.

"Getaran cinta kian terus membelenggu, kurasa ku tlah jatuh cinta di perkemahan ini ..."
Gadis mungil itu menikmati lagu yang sedang dia sendiri bawakan.
"... tlah kukatakan besarnya cintaku
engkau pun tersipu malu dan kau balas cintaku
baret dan kacung diam jadi saksi bisu
kurasa ku tlah jatuh cinta di bumi perkemahan!"
Masuk reff lalu kembali ke lirik 'tlah kukatakan...."
... dan lagu Cinta Simpul Mati selesai dibawakan Endah dengan baik, mendapat respon baik pula dari peserta dan panitia.
"WAAAAH. Ramainyaaa. Jangan-jangan ada yang cinlok ni yaaa. Cieciecie. Oke. Berikutnya, siapa lagi yang akan mengisi?"
Aku mendekat ke panitia, mengambil gitar akustik yang sebelumnya dipakai Endah dari tangan panitia dengan sopan.
"Wah. Nyanyi lagi? Siapa nama kamu, tolong perkenalkan dirimu ya!"
"Halo. Nama lengkapku tidak penting, panggil saja aku Adit. Aku akan membawakan sebuah lagu yang sudah begitu familiar bagi kalian. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang tak bisa mengungkapkan perasaannya ...,"
Siul dan kata cie keluar secara spontan dari mulut mereka.
"... judul lagu ini adalah Cinta Sebatas Patok Tenda."
Catatan Penulis:
Halo, Yuu di sini!
Maaf tidak tepat waktu posting cerita ini. Telat dua hari dari janji saya. Silakan kritik dan saran serta rate dari kalian!
Tertanda,
Yuu, 09-01-2017
NB: Yang cerita Tinta Ketiga: 4 Days (This Is My Diary) tidak jadi dibuat. Maleees.

MiKaZuKi 92 LoLLiPoP
2017-01-12 19:13:51
Kakak aku menunggu kelanjutannya nih. Tetap keren sperti biasa.
Gouenji Shuuya
2017-01-11 12:10:33
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
Ludfy N
2017-01-11 05:24:47
Gila tu orng
Cloud Xiicorss
2017-01-10 10:25:59
Lanjut gan.... tim paling brisik
Rudy Wowor
2017-01-09 21:18:46
Ciee ciee.
Bocah Redoks
2017-01-09 21:11:49
lanjutan ny kpan ?
Kiosuke
2017-01-09 20:25:18
jadi keinget mantan :'' jadiannya gara-gara perkemahan pelantikan :'v lagu sebatas patok tenda juga yg ane nyanyiin.
Emiru x Yuri
2017-01-09 17:53:53
Romance nya terasa ! Lanjut . . .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook