VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Bacalah! (Dok and Pol)

2017-01-08 - ThE LaSt EnD
228 views | 7 komentar | nilai: 9 (1 user)

Ketika dalam keadaan mendesak, apa yang yang akan difikirkan? atau bisa berharap Apa yang diinginkan?

"Kalian bingngung?"

"Sama."

Kadang pikiran tak sejalan dengan keinginan. Keinginan tak sejalan dengan hati. Hati tak sejalan dengan otak. Otak tak sejalan naluluri. Naluri tak sejalan dengan keyakinan. Semua berdiri sendiri namun berkaitan dan berjalan beriringan. Tapi jangan menjadi katak dalam tempurung.

"Kalian bingngung?"

"Sama."

"Jadi coba katakan siapa aku?"

"Ya.. kau benar."

"Aku adalah aku."

Seorang bernama Jock Garring, menyatakan dalam teorinya bahwa...

"Menjadi dokter lebih hebat dari pada Polisi atau angota militer lainnya."

"Apa kalian ingin tahu kenapa?"

"Tidak."

"Ya sudah."

"Lebih enak menjadi Dokter yang bisa menyuntik, dari pada menjadi Polisi yang bisa menembak."

"Eh? emang apa masalahnya? kan hebat bisa nembak?"

"Kalo nyuntik, bisa berisi. Tapi kalo cuma nembak., bisa ditolak. Maka dari itu, jadilah Dokter sebelum jadi polisi. Karena kalau sudah berisi., maka gak akan ditolak."

"Apa kalian bingngung?"

"Sama."

"Apa kalian tak sadar dan bingung? Bingngung atau Bingung?"

"Sama."

Maka dari itu perhatikan kisah ini.

"Tapi jika malas, tak perlu dilanjutkan."

.
.
.

Raut muka karam tercabik naluri keinginan hasrat yang terpendam. Keinginan yang selalu merasa haus akan ketidakpuasan. Dia menatap dalam jauh kedalam akal fikiran kotor manusia yang terpancar dari bola matanya.

"Apa Kau ingin tahu kenapa semua ini terjadi?" ucap serak seseorang yang memegang pisau operasi, Decval.

"Kenapa...?! kenapa Kau menghilangkan bukti yang seharusnya sudah menjadi alasan untuk menangkap dan menghukumnya dalam tirai hati., kenapa..!?" ucap seseorang berwajah suram kusut penuh keringat berminyak yang terikat dalam ranjang ruangan operasi, Lencnen

"Itu untuk kebaikanmu. Pistolmu tak cukup panas untuk menembus hatinya. Maka dari itu., akan aku beri Kau suntikan kebahagian hidup agar kau bisa lebih tenang."

"Apa Kau sudah gila., hah?!" ucap Lecnen memberontak. "Lepaskan aku.!"

"Percuma saja., jikapun Kau terbebas., lalu apa yang bisa Kau lakukan? rongga rahimnya sudah terisi daging kehidupan milikku. Lalu apa kau masih ingin memilikinya?" ucap Decval penuh senyum kemenangan.

"Kau..?! pengecut!"

"Terserah Kau mau mengatakan apa., yang jelas di zaman sekarang cara lama sudah tak berguna. Terlalu lamban untuk mengungkapkan perasaan. Lebih baik dan cepat jika langsung menyentuh dititik fitalnya, maka ia akan jadi milikmu selamanya, ha ha ha...!" ucap Decval penuh kemenangan.

"Kau akan menyesal suatu saat nanti dengan semua yang telah Kau lakukan." ucap Lencnen dengan senyum kepasrahan.

"Memang segita hati terlalu menggangu. Maka akan aku buat garis lurus. Kau memang orang bodoh. Jadi sebelum berakhir, apa yang Kau inginkan?" tanya Decval.

"Aku ingin terlepas dari ikatan ini, lalu menarik pelatuk senjataku agar bisa mencuci otakmu."

"Tapi maaf, keinginanmu ditolak, ha ha.., Kau memang polisi bodoh yang mudah dikelabui hanya karna seteguk kopi. Apa Kau kira aku akan berbaik hati untuk mentraktirmu di kafe itu? mana mata jelimu? Mata ketajaman indramu? Kau tak bisa merasakan obat bius dalam minumanmu."

"Kau licik.!" geram Lencnen.

"Sraattss..!"

"Aaakh.."

"Tenang saja luka kecil ini tak akan membunuhmu dengan cepat. Seharusnya Kau melihat lebih luas lagi siapa orang yang Kau kenal." ucap Decval setelah menyayat tipis lengan Lencnen.

"Tapi., Kau akan sendiri didalam ruang bawah tanah ini sampai kau mati., ha ha.., dan aku akan menari-nari diatas penderitaanmu tanpa ada penghalang lagi." ucap Decval lalu pergi dari tempat itu.

"Hoi, tunggu..! lepaskan aku..! hai... Dokter Keparat...!"

.
.
.

"Jadi apa yang Kalian fikirkan? atau apa kalian bingungkan? atau entahlah."

"Lalu jika bingung.., maka bacalah.,"

"Bacalah, walau ketikan tak berarti."

"Bacalah..!"


"Baaca.!

"Baa.., Ta... Tsa.. Ja...!"

"Ya., begitu caranya."

"Jika semua hanya mengintip tak memperlihatkan diri dan bersembunyi, dengan alasan seribu kata dan gengsi., lalu siapa yang akan membaca?"

"Ya, benar.

Itu jawabannya.

"Aku, Kamu, Dia, Kita, dan Mereka."

"Bingung atau bingngung?

"Sama."

Nb:

thanks yang dah mampir. keritik pedak mohon ditraktir.

Gejgabung= geje gak nyambung.


SHR Shin
2017-03-17 14:43:19
"A...Ba...Ta...Tsa...Ja...Ha...Kha........Ya" eh, kok jadi kayk belajar huruf hijaiyah, wkwks! "Bingung atau bingngung?" dari dua itu aku bahkan gak tau apa bedanya
Rudy Wowor
2017-01-08 19:22:10
Jadi dokter atau tentara tidak masalah asal tidak jadi polisi aja.
Aerilyn Shilaexs
2017-01-08 12:24:20
disuntik, tidaaak.
Ludfy N
2017-01-08 12:16:26
Nggk ngerti
Leon Lockhart
2017-01-08 10:53:21
Cerita keren, ada aura horrornya '-')
Ghost Rider
2017-01-08 09:25:51
dokternya mirip psikopat,ngeri juga
PUZIENK
2017-01-08 08:59:53
Ane suka yg ada kata gila, apa lagi bunuh #salam kematian
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook