VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Jenglot Dan Anak Genderuwo

2017-01-08 - Ghost Rider
66 views | 11 komentar | nilai: 9 (3 user)

Judul : Jenglot Dan Anak Genderuwo

Penulis :Ghost Rider

Genre :Horror,Mystery,Supranatural

.
.
.
.
Cerita ini bukan sembarang cerita,ini berdasar pengalaman saya sekitar tahun 2007,saya bercerita bukan bermaksud untuk menakuti pembaca.Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan menghibur para pembaca.Selain itu,saya merasa nyaman menulis cerita ini disini.Semoga terhibur,selamat membaca
.
.
.
.
Waktu itu,sekitar awal bulan Maret 2007.Waktu itu saya masih kelas empat SD,hari itu Jumat.Kami bisa pulang lebih cepat,saat bel berbunyi,ini seperti sebuah kemenangan bagi kami.Mengakhiri pelajaran kali ini,aku dan teman sekelasku bergegas keluar,setelah berdoa dan salim dengan ibu guru.Saat aku baru keluar dari gerbang sekolah,ada mobil kijang dari arah timur,dengan toa diatas mobil tersebut.

Terdengar dari toa tersebut "Saksikanlah...Saksikanlah di Pasar Baru !!! Pameran hewan unik dan juga ada Baldo (samaran),anak dari manusia dan genderuwo !!!",ucap orang dimobil melemparkan brosur ke jalan.

"Anak manusia dan genderuwo ?,emang beneran ada ?" batinku.Aku mengambil brosur dijalan,tiket masuk pameran itu,lima ribu untuk anak-anak dan sepuluh ribu buat dewasa.

"Gus Agus (samaran),ayo nonton pameran ini." ucap seseorang dengan bersemangat.Dia teman sekaligus ketua kelasku si Udin.

"Nonton berdua aja din ?.Nekat nih kita ?" tanyaku sedikit ragu.

"Nanti aku bilang ke teman yang lain,kalo mau ya bakal rame nanti.Kalo gak ada yang mau,berdua aja kita." ucap Udin memgang brosur ditangan.

"Ok,nanti mau bilang bapak dulu.Setuju ya minggu ?" tanyaku.

"Sipp,aku kabari nanti." ucap Udin.Kami pun berpisah dipersimpangan jalan,karena arah rumah kami berbeda.

Skip

Hari minggu tiba,ternyata tak ada satupun yang ikut.Jadilah kami berdua yang pergi hari ini,dengan modal uang sepuluh ribu ditangan.

Aku menuju rumah Udin,saat aku sampai Udin sedang bersiap-siap didalam.Seingatku aku memakai kaos hitam,celana jeans panjang.Sementara Udin kaos loreng dan celana pendek,kami lanjutkan menuju jalan utama desa.Tempat biasa angkutan desa (angdes) lewat,maklum rumah Udin agak masuk gang desa,jauh dari jalan raya.

Kami sangat bersemangat,karena ini pengalaman pertama kali melihat hal bernuansa mistis. Tak terasa kami akhirnya sampai dijalan raya utama desa.Tak butuh waktu lama,sebuah angdes lewat dan kami langsung naik.
Untuk sampai ke kota,dibutuhkan waktu sekitar lima belas menit,karena desa kami dekat dengan daerah kota.

"Pak stopan !" ucap Udin dan angdes berhenti tepat diperempatan dekat pasar sayur.

"Mau kemana dek cuma berdua aja ?" tanya pak supir sambil memberi kembalian.

"Mau ke pasar baru pak,jalan-jalan." ucapku sambil tersenyum.

"Hati-hati kalian,soalnya gak sama orang tua." ucap pak supir.

"Sipp pak,terimakasih pak." jawabku dan Udin.

Perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki,menyebrang perempatan.Dan terus lurus ke arah selatan,untuk menuju pasar baru biasanya menggunakan becak atau dokar.Tapi karena cuma bawa sepuluh ribu,kami putuskan berjalan.

Suasana pagi ini masih sejuk,belum begitu panas.Tampak beberapa toko yang sudah buka disebelah kiri dan kanan kami.Perjalanan menuju pasar baru sekitar dua puluh menit dengan berjalan kaki,menyusuri trotoar kota.

Tibalah kami dipasar baru,suasananya sudah ramai pagi ini.Bangunan ini berlantai tiga,tempatnya lumayan luas dan besar.Mirip pasar tradisional,tapi sudah ditata lebih baik dan rapi.Dilantai satu banyak stan sepatu,tas dan juga surganya anak-anak.Karena lantai satu juga dipenuhi penjual mainan,mata kami tak lepas memandang mainan tersebut saat melewati stan tersebut (dasar bocah).Pingin beli,tapi uangnya gak cukup (nasib).

Naik ke lantai dua,kami disambut anak tangga yang cukup banyak,lantai dua tempatnya stan pakaian dan buku serta tempat hiburan anak.Kami lanjutkan naik ke lantai tiga,disini tempatnya kosong.Biasa untuk diadakan kegiatan atau pameran.

Saat aku dan Udin sedang berada ditangga menuju lantai tiga,kami mendengar teriakan "Huwaa...Huwaa !!!".Begitu keras terdengar,kami melihat ke atas arah lantai tiga.Sepertinya dari sana suara itu terdengar.

"Din itu loketnya,kayaknya belum begitu rame antriannya." ucapku.

"Ayo gus,udah penasaran nih." ajak Udin.

Tiba diloket kami ditarik uang lima ribu untuk tiket masuk,kami pun masuk ke ruangan yang sudah diberi skat triplek dibagian pintu masuknya.

"Huwaa...Huwaa...Huwaa" kembali terdengar suara teriakan itu.Dari arah barat ujung ruangan,tempat itu masih dikerumuni banyak orang.

Pertama kami putuskan melihat salah satu hewan yang unik,seekor ular piton berwarna putih besar.Jujur baru pertama melihat ular sedekat ini,ular ini diletakkan dalam sebuah kotak kayu.

"Lihat din,gede ularnya." ucapku.

"Iya gus,warnanya beda dari ular yang biasanya.Putih bersih gini warnanya." ucap Udin.

Aku pikir dulu ular putih itu,merupakan hal yang tidak wajar dan berbau mistis.Tapi kini kusadari bahwa warna putih itu bisa jadi karena kelainan genetik.Aku tinggalkan ular yang akan sarapan pagi dengan menu tikus putih itu,aku dan Udin tidak mau mengganggu sarapannya.

Lanjut kami menuju sebelah kanan ular putih tadi,terdapat seekor bulus bermoncong babi.Lagi-lagi kami berdua dibuat heran dengan keunikan hewan disini,bulus tersebut ditaruh dalam sebuah akuarium.Terlihat sangat aktif bergerak bulus itu.

"Gus lihat gus,ini kok kayak babi moncong bulusnya ?" tanya Udin heran.

"Unik ya din,perpaduan dua hewan ini sih." jawabku sambil memperhatikan bulus itu.
Dulu kukira bulus itu mengalami kelainan,tapi aku baru tahu bulus itu memang bermoncong babi,moncong itu jadi ciri khasnya.Dan merupakan hewan asli Indonesia,satu per satu hal yang kutemui dulu mulai aku ketahui saat aku dewasa kini.

Kami alihkan pandangan ke tengah ruangan,disana ada kotak kaca yang terdapat dua mahkluk seukuran pulpen.Terbaring dengan taburan bunga khas untuk nyekar (ziarah),ya makhluk itu biasa disebut jenglot.

Gigi dan kukunya tajam,kulitnya kering seperti mumi,sementara rambutnya panjang menjuntai sampai kakinya.Ini pertama kalinya kami melihat jenglot.

"Gus coba lihat mirip dimajalahnya Sartono ya." ucap Udin.

"Iya din,gak nyangka memang beneran ada ya." ucapku sambil melihat ke arah dua jenglot itu.

Beberapa hari lalu aku membaca majalah milik Sartono temanku,majalah yang khusus membahas hal supranatural dan gaib (lupa nama majalahnya).Dimajalah itu dibahas soal jenglot,aku melihat dimajalah sudah cukup menyeramkan.Apalagi sekarang,aku melihat langsung,membuatku sedikit takut.

Samar-samar aku mencium bau wewangian yang menusuk hidung,"Kok wangi banget ya ?,apa mungkin dari kembang ini ?,tapi kembang kok baunya kayak gini." batinku sambil melihat kotak itu.

"Din nyium bau wewangian gak ?" tanyaku.

"Iya gus,wanginya kayak parfum.Mungkin dari kotak ini ya." jawab Udin.

Sejenak kupandangi dua sosok menyeramkan ini,hawanya sedikit seram saat aku mendekat ke kotak kaca ini.Sosoknya begitu terlihat tenang,seperti menikmati kedamaian dalam kotak kaca itu.Tak kusangka bisa sedekat ini melihat jenglot,pengalaman yang berharga bagiku.

Senang karena bisa membuktikannya langsung,tapi ada rasa takut saat aku melihatnya.Semakin lama aku menatap jenglot itu,semakin takut kurasakan.

Karena suasana yang semakin tidak enak,ditambah Udin tidak ada disekitarku.Aku putuskan pergi,tidak mau berlama-lama memandang mereka.Padahal ruangan itu sudah ramai pengunjung,tapi saat aku dekat dengan sosok jenglot.Entah kenapa aku merasa ketakutan.

~Tentang Jenglot~

Ada dua versi cerita tentang asal usul jenglot yang kutahu.
Versi pertama jenglot sebenarnya jasad dari orang sakti jaman dulu,karena ilmunya memakai ilmu terlarang.Saat mati,tubuhnya mengecil,dan bumi tidak mau menerima jasadnya.Sangat minim informasi yang kudapat dari versi pertama,membuatku ragu.

Versi kedua,jenglot merupakan makhluk dari alam gaib yang aslinya berwujud besar seperti genderuwo.Saat ia akan memunculkan wujud fisiknya,tenaganya tidak cukup besar.Sehingga wujudnya berubah mengecil.
Sebenarnya hanya mata jenglot yang berfungsi,sementara anggota tubuh yang lain tidak.Mata itu,digunakan untuk menyerap energi orang yang melihatnya.Orang yang diserap energinya akan merasa lemas,bahkan sampai menyebabkan kematian.

Seorang yang mempunyai jenglot,akan menutup bagian mata jenglot dengan kain mori (kafan),agar mata itu tidak menyerap energi orang.(entah untuk tujuan apa memiliki jenglot itu,aku belum begitu paham).Sementara tiap malam Jumat kliwon,jenglot diberi minyak khusus sebagai pengganti asupan energinya (lupa nama minyaknya).
Mungkin jenglot yang kulihat dulu sudah diberi minyak ini,sehingga saat aku atau orang lain menatapnya,tidak terjadi hal yang gawat.

Aku bersyukur,waktu pertama melihat jenglot dulu,tidak terjadi hal yang gawat.Itu sedikit tentang jenglot,kembali ke cerita.

~---~

Saat ini aku sudah berada dikerumunan orang ini,dengan tubuh kecilku aku menerobos orang-orang ini.Dan kini aku sudah berada dibarisan depan bersama Si Udin.

"Ehh din main tinggal aja." ucapku menepuk punggungnya.

"Maaf gus,la kamu kelihatan asik lihat jenglot.Jadi tak tinggal lihat Baldo,penasaran aku." jawab Udin sambil meringis.

"Terus gimana ?,ngomong sesuatu gak anaknya ?" tanyaku sambil melihat Baldo.

"Hmm,gak ada sedikit pun dia ngomong gus.Cuma teriak-teriak,terus habis itu dikasih jajan,lamgsung diam." jawab Udin setengah berbisik.

"Aneh ya ?,kalo keturunan manusia harusnya bisa ngomong." bisikku pada Udin.

Kami dan para pengunjung yang lain cuma menatap heran ke arah Baldo.Sekilas tentang Baldo,dia seperti layaknya anak manusia pada umumnya,hanya rambutnya saja terlihat gimbal dan panjang.

Kulitnya berwarna sawo matang,yang aneh adalah kenapa dia cuma berteriak-teriak saja."Apakah maaf, mungkin ia tidak bisa bicara ?" batinku.

Saat kami sedang mengamatinya,tiba-tiba Baldo kembali berteriak.

"Huwaa...Huwaa...Huwaa.." teriak Baldo tangannya memukul-mukul meja.Sementara orang disampingnya,memberikan ia jajanan snack anak kecil,membuat Baldo tenang.Sepertinya Baldo menikmati makanan itu,tapi baru saja dia menghabiskan makananya tadi.Kembali ia berteriak "Huwaa...Huwaaa !",refleks orang tadi mengambilkannya beberapa makanan lagi.
Orang disampingnya itu kumisnya agak tebal dan badannya cukup tinggi.

Sungguh nafsu makan yang luar biasa,sepertinya ia belum cukup kenyang dan terus merasa lapar.Padahal sejak kami datang,ia sudah beberapa kali berteriak seperti itu.

Tidak ada rasa takut padaku waktu itu,saat melihat wujud ataupun saat mendengar suara teriakannya.Yang kurasakan saat itu hanya kasihan dan sedih,kenapa dia bisa sampai seperti ini ?.Diusianya yang kuperkirakan empat sampai lima tahun,ia tidak bisa merasakan hal seperti anak pada umumnya.Seperti bermain ataupun mendapat kasih sayang orang tua,ia malah dijadikan obyek tontonan,"Apa yang sebenernya terjadi pada Baldo?" pikirku.

Tapi bagiku yang waktu itu masih kelas empat SD,memikirkan asal usul Baldo.Hanya membuatku bingung,logikaku belum sampai untuk berpikir tentang sosok Baldo dan hal mistis dibaliknya.

Sempat ingin kubertanya pada bapak-bapak yang berdiri disebelah Baldo,sepertinya ia penanggung jawab acara pameran ini.Tapi aku urungkan niatku.Karena bapak itu sedang dicerca banyak pertanyaan,dari beberapa orang yang sama penasarannya denganku.Aku kurang jelas mendengar pembicaraan mereka,perlahan ada dorongan dari orang dibelakangku,membuat aku dan Udin tidak nyaman.

Kami putuskan untuk mundur ke belakang,dan melihat beberapa hewan unik lain.Aku lupa ada hewan apa saja itu,yang kuingat cuma ular,bulus,jenglot,dan sosok Baldo.Setelahnya kami keluar dari ruangyan itu,karena pengunjung yang mulai ramai.Stan jenglot dan ular putih paling banyak dilihat orang,seingatku sempat ada bapak-bapak yang memfoto jenglot dengan kameranya.

"Panas ya gus didalam." ucap Udin mengusap keringatnya.

"Iya din,ruangannya kurang luas.Orangnya makin banyak." ucapku.

"Mana tadi didorong dari belakang pula,malah bikin gerah.Main dingdong aja gus ayo !" ajak Udin bersemangat.

"Gak punya uang koin aku din,kamu aja yang main.Aku tunggu nanti." ucapku.

"Ini aku ada,tak bayarin din." jawab Udin.

"Wehh beneran,terimakasih din.Ayok deh !" ucapku bersemangat,emang baik banget Si Udin sedunia ini.

Sudah cukup bagi kami melihat keunikan pameran tadi,aku diajak Udin main dingdong.Kami dulu menyebutnya begitu,mesin game yang pakai uang lima ratusan buat mainnya.Lantas kami turun menuju lantai dua,sebelah timur tangga ke lantai satu pasar.Jadilah kami asik bermain hari itu,sampai kurang lebih dua jam.Aku merasa bosan,dan mengajak Udin pulang.

Sebelum pulang,kami membeli es dawet untuk menyegarkan tenggorokaan kami,tapatnya ada diluar pasar.

"Wehh seger din dawetnya." ucapku.

"Iya gus,mantap lah.Mau nambah ?" tanya Udin.

"Nambah ?,emang duitmu cukup ?" ucapku balik bertanya.

"Gak lah,kalo nambah gak bisa pulang kita.Hahaha." tawa Udin.

"Wooo,gayamu din din.Hahaha." kami tertawa bersama,kecerian dari dua anak kecil yang nekat.Ingin rasanya seperti dulu,tapi itu tak mungkin.Kini kami sudah punya jalan yang berbeda.

Uangku akhirnya nanti tinggal seribu disaku,bayar dawet dua ribu,ongkos angdes PP dua ribu,tiket lima ribu.Sisa seribu buat tambah uang saku besok (lumayan),setelah membayar dawet kami bersiap pulang.Berjalan kaki kembali menuju perempatan pasar,tempat dimana angdes kami ngetem.Cukup panas hari ini,kupikir sudah hampir jam setengah dua belas.

Terlihat semua toko sudah buka dan ramai pembeli,kami menyusri trotoar kota ini diiringi canda tawaku dan Udin.Membuatku lupa akan panasnya matahari dan misteri Baldo.
.
.
.
.
.
Skip

Aku sudah kembali dirumah,kubaringkan tubuhku siang itu dan terlihat sudah jam dua belas.Waktu yang pas untuk tidur,setelah seharian berada dipasar baru.
Kembali terpikir,kenapa bisa bapak tadi mendapatkan Baldo ?.Apa maaf, ibunya tidak menginginkannya ?,apa memang sengaja ibunya memberikan pada bapak pemilik pameran itu ?.Yah lebih baik tidur,karena hawanya cukup mendukung siang ini.
.
.
.
.
.
Masalah jenglot dan hewan dipameran itu,aku sudah temukan jawabnya.Hanya Baldo yang tersisa misterinya,kenapa ibunya bisa melakukan itu dengan genderuwo ?.Genderuwo itu menyukai ibunya ?,atau ibunya bersekutu dengan genderuwo,dan harus melakukan hubungan itu sebagai syaratnya.Banyak pertanyaan yang terlintas,sampai aku mengetik cerita ini.Sementara itu hanya dugaanku saja,belum terjawab sampai sekarang.

Memikirkannya membuatku bingung,seingatku dulu seminggu Baldo berada dikotaku.Kemudian dia pindah lagi ke kota lain,layaknya penyanyi yang sedang tour konser.Bukan suara yang ia tampilkan,tapi keunikannya.

Tapi ada satu keanehan,kenapa Baldo tidak berbicara sedikitpun waktu itu ?.Ia hanya berteriak-teriak ketika ia merasa lapar atau menginginkan sesuatu,jika gen manusia begitu mendominasi dalam darahnya.Harusnya dia bisa berbicara layaknya anak manusia,tapi itu tidak terjadi untuk Baldo.Atau maaf sebelumnya, mungkin Baldo itu tunawicara,sehingga sulit untuk mengatakan apa yang ia inginkan.

Ya dan banyak lagi pertanyaan yang masih menggangguku sampai sekarang,apakah benar Baldo itu anak hasil hubungan manusia dan genderuwo ?,apa hal itu bisa terjadi didunia ini ?.Jika ia kenapa dirinya berwujud manusia ?,bukannya berwujud genderuwo.Pertanyaan yang jika kutanyakan pada dokter kandungan dan anak,aku akan diusir dan dianggap orang gila.

Terlepas memang anak keturunan genderuwo atau bukan,kuharap sekarang Baldo bisa menjalani hidupnya lebih baik.Membawanya untuk diperlihatkan pada semua orang,tentu bukan hal yang tepat menurutku.Diusianya yang masih kecil dulu,harusnya menikmati masa anak-anaknya.Bukan ikut keliling kota,untuk memperlihatkan keunikannya.Hampir sepuluh tahun berlalu,tak lagi kudengar kabar pameran yang seperti dulu.

Dalam wujud manusianya,kupikir ia juga bisa hidup normal seperti kita.Kuharap sekarang ia juga bersama orang yang tepat dan menerimanya dalam sebuah keluarga,yang tulus menyayanginya.Semoga,

Dan aku masih terus mencari jawaban atas pertanyaanku,begitu banyak hal yang sulit kupahami.Kuharap aku akan menemukan jawabannya suatu hari nanti,bila tidak mendapat jawabnya.Biarkan saja jadi misteri dunia ini.

Masih banyak hal yang sulit untuk dipahami dipikiran kita sebagai manusia.
Maka dari itu Tuhan meminta kita untuk belajar dan terus mempelajari serta memahami sesuatu hal.Untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita,karena semuanya baik yang nyata maupun tak kasat mata,sebenarnya memiliki penjelasan dibaliknya.

#~Ghost Rider~#

~Selesai~

Lord Hellium
2017-04-20 16:00:59
"saya bercerita bukan bermaksud untuk menakuti pembaca" kata itu sepertinya tidak tepat yang tepat adalah "saya bercerita bukan bermaksud untuk membuat bingung pembaca" maaf ya kalau kritiknya kaga
Ludfy N
2017-01-30 16:13:29
Baldo anak manusia ama genderuwo ya! Gmana caranya thu?
Gouenji Shuuya
2017-01-11 12:04:33
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
BluePen
2017-01-09 19:27:09
Bocah Genderuwo ya? Didaerahku juga ada yg kyak gitu, meski belum liat sendiri. Mungkin karena kelainan genetik.
Ade Aja
2017-01-09 19:00:40
Menurut q, knp sang ibu mau melakukan hub_badan dgn genderuwo, dikarenakan si "gen" menyamar sbg sang suami. Dan kejadian tsb emank bnr2 pernah terjdi, nmun itu trgntung pd kta sih. Mo percya atw tdk
Mr Blacky
2017-01-09 17:58:49
Wajah dan cirinya baldo kyk manusia biasa atau ada perbedaan lainnya gan?
Princess Alien
2017-01-09 15:58:47
Game dingdong, game itu ditempatku dulu pake koin seratus bukan limaratus.
Rudy Wowor
2017-01-09 14:17:19
Mungkin tuh Genderuwonya mesum dan memperkosa wanita atau bisa saja Genderuwonya jajan wanita (PSK) dan tidak memakai kondom yang membuat wanita jadi hamil.
J Y L O
2017-01-09 11:45:59
Menarik sekali ceritanya
PUZIENK
2017-01-09 07:59:42
Ane punya kok jenglot,apa ente tertarik
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook