VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
X-Code Part 1

2017-01-09 - Tetsu Yah
54 views | 11 komentar | nilai: 9.33 (3 user)

Yoo Minna kembali lagi dengan author Gak jelas #Plak,, kita mulai aja cerita nya

X-Code Part 1

--
--

Di sebuah tempat yang dikelilingi oleh pegunungan dan hutan, terdapat bangunan besar berwarna hitam dengan bangunan terbuat dari logam berdiri tegak. Tak jauh dari sana, terlihat seorang pemuda dengan rambut lurus dan sedikit panjang, melebihi telinga, tengah berhadapan dengan seorang pria yang terlihat lebih tua beberapa tahun darinya. Dilihat dari kondisinya, mereka tengah bertarung. Namun dari mimik wajah mereka bisa ditarik kesimpulan kalau mereka hanya berlatih. Pemuda itu terlihat cukup kelelahan. Lain lagi dengan pria yang tengah berhadapan dengannya yang malah terlihat tenang tanpa beban.
.
"Kenapa? bukannya besok kau akan mengikuti ujian kelulusan? Kalau cuma segini saja kau sudah kelelahan, gimana besok?" Ujar pria dengan potongan rambut pendek yang disisir ke belakang berwarna hitam ke-cokelatan. Ia terlihat begitu tenang, padahal mereka sudah berlatih berjam-jam lamanya.
.
Mendengar perkataan pria itu, pemuda yang tengah dilatih untuk persiapan ujian-nya besok segera menarik nafas dalam-dalam. Ia mengepalkan tangannya sembari kembali memasang kuda-kuda.
.
"Ayo Ain! Tunjukan serangan terbaikmu!!" Pekik pria itu memberi semangat pada pemuda yang bernama Ain tersebut. Ain melesat dengan lebih cepat lagi dari sebelumnya. Ain menyerang pria itu dengan tangan kirinya. Namun pria itu mampu menepis serangan Ain dengan mudah. Dengan cepat, Ain menarik kembali tangan nya, lalu berjongkok dan bergerak ke arah samping untuk mengincar rusuk pria tersebut. Gerakannya cepat, namun tidak cukup cepat untuk melayangkan serangan ke arah pria itu.
.
"Ain, gerakanmu sudah sangat bagus. Reflekmu juga. Tapikau masih belum menemukan 'jati diri' mu. Dalam beladiri, setiap orang memiliki gaya bertarungnya masing-masing. Untuk kemampuan fisik, kau memang sudah memenuhi syarat. Tapi kau masih belum menguasai teknik bertarungmu.
.
" Pria itu lantas menendang perut Ain yang tengah bersiap meluncurkan serangan lagi. Ain terpental agak jauh sampai terjerembab ke tanah. Ain hanya terbaring sambil menatap langit senja tanpa ada usaha untuk berdiri.
.
"Master Heim. Apakah aku layak untuk ikut ujian besok?" Ujar Ain sambil masih menatap langit senja dengan tatapan kosong. Pria yang melatih Ain itu, Heim, menghampiri Ain lalu jongkok di sebelah Ain sambil menatapnya dengan alis berkerut.

.
"Malam ini, datanglah ke tempatku. Aku akan mengajarkanmu bagaimana caranya menemukan teknik bertarungmu sendiri." Usai mengucapkan kalimat itu, Heim beranjak pergi meninggalkan Ain yang masih terbaring menatap langit. Langit senja yang indah terlihat, namun tidak bagi Ain yang masih diselubungi rasa pesimis.

---
--
Keesokan harinya, Ain bersama dengan beberapa orang sebaya dengannya tengah berada di sebuah ruangan. Ruangan kelas yang memiliki monitor hologram di setiap meja dan sebuah monitor besar di depan yang tengah menampilkan sebuah logo berbentuk anjing berkepala tiga dengan tulisan 'CERBERUS' dibawahnya. Setelah semua kandidat mengisi ruangan kelas itu, barulah beberapa orang tiba dari pintu di sebelah kanan. Pintu otomatis yang akan terbuka dengan sendirinya kalau ada yang akan masuk. Seorang pria berdiri di depan bersiap memberi penjelasan. Pria itu adalah kepala akademi tempat Ain berada. Para murid memanggil pria
itu dengan 'Maestro', sebutan untuk jabatan tertinggi di sana. Di belakangnya, berdiri para guru yang disebut 'Master'. Mereka adalah pasukan Cerberus yang ditugaskan untuk melatih para calon anggota pasukan Cerberus. Heim, selaku pelatih di bidang beladiri akademi itu ikut serta berdiri di sana.
.
TBC (ToBeContinued)
.
Thanks minna karena sudah membaca OneShot ku yah!!!

Zen Kureno
2017-04-24 18:28:03
oh
Rokhy
2017-03-24 13:24:08
NX
Gouenji Shuuya
2017-01-11 12:13:06
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
BeeZero
2017-01-10 17:44:02
dtnggu pertarungan dan kisahnya Ain. .
Tetsu Yah
2017-01-10 15:07:34
Cocoknya di jadiin cerbung yha?
BluePen
2017-01-10 14:56:33
Maestro? Bukankah itu julukan buat seseorang yg ahli dibidang musik ya?
Timnas Indonesia
2017-01-10 12:39:32
Nextt ....ujian apa itu? ujian sekolah kah ?
Rudy Wowor
2017-01-10 08:51:42
Ain mengamuklah.
Aerilyn Shilaexs
2017-01-10 08:20:14
Terlalu pendek.
ThE LaSt EnD
2017-01-09 23:02:15
gak dijadikan cerbung aja gan?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook