VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Misteri Kasus Kematian 1 dan 2 Eps.1

2017-01-07 - ZENA LEO MONSTA X
65 views | 6 komentar | nilai: 9.6 (5 user)

Misteri Kasus Kematian 1 dan 2.

Hujan mengguyur sangat deras dimalam yang dingin, petir menggelegar melengkapi alunan nada yang dihasilkan rintik-rintik yang jatuh dari langit.

Di depan perapian, terlihat seorang wanita cantik sedang duduk diatas sofa, datanglah seorang pria membawa dua cangkir teh hangat.

"Sepertinya kasus yang kau tangani akhir-akhir ini menyita waktumu." ucap pria itu sambil perlahan meminum teh nya. Sebut saja dia Dea

"Kamu benar, aku sampai pusing memikirkan hal itu, sepertinya aku butuh liburan." ucap wanita itu, sebut saja Sevira

"Contohnya soal kematian wanita yang ditemukan mengambang disebuah sungai." lanjutnya.

"Memang bagaimana kejadiannya.?" tanya Dea

"Pagi itu, seorang pria hendak memancing, ia seperti biasa berangkat pagi-pagi. Saat ia sampai di sungai yang arus nya tenang, ia menemukan mayat wanita mengambang dan tersangkut di tepi sungai, karna kaget, pria itu melaporkan kejadian itu pada polisi."

"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Dea yang menyimak.

"Polisi datang ke TKP dan aku juga ikut hadir disana, setelah di identifikasi, kami mencari identitas yang korban bawa, namun tak menemukan identitas apapun. Setelah diselidiki lebih dalam, diduga korban tewas dengan di siksa dan dipukul benda tumpul, setelah sekarat, korban dilempar kedalam sungai. Dengan semua benda miliknya sudah diambil tentunya."

"Jadi, wanita itu adalah korban perampokan?"

"Dugaan sementara seperti itu, karna ditemukan banyak luka lebam di tubuh korban, kondisi korban yang mulai membiru, di perkirakan kejadiannya 2 hari yang lalu sebelum penemuan mayat korban."

"Pelaku dan identitas mayat belum diketahui yah?"

"Benar, mayat korban pun dibawa ke rumah sakit untuk di otopsi. Aku memutuskan untuk mengikuti aliran sungai dengan berlawanan arus, aku ingin menyelidikinya lebih lanjut. Entah berapa jauh aku berjalan, dan akhirnya aku menemukan jembatan, di sanalah kemungkinan mayat korban dibuang."

"Hmm selanjutnya apa yang terjadi?"

"Setelah hasil otopsi, mayat korban di ketahui bernama Lidiya. Kami mencari alamat rumahnya dan setelah berjam-jam kami mencari dan bertanya kesana kemari, kami berhasil menemukan alamat rumah yang diduga rumah korban." jelas Sevira.

"Kami menyampaikan pada keluarga korban bahwa korban ditemukan tewas mengambang disungai.

Ibu si korban syok dan pingsan ditempat, kami pun bertanya pada sang adik yang menangis terisak."

"Siapa orang yang terakhir kakakmu temui sebelum dia meninggal?" tanyaku. Sang adik bernama Arlan menjawab.

"Kakak menemui kekasihnya, ia memutuskan hubungan dengan kekasihnya, setelah itu dia pulang, dan ia pamit ingin membeli sesuatu, namun tak kakak tak kunjung kembali hingga sekarang." tuturnya.

"Aku menyimak penjelasannya sambil berjalan kesana kemari, dan tak sengaja pandanganku melirik ke jendela."

"Apa itu bekas pesta bakar-bakaran?" tanyaku pada Arlan, aku saat itu melihat bekas pembakaran.

"Bukan, itu bekas kemarin aku membakar sampah."

"Hm, kenapa tak di buang ke tempat sampah.?""

"Jadi tersangka nya adalah kekasihnya?" tanya Dea.

"Bisa jadi, motifnya sederhana, dia tak rela diputuskan hubungan begitu saja dan karna sakit hati, ia menculik korban dan membunuhnya." terang Sevira.

"Jadi kasusnya tidak terlalu sulit, itu mudah saja."

"Tidak Dea, kasus belum selesai." bantah Sevira. Ia pun kembali menjelaskan kejanggalan yang terjadi.

******

Day 2.

Misteri Kasus Kematian 2.

"Hm, kasus hari itu benar-benar melelahkan." ucap Sevira yang tiduran di sofa.

"Kasus tentang apa?" tanya Dea.

"Kematian seorang wanita didalam rumah."

"Cerita berawal ketika seorang pria menelepon ambulan karna kekasihnya tergeletak tak bernyawa di dapur.

Polisi dan aku ikut serta kesana, aku bertanya pada sang kekasih tentang kronologi kejadian."

"Tadi pagi, saat aku mengetuk pintu rumah, aku heran karna tak ada jawaban, aku pun segera masuk karna kebetulan saja pintu tak dikunci, saat aku mencari keberadaan kekasihku, aku tak sengaja melihatnya tergeletak di dapur."

"Nona, kami menemukan obat semprot untuk sesak napas di saku celana korban." ucap seorang polisi sambil menyodorkan sebuah obat semprot.

"Jadi kekasihmu menderita penyakit sesak napas?" tanyaku padanya.

"Benar, dia memang sakit asma."

Sevira mengambil obat itu.

"Sudah kosong, jadi sepertinya korban tewas saat penyakitnya kambuh, namun obatnya habis dan ia pun tewas karna penyakit nya." duga Sevira sambil berjalan kedapur ke arah jasad tergeletak.

Ia melihat ke sekeliling dan terlihat di tempat cucian piring, tempatnya basah.

"Apa dia sempat cuci tangan?" pikir Sevira.

"Segera bawa korban ke rumah sakit untuk otopsi, apa kasus ini pembunuhan ataukah murni karna penyakit." tegas Sevira.

Mayat pun dibawa ke rumah sakit guna otopsi.

"Ada hal aneh yang ganjil, aku melihat korban hanya mengenakan satu anting saja."

"Lalu apa dugaanmu?" tanya Dea.

"Aku belum menduga apapun, sebelum hasil otopsi di dapatkan, aku dan beberapa polisi bahkan bersama sang kekasih menggeledah rumah itu, namun tak ada hal yang aneh. Kami semua pun memutuskan pergi ke rumah sakit, saat aku hendak keluar, aku melihat kunci pintu berada dilubang pintu."

"Apa boleh aku menyimpan kunci rumah ini, mungkin aku akan kembali menyelidiki kasus ini." pinta ku pada kekasih korban.

"Tentu saja." ucapnya, ia pun mengantarkanku kerumah sakit.

"Setelah hasil otopsi di dapat, ditemukan bukti bahwa korban tewas akibat kehabisan napas, karna sesak atau sebagainya."

"Jadi benar kematiannya karna penyakit?" tanya Dea.

"Bisa jadi, tapi aku belum menyerah karna hal itu, aku kembali mencari bukti sekecil apapun." tegas Sevira.

Bersambung,

Apa ada yang bisa menebak penyebab kematian korban di dua cerita?



chichay
2017-01-08 22:51:09
mnrutku ksus pertma dn kdua tdklh terlalu sulit.yg sulit adlh ksus kmtian yg tak bisa d buktikn dgn pmkiran akl dan bukti yg hnya korbn dn plaku yg mrskn
Rudy Wowor
2017-01-08 19:14:02
Kasus pertama pembunuhnya kalau bukan kekasihnya ya adiknya. Kasus kedua pikir aja sendiri haha
Timnas Indonesia
2017-01-08 15:26:37
lanjut gan ,
Ghost Rider
2017-01-08 10:19:40
korban pertama menurut ane bisa jadi dibunuh kekasihnya atau dibunuh orang lain,luka lebam mungkin terbentur batuan sungai,saat korban jatuh dari jembatan.
Young G Raigha
2017-01-08 08:22:14
mudah saja, tapi aku mau bertanya di kasus kedua, apakah pembunuhannya dilakukan dengan dicekik?
Aerilyn Shilaexs
2017-01-07 23:45:21
wow aku jadi detektif.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook