VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
The Flying Dutchman Chapter 6: Kapal Hantu Yang Jadi Legenda (E.N.D)

2017-01-07 - Ghost Rider
43 views | 5 komentar | nilai: 10 (2 user)

~Kapal Hantu Yang Jadi Legenda~
.
.
.
.
.
.
Beberapa hari setelah kabar karamnya Het Vliegend Schip,masih tersisa duka dan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.Ditambah munculnya kabar,kapal tersebut kini menghantui tujuh lautan.

Dirumah Paman Rikki dan Bibi Annemie,tampak Fanny (anak dari Rikki)dan suaminya sedang berkunjung.

"Hiks...Hiks...Hiks" tangis terdengar dari ibu dan anak ini.

"Sudahlah Fanny,Annemie.Semuanya sudah terjadi,ikhlaskanlah." ucap Rikki yang terlihat lebih tegar.

"Decken,tidak kusangka kapalnya dihantam badai.Hiks...Hiks." ucap Annemie sambil menangis.

"Tapi,ayah.Decken sudah kuanggap adik sendiri,kenapa bisa terjadi seperti ini ?" ucap Fanny.

"Fanny,ini mungkin sudah ditakdirkan.Kita doakan yang terbaik untuk Decken." ucap Dedrick Vromme (suami Fanny).

"Mengenai kabar kapal hantu itu,apa memang benar Rikki ?" tanya Annemie mengusap air matanya.

"Apa maksud ibu ?,kapal hantu ?" tanya Fanny.

"Aku juga kurang begitu mengerti,dari kabar yang beredar kapal Decken menghantui tujuh lautan.Karena dia melakukan kontrak dengan iblis." ucap Rikki.

"Kontrak dengan iblis ?,aku rasa Decken tidak percaya hal seperti itu kan ?" tanya Dedrik.

"Benar,tidak mungkin Decken melakukannya kan ayah ?.Pasti cerita kapal itu bohong." ucap Fanny,sementara ayahnya cuma terdiam.

"Walaupun Decken punya buku hitam itu,tetap saja dia tidak percaya dengan hal mistis.Aku harap kapal hantu itu bukan kapal Decken." ucap Annemie.

"Aku sependapat dengan kalian,Decken bukan orang yang mau begitu saja percaya pada hal mistis.Mungkin orang-orang hanya mengarang cerita,tentang kapal hantu itu." ucap Rikki sambil berdiri dari kursinya.

"Lalu kemana buku hitam milik Decken itu ayah ?" tanya Fanny.

"Aku menaruhnya diperpustakaan,Decken bilang ia ingin buku hitam itu disimpan disana." ucap Rikki.

"Kita tidak boleh terus-terusan bersedih.Setiap manusia akan mati kan ?,tidak peduli muda atau tua.Yang bisa kita lakukan adalah berdoa untuk Decken,agar tenang disana.Baiklah aku ke perpustakaan dulu,Dedrik temani ibu dan istrimu." lanjut Rikki menepuk bahu istri dan anaknya.

"Baik ayah,berhati-hatilah." ucap Dedrik.Sementara Annemie dan Fanny masih bersedih.Mereka belum percaya,kalau Decken sudah tiada.

Diperjalanan ke perpustakaan,Rikki masih terbayang sosok keponakannya.Dia menatap ke langit,tak terasa air matanya mengalir.Decken sudah dianggapnya anak sendiri,begitu berat kehilangan sosoknya.

Apalagi ada kabar bahwa kapalnya menjadi kapal hantu,dia tidak percaya akan hal itu.Tapi semakin dia tidak percaya,semakin banyak cerita yang ia dengar bahwa kapal tersebut terus menghantui lautan.

"Decken,selamat jalan.Semoga kau tenang disana." ucapnya sambil berlalu pergi.
.
.
.
.
.
.
.
~Belinda P.O.V~

Hari ini aku bekerja tanpa semangat,setelah mendengar kabar karamnya kapal orang yang aku cintai.Apalagi ada kabar yang beredar kalau kapal tersebut,kini menjadi kapal hantu dan terus menghantui tujuh samudera.Membuatku semakin bersedih.

Kadang aku melamun saat tidak ada pekerjaan,membuat temanku Francisca Lien prihatin melihat perubahanku.Seperti kemarin saat selesai bekerja.

"Heyy Belinda,kamu tidak pulang ?.Hari sudah malam,kamu sering melamun,ada apa ?." ucapnya melambaikan tangan didepan wajahku membuatku tersadar dari lamunan.

"Hmm,baiklah.Tidakt ada,mungkin aku hanya sedikit kelelahan." jawabku.

"Baiklah bersiaplah,sebentar lagi kita pulang." ucapnya.Francisca teman baikku,kami sudah saling mengenal cukup lama.

Kadang kalau ada waktu,aku pergi ke kanal Herengracht.Berharap Decken berada disana,tapi tak aku temui siapa pun.

Seperti sore ini aku kembali menuju jembatan dikanal Herengracht.Aku hanya bisa menangis dijembatan itu,beberapa saat yang lalu aku sempat terpikir untuk melompat dari sana.Tapi tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang,dia Francisca sahabatku.

"Hentikan Belinda,apa yang kamu lakukan ?" tanya suara wanita dibelakangku.

"Francisca ?,apa yang kamu lakukan disini ?.Lepaskan,aku ingin mati saja.Aku akan menyusul Van der Decken." ucapku.

"Jangan berbuat gila Belinda,aku tahu sulit melihat orang yang kita sayangi pergi.Tapi kita tidak harus ikut mati juga.Berdoalah untuk ketenangannya." ucapnya.

"Kenapa Tuhan memgambil orang yang kusayangi ?,ini tidak adil !" ucapku setengah berteriak.

"Belinda,semua orang akan mati.Tapi kita tidak tahu kapan kita akan mati,kalau Tuhan sudah menuliskannya.Kita tidak bisa membatalkannya,sabar dan kuatkanlah hatimu." ucapnya sambil memelukku.

Aku pun mengurungkan niatku untuk melompat.Kini aku bersandar dibahu sahabatku,hanya menangis yang bisa aku lakukan.
Francisca,aku beruntung memiliki sahabat seperti dia.Kalau tidak ada dia,mungkin aku sudah hanyut dikanal ini.Dia selalu menguatkanku,dan meyakinkanku untuk tidak menyalahkan takdir Tuhan.

Aku berdiri diatas jembatan,mengeluarkan bunga tulip dari tasku,dan melemparnya ke kanal.Aku harap bunga ini dapat menuju laut dan bersatu dengan bunga tulip milik Decken.

"Walaupun kita tak akan bersatu,biarkan bunga tulip ini yang bersatu dilautan luas.Untuk bukti cinta dan kasihku yang tulus tak terbatas,selamat jalan Ramhout Van der Decken."

~Belinda P.O.V End~
.
.
.
.
.
.
.
Skip

Sembilan bulan telah berlalu sejak kejadian itu,tapi cerita tentang kapal hantu itu terus berlanjut.

Disebuah pulau,Kapten Joan Rener dan seluruh awak kapalnya sedang berlabuh.Mereka dalam perjalanan pulang, kembali dari Batavia.Saat itu matahari baru tenggelam,samar-samar terlihat bayangan kapal yang akan berlabuh.

"Heyy apa kalian lihat kapal itu ?" tanya Joan.

"Iya kapten,kapal itu akan menabrak kapal kita." ucap awak kapalnya.

"Apa kita harus memberi tanda pada kapal itu ?" tanya awak kapalnya yang lain.

"Tunggu dulu,jangan memberi tanda.Lihat ada yang aneh dengan kapalnya,tidak ada orang disana.Dan cahaya apa yang ada dikapal itu ?" ucap Joan.

Tiba-tiba kapal aneh tadi lenyap saat akan menabrak kapal Joan,mereka seakan tidak percaya dengan kejadian tadi.

"Kapalnya tiba-tiba lenyap,ini aneh." ucap awak kapal.

"Kapal tadi terlihat seperti Het Vliegend Schip,atau aku salah lihat ?" ucap Joan.

"Sepertinya itu memang Het Vliegend Schip kapten.Dilihat dari bentuk kapalnya,jadi kabar itu memang benar." ucap awak kapalnya.

"Ya sudah ayo kita istirahat,besok kita akan kembali ke Amsterdam." ucap Joan.Tapi Joan masih terbayang kapal tadi,mirip seperti kapal yang dibawa Decken.

Dia sering mendengar berita ada kapal yang karam dan jadi kapal hanti,ternyata itu kapal milik Decken.Sahabat sekaligus awak kapalnya dulu,tapi ia sedih karena kapal itu dikabarkan sekarang menghantui tujuh samudera.
.
.
.
.
.
Skip

Beberapa minggu kemudian Joan Rener tiba di Amsterdam,setelah kapalnya berlabuh.Dia langsung menuju kantor VOC dipusat kota.

Diruangan kantor VOC,Joan duduk berhadapan dengan Pieter Spechx.

"Meneer,saya ingin mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai pelaut dikapal VOC." ucap Joan.

"Kenapa sinyo mengundurkan diri ?,Defras kemarin juga berhenti.Sinyo masih muda,masih bisa berbuat lebih untuk jajaran pelaut VOC." ucap Spechx.

"Saya pikir,sudah waktunya berhenti.Beberapa samudera pernah saya jelajahi,saya ingin beristirahat.Dan juga soal kabar kapal hantu itu." ucap Joan.

"Kapal hantu ?,maksudmu Het Vliegend Schip ?" tanya Spechx.

"Benar meneer,saat saya berlabuh disebuah pulau.Selalu saja orang membicarakan kapal itu,saya tidak suka mendengarnya.Saya tidak percaya itu adalah kapal sahabat saya Decken,keputusan saya sudah bulat.Semoga meneer bisa mengerti." ucap Joan.

"Sebenernya sulit menerima permintaanmu,karena sinyo pelaut terbaik kami.Tapi aku menghormati keputusanmu,semoga sukses ditempat lain.Tiga hari lagi datanglah kesini bersama Defras,untuk mengambil sisa gaji kalian." ucap Pieter sambil tersenyum.

"Terimakasih meneer,saya pamit dulu." ucap Joan berdiri meninggalkan ruangan itu.

-

Malamnya direstoran Bibi Henzie,Defras dan Joan sedang menikmati makan malam disana.

"Jadi kau memutuskan berhenti Defras ?" tanya Joan membuka obrolan.

"Ya benar,aku muak mendengar cerita yang mengaitkan Decken dengan kapal hantu itu." ucap Defras dengan nada tinggi.

"Ya aku juga merasa begitu,yang terpenting.Kita doakan yang terbaik untuk seluruh awak kapal." ucap Joan.

"Benar,aku setuju.Lagi pula,kita jangan membahas masalah ini lagi.Lihat lah kesana." ucap Defras melihat ke arah pria dan wanita sedang asyik mengobrol.

"Belinda,benar juga.Jangan sampai dia bersedih lagi.Dia sudah kembali seperti dulu." ucap Joan sambil tersenyum.

"Kita sering kemari dulu,kini tinggal kita berdua Joan.Hidup harus terus berjalan,walaupun tanpa orang yang kita sayangi." ucap Defras.

"Heyy kalian,jangan bicarakan itu lagi.Kalian bisa merusak kebahagiaan Belinda." ucap wanita dengan bola mata biru,Francisca.

"Iya,ini terakhir kalinya." ucap Joan tersenyum.

"Hey kalian berdua semakin dekat,ada apa memangnya ?" tanya Defras tersenyum.

"Jangan bicara sembarangan,tidak ada apa-apa." ucap Joan menjewer kuping Defras.Sementara Francisca hanya tertawa melihat tingkah mereka.

"Sudah jangan berkelahi disini,lebih baik makan." ucap Bibi Henzie sambil duduk didekat mereka.

"Wahh,apa ini gratis ?" tanya Defras.

"Ya ini bonus untuk kalian.Karena kalian sudah tidak lama kemari." jawab Henzie sambil tersenyum.

"Wahh,kelihatannya enak.Siapa pria yang bersama Belinda ?" tanya Joan.

"Itu Dirck,pemilik toko buah dipusat kota.Sudah beberapa bulan mereka bersama,mereka terlihat serasi bukan ?" ucap Francisca.

"Begitu ya,semoga mereka bisa bahagia.Joan dan Francisca juga serasi." ucap Defras tertawa.

"Bicara apa kau ini ?" ucap Joan sambil memukul kepala temannya.

"Heyy hentikan,tidak sopan." ucap Defras balas memukul Joan. Sementara Bibi Henzie dan Francisca hanya tertawa melihat mereka.

"Aku bersyukur,Belinda kembali ceria,dan mendapatkan pria yang baik.Lalu kalian akan bekerja dimana setelah tidak melaut ?" tanya Bibi Henzie.

"Kami akan bekerja ditoko roti milik pamanku." jawab Defras.

"Lalu kapan kalian mulai bekerja ?,semoga kalian nyaman dengan pekerjaan baru ini." ucap Francisca sambil tersenyum.

"Terimakasih,mungkin sekitar seminggu lagi,kami ingin beristirahat sebentar." ucap Joan.

"Aku berdoa semoga semuanya akan menjadi lebih baik kedepannya." ucap Bibi Henzie tersenyum,dan diikuti anggukan kepala dan senyuman tiga orang didepannya.

Mereka melanjutkan obrolan malam ini diiringi canda tawa,melupakan sejenak semua hal yang telah terjadi.

Belinda sudah bertemu dengan pria baru dan membuatnya ceria seperti dulu,sementara Defras dan Joan berhenti berlayar untuk menghormati mendiang teman mereka.Defras mengajak Joan bekerja ditoko roti milik pamannya,sementara hubungan Joan dengan Francisca semakin dekat.
-
-
-
Dipelabuhan Amsterdam,Pieter Spechx,Henrik,dan Gotthard sedang berdiri diatas geladak sebuah kapal.

"Kapal Tiebout ini siap berlayar meneer,semoga semuanya berjalan lancar kali ini." ucap Gotthard.

"Benar paman,aku harap juga begitu.Apa awak kapalnya sudah siap Henrik ?" tanya Pieter.

"Sudah meneer,mereka siap menuju Batavia." ucap Henrik.

"Menuju tempat yang jauh ya.Kapan mereka akan berangkat meneer,sinyo ?" ucap Gotthard.

"Sekitar dua minggu lagi paman,Batavia perlu pasukan tambahan." ucap Pieter.

"Benar meneer,kita juga perlu menambah stok rempah kita." tambah Henrik.

"Kalau begitu kami pamit dulu paman,terimakasih untuk bantuannya." ucap Pieter.

"Aku juga pamit paman,saya akan kembali seminggu lagi." ucap Henrik.

"Baiklah,itu sudah tugas saya menerr.Hati-hati,meneer sinyo." ucap Gotthard.

Henrik dan Pieter meninggalkan kapal,sementara Gotthard yang sudah ngantuk.Memutuskan untuk tidur dikapal malam ini.

Semuanya terlihat berakhir dengan indah,tapi tidak untuk Van der Decken.

Sementara itu dilautan yang sepi dan berkabut,Het Vliegend Schip kembali muncul,dengan membawa jiwa Decken dan awak kapalnya yang hanya dipenuhi tatapan kosong.

Decken berdiri menatap kosong ke arah depan,raut wajahnya penuh penyesalan.

Sementara awak kapalnya terlihat memprihatinkan,ada yang duduk dengan tatapan kosong,ada yang berdiri menundukkan kepala.Ada juga awak kapal yang tergeletak ditengah geladak menahan rasa sakit.

Koenraad,Herold dan Gerrit berdiri digeladak dengan kepala menunduk.
Kemudian samar-samar kapal itu kembali lenyap,ditengah kabut.
.
.
.
.
Pejamkan mata sejenak,kita menuju bulan Januari tahun 1835.

Dua abad setelah kejadian kapal itu,ditengah lautan yang luas.Kapal berbendera Inggris yang dipimpin Kapten Jhony sedang berlayar,kabut dan rintik hujan menemani perjalanan mereka.

"Kapten,ada kapal didepan kita.Kita akan berbenturan !" ucap seorang awak kapal panik.

"Apa ?,aku akan putar kemudinya.Kalian bersiap,akan ada benturan sedikit." jawab sang kapten.

"Apa kita perlu memberi tanda pada kapal itu untuk berhenti ?" tanya awak lainnya.

"Jangan memberi tanda,ini perintah !" jawab kapten Jhony sedikit berteriak,kapten dari kapal Flying Fish.

Ia melihat kapal didepannya yang semakin dekat,kapal tersebut berlayar tanpa seorang pun disana.Sementara cahaya redup disekitar kapal,membuatnya tampak mengerikan."Jangan-jangan,itu kapal hantu legandaris." batin Jhony.

Sementara kapal didepannya terus mendekat,kapal kosong dengan cahaya redup mengelilingi,The Flying Dutchman.

"Waaa kita akan berbenturan !" teriak awak kapal mulai panik.

Tiba-tiba sebelum kapal mereka berbenturan,kapal kosong itu lenyap dari pandangan,para awak kapal terdiam dan saling memandang.Hanya ada kabut didepan mereka,mereka heran kenapa kapal itu tiba-tiba hilang.

"Untunglah,kita selamat dari benturan dengan The Flying Dutchman." gumam sangh kapten.

"Kapten apa anda tahu tentang kapal tadi ?,kenapa kapal tadi hilang begitu saja ?" tanya awaknya sedikit gemetar.

"Ya,akan kuceritakan nanti dipelabuhan.Semuanya bersiap berlabuh !" ucap kapten.

"Baik kapten !" mereka pun bersiap untuk berlabuh dipulau selanjutnya.

Para awak kapal masih diliputi tanda tanya,tentang kapal tersebut.Saat mereka hampir berbenturan,tiba-tiba kapal itu hilang begitu saja.Ditambah kapten mereka yang mengetahui sesuatu tentang kapal tersebut,membuat mereka semakin penasaran.
.
.
.
.
Setibanya dipelabuhan,Kapten Jhony dan awaknya sedang duduk dipinggir pelabuhan.

"Baiklah semuanya,akan aku ceritakan soal kapal aneh tadi." ucap Jhony membuka pembicaraan.

"Jadi apa tadi kita hanya berhalusinasi ?" tanya Luke pria berambut keriting,awak kapal dari Jhony.

"Tidak,itu bukan halusinasi.Kalian legenda The Flying Dutchman ?" tanya Jhony.

"Maksud kapten,kapal hantu yang terkutuk itu ?" tanya George,pria dengan topi dikepalanya.

"Benar,yang kita lihat tadi adalah kapal tersebut.Makanya aku tadi melarang Luke memberi tanda pada kapal tersebut." jawab Jhony.

Para awak kapal saling memandang,mereka tidak percaya bahwa kapal tadi adalah The Flying Dutchman.

"Lalu apa yang terjadi jika aku memberi tanda ?,apa kapten pernah bertemu dengan kapal itu ?" tanya Luke.

"Ya,dua puluh tahun lalu ketika aku mulai berlayar.Aku juga bertemu dengan kapal itu,lalu temanku memberi tanda pada kapal untuk berhenti." ucap Jhony sambil mengelus jenggotnya.

"Lalu apa yang terjadi selanjutnya ?" tanya George.

"Temanku terjatuh,kemudian ia tewas seketika.Untung saja Luke tadi tidak memberi tanda." ucap Jhony.

Para awak kapal terdiam mendengar cerita kaptennya,terutama Luke.Hampir saja dia meregang nyawa tadi.

"Lalu apa yang kita lakukan bila bertemu lagi dengan kapal itu ?" tanya Luke.

"Jangan pernah memberi tanda pada kapal itu,kalian tahu tapal kuda yang tergantung ditiang layar ?.Itu digunakan untuk perlindungan saat bertemu Flying Dutchman." ucap Jhony.

"Jadi itu fungsinya,untuk menangkal Flying Dutchman.Tapal kuda ?" ucap seorang awak kapal.

"Benar,lima kali aku sudah bertemu dengan Flying Dutchman dalam kurun waktu dua puluh tahun.Tiga orang temanku tewas,saat bertemu kapal itu." ucap Jhony.

"Mengerikan,aku baru tahu.Kalau kapal itu benar adanya." ucap George.

"Apa yang terjadi dengan kapal itu sebenarnya ?" tanya Luke.

"Kapal itu kapal terkutuk,kaptennya bersekutu dengan iblis untuk mencapai kota tujuannya." jawab Jhony.

"Bersekutu ?,lalu kenapa dia selalu muncul dilautan ?" tanya awak kapalnya.

"Pertanyaan menarik,kapal itu terus melaju melawan badai.Tapi akhirnya karam,kaptennya tidak mau berhenti.Karena itulah ia dikutuk mengarungi tujuh samudera selamanya." ucap Jhony.

Para awak kapal cuma terdiam,coba mendengar cerita kaptennya.Ini pengalaman pertama bagi mereka,bertemu kapal hantu dilaut.

"Baiklah tidak perlu cemas,kalian akan sering melihat kapal itu lagi.Kuatkan mental kalian pelaut !,ayo kita istirahat !" ucap Jhony berdiri dan meninggalkan tepi pelabuhan.

"Baik kapten !!!" ucap mereka serempak.Berdiri dan mengikuti kapten mereka.

***

Begitulah,sampai sekarang The Flying Dutchman setia mengelilingi tujuh samudera.Kapal terkutuk yang tak akan pernah bisa berlabuh,muncul dan kemudian lenyap begitu saja.

Konon untuk menangkal bahayanya,pelaut jaman dulu menggunakan tapal kuda yang digantung ditiang layar kapal.

Setiap kapal yang bertemu dengannya dilarang memberi tanda,bila memberi tanda,maka kematian akan datang sebagai gantinya.
Rangkaian mitos dan cerita terus bermunculan tentang kapal ini,kapal yang mengarungi dan menghantui tujuh samudera sampai akhir dunia.





~The End~

Tibalah diakhir cerita,saya harus mengakhiri apa yang sudah saya mulai.
Terimakasih untuk para reader yang sudah setia membaca cerita ini,mohon maaf bila masih ada banyak kekurangan didalam cerita saya.
Maaf juga untuk endingnya yang mungkin terlalu panjang.

Salam dari saya,Ghost Rider.

Bocah Redoks
2017-01-16 16:35:17
legenda yg mengerikan
Ludfy N
2017-01-08 11:43:12
The flying dutchman memng nyata saya pernh liat wktu it
Rudy Wowor
2017-01-07 13:46:55
Flying fish kayak di one piece ya namanya.
Zunuya Rajaf
2017-01-07 10:48:32
kira2 buku iblis itu apa msh ada? dan apakh para pelaut di zaman skrng, msh ditemui kpal itu..
FandyZero
2017-01-07 08:05:40
Pertamax juga, ada typo saat belinda pov "tidakt", masih ada yg lain tapi lupa tempatnya, nice story. Buat cerita seru kayak begini lagi...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook