VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
The Flying Dutchman Chapter 5: Kembalinya Kapal Het Vliegend Schip

2017-01-06 - Ghost Rider
47 views | 5 komentar | nilai: 10 (2 user)

~Kembalinya Kapal Het Vliegend Schip~
.
.
.
.
.
.
.
Tengah malam dilautan yang luas,udara dingin disertai hujan dan angin kencang.
Dari dasar laut muncul kapal yang cukup besar,dengan layar mengembang.Cahaya redup tampak mengelilingi kapal itu.Air membasahi seluruh bagian kapal,perlahan kapal itu muncul ke permukaan dan semakin jelas.

Kapal itu adalah kapal Het Vliegend Schip yang tenggelam dua hari lalu.Tampak kapal tersebut terlihat kosong tanpa adanya orang,bila dilihat mata biasa.Tapi sebenarnya kapal itu membawa seluruh jiwa awak kapal,Van der Decken berada paling depan dengan tatapan kosong wajah pucat penuh penyesalan.

Diikuti oleh Herold,Gerrit,Koenraad dan seluruh awak kapal berada dibelakangnya dengan tatapan kosong ke depan.

Kapal itu terus berlayar ditengah gelapnya lautan malam,lalu ditiang kapal muncul sosok makhluk hitam menyeramkan.Ialah Si Iblis Hitam.

"Gehihahaha,akhirnya seperti ini ya Decken." ucap iblis itu menyeringai.

Angin terasa kencang disekitar kapal saat sosok itu datang.

"Sangat disayangkan kau tak mampu mencapai kota tujuanmu,seratus jiwa yang kau janjikan tidak dapat kau penuhi.Tapi aku senang melihatmu seperti ini." ucap sosok itu tersenyum mengerikan.

Sementara Decken hanya terdiam dengan tatapan kosong.

"Gehihahaha,ini hukuman karena melawan alam.Kau telah dikutuk berlayar selamanya mengelilingi tujuh samudera,kekuatan yang kuberikan padamu tidak akan pernah mampu melawan kekuatan alam." ucap Iblis dengan senyum mengerikan.

"Itu karena kau terlalu sombong Decken,akhirnya Tuhan murka padamu.Lupakan seratus jiwa itu, aku tidak butuh.Cahaya redup ini akan terus bersamamu,sebagai ganti seratus jiwa itu adalah kau dan seluruh awak kapalmu.Selamat menikmati pelayaranmu mengelilingi dunia,selamanya.Gehihahaha...Gehihahaha." lanjutnya dengan tawa yang keras.Kemudian sosok itu menghilang,dan perlahan kapal tersebut juga nenghilang secara misterius ditengah kabut.
.
.
.
.
.
.
.
Seminggu setelah Het Vliegend Schip tenggelam,sebuah kapal melihat beberapa barang mengambang dilaut.

"Kapten ada barang mencurigakan yang mengambang !" ucap seorang awak kapal.

Kapten tersebut menghampiri awak kapalnya,dan melihat dengan teropongnya.

"Hmm...itu seperti pakaian.Mendekat,ambil barang itu menggunakan kapal yang kecil." ucap Kapten.

"Baik Kapten !" dua orang bersiap menggunakan kapal yang lebih kecil.

Mereka sampai ditempat barang mengambang tersebut,mereka juga menemukan kotak besar.Mereka membawa semuanya dan kembali ke kapal.

Sesampainya dikapal mereka mengumpulkan barang tersebut digeladak,para awak kapal berkumpul disekelilingnya.

"Kapten Defras ini seperti pakaian pelaut dari wilayah kita (Belanda)." ucap awak kapalnya.

"Apa mungkin kapal mereka dihantam badai ?.Coba buka kotaknya." perintah Kapten.

"Baik Kapten !" kemudian mereka membuka kotak kayu tersebut.

"Ini senjata kan ?,dan lambang disamping kotak ini.Lambang VOC ?" ucap Kapten Defras yang terkejut.

"Berarti kapal dari VOC baru saja karam.Bukankah kapal yang berlayar pertama itu Het Vliegend Schip ?." ucap awak kapal.

"Kau tidak bercanda kan ?,bukankah itu kapal yang dibawa Decken." ucap Kapten.

"Kapal pertama yang berangkat dari Amsterdam,Het Vliegend Schip.Kemudian baru kapal kita,bisa jadi kapal itu yang karam." jawabnya.

"Ini sulit dipercaya,kita berlabuh dulu.Siapa tahu kita mendapat petunjuk." ucap Kapten.
.
.
.
.
.
.
Kapten Defras berlabuh disebuah pulau,mereka beristirahat sekaligus mencari informasi.

Dia bertanya pada seseorang yang sedang duduk ditepi pelabuhan.

"Permisi paman,apakah ada kapal dari Belanda yang berlabuh sebelumnya ?" tanya Defras pada seseorang.

"Kapal ?,seperti apa ciri-cirinya ?" tanya orang itu.

"Kapalnya cukup besar,bagian depannya berbentuk kepala ikan hiu gergaji,nama kapalnya Het Vliegend Schip." jawab Defras.

"Kapal itu sudah dihantam badai,dan kemarin kapal itu muncul kembali menghantui lautan." ucap orang itu.

"Aaa...apa maksudmu ?,dihantam badai dan menghantui lautan ?" tanya awak kapal Defras.

"Seminggu yang lalu,kapal itu berangkat dari sini.Padahal badai akan datang,tapi kaptennya nekat berlayar.Hanya Het Vliegend Schip yang berlayar hari itu." jawabnya.

"Jadi kemungkinan Het Vliegend Schip dihantam badai ?,lalu tentang menghantui lautan itu ?.Maaf sebelumnya belum berkenalan,aku Defras dan mereka awak kapalku." ucapnya.

"Salam kenal Defras,aku Edward nelayan dipulau ini." ucap Edward sambil tersenyum.

"Mungkin saja,dua hari lalu ada kapal berbendera Inggris berlabuh.Mereka bilang melihat kapal kosong terombang-ambing dilautan.Kapal itu dikelilingi cahaya redup." jawabnya.

"Cahaya redup ?,apa yang terjadi dengan kapal mereka paman ?" tanya awak kapal.

"Salah satu awak kapal memberikan tanda pada kapal kosong itu agar berhenti,tapi kemudian orang tersebut mati setelahnya.Kapal itu mempunyai bentuk yang sama dengan kapal Het Vliegend Schip." ucap Edward.

"Sulit dipercaya,hal seperti itu terjadi." ucap Defras.

"Terserah kalian percaya atau tidak,tapi cerita kapal hantu itu sudah menyebar ke seluruh dunia.Orang-orang juga menyebutnya dengan nama kapal hantu The Flying Dutchman.Seluruh awak kapalnya tewas,dan kini kapal beserta jiwa mereka menghantui lautan." ucap Edward.

"Menghantui lautan ?,kenapa bisa terjadi ?" tanya Defras.

"Menurut beberapa orang yang mengetahui hal supranatural,kapal Het Vliegend Schip,memiliki kekuatan iblis.Kapal itu melaju lebih cepat dari kapal lainnya,karena sudah melakukan perjanjian dengan iblis." ucap Edward.

"Tidak mungkin paman,aku dan Decken dulu berlayar bersama.Dia tidak akan melakukan hal itu,ini sulit dipercaya !" ucap Edward berdiri menghadap laut.

Sementara awak kapalnya terdiam,saling memandang.Mencoba mencerna cerita dari Edward.

"Terserah mau percaya atau tidak,aku juga belum melihat kapal hantu itu.Tapi yang pasti,semua awak kapalnya tewas dalam badai itu.Badai kemarin lebih besar daripada biasanya,tidak mungkin ada yang selamat." ucap Edward.

"Begitu ya ?.Terimakasih untuk informasinya paman.Kami akan kembali ke Belanda,untuk menyampaikan kabar ini." ucap Defras.

"Sama-sama Defras.Tapi,tolong bawalah barang yang ditemukan pelaut dan nelayan sekitar dari kapal itu.Mari akan ku antar ke gudang." ucap Edward berjalan pergi.

Defras dan awak kapalnya mengikuti Edward ke sebuah gudang,mereka ditunjukkan barang-barang.Berupa senjata,pakaian,dan sepatu yang diduga milik awak kapal Het Vliegend Schip.

Mereka membawa barang itu ke kapal mereka,kapal Mogens Ryker.Salah satu kapal milik VOC.

"Terimakasih paman atas bantuannya." ucap Defras.

"Sama-sama,tinggal lah beberapa hari disini.Sebelum berlayar." ucap Edward.

"Baik,dengan senang hati paman." ucap Defras.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara dirumah Paman Rikki,ia melihat buku milik Decken terjatuh.Ia mengambilnya dan membawanya untuk dibaca diperpustakaan.

"Buku ini mengingatkanku pada teman lamaku." ucap Rikki sambil membuka buku itu.

~Flashback~

Sepuluh tahun lalu diperpustakaan Amsterdam,Rikki sedang menyusun buku disalah satu rak.

Kemudian masuk seorang pria berkumis tipis dan menggunakan topi,menyapa Rikki.

"Hallo Rikki,lama tidak bertemu ya ?" sapa orang itu.

"Hmm...Karel Everhart Si Penjelajah Laut." ucap Rikki tersenyum dan menyalami Karel.

"Ehehe,kau terlalu berlebihan.Aku akan berhenti melaut." ucap Karel duduk disebuah kursi.

"Berhenti ?,bukankah kau senang berlayar berkeliling dunia ?" tanya Rikki.

"Yah itu benar Rikki,tapi usiaku sudah 43 tahun.Sudah semakin tua,aku ingin nenghabiskan waktu dengan keluarga.Kembali ke tempat dimana aku dilahirkan,yaitu daratan." ucapnya sambil mengeluarkan buku.

"Begitu ya,memang kita semakin tua.Waktu berlalu begitu cepat,buku apa itu ?" tanya Rikki sambil duduk didepan Karel.

"Ini buku yang ingin aku berikan untuk perpustakaan ini.Buku ini buku yang jahat,pastikan kau memberi tulisan peringatan dirak buku ini." jawab Karel.

"Apa istimewanya buku itu Karel ?.Terlihat seperti buku biasa." ucap Rikki.

"Coba bacalah sebentar Rikki,kau akan tahu." ucap Karel memberikan buku ditangannya.

Rikki membaca buku yang bertuliskan ZWART DUIVEL (Iblis Hitam),dia terkejut setelah membaca bagian awal buku ini.

"Memanggil iblis ?,tidak mungkin." ucap Rikki.

"Yah sudah kuduga,kau tidak percaya.Aku sudah membuktikannya Rikki." jawab Karel.

Rikki terdiam,ia melihat Karel sepertinya ia tidak berbohong.Karena mereka sudah berteman lama,"Baiklah ceritakan pengalamanmu." ucap Rikki sambil tersenyum.

"Waktu itu tengah malam aku berlayar,sebagian awak kapalku tertidur.Aku coba memanggil iblis ini,karena aku penasaran.Aku ikuti petunjuk buku dan memanggilnya.Tibalah sosok hitam bertanduk dua mengerikan,dia tersenyum menawarkan bantuan padaku." jawabnya.

"Dia tahu kalau aku sedang dendam dengan seseorang,dan ia mengatakan akan membunuh orang itu untukku.Tapi aku harus memberi seratus jiwa manusia,dia meminta jiwa orang dikapalku.Itu berarti sama saja aku menyerahkan seluruh awak kapalku." ucap Karel.

"Apa kau menerima bantuannya ?,bagaimana dengan dendammu ?" tanya Rikki.

"Aku menolaknya,tapi dia terus mempengaruhiku.Aku tidak mau mengorbankan awak kapalku,aku memilih melupakan dendamku." lanjutnya.

"Begitu ya,apa yang terjadi jika kau tak memberi seratus nyawa ?" tanya Rikki.

"Nyawaku yang jadi gantinya,bila aku menerima bantuannya.Namaku akan tertulis disini (menunjuk dibawah mantra pemanggi),namaku akan tehapus setelah memberi seratus jiwa manusia." ucap Karel.

"Sungguh beresiko,untungnya kau mampu melawan nafsumu.Baiklah akan aku terima buku ini,akan kuberikan pada Decken,kebetulan dia suka membaca." ucap Rikki sambil tersenyum.

"Keponakanmu itu ya ?,yang ingin jadi pelaut.Heheh,aku ingin bertemu dengannya." ucap Karel.

"Dia terinspirasi dari ceritamu,dia ingin melihat lautan.Mampirlah nanti,dia sudah lebih tinggi." ucap Rikki sambil tersenyum.

"Terimakasih Rikki.Yah baiklah,itu bukan ide buruk." ucap Karel
~Flashback End~
.
.
.
.
.
.
"Lebih baik kuletakkkan disini,Decken minta untuk menyimpannya ke perpustakan.Mungkin dia sudah bosan dengan buku ini." ucap Rikki.

Kemudian meletakkan buku tersebut dan memberi sebuah tulisan peringatan disampul dan rak buku,sesuai pesan Karel "Jangan pernah ikuti petunjuk buku ini !,Buku ini terkutuk !".

Setelahnya Rikki menempatkan buku ini dirak bagian atas.
.
.
.
.
.
.
Skip

Beberapa minggu kemudian dipelabuhan Amsterdam,kapal Mogens Reyker tiba.

Kapten Defras bergegas turun diikuti dua awak kapalnya,kebetulan dia melihat Pieter Spechx dan Henrik sedang berada disamping sebuah kapal bersamaa Gotthard Narve.

"Meneer...Meneer !!!.Hah...hah...hah." ucap Defras berlari ke arah Pieter.

"Defras ?,kenapa kamu kembali ?" tanya Pieter.

"Begini meneer,ada kabar buruk untuk kita." jawab Defras.

"Kabar buruk mengenai apa ?" tanya Henrik.

"Seminggu yang lalu,kapal Het Vliegend Schip karam dilautan saat menuju Kapp de Goede Hoop." ucap Defras.

"Kapal buatanku karam ?,apa kau tidak berbohong ?" tanya Gotthard.

"Benar,kami tidak berbohong paman.Ini buktinya." ucap awak kapal mengeluarkan pakaian dan senjata dari kantung yang dibawanya.

"Ini milik VOC,jadi kapal itu karam ?" tanya Pieter.

"Benar meneer,badai menghantam kapal itu.Semua awak kapal tewas !,dan kami hanya menemukan beberapa barangnya." ucap Defras.

Pieter terkejut mendengar penuturan Defras,tidak disangka kapal tersebut karam.

"Henrik,Defras beritahu keluarga awak kapal tentang kabar ini.Ajak seluruh awak kapalmu untuk membantu." ucap Pieter.

"Baik meneer !!!" ucap mereka lalu meninggalkan pelabuhan diikuti dua awak kapalnya.

"Tidak aku sangka kapal Decken karam.Padahal aku baru memperbaikinya." ucap Paman Gotthard.

"Benar Paman Gotthard,ini diluar dugaan.Kita harus mengirim satu kapal lagi,paman tolong persiapkan sebuah kapal." ucap Pieter.

"Baik meneer,saya pergi dulu.Mungkin ini sudah takdir,yang digariskan Tuhan." ucap Gotthard dengan wajah sedih meninggalkan pelabuhan.

Sementara Piter Spechx masih terdiam disana,memandang ke arah laut.Dengan raut wajah sedih,"Decken,kenapa bisa sampai seperti ini ?.Kau salah satu pelaut terbaik kami,bagaimana aku mengatakannya pada pamanmu ?." gumam Pieter.

Bocah Redoks
2017-01-16 16:26:52
gegara si decken terlalu sombong. ngeremehin kekuatan alam hanya karena bantuan iblis
FZ Bullet
2017-01-06 22:11:35
Oh, masih lanjut toh, kenapa gk dibuat cerbung saja?
Rudy Wowor
2017-01-06 12:01:12
The flying duchtman kayak di spongebob.
PUZIENK
2017-01-06 07:03:02
narasi inti tolong lbih dijelaskan. biar poin2 penting dlm cerita terliat
Ludfy N
2017-01-06 05:56:23
Wah seru.. Msh ad lnjutnx nggk?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook