VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Payload Eight : The Emperor Part 3

2017-01-01 - Newbie Professional
23 views | 3 komentar | nilai: 10 (1 user)

Author : Daun Basah

Genre : Adventure, Action, Modern, Fighting, Comedy. Gun, etc.

Warning : Alur gaje, terlihat cepat, bikin sakit mata, Garing(mungkin), dan lain lain, berhati hatilah.

-Terinspirasi dari Comic 8 : Casino Kings.-

Summary : The Emperor, sosok penguasa paling ditakuti seluruh Asia. Siapakah yang akan menghentikannya?, mereka adalah 8 makhluk nista asal Tanah Air, yang terlatih (dalam humor). Apakah mereka mampu?.

Masih di daerah Shanghai yang terus diguyur hujan, di jalanan elit kota Shanghai,Sebuah motor sport berwarna hitam yang dikendarai siluet hitam melaju kencang menembus guyuran hujan Kota Shanghai di gelap malam, tiba disebuah perempatan, ia berbelok ke kanan dengan berbelok ala MotoGP, setelah berbelok ia kembali ngebut, hingga sampai di sebuah blok.
Siluet hitam itu kemudian menekan tombol alat komunikasi di telinganya.

"Cur, gua udah deket Toko daging, posisi lu Cur dimana?, ganti" siluet itu berbicara logat mandarin.

"Icur teh ada didalam gang yang gelap, tepat disamping toko dagingnya" jawab Icur

"Roger, gua, Piting, ama Bagas bakalan ke sana"

BRUUUUM....

Siluet hitam a.k.a Fang, kembali menyalakan motornya. Tiba tiba suara Icur, terdengar lagi.

"Em, em. Fang?"

"Iya Cur, ada apa"

"Em, Piting ama Bagas udah ada disamping Icur, dari tadi" balas Icur ragu ragu

BRUUUM... CTIK...

Deruman motor Fang, semakin kencang. Tetapi setelah mendengar jawaban Icur, motornya Tiba tiba mati. Suasana pun hening.

KRIK... KRIK.... KRIK...

"KENAPA LU GAK BILANG DARI HAH, ICUR MUKA ANCUR, HAH" teriak Fang kesal terhadap Icur.

"Eee, nyalahin Icur. Hm, suruh siapa lewat depan rumahku. Eh, ralat, suruh siapa gak nanya dari ta-"

CTIK...

Ucapan Icur belum selesai sebab Fang sudah mematikan headset nya. Ia kembali menyalakan motornya, memakai helm dan BRUUUM, motornya melaju kencang lagi.

Meat Shop Outside

"Gas, coba pantau keadaan di dalam" pinta Icur
"Ok" Bagas mengaktifkan Spy Glasses Transparant (Kacamata Tembus Pandang) miliknya.

"Apa yang kau liat" tanya The Dark Knight a.k.a Piting.

"Besar" gumam Bagas.

"Hah?" beo Piting dan Icur gak mengerti.

"Bentuknya Bulat" gumam Bagas lagi.

"Terus-terus?" Icur dan Piting makin penasaran.

"Ada puncaknya, warna pink"

GLEKK....

Icur dan Piting kembali penasaran sambil meneguk ludah. Dari awal mereka sudah curiga tentang apa yang dilihat Bagas. Besar, bentuknya bulat, ada puncaknya, warna pink. Tunggu!, jangan berfikiran ke sana!, Bagas akan memberitahu kalian, sesaat lagi tetap di Payload Eight : The Emperor!

Iklan

Di Agoda, kamu tidak hanya memesan sebuah kamar.
Di Agoda, kami menyebutnya Base Camp..... dst.

..........

"I-itu?" Bagas terbata.

"Apa i-itu" Icur dan Piting ikut ikutan.

"P-P-...." Bagas mengeja

" P " ucap mereka bersama

" A "

"Y-Y..."

"U...."

...."PAYU....." Icur dan Piting mengejanya. Keringat dingin menetes, lidah panas dingin, nafas yang ngos ngosan. Hingga Bagas akhirnya memberitahu.

"Itu, Payu....-"

BRUUUM BRUUUM....
KIIIIT....

Ucapan Bagas terpotong setelah suara motor sport menderu. Bagas, Icur dan Piting menoleh ke asal suara, melihat Sang Koh Pinggiran Mangga Dua tengah menaiki Motor dengan tampang sipitnya(?).

"Lu semua ngapain liatin gua kayak gitu, lu nafsu ya ama gua" tuduh Fang.

"Hiii, ngapain juga gua nafsu ama Cina gak jelas kayak elu" balas Bagas yang lepas dari mode medok.

"Trus, lu bertiga ngapain di situ?"

"Torang lagi baliat sesuatu ini, gara gara kau datang. Torang jadi te jadi baliat (Kita lagi liat sesuatu, gara gara kau datang, kita jadi gak jadi liat)

"Loh, kok nyalahin gua sih?, emang yang elu liat tu apaan"

" Besar, bulat, ada puncaknya warna pink" ucap Icur dengan darah sedikit menetes dari hidung.

"Hah, coba mana sini gua liat" Fang mengaktifkan Spy Glasses Transparant dan mengarahkan wajahnya ke tembok tempat Bagas tadi 'mengintip'

"Ya Allah, Icur, Piting, Bagas. Haha, e-elu ngapain ngintip segala coba. Itu cuma payung, guys. Itu payung.

GUBRAK.....

Icur dan Piting terjungkal kebelakang. Sementara Bagas hanya senyam senyum gaje, seolah olah berkata 'Hm, rasain lu, mampus lu, makan tuh payung'

Other place

Di sebuah bukit tinggi di belakang Kota Shanghai, di puncak bukit nampak sebuah mobil sport yang jika dilihat dari kap mesinnya, terdapat logo kuda ditemani tulisan 'Lamborghini, di dalam mobil itu terdapat dua sosok laki laki tengah joget joget gaje sambil mendengarkan musik. Dari jogetnya terlihat sangar, padahal musiknya..... :>

"Ngelayung biso isun" sosok pertama bernyanyi.
"Dung sing biso nduweni" diikuti sosok kedua.
"Biso sun linglung, kaya wong edan turUUUUN!" sosok pertama nyanyi
"Nemen nyang riko, nyang riko nyang riko"

TELOLET TELOLET TELOLE LOLET......

What?, jogetnya sangar banget. Tapi lagu ne Opo? Edan Turun toh. Hahahahaha. Yo wes back to the story.

"Jay, Joy. Masuk" suara Satria terdengar di radio mobil mereka.

" Ada apa leader ?, udah dimulai ya?, oh iya iya."

"Jay!, gua belum ngomong udah iya iya aja lu"

" Hehehe, bercanda dikit napa leader" jawab si Joy atau lengkapnya Anjoy menanggapi balasan kakaknya Anjay.

"Icur, Piting, Fang, ama Bagas udah di TKP, Elu siap siap nanti ngikutin rombongan follower (twitter kali ya) The Emperor, sekarang lu berdua langsung ke TKP, ingat sampe di sana jangan 'edan turun' mulu, paham?"

"Iyo, paham toh Leader, yo wes, aku sama Anjoy, langsung ke KTP yo?"
"TKP mas, ora KTP, ngerti?" timpal Anjoy.

CTIKKK BRUUUM......

Mobil Lamborghini Anjay dan Anjoy berangkat menuju TKP, ditengah perjalanan mereka kembali 'Edan Turun'

Meat Shop

"Ok, lu semua udah hapal kan?, inget jangan sampe lupa dialognya" kata Fang menasihati.

"Hm! / Ok! / Roger!"

"Pada hitungan ke tiga ya. Satu dua...."

GUBRAK.....

"GUA BILANG HITUNGAN KE TIGA!, ANJ*piiip*, BANGSAT, CEL*piiip* LU PADA"

MANDARIN MODE : ON.

DORRRR.......

Bagas menembaki plapon dengan HK MP5.

"Suyu dzhe tu!(Semua tiarap!)" teriak Bagas dengan bahasa Mandarin dadakan.

DORR.....DORR

Diikuti Piting dengan tembakan M-16

"Suyu chnm dngchng! (Semua diam di tempat!") timpal Piting gak mau kalah.

"P xi hish li zi dfng ma? (Tiarap atau diam ditempat?)" tanya Icur bingung.

Piting memandangi Icur sejenak, lalu kembali menatap pelanggan toko yang telah tiarap dan diam ditempat.

DORRR..... PYARRR.....

M-16 milik Piting menembak salah etalase kaca. Lalu berteriak dengan bahasa Mandarin.

"Qunb d zi jibn shng! Rnhu li ziyun d!" (Semua tiarap! lalu diam ditempat!).

Pemilik toko mulai ngoceh ngoceh gaje dengan nada marah. Ia mengambil Senapan klasik berwarna hitam lalu di arahkan ke Fang dkk.

"Oh shit" gumam mereka bersamaan.

DHUARRR CKLEK

Senapan milik pemilik toko adalah senapan klasik bernama Remington Model 870 produksi Negeri Uncle Sam ini ini banyak digunakan untuk keperluan olah raga menembak, berburu dan pertahanan diri. Selain digunakan oleh sipil, senapan ini banyak digunakan oleh penegak hukum dan militer di seluruh dunia.
Senapan ini dikembangkan melalui empat tahapan besar yaitu dengan dibuatnya Remington Model 10 yang kemudian dikembangkan menjadi Remington Model 29. Dengan bantuan John Browning, John Pedersen sebagai desainer senapan ini membuat Remington Model 17 yang mana model ini kemudian diadopsi oleh Ithaca dengan nama Ithaca 37. Remington Model 17 ini dijadikan acuan untuk pembuatan Remington Model 31 dan menjadi model yang banyak diminati, tetapi kalah bersaing dengan Winchester Model 1912. Remington melihat "kekalahan" ini dan memperkenalkan senapan tipe terbaru Remington 870 seri Wingmaster ke hadapan publik pada tahun 1950an, seri ini masih diproduksi sampai sekarang. Produksi dan pembelian terus meningkat sampai pada tahun 2009 senapan ke 10 juta selesai diproduksi. Hal ini menjadi catatan rekor Remington 870 sebagai senapan patah yang paling banyak dibeli di dunia.

Tembakan si owner toko hanya mengenai lantai. Fang dkk mendorong jatuh sebuah meja aluminium didepan mereka sebagai tempat berlindung.

DORR DORR DORR DORR ......

"Tembak terus cuy, jangan kasih kesempatan" kata Fang dengan tembakan SS1-M5 nya.
Senjata SS-1 adalah senapan serbu Indonesia buatan PT Pindad. Dipakai sejak 1991 dengan berat 4,01 kg, panjang 997 mm, dan jangkauan tembak efektif 450 meter. Senjata jenis automatic carbines(lebih pendek dengan tenaga lebih lemah dibanding jenis rifle) ini memenuhi standar NATO. Senjata ini relatif susah diperoleh di pasar.
Kaliber peluru SS-1 adalah 5.56 x 45 mm (angka pertama menunjukkan diameter dari kepala peluru/proyektil dan angka kedua menunjukkan tinggi dari selongsong) yang juga dikenal dengan jenis 5.56 NATO. Di Amerika Serikat kaliber ini juga dikenal sebagai 223 Remington (angka ini menunjukkan diameter kepala peluru dalam inci).
Senjata SS-1 diproduksi oleh PT Pindad dengan lisensi dari FN Belgia. Senjata itu merupakan modifikasi dari senjata serbu FNC (Fabrique Nationale Carbine) buatan FN Belgia yang disesuaikan prajurit Indonesia.

DORRR DORR DORRR

Piting juga gak mau kalah, ia terus menembaki si owner toko dengan rentetan peluru M-16. (tanpa deskripsi senjata, cape ngetik).

"HAHAHA, MAKAN INI PELURU, SO ITU JANGAN MAKAN DAGING TERUS, SEKALI KALI MAKAN LOGAM, BIAR TAHAN PELURU KAU PUNYA BADAN ITU. HAHAHA" Teriak Piting diawali dan diakhiri tawa psikopat.

Icur, Fang, dan Bagas yang tengah dalam kondisi baku tembak hanya sweatdrop mendengar penuturan The Dark Knight.

"Hah, talalo(terlalu) lama ini, torang so(sudah) baku tembak, banyak babuang(membuang) peluru" Piting mulai bosan. Wajahnya menyeringai gelap (emang mukanya gelap) saat melihat sebuah pisau daging penuh bercak darah tergeletak dekat kakinya. Tanpa pikir panjang, ia mengambil pisau itu dan melemparnya ke perut owner toko daging.

WUSHHHH..... CRASHHHH....

OHOKKK...!

Strike!, tepat di perut. Gelar The Dark Knight ternyata bukan hanya sebuah pajangan pada diri Piting. Lihai dalam memainkan senjata tajam, itulah deskripsi kemampuan Piting.

"YAH, KAU MAKAN ITU PISO(Pisau), COBA KALAU SA(Saya) TADI LEMPAR KANCANG(KENCANG) PASTI SO TEMBUS KAU PE(PUNYA) PERUT ITU" Teriak Piting dengan mode psycho.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Akan terjawab di part 5.

Daun Basah.

Bocah Redoks
2017-01-22 09:09:44
sudah buang buang peluru malah d akhiri dengan lemparan pisau. hadeeh
Rudy Wowor
2017-01-01 11:43:10
Dangdut Mania ternyata authornya.
Snow Blue
2017-01-01 11:30:09
Lagunya...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook