VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Mawar Biru

2017-01-03 - Snow Blue
49 views | 11 komentar | nilai: 9.33 (3 user)

Lizzy P.O.V

"Ya..oke Grandpa, salam untuk Grandma... muach..." aku mengakhiri percakapanku dengan Grandpa. Kumasukan smartphone kedalam saku jelana jeansku. Dari balik sebuah kaca besar kutatap anggunnya menara Eiffel yang menjulang tinggi, ditemani oleh ribuan cahaya yang membuatnya terlihat merona.

Tinggal beberapa jam lagi aku akan meninggalkan kota ini, sudah lama aku tak bertemu dengan Grandpa dan Grandma. Aku penasaran bagaimana penampilan baru Grandma saat ini.

Di dalam telepon satu minggu yang lalu Grandpa bercerita jika Grandma baru saja mengecat rambutnya dengan warna pirang dan aku lupa untuk menanyakan tentang itu waktu Grandpa meneleponku tadi. Juga tentang "Piggy" seekor anjing mungil berbulu coklat milik Kath sepupuku, kudengar jika anjing itu sedang hamil dan jangan bertanya padaku kenapa Kath menamai anjingnya dengan nama babi dan bukannya nama anjing seperti "Diggy" atau "Helly" karena aku benci anjing gila itu.

Author P.O.V

Keesokan harinya, ribuan kilometer dari Paris.

"Maaf Liz, Grandpa tak bisa menjemputmu, pak Usmal lagi pulang kampung ....sedangkan Kath..dia pergi ke kampus katanya ada tugas penting. Kamu nggak papa kan pulang sendiri?" kira-kira seperti itulah ucapan kakeknya Lizzy saat dia meneleponnya saat sampai di Indonesia.

Dan beginilah keadaan Lizzy saat ini, duduk disebuah taman bersama laki-laki yang ditaksir memiliki usia yang sama dengannya, atau sedikit lebih tua?

Berulang kali Liz merutuk dalam hati, bukan karena laki-laki super tampan dengan alis tebal dan mata cokelat yang duduk di sampingnya, tapi karena cuaca panas yang membuatnya merasa kepayahan, mungkin nanti ia harus membuat perhitungan dengan Kath yang tega lebih memilih pergi ke kampusnya daripada menjemput sepupunya.

"Oh.. iya, siapa namamu? Aku lupa menanyakannya" laki-laki itu menoleh kearah Liz dengan tangan yang terulur kedepan.

"Hm... namaku Liz" jawab Liz dengan sedikit gugup.

"Aris" ucap laki-laki itu menjabat tangan Liz.

"Mau pergi ya? kok bawa koper segala" tanya Aris memulai pembicaraan.

"Nggak... aku malah baru pulang dari Paris" jawab Lizzy.

"Wow... kebetulan sekali, kata kakek adikku juga tinggal di Paris, dan akan pulang sebentar lagi"

"Benarkah?"

Waktu tak terasa cepat berlalu, obrolan-obrolan terus tercipta antara Aris dan Lizzy. Seringkali mereka tertawa bersama akibat candaan yang dilemparkan oleh Aris. Liz merasa dirinya sudah sepenuhnya terpikat pada Aris, begitupula sebaliknya. Meski ini adalah kali pertama mereka bertemu tapi tak ada salahnya kan? pikir mereka.

Pembicaraan mereka terpaksa berhenti saat Liz menerima telepon dari Grandpa nya yang khawatir karena Liz belum juga sampai di rumah. Sebelum berpisah mereka saling bertukar nomor telepon.

********

Tok tok tok

Terdengar suara pintu diketuk dari luar sebuah rumah. Seorang wanita muda bergegas lari untuk membukakan pintunya.

Begitu pintu dibuka...

"Oh... ya ampun Liz.. bagaimana kabarmu?" wanita tadi langsung memeluk tamunya.

"Aku baik-baik saja Kath... oh ya.. dimana Grandma dan Grandpa?.

"Mereka di dalam" ucap Kath. "Ayo masuk.." ajaknya menggandeng tangan Liz.

"Ada apa?" tanya Kath melihat Lizzy tak mau beranjak sedikitpun dari depan pintu.

" Jauhkan dulu Piggy tersayangmu itu dariku Kath" jawab Liz melihat anjing coklat yang bermain-main dikakinya.

"My lovely Piggy... menjauhlah dari Liz oke"

"Guk" Piggy langsung mematuhi perintah majikannya.

Liz akhirnya masuk dan langsung disambut oleh Grandma dan Grandpa yang langsung memeluk dan menyuruhnya untuk istirahat di kamar.

********

Hari demi berlalu..sudah 4 hari semenjak pertemuan Liz dan Aris, dan sejak saat itu mereka sering bertemu. Raut bahagia jelas terpancar diwajah keduanya. Meskipun belum ada pernyataan pasti tapi sudah jelas jika mereka memiliki perasaan yang sama, yah.... meskipun hanya mereka yang tahu.

********

Saat ini Aris tengah menerima telepon dari neneknya dari pihak ibu, neneknya mengingatkan jika adiknya sudah ada di Indonesia dan mereka akan mengadakan makan malam tiga hari lagi.

Aris yang mendengar itupun merasa senang. Akhirnya ia bisa bertemu dengan Fania, adik perempuannya yang hanya satu tahun lebih muda darinya, setelah dua puluh tahun tidak bertemu.

" Nenek bisa mengirim foto Fanny?" tanya Aris dalam telepon.

"..."

"Thanks nek"

Tak lama kemudian ada pesan masuk.

"Ini pasti foto Fanny" Aris bergegas melihat foto kiriman neneknya... dan seketika matanya membulat.

"I-ini.."

********

Sudah sepuluh menit Lizzy menunggu, tapi Aris belum juga datang.

"Eh..." kaget Liz saat melihat sebuket besar mawar biru berada tepat di depan wajahnya. Ia lalu menoleh kekiri dan mendapati Aris yang sedang tersenyum kearahnya.

"Maaf Liz... aku terlambat" ucapnya.

"Dan maaf juga aku tak bisa di sini lebih lama lagi, ada pekerjaan penting yang harus segera kuselesaikan" lanjutnya menjelaskan.

"Maaf ya.." pintanya lagi sambil mengacak rambut Lizzy.

"Iya,, tak apa" ucap Lizzy.

"Dah... Aris" senyuman Lizzy membuatnya ikut tersenyum.

Tapi saat Aris membalikan badannya, senyum itupun langsung sirna. Dibarengi dengan keluarnya cairan dari kedua matanya.

"Maaf"

********

Sudah dua hari Aris tidak menghubungi Lizzy. Dia pun tidak pernah membalas telepon atau pesan yang Lizzy kirimkan.

Liz menatap bunga pemberian Aris dua hari yang lalu.

"Bunga yang cantik" gumamnya.

Liz pun bersiap-siap sambil menduga-duga bagaimana rupa kakak kandungnya itu.

Waktu sudah menunjukan pukul 18.00 dan Liz pun sudah menunggu diruang tamu.

Ting tong...

Begitu mendengar suara bel ia langsung berlari kearah pintu diikuti Grandpa, Grandma, dan Kath.

Dengan penuh semangat Liz membuka pintunya.

"Halo kak Riz... " perkataan Lizzy terhenti, ia sangat terkejut.

"Nah sayang... ini adalah kakakmu.... Arisky Farhan" ucap Grandpa.

Perlahan mata Liz mulai terasa buram, ia tak kuat lagi... menahan aliran air dari kedua matanya. Tanpa permisi Liz berlari masuk meninggalkan semuanya dengan tatapan bertanya-tanya. Kath pun melempar tatapan bertanya kearah Aris yang hanya dibalas dengan senyum terluka.

"Biarkan saja dia" ucap Aris.

'Maafkan aku Liz...'

TAMAT

Mawar biru merupakan lambang sesuatu yang istimewa seperti saat seseorang jatuh cinta untuk yang pertama kalinya.

Namun disamping itu... dia juga lambang dari kemustahilan.

Loha.... sankyu buat semua yang membaca cerita ini :)
Dan sampai jumpa...


Gouenji Shuuya
2017-01-28 06:11:22
Cinta mereka terbatas persaudaraan
Lyokovich the Death
2017-01-21 21:35:29
Ending tak terduga, tapi aneh baru 4 hari udah saling jatuh cinta
Ade Aja
2017-01-08 13:32:10
Jdi itu ya makna dari Mawar Biru, ya wlw pun q bru tw ini istilah Mawar Biru. Nmun sulit dibayangkan jka kita pernh mengalamiNy, disaat pertma kaliNy kta merskan Bunga2 cinta telah mekar..
Fuyuki Zirconixena
2017-01-04 14:53:39
Aku suka Harebell...
Ghost Rider
2017-01-04 14:45:50
wahh ternyata kakaknya ,bener2 mustahil untuk saling memiliki.
Ludfy N
2017-01-04 13:22:04
Mantab
chichay
2017-01-03 20:43:07
andaikn lbih pnjang crtanya bs d pstikn aku psti mewek.:-(
ThE LaSt EnD
2017-01-03 19:58:30
wah cinta sedarah..!?" Mawar biru. jd inat lagu jawa.."Aku titip kembang mawar biru.., bla bla,
Rudy Wowor
2017-01-03 12:52:14
Cerita yang menarik.
Timnas Indonesia
2017-01-03 12:22:31
Ternyata kakak nya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook