VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Terbunuhnya Mukidi

2016-12-31 - Snow Blue
58 views | 13 komentar | nilai: 9.25 (4 user)

Disuatu tempat yang entah ada dimana

"Arghhh..... " terdengar teriakan seorang bocah.

"Sialan ni sinyal!!! ngilang mulu kerjaannya" omelnya.

"Nggak tau apa, ini lagi seru-serunya" ucapnya lagi.

Bocah itu bangkit dari duduknya, lalu berjalan mondar mandir keatas dan kebawah, lalu kedepan dan belakang.

Seorang perempuan yang juga masih bocah tiba-tiba menghampiri bocah laki-laki itu.

"Lagi ngapain mi?" tanya bocah perempuan itu. "Kesana kemari gak jelas...kalau kurang kerjaan kukasi kerjaan deh" lanjutnya.

"Jiah..... emang kamu siapa mau ngasi kerjaan aku?"

"Aku kan Onee-chan mu" jelas perempuan itu yang memiliki nama Olla.

"Anjir... ogah aku punya Onee-chan jadi-jadian kayak kamu" bantah bocah itu yang mulai sekarang bisa kita panggil Ilmi.

Olla sebenarnya bukanlah kakak perempuan dari Ilmi, dia cuma bocah aneh yang sering maksa ilmi buat manggil dia Onee-chan.

"Terserah deh... aku kan cuma nanya, kamu itu lagi ngapain?" ucap Olla menjelaskan.

"Ini... Si Sinyal tiba-tiba ngilang"" jawab ilmi, ekspresinya mendadak lesu.

("Parah ni bocah, ditanya apa jawabnya apa, gak nyambung banget, lama-lama kutimpuk juga pake sendal" pikir Olla)

"Palingan juga gara-gara Mukidi,, udah...tunggu aja bentar...itung-itung ngelatih kesabaran" saran Olla.

"Ya gak bisa lah..." bantah Ilmi. "Kalau Lita ngambek gimana? Aku nggak mau kalau dia jadi ngambek, lagian si Mukidi udah mati" jelasnya lagi.

"Hah serius Mukidi udah mati?" tanya Olla. "Lita pasti sedih..." gumam Olla, wajahnya tertunduk sedih.

"Kata siapa Lita sedih? Dia seneng kok" ucap Ilmi, tiba-tiba raut wajahnya berubah jadi senang."Emang kamu kenal Lita?"

"Kenal... dia kan pacarnya Mukidi, kamu dulu yang bilang gitu. Jadi mana mungkin dia seneng liat pacarnya mati" ucap Olla, sebuah daun kering tiba-tiba jatuh diatas tangannya.

"Mereka udah putus" ucap Ilmi.

"Ha? kapan putusnya?"

"Tanya aja sendiri...bukannya kamu kenal" suruh Ilmi, ekspresi sinis terlihat diwajahnya.

"Sebenernya Lita yang bunuh Mukidi, tapi aku yang suruh" ucapnya lagi.

Kalimat terakhir Ilmi bagaikan guntur di telinga Olla, tapi sejak kapan guntur bisa masuk telinga?

"Pasti ada apa-apa antara kamu sama Lita" ucap Olla. "Atau jangan-jangan kamu orang ketiga antara Lita sama Mukidi" tuduhnya.

"Yah... kamu kan tau Mukidi sering makan sinyal...jadi kusuruh Lita untuk membunuhnya" jelas Ilmi.

"Nggak mungkin cuma gara-gara sinyal kamu sampai seperti ini" ucap Olla. "Pasti ada alasan lain" lanjutnya lagi.

"Lagian apa pentingnya sinyal?" Olla terlihat tidak percaya, Ilmi yang selama ini dikenalnya baik bisa berubah seperti ini.

"Alasan lainnya udah jelas kan? Biar dia gak ganggu saat aku bareng sama Lita" ucap Ilmi, ekspresinya seakan mengejek Olla.

"Nah...berarti bener, kamu adalah orang ketiga antara Lita sama Mukidi" ucap Olla, telunjuknya mengarah ke Ilmi.

"Kenapa kamu jadi jahat gini sih?" teriak Olla." Selingkuh sama Lita lalu nyuruh dia bunuh Mukidi" suara Olla terdengar lirih, dia bener-bener kecewa.

"Ingat kata-kata ku ya! Aku bukan selingkuhannya tapi pasangan sebenarnya, Ingat itu!!" Ilmi mulai emosi.

"Heh... mana ada pasangan sebenernya yang cara dapetinnya kaya gitu??" bentak Olla, dia juga mulai emosi.

"Stop! Berisik banget sih! Jangan ikut campur urusanku sama Lita" bentak Ilmi balik, wajahnya merah seperti tomat rebus, menunjukan betapa marahnya dia saat ini.

Mereka berdua saling bertatapan.

"Dan jangan lupa... kamu juga nggak lebih baik dari aku" ucap Ilmi.

Seketika emosi Olla mereda, raut bingung mulai terlihat di wajahnya.

"Maksudmu?" tanyanya lirih.

"Kamu selalu nyebutin nama- nama selingkuhanmu disetiap obrolan kita" ucap Ilmi sambil berbalik memunggungi Olla.

"Ken sama Nur... kamu selalu ngomongin mereka" ucapnya lagi sambil berlalu pergi meninggalkan Olla yang berdiri mematung atas ucapan Ilmi.

"Ha??? Selingkuhanku??? Punya pacar aja enggak...gimana mau selingkuh?" ucap Olla pada dirinya sendiri.

"Dasar aneh"

SELESAI

***********

Loha...!!! ini adalah cerita gaje pertama yang kubuat :v
Cerita ini berdasarkan drama antara aku dan Ilmi.
Sebenernya dia yang pengen buat, tapi males ngetik... jadinya aku yang mengambil alih dunia ini :v
Jadi... hati-hati sama Mukidi pemakan sinyal ya ... :v
Dan salam buat semua penghuni VT

***********

Disisi Ilmi....

"Eh.. hehehe... kira-kira si Ken sama Nur marah nggak ya... kujadiin kambing ijo tadi" ucap Ilmi dengan santainya.

Tap tap tap

Dua sosok pria menghadang laju bocah itu.

Satu berambut coklat dan memegang sebuah buku hitam yang terlihat sebagian tulisan "Deat.." disampulnya.

Dan satunya adalah pria bermasker yang memiliki mata hitam dengan pupil merah.

Tatapan mata mata mereka bagaikan singa yang akan menerkam mangsanya.

"A-ampuni aku Om Nur, Om Ken" ucap Ilmi ketakutan.

Eiichiro Maruo
2017-01-21 21:30:23
Aku ngakak karena gk ngerti
Shineria of Life
2017-01-20 09:47:06
Nur? haaa aku kra siapa ternyata. .
Hyouketsu
2017-01-01 21:07:25
ugh Pasti mukidi lagi makanin sinyal didunia lain
Bocah Redoks
2017-01-01 19:54:31
aneh .. . .
Aerilyn Shilaexs
2017-01-01 16:34:28
konfliknya kurang jelas menurutku.
Rudy Wowor
2017-01-01 10:22:50
Ilmi itu cewek kan masa pacaran sama Lita yang juga cewek.
happyreadin9
2017-01-01 08:11:10
mau nanya mukidi itu ap?
Cloud Xiicorss
2016-12-31 22:50:47
Sebenarnya siapa sih mukidi itu
Zunuya Rajaf
2016-12-31 21:32:08
lama gak buat crita, muncul dgn crita lucu.. ha ha.. lita bunuh mukidi, tapi aku yg suruh. ha ha
MiKaZuKi 92 LoLLiPoP
2016-12-31 21:25:21
ngakak gaje.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook