VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Stop: Mesum part 2

2016-12-31 - botol bekas
73 views | 7 komentar | nilai: 10 (2 user)

Adi yang merasa bosan memutuskan untuk pergi dari hotel itu. Saat ia berjalan ke arah lift, ia melihat salah satu pintu kamar hotel dibuka.
"Paman!!"
Adi melihat orang tua yang ia temui tadi di jalan. Orang tua itu sepertinya ingin pergi keluar. Begitu ia melihat keberadaan Adi, ia langsung menutup pintunya.
"Dasar penguntit!" gerutu pria tua itu, Slamet.
Adi lalu pergi meninggalkan hotel. Ia lalu menuju sebuah mall di dekat sana.
"Hmm... Bau roti!"
Ia mengambil roti sebanyak yang bisa dibawanya untuk disimpan. Perhatiannya teralihkan saat melihat seorang gadis memakai jaket berbulu musim dingin berwarna coklat, hot pants abu-abu dan sepatu sniker biru. Gadis itu menggendong tas punggung kecil. Adi mengitarinya untuk melihat wajahnya.
"Bego nih orang! Di negara tropis gini malah pakai jaket musim dingin." ujarnya.
Adi memperhatikan wajah gadis itu. Ia memakai kaca mata hitam yang begitu kontras dengan kulitnya yang berwarna kuning langsat.
"Udahlah mending aku pulang. Belanjaanku udah banyak."
Bukannya pulang ke rumah, Adi justru kembali ke hotel tadi. Ia menata roti-roti tadi di kamar hotel. Setelah itu ia kembali pergi ke mall yang tadi.
"Kurasa di mall ada toko gadget deh. Lumayan nih bisa kubawa pulang."
Sesampainya di mall, ia langsung ke lantai atas. Ia mengincar semua peralatan elektronik modern. Tidak lupa juga mengambil semua film dan CD lagu yang ada di sana.
"Duh, kayaknya harus bolak-balik nih. Barangnya kebanyakan."
Berjalan beberapa meter, Adi merasa kebelet pipis. Ia mengubah arah dan berbelok menuju toilet.
"Toilet pria? Udah biasa. Sekali-sekali ke toilet wanita ah!"
Meninggalkan barang-barangnya di samping pintu toilet, Adi memasuki toilet wanita itu untuk pertama kalinya.
"Gak menarik! Biasa aja."
Yang membedakan toilet wanita dan pria adalah adanya tempat pipis berdiri pada toilet pria. Ia lalu masuk ke salah satu wc untuk pipis.
"Pintunya dibuka aja ah."
Setelah itu ia mencuci tangan. Sambil menunggu tangannya kering, ia melihat sekitarnya. Di lantai seorang gadis mematung dalam posisi merangkak.
"Gadis ini!" gumamnya.
Adi berjongkok menatap wajah gadis itu sedekat mungkin. Itu gadis yang sama yang dilihatnya di toko roti tadi. Adi melihat ke dalam kaca mata hitamnya. Ia berusaha mencari tahu, apakah gadis ini pura-pura atau tidak.
Cup! Tiba-tiba gadis itu maju ke depan dan ke duanya berciuman secara tidak sengaja.
"Huaaa!!" seru gadis itu sambil memundurkan badannya. "Dasar pria mesum!!"
"Eh! Ngomong sembarangan! Kan kamu yang nyosor duluan!"
"Heh! Kamu yang kurang ajar! Ini kan toilet wanita!"
"Iya aku tau. Ngapain kamu pura-pura mematung gitu?"
"Aku sengaja supaya ga menarik perhatian siapapun. Eh, kamu malah deketin wajahmu ke wajahku. Jadi aku tutup mata, berharap kamu cepetan pergi. Pas aku buka mata, kamu malah semakin deket. Ya aku kaget lah. Trus reflek maju."
"Tu kan jelas siapa yang salah! Lagi pula pakaianmu itu sangat mencolok!!"
"Masa sih? Ah, pokoknya aku ga peduli! Kamu harus tanggung jawab!!"
"Tanggung jawab apaan?"
"Kamu harus nikahi aku!"
"Apaaaa!!!"
Gadis itu bernama Ria. Ia menyeret Adi dan memaksanya untuk menikahinya. Tentu saja itu mustahil, karena orang-orang banyak yang mematung. Tak kehilangan akal, Ria membawanya ke sebuah gereja. Di depan altar suci itu mereka mengucapkan janji suci pernikahan.
"Aku berjanji akan selalu setia dalam suka dan duka selamanya." ucap Ria. "Cepat sekarang giliranmu!"
"Ya, ampun!" keluh Adi. "Aku berjanji... Lebih tepatnya dipaksa sih..."
Ria langsung mencubitnya,
"Katakan dengan benar. Ini bukan main-main!"
"Aku berjanji akan selalu setia dalam suka maupun duka selamanya." ucap Adi. "Nah, kau puas sekarang? Setelah ini akan kuceraikan kau!"
"Itu tidak mungkin! Janji yang kita buat tadi berbunyi: setia selamanya dalam keadaan apapun. Artinya tidak akan ada kata cerai."
"Ya ampun! Aku menikahi perempuan yang salah! Ini neraka!!"
Sejak saat itu ke duanya selalu bersama. Ria tak pernah melepaskan gandengan tangannya.
"Jadi apa kau tau, kenapa banyak orang yang mematung tak bergerak?" tanya Adi.
"Entahlah. Yang pasti dunia benar-benar terasa milik kita berdua."
"Dasar cewek! Aku bertemu orang tua yang pernah mengalami hal ini. Aku ingin menemuinya."
"Untuk apa?"
"Aku ingin penjelasan yang lebih lengkap. Lagi pula ia dulu pernah mengalami hal ini. Dia pasti bisa membantu kita untuk bertahan hidup di sini."
Sepasang kekasih ini lalu memutuskan untuk menemui paman itu. Dalam perjalanan menuju hotel itu, mereka dihadang oleh pria mesum yang tadi dilihat Adi.
"Wah, ada gadis manis! Bisa gerak juga, sini ayo main!" katanya sambil menarik tangan Ria. "Aku udah bosan dengan gadis yang mematung. Ga ada perlawanan kurang seru."
"Ahhh!!! Lepaskan tanganku!" teriak Ria.
"Hei, jangan ganggu dia! Pergi sana!" bentak Adi.
Pria itu langsung memukul Adi hingga tersungkur. Ia lalu menendang perutnya beberapa kali. Pelipis Adi berdarah dan ia hanya bisa meraung kesakitan. Adi terlalu lemah untuk berdiri lagi. Pria itu menyeret Ria dengan paksa sembari membuka paksa jaket tebal gadis itu. Adi masih berjuang sekuat tenaga untuk bangkit. Ia mengambil batu dan berjalan pelan mendekati pria itu. Disaat sedang menikmati permainannya yang baru saja dimulai, ia melihat bayangan orang mendekat. Sontak pria itu menoleh ke belakang. Duak! Batu itu dihantamkannya membuat kepala pria itu mengalirkan darah segar. Adi mengangkat tinggi batu itu. Sekali lagi ia menghujamkannya ke kepala memastikan pria itu tak akan mampu bangkit setelah ini.
"Jangan sentuh istriku!!!"
Adi mendekati Ria lalu menenangkannya. Ria memeluknya sambil terus menangis.
"Sudah... Kau aman sekarang."
Ria lalu merapikan pakaiannya yang compang-camping lalu ke duanya melanjutkan perjalanannya meninggalkan jasad pria mesum tadi di tengah jalan.
-Bersambung-
***
Note: Manusia digolongkan sebagai primata. Dan menurut penelitian, primata jantan memang lebih mudah tertarik pada hal-hal mesum dibandingkan betinanya. Jadi kalau tidak mau disamakan seperti kera jaga prilakumu!

Night Eve
2017-01-25 06:14:52
Waktu terhenti dan ia dapat temen hidup, lumayanlah klau dia sakit ada yg ngurusin, dripada kesepian, cwenya emg cerdas.
Bocah Redoks
2017-01-16 21:15:35
quote terakhir ok banget. berguru d mna ?
Mikazuki 92 Lollipop
2017-01-01 12:17:26
Aku setuju kak Botol, Nitip poin untuk beli permen Lollipop.
Ghost Rider
2016-12-31 21:42:14
setuju sama kalimat penutupnya,kalo kita gak bisa mengendalikan nafsu kita.maka kita akan jadi lebih hina dari binatang
ThE LaSt EnD
2016-12-31 20:27:42
kalimat yg terakhr. se7.
Aerilyn Shilaexs
2016-12-31 09:41:22
secepat itu kah nikah, btw siapa yang menikahkan mereka?
Rudy Wowor
2016-12-31 09:29:17
Cuma gitu aja langsung minta nikah. Hadeh.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook