VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Stop: Mesum part 1

2016-12-31 - botol bekas
71 views | 5 komentar | nilai: 10 (2 user)

Kriinggg.... Alaram dalam kamar Adi berbunyi hampir 10 menit lamanya namun tak mampu membuatnya membuka mata. Ibu Adi masuk ke kamarnya lalu mencoba membangunkannya. Melihat usahanya tak membuahkan hasil ia meninggalkan kamar anaknya itu dan bergegas pergi ke pasar. Kriinggg.... Adi mulai merasa terganggu dengan suara berisik itu. Tangannya meraba-raba mencari sumber suara tersebut. Tepat sebelum tangannya menggapai alaram tersebut, tiba-tiba suasana menjadi hening. Adi menarik tangannya kembali ke dalam selimut dan tidur.
"Whoah!!! Aku telat! Aku telat!" Adi langsung melompat dari tempat tidurnya. Ia menuju ke kamar mandi tanpa sekali pun menengok ke arah jam. Ia lalu segera bergegas menuju kampusnya. Karena jaraknya cukup dekat, Adi lebih sering berjalan kaki untuk menimba ilmu. Dalam perjalanan ia melihat tukang sayur yang sedang melayani beberapa pembeli. Tak ingin mendengar obrolan mereka yang biasanya hanya membicarakan gosip atau sinetron, Adi memasang earphone di telinganya dan memutar musik kesukaannya. Adi menengok ke kanan dan kiri sebelum menyebrang. Sepi pikirnya, namun jika diperhatikan sebenarnya ada beberapa motor dan mobil. Hanya saja jaraknya terlalu jauh. Ia mempercepat langkahnya lalu bergerak masuk ke dalam gang. Tak terasa ia sudah sampai di kampusnya.
"Hmm... Masih sepi." gumamnya. "Atau jangan-jangan Dosennya sudah masuk." Adi mempercepat langkahnya.
Ia menengok ke dalam kelas melalui kaca yang ada pada pintu. Terlihat kursi-kursi telah dipenuhi mahasiswa. Ia menengok pada bagian depan tempat Dosen mengajar. Sepertinya Dosen belum datang. Dari pantulan kaca, Adi melihat beberapa mahasiswa sedang duduk-duduk menunggu kelas dimulai. Pintu Adi buka dan ia mencari bangku kosong untuknya. Tepat di belakangnya duduk gadis paling cantik dalam angkatannya, Mia. Sambil menunggu Dosen datang, Adi memainkan game yang ada di hpnya. Begitu seru ia memainkan game RPG itu. Tak sekalipun ia menengok ke arah lain. Pikirnya, jika Dosen masuk pastilah ia akan melihat bayangan orang memasuki kelas. Cling! Cling! Tanda low batteray menghentikannya bermain game. Ia menutup hpnya dan melepas earphonenya. Hening! Terasa begitu kontras dengan suara game tadi. Adi melihat ke sekeliling. Tubuhnya berputar menyorot ke setiap penjuru ruang.
"Apa-apaan ini?! Terlalu hening! Posisi tubuh mereka, tak berubah?!" suara Adi menggema di seluruh ruangan.
Tangan Mia disentuhnya. Ia mencoba menarik perhatian temannya itu. Digoyang-goyangkannya tangan Mia beberapa kali sambil memanggil namanya. Tak ada hasil.
Pikiran Adi kacau dan tanpa sadar tubuhnya telah mendekati Mia. Ia dapat mencium wangi tubuh gadis cantik itu. Wajah Adi semakin mendekati wajah Mia. Ia melihat mata hitam gadis itu. Hidung mereka hampir bersentuhan. Adi memiringkan wajahnya. Bibir mereka hanya berjarak beberapa centi lagi dan terus mendekat. Wush!! Angin bertiup menggoyangkan pepohonan di luar kelas. Cahaya matahari yang memasuki ruang kelas itu berkedip karena terhalang pohon yang bergoyang. Adi yang menangkap perubahan intensitas cahaya dalam ruang itu langsung menjauhkan wajahnya dari Mia.
"Ini tidak benar. Hampir saja aku kelewatan." batin Adi.
Takut kejadian tadi akan terulang dan semakin kebablasan, Adi memutuskan untuk pergi meninggalkan kampus. Ia berjalan pulang ke rumah. Belum berjalan jauh dari area kampus, ia mendengar suara roda berdecit.
Cit! Cit! Ckrak!
"Kerikil sialan!!" gerutu pria tua.
Adi yang mendengarnya segera mempercepat langkahnya.
"Mungkinkah ada orang lain?" pikirnya.
Tepat dari sebuah belokan muncul pria tua setinggi 158cm. Ia hanya mengenakan tanktop putih dan boxer hitam. Sret! Sret! Bunyi sandal hijau yang ditimbulkan dari cara jalannya yang diseret begitu mengganggu bagi Adi. Anak itu mengabaikan suara mengganggu itu. Pandangan Adi mengarah pada benda yang didorong pria tua itu.
"Sebuah trolli belanjaan?" pikirnya heran.
Adi ingat beberapa tahun yang lalu telah dibangun mall yang menjual berbagai kebutuhan di dekat kampusnya. Trolli itu terisi penuh, bahkan hampir tumpah. Kebanyakan barangnya berupa makanan.
"Paman!!" Adi menyapa duluan.
"Hnm!!" jawabnya berdehem dengan ekspresi pemarahnya.
"Woah!! Belanjaanmu banyak sekali." kata Adi, "Eh, emangnya boleh..."
"Lakukan saja sesukamu!!" jawabnya memotong pertanyaan pemuda itu, "Seluruh dunia terhenti, jadi kau bebas melakukan apapun."
"terhenti?" tanya Adi
"Kau bisa mengambil apapun yang kau mau. Kau bisa menjamahi gadis manapun yang kau suka. Kau bisa menghabisi semua orang yang kau benci." jawabnya sambil terus berjalan, "Tapi ingat!! Jangan sampai kau sakit karena belum tentu ada dokter yang bisa menolongmu. Dan jika kau mati, kau akan menghilang saat waktu berjalan lagi."
"Hei tunggu!!" kata Adi.
"Pergi sana! Lakukan apa saja yang kau mau!" kata orang tua itu.
Bingung harus berbuat apa, namun Adi memahami satu hal.
"Aku bebas melakukan apapun!" pikirnya.
Adi mengejar paman itu,
"Hei, bagaimana jika terjadi..."
"Tidak ada resiko dan dunia ini terhenti paling tidak hingga kau setua aku." jawabnya ketus.
Adi berlari menuju kampus. Dia mengambil jalan yang berbeda. Lebih jauh, namun hal ini dimanfaatkannya untuk menghayalkan berbagai hal mesum yang akan dilakukannya. Ia melirik ke sekeliling mencari gadis cantik. Ia menemukannya namun mengurungkan niatnya.
"Kurasa lebih baik aku melakukannya di dalam ruangan saja." batinnya.
Mia! Nama itu langsung muncul dalam benaknya. Menurut gosip di kampus, gadis itu diduga punya pekerjaan sampingan sebagai ayam kampus. Mungkin ini waktunya yang paling tepat untuk membuktikannya. Sesaat kemudian Adi mendengar suara desahan.
"Uh! Oh! Hm!"
Adi pun menghentikan larinya. Ia berjalan pelan mengintip ke arah suara tersebut. Di halaman sebuah kantor terlihat seorang pria gemuk bugil sedang menggagahi seorang gadis. Pakaian mereka terhampar di tanah dan diantaranya terlihat seragam putih abu-abu. Di sisi kirinya terlihat dua gadis lainnya yang mematung dan bugil dalam pose yang berbeda. Adi terdiam, merasa ngeri dengan pemandangan tadi.
"Menjijikan! Dan aku hampir saja melakukan perilaku binatang itu." katanya pada dirinya sendiri.
Adi lalu melangkah pulang. Merasa lapar, ia mampir ke warung di pinggir jalan. Ia makan dengan semua lauk yang ia mau.
"Kenyang!"
Ia lalu kembali berjalan. Langkahnya terhenti saat melihat gedung tinggi.
"Hotel?! Kurasa menyenangkan untuk mampir tinggal sebentar."
Adi memasuki hotel itu, ia mengambil kunci lalu menuju kamarnya. Ia langsung merebahkan badannya begitu berada di kamar. Remot tv dinyalakannya berharap dapat menonton tv kabel gratis. Hanya gambar tak bergerak yang dilihatnya.
"Sial! Semuanya terhenti, kalau begini percuma saja aku di sini."

Bocah Redoks
2017-01-16 21:06:06
cuman 1 paragraf yach tapi kok panjang banget
Ghost Rider
2016-12-31 21:27:33
akankah adi kebablasan ?,emang melawan hawa nafsu itu susah.
Aerilyn Shilaexs
2016-12-31 09:33:09
dari judulnya, kukira cerita om david. Btw dikasih jarak antar paragrafnya biar keliatan rapi.
Rudy Wowor
2016-12-31 09:24:48
Kenapa bisa berhenti begitu dunianya?
Sakata Hana
2016-12-31 05:46:08
Adi pikirannya labil, tapi baguslah jadi gak kebablasan
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook