VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Doom part 2

2017-01-01 - PUZIENK
35 views | 5 komentar | nilai: 8.5 (2 user)

Di luar angkasa, Stasiun Legacy, fasilitas rahasia.
"Aaargghh!!!"
Teriakan kesakitan membangunkan seorang pemuda dalam tidurnya.
"Uhuk-huk!!"
Terlihat darah keluar dari mulut pemuda itu.
"apa yang terjadi? dimana aku?"
Pemuda itu tengah berada dalam sebuah ruang yang dipenuhi dengan tubuh-tubuh orang-orang muda berada dalam tabung berisi air.
"Uhuk!!"
Pemuda itu berusaha bangkit dan menuju pintu keluar.
.
.
Subjek X-09
.
.
Pintu ruang itu perlahan terbuka menunjukan sebuah lorong panjang didepan. pemuda itu berjalan keluar ke lorong itu. Lorong panjang itu memiliki dinding kaca, yang memperlihatkan pemandangan luar.
"Ini....Luar Angkasa!!"
Pemuda itu tertegun melihat ke arah luar kaca, pemandangan planet bumi terlihat dari sana.
"kenapa aku bisa ada disini?"
Pemuda itu berjalan tertatih-tatih menyusuri lorong panjang itu.
Lorong yang ia tempuh seolah mengarahkan pada satu ruang di depan. Pintu ruang itu terbuka secara tiba-tiba, pemuda itu memasuki ruang itu mencari jalan keluar.
"Ap-apa ini?"
Ruang yang ia masuki sekejap berubah berwarna merah dan mengeluarkan alarm aneh yang sangat mengganggu pendengaran. Pemuda itu terjatuh menahan telinganya karena tidak menahan suara alarm itu. Tidak lama kemudian, alarm itu berhenti dan lamu merah dalam raung itu kembali normal.
"Huh-huuh"
Napas pemuda itu yang terasa berat. Dan tak lama setelah itu terdengar suara seseorang dari yang memnuhi ruang.
"Subjek X-09....kau adalah harapan umat manusia."
"Saat ini bumi tengah diserang oleh para makhluk asing, kami menyebutnya Abyss"
Salah satu dinding ruang tertutup itu terbuka, menunjukkan pemandangan bumi dari balik dinding kaca.
"Seperti yang kau lihat bumi sekarang telah mengalami kekacauan"
Pemuda itu bergerak kearah dinding kaca tadi dan memperhatikan kembali pemandangan bumi. Biru bumi tidak seperti biasanya, daratan-daratan terlihat lebih kacau, seolah kehancuran tampak meski dilihat dari kejauhan.
"Untuk itu, kami....membutuhkan pemuda sepertimu untuk melawan kehancuran ini"
"Apa maksudmu!!"
"3 bulan yang lalu malaikat ketiga belas telah turun ke bumi dan menguasai kepulauan jawa"
"Mimpi yang aku rasakan itu nyata?!"
"Untuk itu kau harus bisa membangkitkan kekuatan sang pembawa kehancuran dan menghadapinya"
"Hah? Kekuatan apa yang kau maksud!!"
"Ruang ini akan segera dilontarkan dari stasiun induk menuju koordinat terakhir sang malaikat ketiga belas, Bersiaplah Subjek X-09"
"Hey!! Kau dengar aku tidak!!"
Decitan suara mesin terdengar disudut-sudut ruang itu. kegetaran mulai terasa di seluruh ruang. Ruang itu benar-benar terpisah dari stasiun Induk, dan jatuh ke arah bumi. Pemuda itu memandangi ke arah luar dinding kaca dan melihat ia menjauh dari Stasiu raksasa yang melayang di angkasa.
Pemuda itu hanya bisa duduk diam dalam jatuh ruang yang ia tempati. Getaran mulai terasa semakin berat ketika ruang itu memasuki atmosfir bumi. Nyala api yang menyelimuti ruang itu juga terlihat jelas dimata pemuda itu. Tapi tidak ada yang bisa ia lakukan saat itu...hanya menutup matanya, berusaha membuat dirinya terlelap.
"Ash.....Ash?!"
"Kau tertidur lagi??"
"Haha....kau selalu tertidur kalau lagi dalam perjalanan"
Pemuda itu membuka matanya melihat seorang gadis membangkunnya.
"Mmm.....Kakak, aku sangat mengantuk"
"Ayolah Ash, kau harus menikmati pemandang ini"
"Mmmm"
"Lihatlah Ashley, Langit hari ini benar-benar indah...."
"MmHmmm.....be-benarkah kak?"
Pemuda itu membuka matanya melihat keluar jendela kaca mobil.
Pemandangan langit yang cerah terlihat dalam pandangannya......tapi tiba-tiba mulai memerah terbakar.
"Kakak?!"
"Bukankah indah Ashley??"
"Langitnya terbakar kak!!"
"Apa yang kau katakan dik, langit hari ini sangat indah"
"Tidak kak itu...."
.
.
"Duaaarrrrr!!!"
Hentakan yang keras membangunkan pemuda itu dari tidurnya.
"Ugh!! Sial sakit sekali"
Pemuda itu berusaha bangkit dan menuju pintu yang terbuka.
Pemuda itu keluar dan melihat ia jatuh di sebuah kota yang telah hancur sepanjang matanya memandang.
"Sial!! aku ingat, aku pernah hidup disini, dan sekarang....."
Pemuda itu hanya berjalan kearah utara.

Terlihat beberapa pesawat tempur melintasi langit tempat pemuda itu berjalan.
"Heeeyyyyy!!!"
"Heeey!!"
Pemuda itu berteriak mengejar pesawat yang melaju cepat di udara.
"Sial, mereka tidak melihatku"
Pemuda itu melanjutkan langkahnya mengikuti arah pesawat itu pergi.
Tidak ada pemandangan lain selain reruntuhan kota serta bekas-bekas darah yang beserakan. Pemuda itu terus berjalan menapaki puing-puing dikakinya, hingga hari mulai menjadi gelap. terlihat cahaya api dari kejauhan. Pemuda itu segera berlari menuju arah cahaya itu, berharap menemukan seseorang.

Shineria of Life
2017-01-20 12:03:18
abyss? pandora heart kah??
Bocah Redoks
2017-01-16 15:03:23
masih banyak typo om. lamu merah dalam raung ato lampu merah dalam ruang
BluePen
2017-01-02 14:53:53
Baru tau mesin itu berdecit, kurang perawatan mungkin.
ThE LaSt EnD
2017-01-02 06:15:21
alien atau mutan ya? Sob, kasih jarak paragraf..
Rudy Wowor
2017-01-02 00:24:54
Ash punya kekuatan ya?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook