VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Doom part 1

2016-12-31 - L E Ox Kiruru
30 views | 3 komentar

Di suatu tempat dikedalaman laut samudera Hindia-Pasifik. Sekelompok peneliti tengah mencapai dasar lautan dan menemukan sebuah reruntuhan kuno peradaban Atlantis.
Sebuah kapal selam memasuki terowongan gelap yang menuntunnya pada pintu masuk reruntuhan kuno. Disana mereka berlabuh.....
Para peneliti itu sampai pada ruang harta dari peradaban Atlantis...
"Ini....."
"Tidak salah lagi, kita telah menemukannya....."
Pada hari itu, sekelompok peneliti berhasil membawa sebuah benda dari reruntuhan kuno peradaban Atlantis. Itu tidak terlihat seperti benda mati, karena denyutan masih terasa.....sebuah jantung, Jantung dari sang pembawa kehancuran.
Di sebuah fasilitas rahasia, Kepulauan papua timur....
"Profesor anak ini, fungsi jantungnya hampuir sinkron dengan jantung itu!"
"Sepertinya kita tidak punya banyak pilihan..."
"Tapi profesor, ini masih terlalu beresiko!!"
"Katakan itu pada waktu yang kita miliki!! Kita tidak bisa menunggu lagi!!"
"Ka-kau benar profesor"
Seorang pemuda sedang tertidur tabung airnya. Dan kini saat untuk kebangkitannya telah tiba....

Jawa, pusat ibu kota, Stadion olahraga. Kekacauan masih menghantui penduduk kota. Kota ini sudah mati, hanya beberapa pos resisten yang bertahan.
"Komandan, gelombang ketiga telah tiba!!"
"Jelaskan apa yang kita hadapi kali ini!!"
"Tentara musuh tiba dengan kapalnya....terlihat....Malaikat ketiga belas memimpin pasukan itu!!"
"Apa!! ini gawat sekali.."
"Komandan bagaimana sekarang...!"
"Pertahankan pos kalian, aku akan mengirimkan pasukan udara"
Pangkalan militer mengalami kesulitan dalam mempertahankan wilayahnya.
"Komandan....."
"Ah Profesor Safir?! bagaimana dengan itu...?"
"Aku akan menjatuhkan subjek X dengan pesawat siluman, mohon kerja samanya"
"Uugh, sepertinya kita memang tidak punya pilihan lain, lakukan Prof!!"
Suara tembakkan dan ledakan memenuhi kota itu, para resisten berusaha melakukan perlawanan pada tentara musuh yang bukan manusia.
Sebuah pesawat siluman melintasi langit kota, menjatuhkan sesuatu ke tengah kota. Itu bukan sebuah bom, lebih terlihat seperti Tabung....tabung yang berisi makhluk hidup.
"Duaarrr!!"
"Kapten!! markas mengirim sebuah tabung di tengah kota."
"Begitu...sial!! jadi semua sudah dimulai..."
.
.
Awakening
.
.
Tabung itu mengeluarkan asap putih. Perlahan pintunya terbuka, seorang manusia keluar bersama dengan air berwarna hijau.
"Uhuk-huk!!"
"Hah...hah"
Pemuda itu kesulitan untuk bernapas.
"Di-dimana aku?"
Ia tengah berada di tengah kota yang sedang diserang, ledakan terjadi dimana-mana. Suara tembakan seolah tiada henti.
"Apa ini!!"
Tengah kagetnya sesosok monster seukuran tank berkaki empat yang runcing pada setiap ujungnya telah berada dibelakangnya.
"GGrrrrggh!!"
Pemuda itu kaget bukan kepalang, ia berusaha lari sekuat tenaga. Tapi gerakan monster itu lebih cepat dan menyerang pemuda itu dengan salah satu kakinya.
"Crooooottt"
Darah menyucur dari tubuh pemuda itu. kaki runcing monster itu telah menghujam tubuh pemuda itu.
"Uhuk-huk!!"
Pemuda itu sudah tidak berdaya, darah keluar dari mulutnya membuat kesadarannya mulai hilang. Monster itu mendekatkan kaki yang menusuk pemuda itu ke badannya. dari badan bulat monster itu, keluarlah semacam kepala dengan taring-taring dimulutnya.
"Kenapa...."
"Aku..."
Pemuda itu semakin tidak sadarkan diri. bayangan samar-samar yang tampak ialah bahwa ia perlahan mendekat ke dalam mulut yang penuh dengan taring-taring yang tajam.
"Aku....aku akan mati"
Hanya kata itu yang terlintas dalam pikiran sayu pemuda itu. tubuhnya sudah lemas kehabisan darah, dan telah terasa tidak berdaya. Dan kini dalam bayangan yang hampir menghilang, ia telah masuk kedalam mulut besar. Seperti dalam sebuah ruang sempit, tapi banyak benda-benda tajam memenuhi ruang itu.
"Crunnch!!!"
Kepala monster itu mulai mengunyah tubuh pemuda tadi.
"Aaaaaaarggghhh!!"
Tak pernah terbayang rasa yang begitu menyakitkan ketika tubuh pemuda itu dilumat dalam taring-taring yang tajam. Pemuda yang merasakan tubuhnya telah tidak berdaya, masih bisa berasakan setiap koyakan yang disebabkan taring-taring itu.
"AAAAAAAAAaaaaaaarrgghhh!!!"
Taring-taring tajam itu seolah tidak mau berhenti bergerak melumat habis tubuh pemuda itu dalam rintihnya. Semakin lama, semakin keras lumatan dari mulut sang monster. Entah mengapa, pemuda itu semakin merasakan sakit dari tubuhnya, dan semakin lama sakit itu malah bertambah parah.
Pemuda itu seolah tidak hancur dalam lumatan taring-taring sang monster.
"Aaaarrggghh!! Hentikan brengsek!!!"
Tangan pemuda itu menahan salah satu taring di atasnya. Tubuh yang sudah tercabik-cabik itu masih memiliki tenaga untuk menahan tekanan dari taring monster itu.
Pemuda itu berusaha keluar dari mulut sang monster, ia mengankat taring monster itu lebih tinggi dan melompat keluar ketika terlihat celah dari mulut yang terbuka.
"Huh-huh!!"
Napasnya sangat berat, meskipun berhasil keluar dari mulut sang monster. Pemuda itu tak sanggup untuk bergerak, tubuhnya telah dipenuhi lubang-lubang yang mengeluarkan darah. Ia juga kehilangan kaki kanan dan beberapa jari pada tangannya.
"Goooaaaarrgghhh!!!"
Monster itu mengluarkan suara yang begitu memekakan telinga. Dan sekali lagi mengangkat salah satu kakinya yang runcing hendak menusuk pemuda itu lagi.
"Sudah kubilang Hentikan!!!"
Pemuda itu menahan kaki runcing monster itu dengan anggota gerak yang masih tersisa. Tubuh pemuda itu mulai terasa membara. Amarahnya karena dipermainkan oleh monster itu memuncak. Darah yang mengalir dari luka-luka pada tubuhnya semakin memerah menyala mengeluarkan asap.
Entah dari mana tenaga pemuda itu hingga ia dapat kembali tegak sambil menahan kaki monster itu.
"Hhhyyaaaaaahh!!"
Pemuda itu melempar kaki monster itu dan menghentakan tubuh monster itu mundur terjatuh ke belakang.
"Hahaha.....kau kira kau bisa seenaknya memakanku, HAH!!"
Monster itu bangkit kembali
"Ggooaaarrrgghhh!!!"
Suara teriakan yang menggetarkan sekitar kembali keluar dari mulut sang monster. Dan dengan beringas monster itu mengarkan mulut penuh taringnya ke pemuda itu seolah ingin melahap habis pemuda itu.
Pemuda itu mengayunkan tangan yang hanya besisa tiga jari kearah kepala monster yang mendekat. Seolah pemuda itu hendak mencakarnya.
"Duaaaarrr!!!"
Debu reruntuhan kota memehuni area sekitar monster dan pemuda itu.
Tidak ada yang tahu apa yang terjadi karena tertutup debu yang tebal, hingga angin berhembus menghilangkan debu-debu yang beterbangan.
Pemuda itu masih tegak, Monster didepannya sudah tidak bergerak lagi. Hanya kepala monster yang hancur tercabik terlihat di bawah kaki pemuda itu. Ia melihat tangannya berubah bersisik-sisik memiliki cakar dengan bekas darah sang monster.
"Apa yang...."
"Uhuk-huk!!"
Pemuda itu memuntahkan darah dari mulutnya. dan terjatuh kehilangan kesadaran.
fin.

Bocah Redoks
2017-01-16 14:58:39
baru muncul dah d hajar sampai sekarat. kasihan
ReyTrOnz Strider
2016-12-31 22:53:37
Nextlah pokoknya!!
ZaNdZ
2016-12-31 21:20:55
ok Gore.. pemuda itu sbenarnya monster?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook